3/16/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 1 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 1 Part 2

Rangkaian prosesi wisuda telah usai. Tiga sahabat, langsung berjalan pergi meninggalkan gedung. Namun tiba-tiba, Kyung-joo berlari menghampiri mereka, “Aku mau berterima kasih untuk video tentang wali kelas kita tadi. Kalian yang memutarkan video itu, bukan? Keren sekali...” ucapnya girang


Setelah itu, dia pun menawarkan diri untuk mengambil foto mereka. Namun mereka, mengajaknya untuk ikutan foto bersamanya. 

Se-joo hendak memfoto mereka, namun Kyung-joo langsung mengatakan, bahwa Se-joo harus ikut difoto juga~


Sambil berjalan keluar, Shi-hyun bertanya pada Soo-ji, “Kenapa kamu mengincar Guru Sastra Korea? Bukankah kamu ingin balas dendam pada Guru Seni?”

“Dia telah melakukan balas dendam yg dia inginkan. Seluruh sekolah jadi tahu, kalau pak guru itu, payah di ranjang. Makanya, wali kelas kita sampai tidur dengan pria lain..” tukas Se-joo

“Astaga.. isi pikiranmu itu..” komen Soo-ji

“Itu memang fakta...” ujar Se-joo


Kemudian, dengan wajah yg sangat serius.. Soo-ji mepaparkan sebuah cara balas dendam, yg menurutnya paling efektif,

“Karena kalian sudah dewasa, akan kuajarkan beberapa hal. Kalian tahu apa cara balas dendam yang terbaik? Adalah mengambil harta paling berharga dari orang itu. Karena saat harta seseorang dicuri, tanpa disadari, dia belajar untuk membalas dendam.”


Tiba-tiba, Shi-hyun berdiri tepat disamping Soo-ji dan bertnaya apakah dia baik-baik saja?


Melihat interaksi itu, membuat Se-joo langsung menyelinap diantara mereka dan berkata: “Ada sesuatu di sini. Teman-teman, kita tidak boleh menjalin hubungan romantis. Paham?”

“Jangan berlebihan..”

“Tapi, setidaknya kalian boleh tidur bersama sekali saja.. Aku akan pura-pura tidak tahu. Kalian pantas mendapatkan setidaknya satu malam.”

“Gila. Dasar mesum.”

“Tidurlah bersama, daripada menahan gejolak emosi.”


Mendengarnya, membuat Soo-ji kesal.. dia pun langsung mengomeli Se-joo sambil memukulinya.


Tak lama kemudian, datang seorang pria yg turun dari mobil dengan membawa sebuket bunga cantik dan langsung melambaikan tangannya ke arah Soo-ji. Maka Se-joo langsung bertanya, “Choi Soo Ji. Kamu akan mengikutinya?” 

“Mengikutinya? Aku mengizinkannya menemaniku karena dia sudah di sini.”

“Hei. Angsa sepertimu tidak bergaul dengan burung gagak”

“Bukan angsa, tapi bangau putih”

“Tutup mulutmu. Jangan buat masalah, jaga sikap kalian”


Dengan semangat, Soo-ji berjalan menghampiri pria itu..

“Apa yang dia lihat di pria itu?” komen Se-joo

“Biarkan saja. Soo Ji akan mencampakkannya” jawab Shi-hyun


Berpindah ke sebuah kedai.. kita melihat Kyung-joo yg bergandengan tangan bersama dengan  sahabatnya yg bernama Eun Tae-hee (Joy). Karena sama-sama baru lulus SMA, dengan sangat bangga mereka menunjukkan KTP-nya di hadapan pemilik toko, sambil mengatakan bahwa mereka telah dilegalkan untuk minum alkohol.


Sesaat kemudian, mereka telah menghabiskan beberapa gelas soju, namun efeknya belum terasa. Tae-hee bertanya pada Kyung-joo: “Kenapa kamu meneleponku hari ini? Mana orang tuamu?”

“Ibu pikir wisudanya pekan depan”

“Apa?!”

“Kamu tidak mengerti. Semua orang di sekolahku menilai berdasarkan penampilan. Mereka selalu bertanya aku anak adopsi atau anak asuh. Aku harus berfoto dengan ibuku juga”

“Tapi bisa-bisanya kamu bohong tentang hari wisudamu?”

Enggan membahas tentang ibunya, Kyung-joo malah menceritakan kejadian di sekolahnya tani, “Begini, di sekolahku ada tiga sekawan gila. Mereka bukan gila sungguhan, hanya agak unik. Mereka mengacaukan upacara wisuda tadi.”

“Kenapa kamu tertawa? Kamu menyukai salah satu dari mereka, bukan?”

“Sejelas itukah?”

“Apa yang kamu sukai dari mereka? Kamu bilang mereka gila”

“Kegilaan itulah yang membuat mereka keren”


Sejenak diam, kemudian Kyung-joo bertanya: “Perlukah aku menjalani operasi kelopak mata”

“Hei, kamu bilang menyukai mata sipitmu itu”

“Matanya juga sipit”

“Kita tertarik kepada orang dengan DNA yang beda. Ini juga teori di buku pelajaran. Apa jangan-jangan... Dia tidak menyukaimu karena matamu sipit? Kalau iya, Lupakan saja dia..”

