3/23/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 5 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 4 Part 3

Soo-ji sengaja mendekati Kyung-joo, untuk mengorek informasi tentang Hye-jung dan Tae-hee. Awalnya, dia pura-pura iseng melihat sosial media milik Hye-jung, lalu berkomentar: “Astaga. Lihat pakaiannya. Apa dia disiksa orang tuanya di rumah?”

“Dia tidak akan pernah tahu bahwa dia aneh. Karena dia tidak punya teman..” ungkap Kyung-joo


Berikutnya, Soo-ji bertanya seputar Tae-hee, “Dia, orang yg seperti apa?”


Dengan gampangnya, Kyung-joo bercerita sambil membayangkan, sosok Tae-hee yg sangat anti dengan yg namanya pria tukang gombal, dan sok keren. 


Tiga sahabat chaebol, bekumpul untuk mendengarkan penjelasan dari Soo-ji. Mereka heran dengan sikap Tae-hee yg rasanya agak ‘tidak wajar’

“Kyung Joo bilang dia populer bahkan di Jerman. Pria yang Kyung Joo sukai akhirnya menyukai Tae Hee. Katanya itulah kutukan di antara mereka. Untungnya, mereka bisa tetap bersahabat karena Tae Hee tidak pernah tertarik untuk pacaran...” jelas Soo-ji yg kemudian bertanya tentang apa yg dikatakan Shi-hyun pada Tae-hee, di dalam bus kemarin..


Kemarin.. Setelah Tae-hee mengingatnya, Shi-hyun tersenyum dan menyebut kejadian yg mereka alami, sebagai sebuah takdir. Tanpa menunggu respon dari Tae-hee Shi-hyun turun dari bus, tapi dia sempat berkata: “Aku sudah cukup bahagia,  asal kamu tidak terluka...”


Kembali ke realita, Soo-ji langsung bertanya pada Shi-hyun: “Kenapa kamu turun di sana? Seharusnya kamu mengikutinya”


“Katamu dia orang yg baik. Karena aku turun tanpa banyak bicara kepadanya, dia akan merasa bersalah.” Jelas Shi-hyun, sembari membayangkan kejadian kemarin


Ditanya rencana selanjutnya, Shi-hyun menjelaskan bahwa dirinya akan mengikuti Tae-hee ke perpustakaan tempatnya kerja, sehingga semua momen diantara mereka.. seperti sebuah takdir. Karena, disaat kebetulan terjadi berulang kali, maka Tae-hee akan merasa bahwa itu memanglah takdir.


Kemudian, mereka membicarakan skenario apa, yg mesti dilakukan besok... yang memang, sangat terinspirasi oleh adegan dalam drama.. memeluk dari belakang, hingga menunjukkan profil wajah tampan Shi-hyun dari samping..


Meskipun masih belum hafal nama Tae-hee, tiba-tiba.. Shi-hyun bercanda dengan mwngatakan bahwa, bisa saja.. nantinya, dia benar-benar menyukai Tae-hee..

“Bercerminlah. Matamu seperti cermin milik ibu tiri Cinderella!” komen Soo-ji

“Dia penuh dengan kejujuran. Aku bisa melihat isi hatinya...” bela Se-joo


“Tidak ada wanita yang bisa menatapku karena jantungnya akan berdebar...” ucap Shi-hyun dengan bangga


Rencananya, Shi-hyun ingin melancarkan aksinya pada jam istirahat makan siang. Namun Soo-ji melarangnya,

“Kenapa? Aku harus makan siang dengannya supaya akrab...” ujar Shi-hyun

“Makanan terbaik untuk mengembangkan hubungan adalah sarapan siang setelah tidur bersama si wanita...” jelas Se-joo

“Tidak boleh. Kamu terlihat bodoh saat sedang makan!” tukas Soo-ji


Tak peduli dengan larangan Soo-ji, Shi-hyun tetap datang menemui Tae-hee sejam sebelum waktunya istirahat makan siang. Dia sengaja membawakan dua gelas kopi, tapi ternyata.. terlihat Tae-hee yg tengah meminum kopinya sendiri.


Beberapa saat berlalu, dan Shi-hyun malah tertidur dalam perpustakaan. Salah seorang pengunjung, merasa terganggu dengan bunyi ponsel Shi-hyun, maka dia meminta Tae-hee, untuk menegurnya.


Perlahan, Tae-hee membangunkan Shi-hyun.. kemudian mengajaknya untuk berbincang diluar, “Ada yang ingin kamu katakan? Jika tidak, aku akan pergi...”


Namun tiba-tiba, suara keroncongan dari perutnya Tae-hee.. terdengar dengan sangat jelas. Spontan, Shi-hyun langsung mengajaknya untuk makan siang bersama.


Shi-hyun makan dengan sangat lahap, sementara Tae-hee hanya diam, kemudian bertanya: “Sepertinya tidurmu nyenyak?”

