3/30/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 Part 1

Ki-young mengobrol dengan Tae-hee, kemudian menawarinya untuk bekerja di firma hukumnya untuk mengatur catatan dan berkas kasus, serta dia hanya perlu bekerja di akhir pekan saja.

“Oppa.. kamu serius?”

“Tentu saja. Kamu mau datang untuk wawancara?”

“Sungguh? Aku juga dapat uang makan di akhir pekan, bukan?”

“Tentunya kamu pun, dijamin untuk mendapat  upah minimum”


Shi-hyun yg menguping obrolan mereka, lansgung menyela. Mencibir Ki-young: upah minumun apaan.. memang kamu tahu maksudnya apa..“


Medengarnya, Ki-young pun lansgung berdiri dan menghampirinya, untuk bertanya: “Si Hyun, kapan pernikahan orang tuamu diadakan? Apa Soo Ji baik-baik saja?”

“Kenapa tanya aku? Tanyakan sendiri!”

“Memangnya aneh jika aku menanyakan kabar adikmu? Aku beberapa kali mengiriminya pesan, tapi tidak dibalas. Apa dia masih merajuk?”

“Mungkin dia tidak mau bicara denganmu. Itu alasannya. Selain itu... Jangan meremehkan perasaan Soo Ji, dengan kata sederhana seperti 'merajuk'...”


Karena suasana makin memnas, Tae-hee buru-buru memisahkan mereka. Namun hal itu membuat Ki-young penasaran: “Apa hubungan kalian?” tanynya


“Dia temannya temanku. Kami baru kenal..” jawab Tae-hee, yg tetnunya membuat Shi-hyun bergumam kesal, “Baru kenal?”


Sendirian, Shi-hyun mendatangi panti jompo. Para nenek yg melihatnya, lansgung bertanya: “Kamu bertengkar dengan Tae Hee? Kenapa datang sendiri?”

“Entahlah. Sepertinya ada yang membuatnya marah...”


Bapak Pastor berkometar: “Saudaraku, minta dia mentraktirmu makan. Jangan menawarkan untuk mentraktir. Tapi minta dia mentraktirmu. Akan lebih mudah ditolak jika kamu menawarkan untuk mentraktir orang. Tapi jika kamu minta ditraktir, mereka lebih mudah mengalah. Begitulah wanita....”


Namun, para nenek langsung menyanggahnya: “Tidak. Tae Hee marah kepadanya karena sesuatu, jadi, dia yang harus mentraktir Tae Hee”. Mereka bahkan memberikan uang sakunya untuk Shi-hyun, supaya digunakkan untuk mentraktir makan Tae-hee..


Ki-young membawa Tae-hee makan di sebuah restoran mewah. Dengan polosnya Tae-hee bertanya: “Kamu selalu mewawancarai orang di tempat sebagus ini?”

“Hanya kamu”

“Kapan yang lain kemari? Apa aku akan menemui mereka di kantormu setelah makan malam?”

“Sebenarnya, itu bercanda karena aku ingin mengajakmu berkencan. Mungkin kamu tidak akan mau jika aku mengajakmu makan malam”

“Jadi, ini bukan wawncara untuk pekerjaan paruh waktu?”

“Kamu sungguh percaya? Kukira kamu ikut karena ingin membuat Si Hyun kesal. Aku minta maaf jika sudah membuatmu tersinggung.. Aku hanya ingin mentraktirmu makan malam enak...”


“Tentu, aku tersinggung. Aku tidak butuh permintaan maafmu! Jika ingin meminta maaf, lakukanlah tanpa mengatakan 'jika aku menyinggungmu'. Aku menghormatimu hanya karena kamu dahulu mahasiswa ayahku...” tutur Tae-hee yg kemudian berjalan pergi, dan membayar tagihan makannya sendiri


Melihatnya, membuat Ki-young berkomentar: “Aku harus memacari wanita seperti dia. Tae Hee punya pola pikir terbaik..”


Sebelum pulang, Tae-hee sempat berbelanja bahan makanan. Dalam perjalanan, dia menelpon Kyung-joo dan menceritakan kejadian barusan..


Tapi tiba-tiba, kresek yg dibawanya robek dan barang belanjaannya terjatuh.. berceceran di tanah. Tak lama setelah itu, datanglah beberapa anak kecil, yg bersedih karena bola mereka nyangkut di pohon.


Tae-hee nekat naik keatas pohon tersebut untuk mengambil bola. Bersamaan dengan itu Shi-hyun datang.. 


Tae-hee berhasil menjatuhkan bola, tapi dia tak berani turun dari pohon. Shi-hyun tersenyum.. dia memberikan bola itu pada anak-anak, lalu menyuruh mereka untuk pulang. 


“Kamu mau tetap di sana? Turunlah dari sana dan temani aku makan. Ya?” teriak Shi-hyun


Tae-hee ragu.. sekaligus malu.. namun pada akhirnya, dia menjatuhkan badannya tepat ke pelukan Shi-hyun~


Shi-hyun membawa Tae-hee keapartemennya dan membuatkan makan malam untuknya. 


Sambil menunggu, Tae-hee melihat-lihat isi sebuah kotak milik Shi-hyun dimana terdapat, begitu banyak gambar sketsa buatannya,

“Apa yang kamu gambar?” tanya Tae-hee

“Berbagai macam hal yang kusukai” jawab Shi-hyun

“Maukah kamu menggambarku suatu hari nanti?” tanya Tae-hee

“Aku tidak sehebat itu...” jawab Shi-hyun


Gambar pertama yg dilihatnya, adalah sketsa wajah ibunya Shi-hyun. 


Tapi beberapa gambar berikutnya.. adalah sketsa wajah Soo-ji. Hal tersebut, seketika membuat Tae-hee menunjukkan eskpresi murung.. 


Dia tak mengatakan apa pun, tapi tiba-tiba ponselnya berdering, ada telpon masuk dari sang ayah~
Advertisement


EmoticonEmoticon