3/28/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 Part 1

Tak lama kemudian, muncul Shi-hyun yg langusng menghampiri Tae-hee dan mengajaknya utuk kembali ke Seoul, saja..

“Kenapa kembali? Apa kehadiranku membuatmu tidak nyaman? Jangan khawatir. Aku hanya akan ikut sampai Kyung Joo tiba!” ujae Tae-hee


Shi-hyun mengkhawatirkan kondisi kakinya Tae-hee, dia pun menawarkan diri untuk menggendongnya. Hal itu membuat Te-hee berkomentar, “Apa yg kamu lakukan? Sekarang kamu baik, tapi sebelumnya menyuruhku kembali pulang!”


“Kenapa kamu naik kereta kemari dengan pergelangan kaki seperti itu? Maaf aku meneriakimu. Tai, aku senang karena kamu ada di sini. Sejujurnya, aku tidak tahu kalau kamu akan datang..”

“Aku juga tidak tahu kamu akan datang...”

“Maaf karena aku tidak cerita tentang gedung itu. Aku juga baru tahu bahwa akulah pemiliknya. Awalnya, aku ingin menceritakannya sambil makan tangsuyuk...”


“Ohiya.. omong-omong.. Kamu pernah menghinaku dalam bahasa Jerman, bukan? Kamu pikir aku tidak tahu kamu menyebutku bodoh di pertemuan pertama kita?”

“Baguslah. Aku memang mau kamu tahu”

“Omong-omong, tadi kamu bilang apa? Kedengarannya lain”

“Aku menyebutmu mesum, maniak seks, dan cabul. Begitulah kira-kira! Dan satu hal lagi, aku ingin memberitahuku, kalau alat kontasepsi, juga punya masa kadaluarsa, jadi hati-hatilah!”


Mendengar pekataan Tae-hee, sontak membuat Shi-hyun kikuk dan merasa malu, hingga tak bisa berkomentar apa pun~


Bu Seol bermain air sendirian.. karena Tuan Kwon, tertidur lelap salam mobil, “Padahal kamu yang mau pergi mencari udara segar...” keluhnya


Ternyata, GPS mobil Tuan Kwon belum diperbaharui. Sepertinya saih, karena beliau terlalu sibuk bekerja.

“Kamu masih memakai kolonye yang sama. Kenapa kamu tidak hidup tenang? Aku tidak menyalahkanmu, jadi, kamu tidak perlu hidup dalam pelarian...” ungkap Bu Seol


Tiba-tiba, Tuan Kwon terbangun dan lansgung bertanya: “Aku sedang bermimpi, bukan?”

“Iya.. kamu masih tetap menjadi orang yg sangat kaya raya~”


Shi-hyun akhirnya sampai di depan villa. Setelah turun dari mobil, tak lupa dia membukakan pintu untuk Tae-hee yg nampaknya, begitu takjub dengan bangunan mewah milik Shi-hyun ini, “Wahh.. ternyata, kamu memang orang yg sangat kaya..”


Karena, paket  bahan makanan telah datang, Shi-hyun minta bantuan Tae-hee untuk menyiapkan semuanya, sebelum teman yg lainnya sampai kesini,


Mereka berdua, bergegas pergi ke dapur untuk membersihaknn sayuran dan menaruhnya di kulkas. Kemudian Shi-hyun brtugas untuk mencuci beras,


“Sepertinya kamu sangat memahami apa yang sedang kamu lakukan” puji Tae-hee

“Aku memang pandai memasak. Mendiang ibuku suka memasak, jadi, aku sering mengamatinya. Kami juga sering memasak bersama...”

“Lalu kenapa kamu tidak bisa masak ramen?”

“Baru kali itu aku memakannya... ibuku tak pernah memasak ramen di rumah..”


Beberapa saat kemudian, Se-joo dan Soo-ji sampai. Mereka sedikit cek-cok, karena Soo-ji benar-benar kesal pada Se-joo yg masih saja tersesat, meski telah ada GPS di mobilnya.

