3/20/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 Part 1

Se-joo memaksa Soo-ji menemaninya periksa ke Rumah Sakit. Dia merengek manja, membuat Soo-ji, terlihat enggan dan sangat risih karenanya.. terutama, karena ini adalah RS milik ibunya.


“Kenakan ini (kacamata). Orang akan mengira aku memukulmu!” celoteh Soo-ji


Tiba-tiba, ponselnya berdering.. ada pesan masuk dari Shi-hyun yg mengirimkan gambar sketsa wajah Tae-hee, ‘Ini gadis penerima beasiswa itu?’

Melihatnya, spontan membuat Se-joo berkomentar: “Wanita itu.. cantik juga ternyata..”


Dan sangat kebetulan, karena ternyata.. Tae-hee tengah berada di Rumah Sakit ini juga,


Dia datang untuk menyerahkan berkasnya, kemudian mendapatkan informasi mengenai asrama baru yg akan ditempatinya selama kuliah nanti. 


Diam-diam, Soo-ji memerhatikannya.. sekaligus mencaritahu, hal apa saja yg barusan dilakukannya disini.


Ketika berjalan pulang, Tae-hee berpapasan dengan dokter Myung. Dia pun langsung menyapanya dan memperkenalkan diri dihadapannya, “Saya Eun Tae Hee, peraih beasiswa tahun ini.”


“Kamu datang untuk menyerahkan dokumen?”

“Ya. Dan sejujurnya, sejak lama saya sangat mengagumi Anda. Terima kasih banyak, atas beasiswa-nya. Pokoknya, saya akan giat belajar. Terimakasih dan sampai jumpa..” ucapnya dengan sangat sopan


Selesai diperiksa dokter, Se-joo menunggu Soo-ji di lobi sambil menggoda serorang resepsionis. 


Tapi tiba-tiba pandangannya teralihkan pada sosok Tae-hee yg lewat di depannya, “Si Ki-young itu memang bego, tapi kecengannya cantik juga..” komennya


Ditempat yg sepi, Soo-ji menelpon pihak yayasan dengan berpura-pura sebagai Tae-hee, “Ini Eun Tae Hee penerima beasiswa yang tadi. Kapan yaa, aku bisa pindah ke asrama? Aku tiba-tiba bingung, dan lupa tanggalnya..”

“Kamu menuliskan hari Sabtu pekan pertama.”

“Ohyaa? Kurasa aku agak bingung karena terlalu senang. Terima kasih. Sampai jumpa.”


Tepat seletah telponnya ditutup, dokter Myung menghampirinya dan langsung bertanya: “Sedang apa kamu di sini?”


Mereka pun berbincang empat mata, dalam ruangan. Soo-ji menegaskan, bahwa dirinya memberikan satu kesempatan terakhir untuk sang ibu, tapi ibunya terlihat acuh akan hal itu.

“Ibu sungguh ingin menikah dengan ayah Si Hyun?!”

“Iya..”

“Aku menentangnya. Si Hyun dan aku sangat dekat. Kami sahabat.”

“Syukurlah. Ibu sudah takut kamu menindasnya”

“IBU!?!?”


“Apa masalahnya? Kamu bisa duduk tenang dan menjadi putri Grup JK. Ibu memberikan itu untukmu!”

“Jangan pura-pura melakukan ini untukku. Aku tidak pernah menginginkan ini!”

“Kalau begitu, pikirkan apa yang kamu inginkan. Pikirkan satu atau seratus hal yang kamu inginkan setiap hari. Kamu tidak perlu berusaha keras. Ibu akan memberikan semuanya untukmu!”


Soo-ji hanya diam, maka ibunya bertanya: “Karena Si Hyun? Kamu menyukainya?”

“Tidak!”

“Siapa pun yang kamu sukai di usiamu kini, itu hanya persahabatan.”

“Lantas kenapa Ibu berusaha menjodohkanku dengan Lee Ki Young?”

“Soo Ji, berhentilah mencari perkara!”


Tak sengaja, Soo-ji melihat sebuah cincin yg melingkar di jari manis ibunya, “Tidak bisa kupercaya. Ibu sungguh menyukainya? Atau Ibu menginginkan Grup JK?”

