3/15/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 1 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer

Seorang pria tampan dan menawan, putra tunggal Grup JK yg bernama Kwon Shi-hyun (Woo Do-hwan), tengah membacarakan sebuah puisi di dalam kelas. 

"Aku monster berbahaya. Saat tanganku menyentuhmu, engkau menjadi kegelapan yang tidak diketahui. Di ujung ranting yang bergoyang,  tanpa sebuah nama engkau mekar kemudian layu. Kegelapan yang tidak diketahui dan membuatmu menitikan air mata ini dinyalakan oleh memori. Aku pun menangis semalaman. Tangisanku pada akhirnya menjadi angin malam dan mengguncang menara itu. Kemudian menjadi sebuah celah saat menembus batu karang itu...... Mempelai wanitaku sayang yg bertudung ....."


Hal itu, membuatnya menjadi pusat perhatian para wanita, terkecuali satu orang. Dialah Choi Soo-ji (Moon Ga-young), si ketua kelas yg dijuluki aktris paling cantik..


Kemudian, kita dikenalkan pada seorang pria tampan lainnya, yg bernama Lee Se-joo (Kim Min-jae). Katanya.. dia hidup hanya untuk berhura-hura. Dua kata yg dia hafal dalam bahasa inggris, adalah ‘cinta’ dan ‘seks’..

Mereka bertiga, adalah sahabat yg sangat dekat dan tidak terpisahkan~


Soo-ji menghampiri seorang wanita yg tengah menangis di pesisir lalutan. Dia menangis, karena sedang patah hati.. karena dicampakkan oleh pria.


Ternyata, pria yg dimaksud adalah Shi-hyun. Sebelumnya, mereka bertemu dengan cara yg menurut si wanita adalah momen yg sangat romantis. Disaat dia kehujanan, Shi-hyun datang dan memayunginya..


Setelah itu, mereka makin dekat dan perasaan si wanita makin membesar. Tapi tiba-tiba, Shi-hyun mencampakannya begitu saja, dan sekarang yg tersisa hanyalah memori dan air mata..


Meskipun tersakiti, wanita itu tetap ingin menunggu Shi-hyun.. tapi Soo-ji berkilah, kalau Shi-hyun mesti ikut ujian Perguruan tinggi.

“Dia.. masih SMA?”

“Hmmm.. maksudku, ini percobaan ujian dia yg ketiga kalinya. Jika tidak lulus, dia harus berangkat wamil”

“Tak apa, aku bisa menunjunginya disana..”

“Kurasa tidak perlu, karena kamu bukan wanita pertama yg dicampakannya..”

“Dasar bedebah. Berapa wanita yang sudah disakitinya? Jadi, bukan aku saja.”


“Tapi kurasa kamu istimewa baginya. Dia memintaku menyampaikan ini. Dia ingin kamu bahagia tanpa bertemu dengan pria seperti dirinya.”

“Dia sangat jahat, tapi aku begitu mencintainya.”


Dari kejauhan, Se-joo memerhatikan merka dan disana adapula Shi-hyun, namun dia acuh dan tak peduli dengan apa pun yg terjadi,


Wanita itu, bernama Do Ji-young. Dia merupakan seorang pengacara, yg baru -baru ini masuk halaman depan koran, karena kasus yg dia tangani, mengenai Hak kepemilikan sebuah merk.


“Dia terlihat sangat menyedihkan. Kenapa kamu melakukan itu?” tanya Se-joo

“Dia tertawa.” Jawab Shi-hyun


Ternyata, waktu itu.. tak sengaja Shi-hyun melihat Ji-young yg tengah tertawa sambil makan malam bersama dengan seorang pria, yg ternyata merupakan ayahnya Shi-hyun,


“Aku tidak tahan melihatnya..” ujar Shi-hyun

“Kurasa juga begitu, jika kamu memikirkan ibumu” komen Se-joo

“Aku harus menyingkirkannya. Siapa pun dia...” ungkap Shi-hyun


Saat jam istirahat sekolah, bu Guru menghampiri Shi-hyun dan memberikannya sebuah buku dengan judul yg sangayy ambigu ‘Bolehkah aku menginap di rumah..’


Melihatnya, sontak membuat Soo-ji menghampirinya dan lansgung menyindirnya yg terlalu terang-tengan dalam menggoda Shi-hyun..

“Puisi ini tidak sevulgar itu.. Soo Ji, kamu suka seni, jadi tidak memahami sastra” jelas bu Guru


Sengaja, Shi-hyun langsung menarik Soo-ji kepelukannya dan mendekatkan wajah merka seakan-akan mau berciuman dan itu dilakukan, tepat dihadapan bu Guru..

“Bu Guru. Aku sudah memikirkannya dan aku tidak akan sempat membaca. Aku akan sibuk dengan Soo Ji. Aku hanya perlu menatap wajahnya dan waktu berlalu begitu cepat.” Papar Shi-hyun

“Jangan di depan guru...” ucap Soo-ji dengan suara malu-malu


Bukannya pergi, bu guru malah diam saja dan memerhatikan mereka dengan tatapan heran. Maka Soo-ji langsung bertanya, “Mau lihat kami berciuman?”

“Jangan pedulikan dia. Fokuslah kepadaku..” tutur Shi-hyun yg tentunya, langsung membuat bu Guru berjalan pergi dengan raut wajah yg benar-benar kesal

Segera setelahnya, mereka langsung melepas pelukannya..

“Dia menyukaimu. Itu menjijikkan...” komen Soo-ji

“Kamu yang cemburu..” ucap Shi-hyun


Tiba-tiba, datanglah Se-joo, “Soo Ji, kamu membuat guru Sastra Korea marah?” tanyanya sambil merebut lollipop dari mulut Soo-ji

“Kenapa kamu di sini?”

“Untuk menemuimu.”

“Dasar gila. Kembalikan permenku. Buka mulutmu.”


Tak lama kemudian, datanglah seorang siswa yg memberikan rapot untuk Se-joo dan Shi-hyun. Mereka berdua, sama-sama tak memiliki nilai dan peringkat yg bagus. Se-joo tak peduli, malah dia langsung membuag kertas rapotnys begitu saja. 


“Wali kelas kita terlalu baik. Kamu harus belajar. Mendiang ibumu akan sedih..” ucap siswa itu pada Shi-hyun, yg seketika langsung membuat suasana jadi memanas

Tapi kemudian, dia menarik lagi ucapannya dengan bilang, “Aku hanya bercanda..”


Ketika siswa itu berjalan pergi, Soo-ji buru-buru mengambil sebuah tong sampah lalu melemparkannya tepat, ke kepala siswa itu, “Aku cuman bercanda! SAMPAH!” teriaknya sambil tertawa


Yaa.. begitulah, tingkah tiga sahabat yg sangat dekat dan mendukung satu sama lain itu. Bahkan mereka, tak canggung untuk mencium atau merangkul satu sama lain, dihadapan semua orang.
Advertisement


EmoticonEmoticon