3/16/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 2 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 2 Part 1

Se-joo masuk ke kamar Soo-ji dengan membawa sekaleng es-krim, “Choi Soo Ji, aku datang menemuimu” teriaknya girang


Soo-ji menikmati es-krim itu, namun dia mengeluh: “Aku baru saja dicampakkan, paham? Jadi kenapa kamu membawakan es krim..”


Bibi pembantu, sibuk memakaikan mantel di badan Soo-ji yg saat ini masih mengenakan gaun tidur yg bahannya tipis. Tapi Soo-ji malah memintanya untuk meninggalkan mereka berdua, sambil menjelaskan: “Dia teman lamaku. Walau kami terdampar bugil di pulau, tidak akan ada yang terjadi”


Ditinggal berduaan, Se-joo lansgung memuji sikap Soo-ji yg sangat hebat, karena bisa ‘move on’, hanya dalam waktu semalam. 

Tak merespon pujian itu, Soo-ji malah bertanya tentang Shi-hyun, “Kenapa kamu datang sendiri? Si Hyun tidak mencemaskanku?”

“Dia aneh. Dia tidak melakukan apa pun. Ponselnya juga tidak aktif. Dia hanya menjawab telepon dari sekretaris itu. Dia seperti biksu..” jelas Se-joo

“Apa kalian terlibat masalah?” tanya Soo-ji


Akhirnya, Se-joo menceritakan kejadian di klum malam kemarin.. 


Ternyata, Shi-hyun sempat terlibat ‘games’ antara para wanita disana. Madam Jung hendak mencium Shi-hyun.. lalu wanita lain bertaruh, jika Shi-hyun menolak, maka madam Jung mesti minum dua gelas.


Tak disangka-sangka, ternyata Shi-hyun benar-benar mencium Madam Jung.. tepat dihadapan semua orang dalam ruangan itu.


Soo-ji langsung kaget, ketika dia melihat foto wanita yg diceritakan Se-joo. Karena dia tahu, bahwa wanita itu, merupakan ibunya Kyung-joo..

“Itu ibunya Ko Kyung Joo? Aku baru tahu...” ujar Se-joo

“Kenapa kamu tidak tahu? Dia mantan supermodel!” tukas Soo-ji


Para ibu sedang berkumpul di rumah Madam Jung. Meskipun kelihatannya akrab, tapi ternyata.. mereka semua hanya membicrakan sebuah gossip yg intinya menyindiri Madam Jung,


Entah.. sumber informasinya dari siapa, tapi mereka hafal betul.. segala hal yg dilakukan Madam Jung bersama dengan Shi-hyun. Mereka memang tak menyebut nama Madam Jung secara lansgung, namun Madam Jung sadar bahwa itu semua adalah tetnangnya.


Setelah semuanya pulang, Madam Jung duduk di ruang tengah sambil bergumam, “Cerita itu adalah tentang aku. Tapi bagaimana mereka bisa tahu?”

Dia pun langsung menelpon temannya, untuk memastikan apakah pria yg bersama dengannya bernama Kwon Shi-hyun?


Tak sengaja.. Kyung-joo yg tengah berada di dapur, menguping semua pembicaraan ibunya. Dia pun menarik pembantunya, yg orang-orang tahu hanya bisa bahasa mandarin, tapi ternyata.. dia pun mengerti bahasa Korea dan hanya Kyung-joo yg tahu tentang hal itu, “Aku tahu kamu mengerti bahasa Korea. Kamu dengar apa yang dibicarakan ibuku dan teman-temannya, bukan? Apa yang mereka bicarakan?”


Tae-hee tengah berada di kamar dan mencoba berbagai gaun. Ketika dia bosan, dia membuka sosmed di ponselnya dan dia pun melihat foto Kyung-joo bersama dengan tiga sekawan. Fokusnya lansgung tertuju pada sosok Shi-hyun, “Siapa ini?”


Sejenak berpikir, dia pun mengingat curhatan Kyung-joo yg mengatakan bahwa dia menyukai seorang pria yg terlalu tampan.