“Tidak, dia tidak bilang begitu”

“Kalau begitu, kamu belum menyatakan perasaanmu?”

“Akan memalukan jika dia menolakku. Tadinya aku berniat menyatakan perasaanku setelah wisuda..”


Melihat sikap Kyung-joo, membuat Tae-hee berkomentar: “Jika dia tidak menyukaimu setelah operasi, kamu mau operasi lagi? Bisa-bisanya kamu mengubah dirimu demi orang yang kamu sukai saat ini. Apa pria penting? Apa kamu mati jika tidak punya pacar?”

“Setiap kali menemuimu, aku merasa menyedihkan. Aku harus bagaimana?”

“Hei, Ko Kyung Joo. Kamu gadis yang cantik. Apa yang salah denganmu?”

“Dia terlalu tampan”


Soo-ji telah berdandan cantik, lalu dia membuka amlpop berisi undangan sebuah acara yg sepertinya sangat eksklusif.


Sementara itu, Se-joo dan Shi-hyun tengah berada dalam diskotik. Se-joo menelpon Soo-ji dan mengajaknya bergabung, “Di mana kamu? Ayo rayakan ini!”

“Apa yang kamu lakukan? Kenapa harus merayakannya denganmu? Sudah kubilang aku tidak ikut. Bersenang-senanglah sendiri. Jangan meneleponku lagi..” papar Soo-ji


Seorang pria menghampiri Se-joo dan Shi-hyun, kemudian mengajak mereka untuk minum bersama dengannya, “Seniorku yg akan membayar, jadi kalian bisa senang-senang sepuasnya. Kalian mau ikut denganku, ‘kan?”

“Tentu saja..” jawab Se-joo


Setelah pria itu pergi, Shi-hyun bertanya, “Siapa dia?”

“Kenalanku. Dia tidak tahu soal keluargaku. Itu sebabnya aku menyukainya” jawab Se-joo


Dalam salah satu tuang VIP, nampak seroang wanita parubaya yg tengah menangis, sambil curhat: “Aku, ibunya, adalah wanita cantik. Orang-orang selalu membandingkan dia denganku. Dia bahkan bohong tentang hari wisudanya. Pikirkan betapa hancurnya hati putriku. Menurutmu aku bisa menghadiri wisudanya di universitas? Saat itu aku tidak akan secantik ini karena sudah tua”

Beberapa wanita disampingnya langsung berkomentar, mengatakan bahwa mereka ingin memiliki ibu yg secantik dia..

Mendengarnya, seketika membuat wanita itu bahagia, “Sungguh? Mau tambah sesuatu? Pesanlah yang kalian mau..”

Ternyata nama wanita itu adalah Jung Na-yoon, dan dia merupakan ibunya Ko Kyung-joo..


Tiba-tiba, masuklah pria yg membawa Shi-hyun dan Se-joo bersama dengannya, “Hei, nona-nona. Ini temanku. Bolehkah mereka bergabung?” tanyanya

“Itu akan menyenangkan..”

“Dia tipeku..”

“Mereka tampan....”


Shi-hyun langsung menatap kearah Madam Jung, “Aku dengan dia...” ucapnya

“Hatimu penuh belas kasihan aneh...” komen Se-joo

“Kenapa? Dia yang tercantik...” ujar Shi-hyun


Soo-ji menghadiri pesta kaum atas, dia berkumpul dengan teman-temannya Ki-young, yakni pria yg tadi siang menjemputnya..

Mereka semua memberikan selamatnya untuk Soo-ji, namun tiba-tiba salah satu orang menyinggung sola cinta pertama Ki-young yg masih belum bisa dia lupakan.

“Jangan dibahas. Itu norak..” komen Kiyoung

“Aku tahu orangnya. Putri penasihat akademisnya. Saat itu dia hanya seorang mahasiswa yang belum lulus, tapi dia mengarang alasan untuk ke rumah dosennya..” ungkap salah satu temannya

“Jadi, dia calon tunanganmu, tapi kamu belum melupakan mantanmu?” komen temannya yg lain

“Jadi, aku target kalian hari ini? Kalian begini agar aku cepat menjawab, bukan?” ujar Ki-young


Soo-ji merasa tak nyaman dengan situasi ini. Dia pun mencoba untuk menegaskan hubungannya dengan Ki-young, namun Ki-young malah mengajaknya berbicara berduaan saja.