“Keduanya! Sekarang kamu puas?”


“Bagaimana dengan Ayah? Apa dia tahu Ibu akan menikah?”

“Dia akan membaca berita tentang hal ini.. Maaf ibu tidak sempat bertanya kepadamu. Tapi ini masalah ibu, dan kamu sudah dewasa. Bisa-bisanya kamu menjadikan ayahmu alasan mencegah pernikahan ini?”

“Pokoknya, aku tidak sudi.. jika Ibu mendapatkan hal yg ibu inginkan, dengan cara mengorbankan seseorang!”

“Soo-ji! Ibu tidak akan menyerah!”

“Aku tahu. Tapi semua tidak akan berjalan sesuai kehendak Ibu juga!”


“Jika kamu bisa menghentikan ibu, silakan saja. Cobalah rebut posisi ibu sebagai nyonya Grup JK. Praktis kamu bisa memiliki apa pun yang kamu inginkan. Begitulah ibu mendidikmu!”

“Jelas sekali aku putri ibu. Aku tahu persis itu. Tapi aku tidak sama dengan Ibu. Aku tidak menggunakan cara yg menjijjikan, untuk mendapatkan segala hal yg kuinginkan! Camkan itu, bu!”


Shi-hyun berdandan dengan sangat rapi.. dia memiih kemeja.. jam tangan.. dan bahkan parfum, yg menurutnya bisa membuat dia terlihat makin menawan.


Sebelum pergi, tak lupa dia mengenakan sweater-nya.. kemudian, dia tersenyum pada sketsa wajah Tae-hee yg telah digambar olehnya~


Di depan kediaman Tae-hee, Shi-hyun berdiri sambil memegang sebuket bunga yg cantik. Dia pun berlatih.. mencari-cari kata yg pas, untuk dia ucapkan pada Tae-hee.


Namun, malah Madam Jung yg keluar dari rumah itu, “Shi-hyun aaa.. Dari mana kamu tahu alamatku? Apa (bunga) ini untukku?”

“Ya, tadi aku kebetulan lewat dan memikirkan Anda..” jawab Shi-hyun dengan kikuk

“Kamu memikirkanku?”

“Iya, aku sangat sering memikirkanmu...”

“Jangan terlalu dipikirkan. Aku hanya ibunya temanmu. Kamu tidak boleh lama-lama di sekitar sini. Ada terlalu banyak orang yang ikut campur...”


Dari kejauhan, mobil ahjumma tetangga lewat. Mereka memerhatikan tingkah Madam Jung dan langsung berkomentar sinis terhadapnya.


Di waktu yg bersamaan, Tae-hee berjalan pulang bersama dengan Kyung-joo yg tengah sibuk memainkan ponselnya, dan menggerutu karena ibunya mengirim permintaan pertemanan di medsos, “Apa dia gila? Apa yang ibuku lakukan?”

“Terimalah permintaan pertemanannya.”

“Tidak mau. Karena, mem-follow anggota keluarga di media sosial adalah tindakan ilegal. Menurutku..”

Lalu Kyung-joo makin dibuat keheranan, karena Soo-ji juga mengirim permintaan pertemanan padanya, “Kenapa yaa?? Kok bisa??”


Mereka pun, sampai di depan kediamannya.. namun Tae-hee melihat Ibunya Kyung-joo yg sedang mengobrol berduaan dengan Shi-hyun. 


Buru-buru, dia pun mengajak Kyung-joo berbalik pergi, “Tiba-tiba, aku ingin makan tteokboki..” ucapnya


Namun, langkah mereka terhenti karena Shi-hyun berteriak, memanggil namanya, “Eun Ta-hee!”

“Kwon Si Hyun?”

“Ko Kyung Joo. Lama tidak jumpa.”

“Kenapa kamu di sini?”

“Begini... Aku datang menemuinya...”


“Tidak.. itu bohong!” tukas Tae-hee

“Kalian saling kenal?” tanya Kyung-joo

“Iya!” jawab Shi-hyun

“Tidak!” sanggah Tae-hee
Advertisement


EmoticonEmoticon