3/13/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 9 PART 1

SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 9 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 8 Part 3

Dong-gu menyeret Soo-ah kedalam kamar. Disana, dia memohon dengan sangat amat supaya Soo-ah tidak menceritakan perasaannya kepada siapa pun.


“Jadi.. selama ini, bukan aku.. tapi Yoona adalah orang yg kamu sukai? Wah, ketrlaluan! Jadi kamu hanya memanffankanku saja?!” celoteh Sooo-ah

“Aku tidak bermaksud seperti itu, maafkan aku.. Tapi, Soo Ah.. bisakah kamu merahasiakan ini untuk sementara waktu?” tanya Dong-gu

“Kenapa?”

“Aku hanya masih belum yakin tentang diriku. Tolong rahasiakan hal ini.”

“Astaga, baiklah..”


Ketika berjalan pergi, tak sengaja Dong-gu melihat mantel yg dibelinya, “Tolong.. bisa berikan itu pada Yoona saja? Aku membelikannay untuk dia, karena badannya sangat lemat dan mudah terserang flu..” pinta Dong-gu

“Iya! Aku kuberikan itu padanya!” jawab Soo-ah yg kemudian menggeutu pelan, “Entah kenapa itu melukai harga diriku. Astaga, aku tidak percaya ini.”

Du-shik bekerja banting tulang demi mendapatkan uang untuk melunasi penalti kontraknya Mal-geum. Bahkan, dia smapai rela bekerja di tempat bangunan sebagai kuli angkut.


Alhasil, seluruh badannya jadi pegel-pegal. Jun-ki yg membantu memasangkan koyo, sampai berkomentar, “Kamu lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli koyok. Kamu tidak akan pernah mendapatkan uang untuk deposito Mal Geum.”

“Lalu aku harus bagaimana? Setidaknya aku harus berusaha.”

“Apa dia mengetahui usahamu ini? Dia tidak tahu, bukan? Ajak saja dia kencan.”

“Aku harus membayar depositonya terlebih dahulu.”


Tiba-tiba, Dong-gu masuk kamar dan meberitahukan bahwa ada seorang wanita yg mencari Du-shik...


Dan betapa bahagianya Du-shik, ketika mengetahui bahwa tamunya adalah Mal-geum. Sekaan lupa pada rasa sakitnya, dia langsung tersenyum riang dan buru-buru menyiapkan kopi latte kesukaan Mal-geum,


“Astaga. Tadi dia sekarat. Lihat dia sekarang. Kekuatan cinta mengagumkan” komen Jun-ki


“Tentu, kekuatan cinta memang mengagumkan. Tidakkah begitu, Dong Gu?” sahut Soo-ah yg kemudian menunjukka mantel pink yg diberi Dong-gu, “Yoona ambil ini..” ucapnya dengan ketus

“Apa? Kenapa kamu memberikannya kepadaku?”

“Kamu harus memakainya. Ini terlalu kecil untuk kupakai.”

“Tapi itu hadiah dari Dong Gu. Aku tidak bisa menerimanya.”

“Tidak apa-apa. Dia tidak peduli. Kamu tidak boleh menolak. Kamu harus memakainya.”


“Aku dan Soo Ah hanya teman.” Jelas Dong-gu

“Benar. Kami hanya teman. Dia mungkin jatuh cinta kepada orang lain.” Celoteh Soo-ah


Soo-ah melempar mantelnya ke arah Yoona dan itu membuat Jun-ki bertanya, kenapa sikapnya sekasar itu?

“Aku ingin memberikan itu kepadanya dengan baik. Tapi jika aku berjarak satu meter dari Sol, dia mulai menangis.” Jelas Soo-ah

“Itu tidak masuk akal.”


“Kamu mau melihatnya?” ujar Soo-ah yg kemudian berjalan mendekati Sol, yg lansgung membuat Sol menangis keras. Dan ketika dia menjauh, tangisan Sol seketika berhenti begitu saja.


“Dia sudah tahu cara membedakan baik dan jahat sejak kecil. Dia genius. Kamu iblis dan dia genius” komen Jun-ki


Du-shik dan Mal-geum duduk di kamar, sambil membuka foto album semasa kanak-kanak. Melihat ada gambar hati disamping namanya, seketika membuat Mal-geum bertannya: “Sejak kapan kamu suka padaku?”

Du-shik gugup, dai tak bisa memberikan jawaban, hingga Mal-geum lanjut bertanya: “Kapan ini terjadi? Apa aku cinta pertamamu?”


Tiba-tiba, masuklah Seo-jin yg hendak memberikan koyok. Melihat Mal-geum,, dia pun bertanya, “Siapa dia?”

“Dia.. temanku..” jawab Du-shik

“Temanmu? Cinta pertama yang kamu bicarakan?” ujar Seo-jin, yg tentunya membuat Du-shik makin kikuk


“Kenapa kamu butuh koyok? Apa kamu terluka?”

“Tidak apa-apa. Aku melukai diriku saat bekerja di lokasi pembangunan.”

