3/29/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 11 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 11 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 10 Part 3

Melamun sendirian, Shi-hyun teringat pada sikapnya yg sangat dingin pada Eun Tae-hee barusan. Hal itu, membuatnya menggumam: “Apa aku menikmatinya? Aku menjaga jarak dengannya karena itulah yang selalu kulakukan. Itu tidak menggangguku sebelum aku mengenalmu. Tapi setelah mengenalmu, aku mulai merasa tidak nyaman...”


Dan ketika, Tae-hee masuk ke kolam renang.. Si-hyun sengaja meraih tangannya dan memintanya untuk tetap diam, tak pergi meninggalkannya.

“Aku akan tetap di sini. Bicaralah...”

“Aku tidak yakin menyukainya atau tidak. Karena itulah aku mengatakannya”

“Kalau begitu, kamu tidak menyukaiku. Karena, kamu tidak akan mempermalukan orang yang kamu sukai”

“Bukan tentang kamu, tapi tentang melukis. Aku tidak yakin apakah aku suka melukis...”

“Kamu tidak perlu menjelaskan. Aku saja yang berlebihan...”


“Kenapa kali ini kamu tidak menghindariku? Kenapa kamu tetap di sini?”

“Kamu melakukan hal yg sama ketika memecahkan piring nenek. Saat itu aku menyalahkanmu atas semuanya. Aku sangat menyesalinya. Tapi, kenapa kamu terus berpura-pura jahat? Itu hanya akan melukaimu...”

“Tae-hee.. Kamu sungguh dewasa...”


Shi-hyun mendekatkan wajahnya ke wajah Tae-hee, seperti akan menciumnya. Tapi ternyata, dia hanya berbisik: “Jika kamu segugup ini, itu membuatku terlihat jahat..”


Kemudian, Shi-hyun berjalan menjauh, “Aku pergi..” ujarnya

“Apa?”

“Kamu sendiri yg menyuruhku untuk pergi. Dan kurasa, kamu tidak akan keluar jika aku tetap di sini. Ayo melihat bintang. Aku tahu tempat yang bagus...”


Beberapa saat kemudian, Shi-hyun telah berganti pakaian. Ketika berjalan menuruni tangga, dia berpapasan dengan Se-joo, “Soo-ji dimana?” tanyanya

“Sudah tidur. Kamu sendiri, mau pergi kemana?”

“Mau melihat bintang..”

“Kamu tampak bersemangat. Selamat bersenang-senang. Tapi, mintalah izin dari Soo Ji..”

“Izin apa?”


“Jika kalian memulai permainan ini bersama, akhirilah bersama. Selalu seperti itu..”

“Aku tidak butuh izin darinya. Kalian mau ikut?”

“Kamu tidak serius (mengajak kami). Kurasa, aku hanya akan minum-minum sednriian, seperti anak yang dibuang...”


Tae-hee masih berendam di kolam renang.. hingga tiba-tiba, datang Soo-ji yg lansgung duduk di pinggiran dan berkata: “Aku tahu, Si Hyun suka melukis”

“Lantas kenapa?”

“Aku hanya bersikap jahat. Aku pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti. Jahat dan nakal... Kami harus menutupi perasaan kami”

“Apa maksudmu?”


“Kami.. saing menyukai satu sama lain. Namun, ada hal-hal yang tidak bisa kita lawan dalam hidup. Kami sudah diajari itu sejak kanak-kanak. Kami tidak bisa mencegah pernikahan orang tua kami. Kami harus berusaha keras menjadi seperti saudara.  Tapi setidaknya, aku senang karena Si Hyun menemukan seseorang (yg dia suka) lebih dahulu..”

“Jadi, maksudmu Si Hyun mendekatiku hanya untuk pelarian?”

“Aku minta maaf karena kamu harus hidup dengan rahasia itu sekarang”

“Kenapa kamu mengatakan ini kepadaku?”

“Karena aku sedih. Kisah kami sudah layu sebelum berkembang. Bahkan akan lebih menyedihkan jika tidak ada yang tahu...”


“Jangan minta maaf. Aku tidak keberatan menyimpan rahasia. Tahu kenapa? Karena sebagian besar rahasia ini hanya penting bagi pemiliknya, tapi tidak bagi orang lain. Itu hanya hal yang berlalu seperti drama yang kamu tonton semalam”

“Baiklah, Aku tidak akan minta maaf..”


“Tapi aku tidak yakin, kalau seseorang selalu bisa mengetahui perasaan mereka yang sebenarnya. Lihat bagaimana kamu berpikir bahwa kamu harus minta maaf. Kamu bisa salah mengartikan antara persahabatan lama dengan kasih sayang...”

“Aku berharap itu benar..”

“Sejauh mana, kamu menyukainya?”

“Aku sangat menyukainya sampai orang tua kami tidak boleh tahu...”


Shi-hyun tengah membuat minuman hangat di dapur. Tiba-tiba ponselnya berdering.. ada pesan masuk dari Tae-hee, yg memberitahukan kalau dia ingin beristriahat saja.


Bersamaan dengan itu, Soo-ji datang.. dia mengoda Shi-hyun, yg ketahuan membuatkan minuman untuk Tae-hee. 

“Kamu mau? Biar aku buatkan yg baru..” ucap Shi-hyun 

Soo-ji menolak, dia mengeluhkan peurtnya yg dirasa agak nyeri. Shi-hyun langsung menarwainya makan marsmello dan memijat bagian telapan tangannya.

“Memang hanya kamu, yg memehamiku..” ucap Soo-ji


Kebetulan, Tae-hee tengah menuruni tangga menuju dapur. Dia pun melihat interaksi antara Shi-hyun dan Soo-ji yg nampaknya begitu dekat.. maka dia pun, memilih untuk kembali ke kamarnya, bahkan tanpa menyapa mereka terlebih dahulu.


Soo-ji berkata: “Sepertinya dia (Tae-hee) menyukaimu...”

“Menurutmu begitu?”

“Kukira kita mau berhenti mencoba membuatnya menyukaimu lalu kamu mencampakkannya. Tapi, kenapa kamu berusaha sangat keras?”

“Diamlah. Dia bisa mendengarmu..”

“Kamu pasti cemas jika dia tahu”

“Kamu tidak suka Tae Hee menyukaiku?”

“Tidak. Tapi aku berharap kamu berhenti menyimpan rahasia dari kami..”

“Memang tidak ada rahasia di antara kita..”

“Maksudku, diantara kita bertiga.. Se Joo tidak tahu, bahwa kita bertaruh dengan pernikahan kita”


Shi-hyun pamit, karena harus memberikan minuman yg telah dia buat untuk Tae-hee. Ketika ditemui, Tae-hee sendiri tak ingin bertanya tentang apa pun. Dia hanya menerima minuman dari Shi-hyun, lalu mengucapkan selamat tidur padanya.


Ditinggal sendirian, Soo-ji berkata: “Tidak... Aku tidak suka kamu menyukainya...”


Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi.. Se-joo tengah berada di ruangan samping dapur. Dia hanya diam disana, dan menguping seluruh pembicaraan mereka, “.. rahasia? ..” gumamnya pelan
Advertisement

2 komentar

D tunggu kelanjutan y, makin seru aja...😊😊


EmoticonEmoticon