3/17/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 3 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 2 Part 3

Pengumuman rencana pernikahan yg sangat mendadak, membuat suasana antara Soo-ji dan Shi-hyun menjadi sangat kikuk. Ditambah lagi tingkah Ki-young, yg seakan memanas-manasi sekaligus menyindir mereka dengan seenaknya, “Bukankah kita harus merayakannya? Ini peristiwa bahagia, bukan?”


“Tutup mulutmu jika omonganmu ini hanya basa-basi”

“Se Joo, jaga nada bicaramu denganku. Aku mengatakan ini karena mencemaskan kalian”


“Apa yang membuatmu cemas?”

“Apa yang ingin kamu ketahui? Apa yang akan kamu lakukan jika tahu? Sudahlah. Aku heran, kenapa keluargaku tidak cerita tentang hubungan mereka. Andai aku tahu tentang ini, aku pasti memberitahumu lebih awal agar kamu tidak terkejut. Aku sangat perhatian, bukan..”


Perkataan Ki-young, benar-benar membuat Shi-hyun emosi. Bahkan dia, hampir menghajarnya dihadapan semua orang. Untuk memisahkannya, Soo-ji menjerit begitu keras, yg tentunya membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


Namun Soo-ji tak mempedulikan hal itu, dia justru menyuruh Se-joo untuk meninggalkannya dan mengejar Shi-hyun saja, “Pergilah menemani Si Hyun. Aku menyuruhmu pergi.”


Ditinggal berdua, Ki-young langsung menyebut Soo-ji tidak punya otak karena bertemann dengan orang-orang semacam Se-joo dan Shi-hyun,

Namun dengan jelas, Soo-ji mengatakan: “Pria seperti Se Joo yang punya uang tapi tidak punya otak adalah pecundang. Aku emmanglah seorang  pecundang karena berteman dengannya. Tapi, akan kamu sebut apa orang-orang yang mengejek mereka tapi berusaha berteman dengan mereka?”

“Kamu menyerangku karena terlalu sensitif..” ujar Ki-young


Masih di hotel yg sama, namun ruangan yg berbeda.. kita melihat Bu Seol (ibunya Tae-hee), tengah makan jajangmyeon bersama dengan para staff yg membantunya menyiapkan pameran karya seni buatannya. Dia agak ragu, apa karyanya bisa terjual karena telah cukup lama dia tak mengadakan pameran semacam ini, namun yg jelas dia ingin mengumpulkan seluruh uang yg nantinya dia dapatkan untuk membiayai kehidupan Tae-hee,


Mendengarnya, membuat salah satu stff berkomentar: “Ya ampun. Kamu mengadakan pameran ini demi uang kuliah putrimu. Pamerannya akan sukses. Ini pameran pribadi pertamamu dalam sepuluh tahun. Ada banyak artikel tentangmu dan kamu sempat diwawancarai”


Salah satu lampu, tiba-tiba rusak.. Bu Seol bangkit dan memperbaikinya dengan tangannya sendiri. Dia tak ingin merepotkan para saff-nya yg tengah makan. Diam-diam, ternyata ada Tae-hee yg tengah berdiri diluar memerhatikannya.


Tae-hee memutuskan untuk tidak masuk, dan malah pergi begitu saja. Dia sempat berpapasan dengan Shi-hyun, tapi sayangnya.. memon itu berlalu begitu saja, tanpa ada yg menyadari satu sama-lain pernah bertemu sebelumnya.


Salah seorang staff melihat dan mengenali Tae-hee. Dia pun, menyuruhnya untuk masuk dan menemui ibunya.


Dalam suasana yg terasa begitu dingin, Tae-hee duduk berhadapan dengan ibunya. Dia pun menunjukkan dokumen beasiswa yg baru saja dia terima,

“Seharusnya kamu cerita kamu mendapatkan ini..”

