3/20/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 Part 2

Memutus suasana yg kikuk, Kyung-joo meminta Tae-hee untuk pergi ke kedai tteokbokki duluan saja.. karena ada hal yg ingin dia bicarakan berdua dengan Shi-hyun, “Bisa tunggu aku di penjual tteokbokki?”

“Tidak, aku ada urusan lain dan harus pergi. Kalian bisa bicara sepuasnya. Sampai jumpa...” ujarTae-hee yg kemudian bergegas pergi


Setelah berjalan beberapa langkah, Tae-hee nampak gelisah dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, “Bagaimana ini? Kyung Joo tidak tahu, bukan? Lagian bagaimana ceritanya, Kyung-joo bisa terlibat cinta segitiga dengan ibunya sendiri?”


Ditinggal berduaan saja, Kyung-joo langsung mencecar banyak pertanyaan pada Shi-hyun. Karena ternyata, dia telah mengetahui hubungan Shi-hyun dengan ibunya, dia tak marah akan hal itu.. tapi dia takut dan gelisah, jika Shi-hyun sampai menceritakan hal itu pada yg lain, “Kamu menceritakannya ke orang lain? Kamu memberi tahu temanku?”

“Tidak.”


“Lalu Soo Ji dan Se Joo?”

“Kurasa mereka tidak tahu.”

“Itu sungguh memalukan. Rasanya aku bisa mati karena malu.”

“Tidak, mereka sungguh tidak tahu dan tidak ada kejadian aneh.”

“Tapi, kalian bertemu di klub!”


Dari jauh, Tae-hee memerhatikan Kyung-joo yg tiba-tiba terduduk di tanah.. dan Shi-hyun meninggalkannya begitu saja. Padahal sebenarnya, Shi-hyun pergi... karena Kyung-jooo yg memintanya..


“Kyung Joo menangis, dia bahkan tidak menenangkannya? Kyung Joo yang malang. Dia dicampakkan lagi...” komen Tae-hee


Nyonya Park menelpon Madam Jung, untuk bertanya kapan guru matematika Kyung-joo akan datang, dan mengajari Hye-jung, putrinya.

“Sudah kubilang itu tidak mungkin. Guru itu hanya mengajar murid-murid paling pintar. Setidaknya sepintar Kyung Joo. Dan Hye-jung itu, sangat payah dalam pelajaran matematika” jawab Madam Jung

“Maka dari itu, putriku butuh guru les karena dia payah dalam hal belajar!”

“Jangan keras kepala. Aku sudah merekomendasikanmu guru yang pandai mengajari anak SD. Aku akan memperkenalkan kalian.”


“Lupakan saja. Tadi aku melihatmu. Kamu menerima banyak bunga, yaa..” sindir Nyonya Park yg kemudian, lansgung memutus telponnya


“Ada apa dengannya? Apa dia melihat kami?” gumam Madam Jung, yg terlihat gelisah karenanya


Tak lama kemudian, Kyung-joo pulang dan melihat bbunga-bunga yg tengah ditata oleh ibunya. Dengan menggunakan bahasa mandarin, dia pun bertanya pada ahjumma pembantu, “Siapa yang membawa bunga itu? Tidak diantar kurir, bukan?”

“Benar. Seorang pemuda tampan memberikannya kepada Nyonya...”


Madam Jung tak menegrti bahasa mandari, maka dia bertanya apa yg sedang mereka bicarakan? Tetapi.. Kyung-joo tak menjawabnya dan langsung masuk kamar dengan ekspresi kesal~


Kyung-joo menelpon Tae-hee, “Kurasa tadi Kwon Si Hyun datang untuk menemuimu...” ungkapnya

“Aku? Kenapa?”

“Kenapa kamu tidak cerita bahwa dia nyaris menabrakmu?”

“Ah.. Itu bukan masalah besar...”


“Aku tidak tahu kamu mengenalnya. Tapi, Tae Hee... Aku tidak mau kamu terlibat dengannya...”

“Tentu saja. Untuk apa aku terlibat dengannya?”

“Dia tidak menabrakmu. Dia hanya nyaris menabrakmu, tapi datang kemari? Untuk apa? Adakah hal lain yg dia katakan padamu, di hari itu?”

“Misalnya apa?”

“Lebih baik, lupakan saja. Kalau terjadi apa pun padamu, beritahu aku.. biar aku yg akan menyampaikan pesanmu kepadanya..”

“Baiklah, aku tak akan pernah menelponnya lagi..”


Setelah telponnya ditutup, Tae-hee langsung berbaring sambil bergumam, “Pasti Kyung-joo sangat menyukai Shi-hyun. Pokoknya, Aku akan menjauhi pria itu...”


