3/30/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 11 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 11 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 11 Part 2

Tuan Kwon dan dokter Myung, rapat dliuar dengan seorang petinggi. Mereka mendiskusikan tentang proposal bisnis dan sebagainya..


Seusai diskusi mengenai bisnis, pria itu membahas mengenai anaknya yg sebentar lagi akan lulu kuliah, lalu meminta bantuan Tuan Kwon untuk memberinya posisi magang di perusahaan grup JK.

Tun Kwon bersedia melakukannya.. namun dokter Myung malah berkata: “Kerja magang tidak seberapa, Pak. Kami bisa memberinya pekerjaan purnawaktu.  Tapi sejauh mana dia bisa sukses setelah mendapat pekerjaan di JK melalui koneksi? Lima belas tahun kemudian, bisakah dia menjadi manajer Tim Humas? Di pemeriksaan, politikus kehilangan dukungan karena bantuan yang pernah mereka minta untuk anak-anak mereka. Anda harus sukses dalam politik. Jangan merusak rencana besar Anda karena urusan sepele ini...”


Mendengarya, membuat beliau tertawa getir dan berkata: “Kita melakukan apa saja demi anak-anak kita, ya? Aku sudah meminta bantuan konyol dari wanita pemberani ini. Tuan Kwon, anda telah bertemu dengan wanita yang mengagumkan...”


Setelah pria itu pergi, tinggalllah mereka berdua. Dokter Myung bertanya: “Apa yang kamu lakukan di akhir pekan kemarin? Sepertinya itu menyenangkan. Kamu terlihat segar”

Tuan Kwon berbohong, dia menajb kalau akhir pekannya baisa saja.. hanya dihabiskan dengan bekerja dan olahraga.


“Aku sedang mempertimbangkan menyekolahkan Soo Ji di luar negeri” ungkap dokter Myung

“Itukah yang dia mau?”

“Ada alasannya Soo Ji berlajar selo. Awalnya dia akan menolak, tapi dia akan mempertimbangkannya lalu pergi”

“Begitu, ya. Karena keluargamu berbisnis, aku tidak pernah menyangka dia ingin menjadi pemain selo”

“Jika kita tidak menikah, aku berniat untuk mendonasikan rumah sakit dan bisnis kami kepada masyarakat. Soo Ji dapat belajar musik seumur hidupnya. Jadi, kamu tidak perlu memberinya saham di perusahaan. Aku akan memberitahukan hal ini, kepadamu ibumu saat beliau kembali ke Korea..”

“Aku tidak mencemaskan itu. Kuharap dia menjadi musikus hebat dan memimpin yayasan kebudayaan”


“Apa rencana Si Hyun? Tidak mau mendaftar ulang untuk kuliah? Dia harus mewarisi perusahaan. Bagaimana jika aku bicara dengannya?”

“Kenapa kamu ingin melakukan itu? Jangan buat dirimu bingung dengan tujuan pernikahan kita. Sekretaris Yoon bilang Si Hyun menanyainya tentang kecelakaan mobil ibunya...”


Seibanya di Seol, Shi-hyun tersenyum melihat Tae-hee yg tertidur dengan lelap. Tak lama kemudian, Tae-hee pun bangun... dan dia langsung membalas senyuman Shi-hyun.


Sengaja, Shi-hyun membuatkan sarapan untuk Tae-hee.. Dia memasak hidangan spagetti dengan cara yg terlihat seperti koki profesional. Mereka terus tertawa, kemudian sesekali.. Tae-hee mengambil foto Shi-hyun,

“Saat pertama kali bertemu.. kamu terlihat sangat keren. Tapi ketika diperhatikan lagi, kamu tampak bodoh saat tersenyum..” ujar Tae-hee

“Aku tahu. Soo Ji selalu bilang aku tampak bodoh...” jawab Shi-hyun, yg seketika membuat Tae-hee agak ‘jealous’


Apalagi setelahnya, Shi-hyun mulai mengkhawatirkan Soo-ji yg tak menganggat telpon darinya, dan bertanya-tanya apakah dia telah pulang dari villa,

“Telpon saja Se-joo..”

“Mungkin ponselnya tidak aktif. Dia kabur dari rumah 359 hari dalam setahun”

“Bagaimana dengan enam hari yang tersisa?”

