3/30/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 12 Part 2

Tae-hee memanfaatkan telpon dari ayahnya, sebagai alasan untuknya pergi meninggalkan kamar Shi-hyun.


Meskipun sebelumnya murung, namun ketika video call dengan ayahnya, Tae-hee lansgung memasnag wajah yg ceria.


Dia menunjukkan satu per-satu tempat dalam apartemennya, kemudian bercerita pada ayahnya bahwa kondisinya dan juga kondisi ibunya baik-baik saja. 


Kemudian, ayah bertanya: “Bagaimana pamerannya?”

“Ayah tahu soal itu? Kalian masih berhubungan?”
“Tidak juga...”

“Ayah mencari tahu tentangnya di internet? Untuk apa?”

“Iseng saja, ayah senang mendengar dia berkarya lagi. Ayah juga ingin mendukungnya. Ayah akan mengirimkan kopi ini. Berikan kepadanya. Ibumu suka racikan kopi ayah”

“Ayah, hanya itu. Hanya kopi buatan Ayah yang Ibu sukai. Ibu memanfaatkan Ayah untuk melupakan sakit hatinya. Karena itulah dia melahirkanku. Ayah sudah lupa?”

“Ibumu tetap mendampingi ayah...”


Teringat pada kejadian yg dialaminya sendiri, yg nyatanya memiliki kemiripan dengan kisah sang ayah.. membuat Tae-hee menjadi emosional: “Kenapa Ayah merindukannya jika dia tidak memberikan hatinya? Kenapa hanya Ayah? Hanya hati Ayah yang hancur berkeping-keping. Ayah ibarat bunga yang layu. Ayah memberitahunya bahwa Ayah baik-baik saja karena menyukainya. Bahwa Ayah tidak keberatan. Bahwa Ayah akan menunggu balasannya. Pernahkah dia membalas? Tidak pernah!”


Shi-hyun selesai memasak.. dia menunggu Tae-hee, dengan bersantai di rooftop-nya. Namun karena jenuh, akhirnya dia turun ke dapurnya lagi.


Tak sengaja, Shi-hyun melirik sketsa gambar yg tadi dilihat oleh Tae-hee. Dan karena itu, dia pun baru menyadari, bahwa disana terdapat begitu banyak, gambar wajah soo-ji..


Shi-hyun mendatangi kamar Tae-hee, tapi ketika melihatnya Tae-hee lansgung berkata: “Aku ingin berhenti...”

“Apa maksudmu?”

“Ini terlalu berat. Saat kita ke vilamu, aku berharap bisa menjadi teman seperti Soo Ji dan Se Joo. Tapi, sepertinya itu tidak akan pernah terjadi...”


Sejenak situasi hening, kemudian Tae-hee berkata: “Aku tidak mau menjadi teman seperti Soo Ji dan Se Joo bagimu. Aku ingin menjadi pacarmu. Kamu pernah bertanya apakah aku akan menyesal. Aku menyesalinya! Pergi ke vila itu dan tinggal padahal aku ingin pergi. Bahagia melihatmu dan mengatakan bahwa aku menyukaimu. Aku menyesali semuanya! Kamu tidak berpura-pura jahat. Kamu hanya tidak menyukaiku. Aku ingin berfoto denganmu, tapi kenapa kamu tidak? Kenapa kamu tidak memegang tanganku lebih dahulu? Kenapa kamu membuatku bertanya-tanya apa ciuman pertama kita adalah mimpi? Kenapa kamu segera pergi saat Soo Ji telepon dan melupakan rencana kita? Kenapa kamu membuatku menanyakan hal-hal itu?”


Shi-hyun diam, tak bisa memberikan jawaban. Hal itu membuat Tae-hee berkomentar: “Lihatlah, sekarang pun sikapmu sangat tidak jelas!!!”


Shi-hyun meraih tangan Soo-ji dan bertanya: “Soo Ji bilang apa kepadamu?”

“Aku tidak pernah menyukai seroang pria seperti ini. Selain itu, aku sedang membicarakan tentang kita. Perkataan Soo Ji tidak penting, tidak ada kaitannya dengan kita! Sekarang, pergilah!”

“Kita bicara di kamarku saja..”

“Hah.. aku lupa, seluruh gedung ini,’kan punyamu..”


Tae-hee masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat. Sedari tadi terlihat tegar, namun pada akhirnya dia tak kuasa menahan tangisnya~
Advertisement

4 comments

Hiks episode ini kok sedih banget 😭

Di akhir eps 12 bikin sedih bacanya...
Tae hee ngrasa nasibnya sama kaya ayahnya...😢

Di akhir eps 12 bikin sedih bacanya...
Tae hee ngrasa nasibnya sama kaya ayahnya...😢

😭😭😭😭😭


EmoticonEmoticon