Tiga sahabat, berkumpul di markasnya.. mereka membicarakan sosok Kyung-joo yg ternyata bertemen dengan kedua target balas dendamnya Soo-ji, yakni Hye-jung... si putri konglomerat dan Tae-hee.. si gadis penerima beasiswa.


Se-joo dan Shi-hyun, sama-sama tak menyangkan kalau ‘noona’ yg mereka temui di klub, ternyata adalah ibunya Kyung-joo. Mendengar hal itu, membuat Soo-ji bertanya sinis: “Kalau sudah tahu, lnta kenapa kalian terus memanggilnya dengan sebutan ‘noona’..?”

“Karena, penampilannya masih muda...” jawabnya serentak


Esok harinya, Shi-hyun sengaja menunggu di halte tempat Tae-hee biasa naik bis. Udaranya sangat dingin, tapi dia berlagak ‘sok keren’ dengan mengenakan jaket tipis, yg membuatnya terlihat menawan sekaligus kedinginan.


Tae-hee melihatnya, tapi dia tak mempedulikannya dan malah berjalan melwatinya begitu saja..


Karena bis-nya telah datang, Tae-hee langsung berjalan memasuki bis tersebut. Shi-hyun bergegas mengikutinya, dan kali ini dia yg  membayarkan ongkosnya.


Seluruh kursi penuh, makanya mereka harus berdiri dan kebetulan posisinya bersebelahan. Tae-hee tak tahan dengan sikap Shi-hyun yg terus mengikutinya, tanpa mengeatkan apa pun... maka dia duluan yg bertanya, “Dasar aneh! Kenapa kamu mengikutiku?”

“Tidak, aku berusaha meluruskan suatu kesalahpahaman...” jawab Shi-hyun


Tiba-tiba, sopir bis menge-rem mendadak dan secara spontan.. Shi-hyun memeluk badan Tae-hee untuk menahannya terjatuh. 


Beberapa saat, mereka terdiam dalam posisi itu, hingga akhirnya Tae-hee minta Shi-hyun melepaskan tangannya dari pinggangnya, “Bisa lepaskan aku?”

“Maaf..” ucap Shi-hyun sambil menatap, tepat kearah mata Tae-hee


Seorang penumpang turun, dan Shi-hyun langsung duduk di kursi yg kosong dan malah membiarkan Tae-hee tetap berdiri.


Tak lama kemudian, naiaklah seroang penumpang pria yg berdiri disamping Tae-hee.. tangannya ‘nakal’, karena dia dengan sengaja.. menyentuh tangan Tae-hee sambil menunjukkan tatapan dan senyuman yg terkesan ‘mesum’


Tae-hee terlihat kesal dan tidak nyaman, maka Shi-hyun langsung berdiri dan menghajar pria itu, kemudian menyuruhnya turun di tengah jalan.


Para wanita yg melihatnya aksinya, langsung berkomentar: “Aku mau punya pacar seperti itu. Dia mengagumkan...”


Setelah turun dari bis, si pria mesum langsung membuka ponselnya, dan mengirim pesan untuk Shi-hyun: ‘Itu tidak berjalan sesuai rencana, tapi kamu harus membayar sisanya...’

Yups.. ternyata, insiden barusan.. adalah bagian dari rencananya Shi-hyun untuk mendekati Tae-hee~


Dengan percaya diri, Shi-hyun menyuruh Tae-hee untuk tidak berterimakasih kepadanya. Namun dengan ketus, Tae-hee malah menuduh Shi-hyun bersekongkol dengan pria barusan, “Kamu bersekongkol dengan orang tadi? Kenapa kamu melepaskannya? Aku tidak bisa membawanya ke polisi karenamu”


Shi-hyun tak bisa menjawab pertanyaan itu, maka Tae-hee melanjutkan kalimanya, “Aku tahu, Kamu juga sudah menyelidiki latar belakangku. Jika tidak, bagaimana kamu bisa ke rumah Kyung Joo kemarin dan naik bus ini?”


Dengan sangat tenang, Shi-hyun mendekatkan wajahnya ke wajah Tae-hee kemudian mengatakan: “Pasti kamu tidak ingat. Ini pertemuan ketiga kita. Dan kali kedua kita bertemu di bus..”


Sejenak, Tae-hee terdiam.. dan ingatlah dia, bahwa mereka memang bertemu pertama kalinya, di halte bis..


“Kamu... Akhirnya kamu mengenaliku? Salam kenal..” ucap Shi-hyun, sambil mengelurkan tangannya dan menunjukkan senyuman manisnya
Advertisement

2 comments

Wah..suka sekali d tunggu ya kelanjutan nya, terima kasih 😊😊

Sangat membantu... ditunggu ya kelanjutannya 😊😊


EmoticonEmoticon