“Aku kurang tidur karena sedang pindahan.”

“Kamu tinggal di sekitar sini?”

“Iya”

“Kamu sering ke perpustakaan?”

“Kurasa begitu”

“Tapi kamu hanya datang untuk menemuiku...”

“Benar...”


Shi-hyun pura-pura tersenyum kikuk, “Gawat. Aku ketahuan. Sebenarnya, aku sudah beberapa kali kemari. Kupikir aku bisa melihatmu di sini. Di pertemuan pertama kita, aku lihat kamu turun di depan perpustakaan. Sepertinya kamu tidur nyenyak saat itu..” jelasnya 


Melihat Tae-hee yg kesulitan untuk makan ikan, maka Shi-hyun menunjukkan cara mudah untuk membersihkan tulang ikan.


Tetapi, caranya.. mirip dengan cara yg diajarkan oleh ayahnya. Tae-hee, sangat ingat momen itu, karena itu terjadi di bandara sebelum mereka pergi ke Jerman.

“Kurasa Ibu tidak akan datang.”

“Kamu tahu dia tidak meninggalkan tungku pembakaran begitu memanggang. Kita harus berusaha memahaminya.”

“Tapi kenapa harus membakar tembikar hari ini?”


Kembali ke realita,.. mengingat kejadian itu, membuat Tae-hee jadi malas melanjutkan makannya. Dia pun tak ingin basa-basi dan lansgung mengungkapkan ketidaksukaannya pada sosok Shi-hyun,


“Aku banyak mendengar tentangmu. Pria populer di SMA Joosung. Kamu pria yang datang untuk dilihat murid-murid dari sekolah lain. Kyung-joo bilang, aku harus hati-hati. Kamu pembuat masalah yang rela melakukan apa saja jika bisa merayu wanita. Kamu melihatku di bus. Kamu berusaha maksimal karena umpanmu konyol. Beginikah cara kamu merayu ibunya Kyung Joo?”

“Aku tidak perlu menggunakan taktik kekanak-kanakan untuknya. Mungkin kamu tidak tahu cerita lengkapnya. Mau kuceritakan detailnya? Tentang bagaimana kami bersenang-senang?”

“Tidak, tidak perlu. Aku tidak mau lebih lama bersama seseorang yang mempermainkan hati orang. Kuharap kita tidak pernah bertemu lagi!”


Di sebuah butik, Se-joo menemani Soo-ji belanja baju, “Kenapa rokmu? Itu kepanjangan...” komennya

“Anggaplah ini seragam perangku” jawab Soo-ji, yg kemudian berkata, “Kamu tidak akan memarahi pacarmu karena roknya kependekan. Itu yang aku suka darimu.”

“Aku harus menuntut semua orang yang mengeluhkan panjang rok wanita. Itu pelanggaran hak asasi manusia...” ujar Se-joo

42
Tiba-tiba, Soo-ji mengatakan bahwa dirinya mengetahui.. siapa wanita yg yg akan menjadi pacarnya Se-joo.


“Maksudmu apa? Karena kurasa, Aku tidur sendirian semalam...”

“Maksudku bukan soal bagaimana kamu meniduri wanita sebelum berteman dengannya!”

“Eh ngomong-ngomong.. Siapa, wanita yang kamu maksud? Memangnya aku punya pacar?”


Ternyata, wanita yg dimaksud Soo-ji, adalah Kyung-joo. yg dengan terang-terangan mengakui perasaannya, tempo hari. Bahkan, Kyung-joo sampai bertanya seperti apa tipe idealnya Se-joo.. dan konyolnya, Soo-ji malah menjawab, sosok wanita yg seperti Kyung-joo~


“Aku tidak menyuruhmu pacaran dengannya. Ajaklah dia berkencan sesekali. Kurasa, kamu juga tidak punya kegiatan apa pun...”

“Aku sibuk. Aku harus menemui banyak wanita”

“Aku akan mengeluarkanmu (dari rumahmu), menggunakan alasan berobat ke Rumah Sakit. Dengan cara resmi, lewat kantor sekretaris...”

“Aku seorang humanis. Aku bisa mencintai semua manusia. Tapi bukan Kyung Joo, juga....”


Soo-ji sengaja berdandan agak rapi, karena ingin mendekati Hye-jung. Dia berpura-pura, terlihat sebagai gadis yg manis dan sopan, padahal dalam hatinya.. dia terus mengumpat.. mengeluhkan sikap ibunya Hye-jung yg terkesan sangat sinis kepadanya.


Dihadapan Soo-ji, Hye-jung diminta bermain selo... yg setelah didengar, tekniknya sangat kacau dan suara yg dihasilkan, tidaklah merdu sedikit pun.. tapi Nyonya Park terlihat sangat membanggakan putrinya itu.

Advertisement


EmoticonEmoticon