“Lokasi pembangunan?”

“Apa? Soal itu. Seorang temanku membutuhkan bantuan, jadi, aku membantunya sedikit.”

“Apa kamu melakukan itu untukku? Apakah itu untuk bayar penalti kontrak-ku?”

“Tidak, aku sudah mengatasinya. Kamu tidak perlu cemas. Fokus saja pada audisimu.”


Esok harinya, ketika tengah bekerja.. tak sengaja, Du-shik melihat brosur lowongan pekerjaan untuk tester obat flu, yg bayarannya 2000 dollar per-minggu..


Tentu saja, uang itu jumlahnya sangat besar dan hebatnya, bisa dia dapatkan hanya dalam waktu seminggu. Dia meneceritakan hal ini pada Jun-ki yg langsung bersemangat untuk melamar pekerjaan tersebut.


Namun, mereka mesti sakit flu untuk bisa mengambil pekerjaan tersebut. Alhasil.. mereka sengaja membuat diri mereka senidri terkena flu, dengan cara mandi air es batu, padahal diluar sedang musin dingin~


Yoona berjalan pulang dari berbelanja, namun dia dibuat repot karena Sol yg menangis tiada hentinya.


Tiba-tiba, muncullah seorang pria tampan yg kebetulan tengah bermain-main dengan seorang anak kecil didekatnya. Dia melihat Yoona dan lansgung menghampirinya.


Dia meniup kresek, lalu menjadikannya mainan bunyi yg berhasil membuat Sol berhenti menangis dan langsung tertawa cekikikan, “Bayi menyukai suara seperti itu. Mereka memiliki indra pendengaran yang tajam.”

“Terima kasih banyak. Kamu menyelamatkanku.”

“Tidak masalah. Aku tidak melakukan apa-apa.”

“Terima kasih. Sampai jumpa di lain waktu..”


Setelah Yoona pergi, pria itu pun hendak pergi. Namun putranya bertanya, “Ayah sedang melihat apa?”


“Bukan apa-apa. Dia mengingatkan pada diri Ayah di masa lalu. Saat kamu bayi, Ayah seperti itu. Ayah tidak tahu apa-apa, jadi, Ayah bingung dan heran.”

“Aku rasa bukan hanya itu. Apa Ayah jatuh cinta pada pandangan pertama?”


Dirumah, Yoona tak bisa beristirahat dengan nyaman. Ketika makan pun, dia mesti tergegsa-gesa karena Sol bisa menangis kapan saja. Dong-gu kasihan padanya, namun tak bisa berbuat apa pun..


Tiba-tiba Jun-ki datang, dengan pakaian yg begitu terbuka padahal sekarang sedang musim dingin. Dia bilang, dia sangat ingin terkena flu demi pekerjaan berpenghasilan tinggi itu.


Tak lama kemudian, Du-shik muncul.. dalam kondisi demam karena dia memang telah terkena fu. Alhasil, Jun-ki minta ditulari.. dia mengambil permen lollipop dari mulut Du-shik lalu memakannya. 


Tak cukup itu saja, dia sampai mengajak Du-shik untuk ciuman saja, supaya tertularnya lebih cepat. Merasa geli dan jijjik, Du-shik buru-buru berlari kabur, untuk menghindari Jun-ki~~


Malam hari, Dong-gu tak bisa tidur.. maka dia berkeliaran dalam rumah. Namun tak sengaja, dia melihat Yoona yg ketiduran di meja dapur.


Diam-diam, Dong-gu ikutan berbaring dihadapannya sambil melihat wajahnya..


Esok paginya, Seo-jin memergoki mereka yg tertidur dalam posisi seperti itu. Yoona bilang, dia ketiduran setelah membaca buku.. namun dengan kikuk, Dong-gu berbohong,, dengan mengatakan bahwa dia terlalu mabuk, hingga tak sadar bahwa dirinya tertidur disana~~~


Pagi hari, tamu penginapan minta dibuatkan air panas. Yoona yg tengah berada di dapur, bergegas memasukkan air kedalam poci, tapi kemudian malah menaruhnya di atas kompor..


Semua orang yg melihatnya, spontan berteriak, “Apa yg kamu lakukan?!”

Yoona kaget, dia sadar kalau dirinya salah dan dia burbu-buru mengambil poci itu dengan tangannya langsung, dan tentu saja, tangannya jadi kepanasan.


“Kamu tidak apa-apa, Yoona-ssi?”

“Aku baik-baik saja. Maafkan aku. Aku tidak fokus.”

“Mulai sekarang, kamu ambil cuti saja. Jangan melakukan apa pun. Pergilah keluar dan lakukan semua yang ingin kamu lakukan.”

“Apa? Aku baik-baik saja, ‘kok..”

“Lakukan perintahku! Kamu tidak mau mendengarkan bos?”

“Tapi...”

“Apa yang kamu lakukan? Pergi sekarang...”
Comments


EmoticonEmoticon