“Lima hari untuk upacara peringatan. Satu hari untuk ulang tahun ayahnya”

“Kalian terlihat begitu dekat..”

“Kami selalu bersama...”

“Apa kalian, pernah hampir berpacaran?”


Tak sempat menjawabnya, makanan mereka telah siap. Tae-hee sempat memfotonya dan itu membuat Shi-hyun bertanya: “Kenapa kamu terus memfoto ini dan itu?”

“Karena sudah lama, tak ada yg memasakan makanan untukku..”


“Sini, biar aku foto-in kamu..” uxxap Si-hyun yg kemudian memotret Tae-hee dengan berbagai pose yg manis. Begitu pun sebaliknya..


Soo-ji akhirnya sampai di depan rumahnya.. sebelum turun dari mobil dia terus menggerutu memarahi Se-joo yg membuatnya terlambat berlatih sello.


Namun tiba-tiba, datang segerombolan pria berjas hitam yg menyeret Se-joo pergi darisana secara paksa. 


Soo-ji panik, dia pun menelpon Shi-hyun untuk mengabarinya kejadian barusan dan memintanya untuk datang sekarang juga.

Shi-hyun bergegas pamit pada Tae-hee, “Aku harus pergi ke rumahnya Soo-ji. Tak usah menungguku..” ujarnya sambil berjalan pergi


“Haruskah aku ikut juga?” tanya Tae-hee, namun tak didengar oleh Shi-hyun yg telah pergi


Meskipun Shi-hyun telah tiba, namun Soo-ji tetap terlihat panik... dia takut, Se-joo diculik rentenir atau apa lah.. tapi setelah dicaritahu, ternayta, hari ini adalah upacara peringatan kematian kakek buyutnya.. maka hal yg wajar, ketika Se-joo diseret seperti itu.


Saat Shi-hyun hendak pulang.. dokter Myung datang. Dia mengajak Shi-hyun untuk mengobrol di dalam.. namun Soo-ji melarang, dan menyuruh Shi-hyun untuk pulang saja.


Tiba-tiba, dokter Myung membahas  mobil Shi-hyun, “Akan aku belikan mobil baru. Model apa yang kamu mau?”

“Keluarga Si Hyun lebih kaya daripada kita. Kalau mau, belikanlah mobil untukku!” tukas Soo-ji

“Kamu tidak punya SIM...” ujar dokter Myung

“Belikan mobil untuk Soo-ji saja..” ucap Shi-hyun

“Tidak, aku bicara begini karena ingin membelikanmu. Mobil ini pernah kecelakaan. Kamu bisa tertimpa kesialan..” tutur dokter Myung


“Tidak, Aku akan mempertahankan mobil ini. Ibuku menjanjikan mobil ini bila usiaku 20 tahun. Selain itu, aku tidak mau mobil dari orang lain. Jika tidak bisa mengemudikan ini, aku akan membeli mobil sendiri.”


Tae-hee selesai mencuci piring di rumahnya Shi-hyun. Setelah itu, , dia sempat duduk di sofa... kemudian mengganti foto kontaknya Shi-hyun dengan foto merak berdua.


Ketika berjalan menuju rumahnya, Kyung-joo datang dan melihatnya keluar dari kamar Shi-hyun. Hal tersebut membuatnya begitu takjub, bahkan sampai berkata: “DAEBAK.. kalau gini caranya, kalian bisa tinggal serumah saja..”


Setelah ganti pakaian, Tae-hee mengobrol dengan Kyung-joo di taman. Dia menceritakan apa yg terjadi di villa.. serta akhirnya mengetahui, kalau Kyung-joo menceritakan ‘sedikit’ hal tentang Tae-hee kepada Soo-ji, yg katanya ingin men-comblangkan Tae-hee dengan Shi-hyun.

“Berarti.. mereka bertiga membicarakanku dibelakang?!” keluh Tae-hee

“Wajar.. karena mereka bertiga bersahabat..” ujar Kyung-joo, yg kemudian menagtakan bahwa sekarang Shi-hyun itu sedang bertingkah ‘sok jual mahal’, makanya Tae-hee harus melakukan hal yg sama..


“Entahlah.. Pokoknya, aku akan berbuat semauku!” ujar Tae-hee, tanpa menyadari bahwa Shi-hyun telah berjalan kearahnya


Advertisement


EmoticonEmoticon