“Kamu terus bicara di sampingku. Aku tidak bisa dengar apa pun!” ujar Se-joo

“Jika aku tidak memberitahumu, kita masih tersesat!”

“Jangan ikut di mobilku besok!“

“Aku ikut di mobil Si Hyun!”


Perdebatan mereka, spontan terhenti ketika melihat Shi-hyun yg tengah tertawa riang, sambil menyuapi Tae-hee..


Mereka menghampirinya, kemudian menyapa  Tae-hee.. seolah-olah baru pertama melihatnya. Soo-ji bilang dia haus.. dan secara sukarela, Tae-hee manwarkan diri untuk mengambilkannya minuman dari dalam.


Ditinggal Tae-hee, Soo-ji lansgung mengomentari siap Shi-hyun: “Cepat sekali kamu datang...”


“Kalian yang terlambat. Awalnya kita akan datang bertiga. Aku sudah menyarankan agar Tae Hee tidak diajak

“Kyung Joo ingin bisa lebih dekat dengan Se Joo. Jadi, aku minta dia ajak Tae Hee..” 

“Aku ke sana untuk menjemputnya karena Kyung Joo tidak bisa” 

“Bagus untuk Tae Hee. Kamu membantunya saat dia pindahan dan menjemputnya dari stasiun kereta. Kamu seperti pacar yang sempurna baginya”

“Bukankah sudah seharusnya? Kamu tidak lihat aku menuruti permintaanmu?”

“Aku tahu, Karena itu aku ajak dia kemari, pertahankan itu”


Se-joo yg baru kembali dari mengambil barang di mobil, melihat perdebatan mereka. Tapi dia hanya diam, dan memerhatikannya dari kejauahan.


Hari yg terang, perlahan berubah jadi senja. Soo-ji dudu di ayunan, memerhatikan tingkah Shi-hyun dan Tae-hee yg sangat akrab, layaknya sepasang kekasih yg sesungguhnya.


Tak lama kemudian Se-joo datang dan bertanya: “Mau kudorongkan (ayunannnya)?”


“Jangan sentuh aku!”

“Seharusnya kita tinggalkan mereka dan pergi ke pesisir timur saja”

“Kamu senang Kyung Joo tidak ada?”

“Tolong, gausah bahas tentang dia..”


Soo-ji berdiri, kemudian berjalan menghampiri Tae-hee. Dia memintanya untuk berhenti memanggang, karena sudah ada ahlinya memanggang, yakni Se-joo si Tuan barbekyu,


“Lee Se Joo, cepat kemari dan mulailah memanggang...” teriak Soo-ji

“Baik, Nyonya. Pak Barbeku segera ke sana...” jawab Se-joo dengan riangnya


Tepat ketika malam hari tiba, seluruh makanan telah siap. Baik Shi-hyun maupun Se-joo, sama-sama menunjukkan perhatiannya pada Soo-ji yg merea larang untuk makan menggunakan sumpit dan menyuruhnya pakaian garpu saja, karena jari-jari Soo-ji harus dia jaga, untuk bermain sello.


“Mau minum sesuatu?” tanya Se-joo pada Tae-hee

“Ada banyak yang bisa dipilih. Minumlah yang kamu mau. Kudengar kemampuan minummu tidak terbatas...”

“Barusan.. Simbol dan ungkapan itu adalah ciri khas Kyung Joo. Bagaimana kamu bisa tahu?”


Sejenak, Se-joo terdiam gugup, kemudian dia berbohong dengan menjelaskan bahwa Kyung-jo sesekali bertemu dengannya dan bercerita tentang Tae-he..

“Kamu tidak boleh bilang sesekali. Kapan kamu berhenti merayunya?” goda Soo-ji

“Kuharap kalian berpacaran. Kyung Joo sangat sedih karena tidak bisa datang...” ungkap Tae-hee

“Aku yakin dia akan datang bersama Se Joo (di lain waktu) ujar Soo-ji”
Advertisement


EmoticonEmoticon