3/30/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 11 Part 3

Karena datang Shi-hyun, diam-diam Kyung-joo berjalan pergi. Tae-hee yg tengah memejamkan matanya, tak menyadari hal itu dan malah terus menggeurutu mengatakan bahwa dirinya tak ingin terus-terusan memikirkan Shi-hyun..


“Kalau begitu, kamu mau  makan dengannya besok?” tanya Shi-hyun

“Tentu saja, kalau dia menga--- Ah pasti aku sudah gila, aku bahkan mendengar suaranya?!” celoterh Tae-hee yg masih memejamkan matanya


Tapi sesaat kemudian, Tae-hee membuka matanya dan dia benar-benar kaget ketika melihat wajah Shi-hyun yg berada tepat dihadapannya..


“Kalau begitu, ayo kita makan bareng besok..” ujar Shi-hyun yg kemudian berjalan pergi, meninggalkan Tae-hee yg langsung mengomeli Kyung-joo yg tak memberitahunya tentang kedatangan Shi-hyun


Bersiap untuk latihan sello, Soo-ji melihat secarik kertas yg ditinggalkan Se-joo, yg isinya: ‘Lee Se Joo akan membantu Choi Soo Ji menjadi pemain selo sukses melalui dukungan material dan moral. Choi Soo Ji akan mempekerjakan Lee Se Joo lebih dahulu saat dia membutuhkan asisten’

Tak menganggapnya peting, Soo-ji lansgung meremas dan membuang kertas tersebut, begitu saja...


Esok harinya, kita melihat Se-joo yg tengah ‘disidang’ oleh keluarganya dihadapan sang ayah. Nyonya Oh memaparkan, semua tindak nakal Se-joo yg selalu kabur dari rumah..


Tuan Lee marah, dan llangsung bertanya: “Kenapa kamu bisa terlihat begitu sehat? Siapa yang mengabaikan perintahku dan memberi makan orang bodoh ini? Siapa yang membiarkannya lepas dan berkeliaran? Siapa?”


“Kakak sulungku... Dia memberiku kartu kredit dan sebuah mobil” jawab Se-joo sambil tersenyum


Tak mau disalahkan, kakak sulungnya berasalan kalau Se-jo masih muda, maka mereka perlu membiarkannya berembang dan tidak dikekakang.


“Tuan.. kirim saja dia ke Amerika..” celetuk Nyonya Oh

“Lebih sulit masuk universitas di Amerika. Belum lagi, dia belum ikut wajib militer...” tukas wanita disebelahnya (yg se-joo sebut noona)


Namun tiba-tiba, Se-joo berkata kalau dia bersedia untuk dikirim ke luar negeri, “Baiklah, aku akan pergi. Itu bukan masalah besar. Tapi jangan ke Amerika. Bahasa Inggris yang aku tahu hanya 'cinta' dan 'seks’.. Mungkin hanya itu yang akan kulakukan di sana” tuturnya yg seketika berhasil membuat Tuan Lee merasa sesak dan hampir pingsan


Se-joo berjalan tertatih menuju kamarnya, tak lama kemudian noona-nya datang dengan membawakan minuman herba, “Kelihatannya seperti racun..” ujar Se-joo


Noona-nya tersenyum, lalu bertanya tetnang si kakak suslung, “Bagaimana bisa kamu mendapatkan kartu kreditnya?”

“Noona.. aku bingung, apa kamu ini kawan atau lawan buatku..”

“Hey.. dasar bodoh. Kamu tidak bisa membedakan keluarga seperti itu...”


Tibat-tiba, masuklah Nyonya Oh.. tapi Noona, langsung berdiri dan mengajaknya keluar sambil bertanya: “Apa mungkin suamimu punya masalah wanita?”

“Itu bukan masalah besar di keluarga ini...”

“Tapi seberapa banyak yg dia habiskan?!”


Memotong pembicaraan mereka, Se-joo menyruuhnya berdebat diluar saja: “Kakak-kakak iparku. Tolong bawa masalah ini ke tempat lain. Aku lelah....”


Ditinggal sendirian, Se-joo mengirim sms pada Shi-hyun untuk mengajaknya olahraga. Namun Shi-hyun menolak dengan alasan ada urusan lain..


Berikutnya, Se-joo menelpon Soo-ji.. tapi, baru juga bicara satu kata, telponnya llansgung diputus~


Shi-hyun mendatangi kamar Tae-hee, tapi yg keluar malah Kyung-joo, yg kemudian menjelaskan bahwa Tae-hee pergi keluar untuk bekerja paruh-waktu.


Berikutnya, Kyung-joo mengelluh... mengungkapkan kekesalannya pada Shi-hyun: “Baik-baiklah kepada Tae-hee. Aku sudah memintamu bersikap baik kepadanya saat kalian ke sana. Di kolam itu. Kenapa kamu membiarkan Soo Ji ke sana? Aku meminta Tae Hee ke sana supaya kalian lebih dekat...”

“Soo-ji?” gumam Shi-hyun keheranan


Tiba-tiba, ponselnya berdering.. ada telpon masuk dari Detektif Kim~


Disela-sela kesibukannya bekerja,, Tae-hee menerima pesan dari Kyung-joo, yg isinya: ‘Dia sedang mencarimu. Si Hyun akan ke sana. Terimalah dia kembali...’


Shi-hyun tiba di kantor polisi, kemudian detektif Kim menjelaskan hasil penyelidikan terkait kecelakaan yg ditanyakan waktu itu, “Hanya ada satu kecelakaan di area Jeongeup pada hari kecelakaan ibumu. Tabrak lari... Korbannya adalah anak SMA. Itu bukan ibumu. Mungkin kamu keliru tentang kecelakaan ibumu, atau mungkin ada hal lain...”

“Hal lain?”

“Keluargamu sangat kaya. Aku sempat terkejut...”


Dari kantor polisi, Shi-hyun berjalan menuju rumahnya. Dia hanya duduk di depan gerbang, danitu mengingatkannya pada sosok mendiang ibunya..


Berikutnya, dia mendatangi kedai tempat Tae-hee bekerja. Dari luar, diam-diam dia memotret Tae-hee, setelah menyebutnya terlihat begitu cantik..


Setelah masuk dan duduk didalam.. Tae-hee membersihkan mejanya, 


“Aku datang untuk membeli kopi”

“Kamu tidak minum kopi”

“Mari makan sepulang kerja”

“Aku makan sebelum pulang”

“Ayo ke taman hiburan. Itu buka di malam hari dan dekat”

“Aku takut ketinggian”

“Ayo belanja makanan. Bukankah makananmu sudah habis?”

“Aku pesan makanan online”


Di panti jompo, para nenek sedang asyik menonton drama.. tapi Nenek yg dekat dengan Shi-hyun, malah sibuk mengunakan telpon.


Tak lama kemudian, Shi-hyun menerima telpon dari pastor yg memintanya datang karena para nenek merindukannya,

“Ya, kami akan sama-sama ke sana...” jawab Shi-hyun sambil menatap Tae-hee


Tetapi, ketika Shi-hyun hendak mengajak Tae-hee secara langsung.. datanglah Ki-young yg seketika berhasil mengalihkan perhatian Tae-hee darinya~~~


Advertisement

2 comments

Keren. Smgt terus. Smgt SHT selalu


EmoticonEmoticon