3/17/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 3 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 3 Part 2

Pak Kwon berbicara dengan seretarisnya yg memaparkan, dampak positif atas berita pernikahannya dengan dokter Myung, “Harga saham perusahaan farmasi kita, anak usaha Bio Medicine, dan perusahaan yang terkait dengan Myoungjeong Biotech naik. Industri yakin Myoungjeong akan diakuisisi melalui kita”

“Bagaimana dengan para eksekutif dan pemegang saham?”

“Mereka tampak cukup senang karena kabar pernikahan itu dirilis sebelum merger. Itu bukan waktu yang buruk untuk mengumumkan pernikahan..”

“Bisa cek jadwalku selama hingga pertengahan tahun ini? Aku tidak yakin ada cukup waktu untuk menikah..”


Tak lama setelah sektretarisnya pergi, datanglah Shi-hyun, “Aku datang untuk mengatakan sesuatu..” ucapnya

“Aku yakin kamu datang untuk meminta bantuan”

“Mobil yang rusak itu tidak ada hubungannya dengan Se Joo, tolong beri tahu keluarganya...”

“Kamu mau aku menelepon mereka? Dan bilang ‘Itu kesalahan anakku, Aku sungguh-sungguh minta maaf’.. Seperti itu?”

“Tolong telepon mereka. Itu bukan kesalahan Se Joo”

“Kamu pikir aku tidak tahu saat menelepon mereka soal itu? Kamu pikir aku melakukannya untuk biaya perbaikan?”


“Apa yang Ayah inginkan?”

“Agar kamu menepati janjimu saat aku mengusirmu. Aku tidak peduli apa yang kamu lakukan dengan hidupmu. Tapi lakukanlah di bawah peraturanku. Jika kamu semarah itu, harusnya kamu berkendara ke jurang. Tapi kamu membuat kekacauan di mana semua orang bisa melihatmu. Kamu mau membuatku malu?!”

“Karena itukah Ayah mengumumkan pernikahan di acara itu? Untuk menikam putra Ayah yang tidak kompeten ini dari belakang? Baru dua tahun Ibu meninggal. Apa Ayah tahu itu?”


“Kamu bangga atas dirimu sekarang? Jika ibumu berdiri di hadapanmu sekarang, apa kamu yakin sudah menjadi anak yang baik baginya? Kamu bisa apa sendirian? Kamu menikmati hak istimewa dari kami, tapi tidak mau diatur? Jangan menipu diri sendiri. Saat ini, kamu yang paling menyedihkan sejak lahir. Kamu tahu itu?”


Shi-hyun mengobrol dengan sekretaris Pak Kwon, yg memaparkan bahwa pernikahan itu dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka, “Kita sungguh membutuhkan Pusat Sel Punca Myoungjeong”

“Bagaimana dengan yayasan budaya yang dahulu ibuku kelola?” tanya Shi-hyun

“Yayasan Myoungjeong mungkin akan mengambil alih”

“Aku faham akan kekhawatiranmu. Wakil Presdir Kwon tidak senang dengan yayasan itu”


Shi-hyun berjalan pulang. Namun langkahnya, terhenti tepat dihdapan sebuah guci besar yg terpajang di lobby,


Dia teringat, kejadian di masa lalu ketika dia bersama dengan ibunya,

“Nenek bilang tidak menyukai ini..” ungkap Shi-hyun


“Ibu tahu. Ibu memberitahunya bahwa ibu mau ini dipajang di sini..”

“Kenapa Ibu suka karya ini? Tidak ada namanya, dan ini buatan seniman anonim”

“Saat melihat karya ini, ibu merasa seperti pemilik tempat ini”


Berpindah ke kediaman Se-joo,.. ahjumma (gatau ini siapa? Mungkin istri ke-sekiannya Tuan Lee?) membawakan sebuah dus yg katanya paket untuk Se-joo.


“Itu paket apa?” tanya Se-joo

“Saat kamu dikurung di rumah, obatnya adalah belanja online..” jawab si ahjumma

“Astaga... Sungguh. Hanya kau yang mengerti apa yang kualami..” ujar Se-joo


Ternyata, isi paket itu adalah tali panjang yg bisa dia guakkan untuk melarikan diri dari kamarnya. Diam-diam, Se-joo turun dari kamarnya lewat jendela, sambil mengeluh: “Aku lapar. Seharusnya dia memberiku makanan. Kenapa aku hanya diberi tali?”


Bruk.. dia berhasil keluar dari kamar, namun badannya terjatuh. Dia mengerang kesakitan, tapi yg penting.. dia berhasil kabur tanpa diketahui oleh siapa pun~


Tempat yg pertama Se-joo datangi, adalah markas tiga sahabat. Tak lama stelah dia datang, Soo-ji masuk dan lansgung memberikan sepaket obat untuk mengalami luka mema di wajahnya.


“Kamu memang yang terbaik. Tahu dari mana aku habis dipukuli?” tanya Se-joo

“Pernahkah kamu tidak dipukuli..” tukas Soo-ji


Se-joo hendak mengoleskan salep di samping bibirnya, tapi dia agak kesulitan. Soo-ji memerhatikannya, dan itu membuat Se-joo kegeeran, mengira Soo-ji akan membantunya.


Namun Soo-ji, malah melemparkan cermin untuknya, “Lihatlah cermin, lalu oleskan sendiri. Jangan berlagak menjadi korban. Tidak pantas.. Kamu akan dihajar habis-habisan. Kenapa kabur?”