“Kamu sudah dewasa sekarang, jadi, mari kita perjelas hubungan kita. Aku ini hanya teman priamu. Saat kamu menyiapkan wawancara penerimaan universitas, ibumu memintaku memberimu nasihat, jadi, begitulah aku mengenalmu. Sejak itu, kita sering bertemu. Aku menikmati kebersamaan kita. Tapi kamu tahu, jaringan kaum atas ini lebih kecil dari dugaanmu. Mungkin kamu tidak memahaminya karena masih muda. Tidak baik untuk kita berdua Tidak baik untuk kita berdua” papar Ki-young

“Kenapa kamu memberitahukan itu sekarang? Kenapa di sini?” tanya Soo-ji dengan ekspresi yg begitu kesal


“Aku sempat berpikir keras karena kamu cantik. Tapi sejujurnya, Myoungjeong (nama RS punya ibunya Soo-ji), tidaklah kaya dan reputasinya kurang baik.” jawab Ki-young

“Lantas kenapa kamu mengencaniku?” tanya Soo-ji


“Sebenarnya, aku tidak ingin mengatakan ini, tapi saat ayahmu ditangkap, keluargamu mencoba menyewa pengacara dari firma kami. Keluarga kami terus menolaknya. Dia tidak perlu menjalani hukuman seandainya kami membelanya. Tapi ibumu mengesankan. Dia tetap ingin aku menjadi pacar putrinya...” jelas Ki-young “Kamu sungguh tidak tahu tentang ini? Mulai sekarang, minta dia lebih realistis dalam memilih calon menantu. Itu demi kebaikanmu juga” tambahnya


Soo-ji enggan berkomentar apa pun. Dia langsung berjalan pergi, sambil menarik nafas panjang, guna menahan emosinya..


Dari tempat itu, Soo-ji menemui ibunya.. yg ternyata, masih sibuk bekerja dalam ruangannya.

“Maaf karena ibu tidak sempat menghadiri wisudamu” ucapnya, yg kemudian bertanya “Kamu menemui seseorang?”

“Lee Ki Young..” jawab Soo-ji


Melihat sikap Soo-ji yg sangat dingin, seketika ibunya langsung bisa menangkap hal apa yg baru saja terjadi, lalu berkomentar: “Baguslah kalian putus. Ibu tidak akan membiarkan kamu terus memacarinya. Memang mau apa lagi? Apa kamu menyukainya?”

“Lain kali, dia mau Ibu lebih realistis. Dia tahu niat Ibu sejak awal dan dia tidak nyaman...”

“Ibu pikir dia cerdas, jadi, kenapa dia harus bilang begitu?”

“Itu pesannya untuk Ibu, bukan aku..”


Kesal dengan sikap ibunya, Soo-ji langsung bertanya untuk memastikan hl yg baru saja dia dengar dari Ki-young: “Apa Ibu meminta firmanya untuk membela kasus Ayah? Seandainya mereka membelanya dan Ayah tidak perlu dipenjara, apa Ibu tidak akan meninggalkannya?”

“Soo Ji. Ibu tidak pernah meninggalkan ayahmu. Ibu hanya melindungi rumah sakit ini...”


Dalam ruang VIP, beberapa wanita mengeluh.. karena Madam Jung belum kembali juga, “Dasar menyebalkan. Dia yang punya uang, jadi, dia harus datang membayar. Dia diperlakukan dengan buruk oleh putrinya karena bodoh...”


Seorang wanita, memerhatikan Shi-hyun yg duduk sendiirian. Dia pun menghampirinya dan menggodanya..


Tiba-tiba, datanglah Madam Jung, “Kursiku sudah terisi...” sindirnya yg kemudian duduk di kursi samping


“Kenapa duduk di sana? Kursimu di sini..” ucap Shi-hyun

“Kamu sangat pandai bersosialisasi, melihat dari caramu memperlakukan senior kita dengan sopan” komen wanita disebelahnya


“Senior? Astaga, tadi kukira kalian sebaya” ujar Shi-hyun

“Omong-omong, berapa usiamu? Kamu terlihat muda” tanya Madam Jung

“Pokoknya aku sudah cukup usia untuk tidak memanggilnnya ‘kakak’....” jawab Shi-hyun


Beberapa saat berlalu, Shi-hyun berjalan menuruni tangga.. lalu Madam Jung menghampirinya, “Kamu sudah mau pergi?” tanyanya

“Tidak, aku hanya mencari temanku”

“Bolehkah aku menghubungimu sesekali?”

“Tentu saja”


Ketika Se-joo dan Shi-hyun tengah minum bersama.. datanglah Soo-ji, yg tanpa mengatakan apa pun, langsung menghabiskan segelas minuman beralkohol.


Dalam perjalanan pulang, Soo-ji curhat, “Lee Ki Young membenci ibuku, bukan aku. Tapi kenapa aku begitu menderita?”

“Pantas kamu tertekan. Bersandarlah di bahuku..” ucap Se-joo, tapi nyatanya Soo-ji malah bersandar di bahu Shi-hyun


SOO-JI: “Aku sangat membenci ibuku, tapi tidak bisa mengungkapkannya”

SE-JOO: “Bagaimana kita harus membalas bedebah itu?”


SOO-JI: “Dia kaya, tapi dia tidak berhak meremehkan ibuku. Kalian pikir ibuku aneh seperti seorang penyihir?”

SE-JOO & SHI-HYUN: “Tidak. Apa maksudmu?”

SOO-JI: “Kalian di pihakku, bukan?”

SE-JOO & SHI-HYUN: “Tentu saja..”

SOO-JI: “Terima kasih..”


“Sejak awal, aku sudah tidak suka kamu pergi ke sana” gumam Shi-hyun
Advertisement


EmoticonEmoticon