“Aku bilang akan pindah dari apartemen itu. Uang sakuku... Aku tahu Ibu sudah bekerja keras. Nanti kukembalikan”

“Tidak usah dikembalikan”

“Ibu akan terus mengirimimu uang saku”


“Rekeningnya sudah kututup. Ibu bisa berhenti berpura-pura menjadi ibu yang baik. Ibu bisa berhenti menjadi sponsorku”

“Teganya kamu berkata begitu? Aku ibumu, bukan sponsormu”

“Ibu tidak tahu sebutan untuk orang seperti Ibu adalah sponsor? Itu bukan tanggung jawab atas dasar kasih sayang. Ibu hanya membayar tagihan dan mengecek mayatku jika kelak mendengar aku sudah mati”


“Eun Tae Hee. Haruskah kamu seperti ini padahal kita sudah lama tidak bertemu?!”

“Pasti sudah begitu lamanya sampai Ibu lupa. Perlu kuingatkan orang seperti apakah Ibu? Ibu menyuruh kami ke Jerman, tidak menelepon selama empat tahun. Pada saat itu, Ibu menceraikan Ayah dan memberinya hak asuh. Aku tidak tahu. Setiap kali aku menyalakan lilin di kue ulang tahunku, aku berharap keluarga kita akan bersatu lagi. Kita bertiga. Aku sudah dewasa sekarang dan kita bisa menempuh jalan masing-masing. Aku datang untuk mengatakan bahwa aku baik-baik saja”

“Kamu berulang tahun yang ke-20 pekan lalu. Ibu sangat sibuk menyiapkan pameran ini hingga...”

“Jangan konyol. Ibu bahkan mengirimkan kue!”


Tak mau perdebatannya menjadi lebih pelik, Tae-hee berdiri dan buru-buru pergi meninggalkan ruangan. Sambil berjalan dia terus mengatakan: “Aku tidak akan pernah menemuinya lagi! Aku tidak akan menemuinya!! Tidak akan pernah lagi!!!!”


Bersamaan dengan itu, Shi-hyun baru saja keluar meninggalkan gedung hotel. Dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan hendak pergi entah kemana tujuannya.


Kebetulan.. ketika Tae-hee menyebrang jalan, Shi-hyun lewat dan dia hampir menabraknya. Untung saja dia berhasil banting stir, dengan sengaja menabrakan mobilnya ke pembatas jalan..


Shi-hyun mendapakan luka di pelipisnya yg terbentur stir mobil. Namun, dia tak begitu mempedulikannya, dan langsung turun untuk menghampiri serta membentak Tae-hee, “Kamu sudah gila? Jangan menyeberang sembarangan!!!”


Namun, Tae-hee tak mengatakan apa pun dan malah terus-terusan mengagis sambil menundukkan kepalanya. 

“Hei. Kamu baik-baik saja, bukan? Aku tidak menabrakmu, ‘kan??” tanya Shi-yun


Tibat-tiba, Tae-hee memeluk kaki Shi-hyun. Dia menangis, sembari memohon: “Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Tetaplah di sini..”


Bersamaan dengan itu, sekilas memorinya teringat pada sebuah kejadian.. ketika dia berada di posisi yg sama, namun tangannya berlumuran darah dan sebuah mobil, melaju meninggalkannya di tengah jalanan begitu saja..


“Sikapmu ini berlebihan!!!!” bentak Shi-hyun, “Mari kita perjelas. Insiden ini, terjadi bukan karena kesalahanku” tambahnya

Melihat waah Shi-hyun, Tae-hee berkata, “Lupakan saja...”


Tetapi, Shi-hyun bukan tipe pria yg lepas tanggung-jawab begitu saja. Dia mengambil ponsel Tae-hee dan memasukkan kontaknya disana, “Hubungi aku. Aku akan memberi kompensasi..”  ujarnya


Tiba-tiba, ponsel Shi-hyun berdering.. Se-joo menelponnya, dan dengan suara yg panik.. dia memintanya untuk segera kembai ke kamar hotel, karena  terjadi sesuatu pada Soo-ji~


Tanpa berpikir panjang, Shi-hyun langsung berjalan pergi meninggalkan Tae-hee, yang kahirnya baru teringat.. bahwa pria yg barusan hampir menabraknya, adalah Kwn Shi-hyun.. yakni pria yg dia duga, disukai oleh Kyung-joo~~~
Advertisement


EmoticonEmoticon