“Aku tidak tahu kabarmu. Mana mungkin aku tetap di sana?” jawab Se-joo


Melihat interaksi antara Soo-ji dan Shi-hyun yg sangat dingin, membuat Se-joo berkomentar: “Aku terkejut dengan berita pernikahan ini, tapi apa gunanya jika kita diam saja? Memikirkan kalian akan menjadi keluarga... Itu membuatku ngeri. Apa yang bisa kalian lakukan? Saling menerima sebagai keluarga, saling menyayangi, saling menjaga, dan rukun seperti sekarang..”

“Keluarga? Keluargamu dan keluargaku sama saja..”

“Adakah anggota keluarga yang sungguh peduli kepada kita? Di rumahku, perang antarsaudara terjadi sepanjang tahun. Tidak buruk juga. Justru seru menontonnya. Aku yakin mereka akan mencari cara untuk mengusirku atau mengambil milikku”


“Jika kita menjadi keluarga, Ibuku tidak boleh tahu bahwa kamu pergi dari rumah. Jangan sampai dia tahu. Jika tahu, dia akan sangat senang. Dia akan berpikir bahwa akan mudah mengambil segala hal milikmu” jelas Shi-hyun


Daritadi hanya diam, tiba-tiba Shi-hyun mengajak Soo-ji untuk menikah dengannya, “Bagaimana jika kita menikah sebelum mereka?”

“Benar. Kalian harus mendahului mereka! Permalukan mereka!” sahut Se-joo

“Kamu sudah gila!” tukas Soo-ji


“Perusahaan akan tetap dimerger siapa pun yang menikah lebih dahulu. Karena inilah aku berhenti belajar perfilman. Film tidak bisa menandingi ini. Pernikahan ini seperti film noir...” koemn Se-joo


“Diam kalian. Aku sedang tidak ingin bercanda!”

“Kamu tidak mau? Kita bisa bercerai di kemudian hari...”

“Kurasa kamu sangat benci memikirkan ibuku menjadi ibu tirimu...”

“Apa pilihanku? Aku tidak bisa merayu ibumu..”

“Hei, bicaramu sudah kelewatan!!!”


“Baik. Anggaplah kita menikah. Mari kita bersandiwara bahwa aku menjadi istri cucu Grup JK. Bagaimana jika aku mencoba merebut semuanya seperti ibuku? Apa yang akan kamu lakukan?”

“Ambil saja”

“Apa?”

“Kamu bisa mengambilnya, silahkan saja...”


“Kwon Si Hyun! Aku paham kamu mencoba membalas ayahmu, tapi jangan libatkan aku. Sda banyak cara lain. Aku bisa membuatnya marah. Dan asal kau tahu, bercerai itu merepotkan. Kau harus ke pengadilan berulang kali.  Apa bahkan, kamu mengerti konsep perceraian? Setelah bisnisnya jatuh, ayahku diceraikan dan dijebloskan ke penjara. Dan aku, putrnya...  masa laluku ada disana. Betapa pun aku mencoba menghapusnya, masa lalu itu akan tetap muncul. Kamu mau aku mengalaminya lagi? Sungguh! Memikirkan pernikahan dan perceraian membuatku lelah akan hidup. Mari kita berhenti membuat skenario dan kembali ke kenyataan.”


Disaat perdebatan makin memanas, Se-joo malah berdiri dan mengenakan mantelnya untuk bersiap pergi,

“Hei, kamu mau ke mana?” tanya Shi-hyun

“Matahari sudah terbenam..” jawab Se-joo

“Tadi kamu bilang mencemaskan kami!” ucap Soo-ji

“Ya, tapi aku lebih mencemaskan para wanita yang menungguku..” jawab Se-joo 

“Bersenang-senanglah. Hei, pastikan kamu pulang ke rumah. Mengerti!”


Ditinggal berdua, Soo-ji memastikan perkataan Shi-hyun dalam suasana yg lebih serius, “Kamu sungguh berpikir akan menikahiku?”

“Iya..”

“Aku tidak menanyakan apa kamu mau jus. Aku tanya apa kamu mau menikahiku?”

“Aku tahu itu...”

“Tapi, Aku tidak mau pernikahan pura-pura”

“Kalau begitu, seperti apa pernikahan sungguhan? Pernahkah kamu melihatnya?”

“Tidak pernah...”


“Lantas, kenapa membencinya? Kamu, aku, dan Se Joo. Mungkin kita tidak bisa menikahi seseorang sesuai kehendak kita. Jadi, walau pun kamu menikah, mungkin pernikahan itu jauh dari impianmu. Pernikahan kita ibarat kartu joker bagi orang tua kita. Ayo manfaatkan itu. Kamu juga bisa memanfaatkanku sebagai joker. Manfaatkanlah aku. Jika kamu tidak mau bercerai, tidak perlu. Jika kamu menginginkan sesuatu, dapatkan semuanya sesuai dengan keinginanmu...” papar Shi-hyun


“Kamu memintaku untuk memanfaatkanmu karena ibuku memanfaatkan keluargamu. Kamu bersimpati kepadaku. Kukira kamu bersikap baik..”

“Tidak. Aku berusaha mempertahankan milikku. Ini kesepakatan.”

“Kamu tidak butuh kesepakatan. Kamu punya segalanya. Apa kamu masih menyukaiku?”


“Jika yang ingin kamu selamatkan bukan aku, tapi persahabatan kita, maka ini pernikahan pura-pura”

“Tidak, ini bukan pura-pura”

“Kalau begitu, bisakah kamu menciumku?”
Advertisement

1 komentar:

D tunggu kelanjutan y, makasih sinopsis y 😊😊


EmoticonEmoticon