“Dia memang tampan. Mereka bahkan tidak saling follow.. Namanya Si Hyun. Apakah dia ini  artis? Rasanya aku pernah melihatnya..” gumam Tae-hee


Tak lama kemudian, Kyung-joo masuk dan lansgung berbaring lemas di atas kasur. Tae-hee bertanya padanya, “Para ibu itu belum pergi? Bagaimana dengan kuenya? Kenapa? Mereka membuatmu marah lagi?”

“Tidak. Tae Hee, tiba-tiba aku mengantuk. Aku mau tidur” jawab Kyung-joo dengan begitu lesu


Shi-hyun tinggal di kamar hotel yg ditempati Se-joo. Mereka berdua, sama-sama pergi dari rumah.. tapi Se-joo aka pulang, ketika ayahnya kembali ke Korea.

Ketika ditanya alasannya ‘kabur’ dari rumah, Shi-hyun enggan menjawab. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya pun, akan segera pergi dari sini.


Tae-hee tiba di hotel tempat Pameran ibunya diadakan. Tapi dia tak masuk kedalam sana, dan hanya diam di depan posternya terpajang.


Tiba-tiba, datang Ki-young yg langsung menghampirinya dan menyapanya, karena ternyata mereka sudah saling kenal.


Geng ibu sosialita.. mendatangi acara penggalangan dana yayasan Myoungjeong milik ibunya Soo-ji. Nyonya Park merasa kesal, karena tempat duduknya yg terdapat di daerah belakang, padahal dirinya telah memberikan donasi yg lumayan besar.


Ketika dokter Myung menghampirinya dan menyapanya, dia malah ingin pergi saja sambil mengoceh: “Kamu memohon agar aku memberikan donasi. Jadi, aku khawatir Myoungjeong mengalami kesulitan lagi. Setelah melihat kamu baik-baik saja, sebaiknya aku pergi”


Mada Jung yg duduk disebelahnya, langsung nyeletuk mengatakan: “Masalahnya adalah dia duduk di meja seperti ini”


Medengarnya, maka segera dokter Myung meminta maaf, “Pasti ada kekeliruan dengan daftar tamu VIP-nya. Aku agak terlambat menerima konfirmasi dari Grup JK”

“JK? Siapa perwakilan Grup JK yang akan hadir?”

“Wakil presdirnya. Dia bilang agak terlambat”

“Apa sekarang Grup JK mendanai yayasanmu?”

“Ya, mereka memberikan kontribusi besar kali ini”


Belok dari topik pembicaraan utama, Madam Jung malah bertanya hal lain, “Kurasa kamu kenal baik dengan Wakil Presdir Kwon Seok Woo? Ada sesuatu di antara kalian? Dia lajang, begitu pula kamu”


Namun dokter Myung enggak untuk menjawabnya, dan lansgung pergi mengantar Nyonya Park menuju kursi VIP, sesuai yg dia inginkan.


Ki-young mengobrol dengan Tae-hee, tentang sekolah dan karirnya. Kemudian dia bertanya: “Bagaimana kabar ayahmu? Aku harus mengunjunginya”

“Ayah di Jerman. Aku bisa hidup sendiri” jawab Tae-hee

“Astaga, bocah ini sudah dewasa” ucap Ki-young sambil mencubit pipi Tae-hee


“Ya ampun, haruskah kamu mencubit pipi seorang wanita seperti itu?”

“Karena kamu sudah dewasa, maukah kamu berkencan denganku?

“Kamu serius? Jangan bercanda, deh..”


Tak jauh darisana, berdiri Soo-ji yang tediam memerhatikan mereka. Dia pun menduga Tae-hee merupakan sosok cinta pertamanya Ki-young..


Acara penggalangan dana, dibuka dengan penyerahan beasiswa kepada beberapa orang terpilih, yg salah satunya adalah Eun Tae-hee..


Melihatnya, sontak membuat Ki-young bertepuk tangan meriah dan menunjukkan senyuman yg sangat lebar.


Soo-ji yang terus memerhatikannya, nampak begitu kesal dan tak suka dengan ekspresi Ki-young~
Advertisement


EmoticonEmoticon