3/20/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 3 Part 3

Setelah ditantang untuk mencium Soo-ji, Shi-hyun malah menatapnya tajam lalu bertanya balik, “Kamu mengujiku? Seperti waktu itu? Kamu pikir aku tidak bisa?”

[ FLASHBACK ]


Soo-ji sibuk berlatih violin, tapi siswi yg melihatnya malah mempergunjingkannya, yg kala itu baru saja menghadapi masalah, karena ayahnya yg telah dipenjara, diberitakan melakukan percobaan bunuh diri... serta bisnis keluarganya yg diambang kehancuran..


‘Ibunya sering tampil di TV karena dia direktur rumah sakit sukses’

‘Tenis dan selo, dia berusaha keras berlagak seperti anak orang kaya. Dia bisa mati jika berusaha lebih keras’


Kebetulan, Shi-hyun berjalan disekitar sana.. setelah mendengar gunjingan para siswi dia mengahmpiri Soo-ji, “Jangan menangis..” ucapnya

“Enyahlah. Aku tidak akan menangis jika kamu tidak di sini”

“Mereka iri kepadamu”

“Apa lagi yang mereka butuhkan agar tidak iri kepadaku?”


“Pacar tampan seperti aku?”

“Sudah kubilang, pergilah!”

“Bagaimana jika kita berpacaran? Ayo berkencan...”


“Kamu mengasihaniku karena murid-murid di sini merendahkanku?!” tukas Soo-ji, yg kemudian seakan berubah pikiran dengan berkata, “Tapi.. tidak akan ada yang berani menggangguku jika aku menjadi pacarmu... Hmmm, apa kamu bersikap begini, seagai bentuk terimakasih karena ibuku menjadi dokter untuk ibumu?”


“Kapan kamu akan berhenti meragukan orang lain?”

“Pokoknya, Tidak!”

“Kenapa?”

“Karena, hubungan seperti itu tidak akan bertahan lama. Tapi, kamu boleh menciumku satu kali...”


Mereka bertatapan satu sama lain, wajahnya makin dekat.. tapi tiba-tiba, mereka malah tertawa dan tak akhirnya tak terjadi apa pun..


[ FLASHBACK end ]


Persis dengan kejadian di masa lalu, sekarang pun.. mereka tak sampai ciuman sungguhan. Kali ini, karena Soo-ji yg memilih untuk menghindarinya~


“Buktikan perasaanmu dengan cara lain. Permainan yang kamu sarankan sebelumnya. Gadis beasiswa itu. Bagaimana?” tanya Soo-ji

“Setuju.. Karena yang akan kudapatkan, jauh lebih luar biasa..” jawab Shi-hyun


“Kamu bisa gagal. Bagaimana kamu bisa menjamin keberhasilanmu?” 

“Hei, bagaimana aku bisa kalah? Mana bisa dia tidak menyukaiku?”

“Astaga, percaya diri sekali. Kamu terdengar seperti Se Joo. Jangan begitu..”


Beberapa saat kemudian, Se-joo datang, “Janjiku baru saja dibatalkan..” jelasnya, yg kemudian bertanya, “Sedang apa kalian? Sudah selesai bicara?”


Dokter Kyung menemui Tuan Kwon, dengan membawakan bekal makan malam untuknya. Meskipun akan menikah, tapi terlihat jelas.. bahwa hubungan keduanya sangat dingin. 

Di awal pembicaraan, mereka sempat bertanya mengenai kondisi anaknya masing-masing. Dokter Kyung menceritakan Soo-ji yg masih belum nerima pernikahannya, tapi nampaknya akan meluluh seiring dengan berjalannya waktu. Namun Tuan Kwon, terlihat enggan untuk membahas tentang Shi-hyun.


Berikutnya, mereka membicarakan perihal kelanjutan bisnis dan pernikahan mereka. keduanya sadar, bahwa semua ini hanyalah demi kesuksesannya masing-masing..


Namun tak lupa, Tuan Kwon memberikan satu set perhiasan berlian.. sebagai simbol ‘lamaran’-nya yg lebih formal.


Shi-hyun menerima sms dari sekretaris Kim, yg memberitahukan bahwa mobil milik mendiang ibunya telah diperbaiki dan siap untuk digunakan kembali,


Sambil mengendarai mobil tersebut, Shi-hyun teringat lanjutan obrolannya dengan Soo-ji,


“Aku tidak memintamu jatuh cinta...” ucap Soo-ji

“Aku tahu. Aku tidak bisa menyukai orang lain selain dirimu...” ujar Shi-hyun

“Pastikan, kamu menipunya habis-habisan!” pinta Soo-ji

“Baiklah. Kemudian aku hanya perlu mencampakkannya, bukan?” ucap Shi-hyun


Keesokan paginya, sekilas kita melihat Soo-ji yg merenung dalam bak mandi.. sementara Shi-hyun, dia akhirnya pindah ke apartemen baru, yg telah disiapkan oleh Tuan Kwon.


Ketika mengeluarkan barang-barangnya.. Shi-hyun sempat terdiam, karena melihat foto masa kecilnya bersama dengan mendiang ibunya.


Berikutnya, dia melihat secarik amplop undangan untuk acara ‘Pameran Seol Young Won’ yg dijatuhkan Tae-hee, yg membuatnya teringat pada kejadian tempo hari.


Shi-hyun berdiri, kemudian menggambar sesosok wajah perempuan di papan kaca--
Advertisement


EmoticonEmoticon