3/24/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 5 Part 3

“Rasanya seperti matahari pagi terbit di Rumah Senja ini. Orang seperti dialah yang disebut pria tampan. