3/28/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 Part 2

Soo-ji mengambilkan sebotol wine, kemudian hendak membukua tuutpnya. Tapi Shi-hyun dan Se-joo, serentak melarangnya..

“Dia pemain selo, jadi, pergelangan tangannya tidak boleh cedera. Dia juga tidak boleh terlalu lama menggunakan sumpit...” jelasnya kepada Tae-hee

“Begitu, ya. Kalian semua begitu dekat dan baik” komen Tae-hee


“Mereka berlebihan, ya? Aku begitu sering memakai tanganku sampai mudah lelah. Kuharap kamu bisa me-makluminya...” ungkap Soo-ji


Hari semakin larut, Tae-hee bertanya sejak kapan mereka bertiga berteman? Se-joo bilang, semenjak mereka tumbuh dewasa, “Katanya, pria dan wanita tidak bisa sekadar berteman, tapi anehnya, kami bertiga lain...”

“Aku iri kepada kalian. Aku tidak punya banyak teman di sekolah,,” ungkap Tae-hee


Tibat-tiba, Soo-ji bercerita: “Kita kali pertama bertemu di kelas seni waktu SMP. Saat itu, orang tuaku bercerai dan ayahku dipenjara. Anak-anak lain menertawaiku...”

“Pasti, kamu merasakan banyak kesulitan..” koemn Tae-hee

“Kamu tahu apa tentang kesulitan?!” bentak Soo-ji, yg kemudian menjelaskan bahwa Intinya Si Hyun serta Se-joo merupakan dua orang yg selalu membelanya.


Seakan ingin menjatuhkan nama Shi-hyun dihapan Tae-hee, Soo-ji sengaja menceritakan kisah kenakalan mereka semasa SMA. Dari mulai mengerjai anakanak yg tak mereka sukai, hingga mengerjai guru yg telah membuat Soo-ji kesal.

“Sudahlah. Kenapa kamu terus membicarakan masa lalu?!” tukas Shi-hyun

“Baiklah, aku akan berhenti...” jawab Soo-ji


Tae-hee lalu bertanya: “Apa Si Hyun juga pandai melukis waktu masih SMP?”

“Jangan konyol. Dia benci melukis. Kami yang paling mengenalnya. Dia selalu dimarahi karena menggambar asal-asalan, bukannya melukis seperti yang diminta di kelas seni...” papar Soo-ji

Tae-hee membantahnya, “Itu tidak benar. Kami membuat piring dan benda keramik di panti jompo. Lukisan Si Hyun sangat populer. Terakhir dia melukis--”

Tapi tiba-tiba, Shi-hyun memotong kalimatnya, dan menegaskan bahwa dirinya tak suka melukis, “Anak-anak seperti kami diajari segalanya sejak usia dini. Aku dipaksa belajar. Apa aku akan menyukai hal itu dengan tulus???”


Tak tahan dengan situasi yg dirasa makin memanas, maka Tae-hee bergegas pamit untuk masuk kedalam rumah saja...


Beberapa saat kemudian, terlihat Shi-hyun yg tengah merenung di kolam renang sendirian. Sejenak diam.. kemudian dia menceburkan dirinya kedalam air..


Sementara Soo-ji dan Se-joo tengah duduk di ruang tengah, sambil menonton film ‘Architecture 101’. Se-joo menyadari keanehan pada sikap Soo-ji, maka dia pun bertanya lansgung padanya: “Kamu itu kenapa? Bukankah kamu mau Si Hyun menidurinya lalu mencampakkannya? Kirasa, itu akan terjadi, tapi kenapa sepertinya kamu menghalangi?”


Tak memberikan jawaban, Soo-ji malah teresenyum. Dan itu membuat Se-joo lanjut bertanya: “Kenapa?”

“Shi-hyun.. kita tak tahu, apakah dia memang sedang menjalankan ‘permainannya’? Ataukah dia sedang bermain sandiwara di hadapan kita?” jawab Soo-ji yg kemudian berjalan pergi, emnninggalkan Se-joo serang diri.


Tae-hee keliahtannya baru selsai mandi. Dia pun masuk ke kolam renang, untuk berendam dam menangkan pikiran.. 


Disana, kelihatannya tak ada siapa pun.. maka perlahan, dia berjalan ke tengah kolam.


Tapi tiba-tiba, tangan Shi-hyun meraih tangannya. Tae--hee kaget, dia ingin berjalan pergi.. Namun, Shi-hyun melarangnya dengan berkata: “Jangan pergi... Tetaplah di sini...”


Advertisement


EmoticonEmoticon