3/16/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 1 Part 3

Tae-hee pulang bersama dengan Kyung-joo. Di depan rumah, dia membuka loker yg didalamnya telah tersimpan sebuah cake bertuliskan, ‘...Selamat ulang tahun. Maaf ibu lupa...’ -dari Ibu


Dalam bungkusannya terselip sebuah undangan acara, bernama ‘Pameran Seol Young Won’. Kyung-joo bertanya, apakah Tae-hee akan datang kesana?

Namun Tae-hee tak memberikan jawaban, kemudian Kyun-joo bertanya lagi, “Kapan kamu akan berhenti memberikan alamatku (pada ibumu)? Kamu bahkan tidak cerita kepadanya akan masuk universitas...”

“Aku telah mengirimkan pesan padanya”

“Kamu masih menganggap dirimu sebagai anaknya?”

“Kamu sendiri?”

“Cobalah bersikap normal. Terima uang ibumu dan kunjungilah ayahmu..”

“Tidak mau. Aku senang karena tidak butuh bantuan mereka lagi.”


Tae-hee menyalakan dua lilin, kemudian meminta Kyung-joo untu berdoa sambil meniup salah satunya.

“Aku mau pacar yang selalu mengalah untukku” ucap Kyung-joo


Sementara Tae-hee, hanya meniup lilinnya sambil memejamkan mata, “Kamu harus mengucapkan doamu..” ujar Kyung-joo

“Hanya doa rahasia yang terwujud...” jawab Tae-hee


Shi-hyun menemui ayahnya, yg langsung memberitahunya bahwa apartemen barunya kaan siap dalam waktu sepekan.

“Aku tidak akan kuliah di tempat yang Ayah mau” tegas Shi-hyun

“Lihat dan bacalah ini..” ujar Pak Kwon, sembari menyodorkan berkas tes DNA yg menunjukkan hasil, bahwa Shi-hyun ternyata bukanlah putra kandungnya


“Medis membuktikan kamu bukan anakku..”

“Begini cara Ayah mengancamku sekarang?”

“Kamu bahkan tidak tumbuh sesuai harapanku. Aku tidak berharap kamu berubah. Pergilah dan hidup dengan tenang”

“Sejak kapan Ayah tahu? Selama ini Ayah sudah tahu, tapi diam saja, dan terus membenciku dalam hati.”


“Orang akan mengira aku memaksa anak manja menjadi mandiri. Kuliah atau tidak, aku tidak peduli. Aku akan memastikan biaya hidupmu cukup. Saat sekretarisku telepon, muncullah tanpa banyak bertanya. Itu syaratku. Ini adalah rahasia kita berdua. Kamu tidak perlu kuatur lagi. Terakhir, jika ada pertanyaan, ajukanlah kepada mendiang ibumu.”

“Ayah tidak perlu menunggu sepekan.”


Shi-hyun masuk kamar, sejenak dia diam dan memerhatikan beberapa foto kenanagan bersama dengan mendiang ibunya.


Kemudian, dia berjalan menuju halte bisi. Kebetulan, dia duduk disamping Tae-hee yg sedang asyik menggambar..


Shi-hyun tak mengatakan apa pun, dia mengeluarkan berkas tes DNA, lalu melipatnya menjadi pesawat terbang.

[...FLASHBACK...]


Ibunya Shi-hyun, tengah dirawat di RS dan dia menerima surat gugatan cerai. Shi-hyun datang dan bertanya, “Ibu sedang apa?”


Tak berkata jujur, ibunya malah menyembunyikan surat itu dengan leipatnya menajdi pesawat: “Ibu hanya membuat pesawat kertas. Ibu pernah mengajarimu caranya waktu kamu kecil. Saat kamu cemas, takut, atau memiliki permohonan, buatlah pesawat kertas dan terbangkan ke udara. Dengan begitu, semua kecemasan dan ketakutanmu akan sirna dan semua harapanmu akan terwujud.”

[...FLASHBACK end...]


Shi-hyun menerbangkan pesawat kertasnya, dan terjatuh tepat.. dihadapan Tae-hee.


Ketika Tae-hee ingin mengembalikannya, Shi-hyun buru-buru naik bis. Tapi ternyata.. dia lupa membawa dompet. Niatnya akan turun lagi, tapi dengan sukarela Tae-hee membayarkan ongkos bis-nya.


Bak tak tau terimakasih, Shi-hyun tak mengatakan apa pun dan langsung duduk begitu saja. Tae-hee menghampirinya, untuk mengembalikan pesawat kertasnya, “Hei. Ini milikmu”

“Simpan saja”

“Ini sampah, ya?”

“Itu wasiatku”

“Itu bukan hal yang baik. Jika kamu butuh bantuan, katakan apa yang bisa...”


“Aku tidak akan mati. Tapi tolong aku. Jangan buka ini. Tolong buang itu untukku dalam beberapa bulan”


Tae-hee tak berkomentar apa pun. Dia langsung duduk, di kursi yg bersebelahan dengan Shi-hyun..

[...FLASHBACK...]


Saat itu, Shi-hyun tengah merayakan ultah ibunya di Rumah Sakit. Dia sempat mengeluh, dengan mengatakan: “Hari ulang tahun Ibu atau aku. Kenapa Ayah tidak memedulikan hari-hari itu? Kita mengadakan pesta untuknya setiap tahun.”

[...FLASHBACK end...]


Menoleh kesamping, Shi-hyun memerhatikan Tae-hee yg telah tertidur, dalam posisi kepala yg terus terbentur ke jendela. Namun dia hanya melihatnya dan tak melakukan apa pun..


Sking lelapnya, Tae-hee sampai halte tempat dia seharusnya turun. Maka ketika bangun, sia buru-buru turun.. dan tak sengaja, menjatuhkan undangan pameran dari ibunya.

Shi-hyun melihat hal itu, dia pun sempat mengemabill amplop itu.. namun dia tak melakukan apa pun, karena Tae-hee terlanjur turun dari bis.


Soo-ji baru bangun dari tidurnya. Dan disampingnya, telah ada pelayan yg menunggunya, “Kamu menerima begitu banyak hadiah wisuda. Mau dibuka?” tanyanya

“Untuk Bibi saja semuanya...” jawb Soo-ji
Advertisement


EmoticonEmoticon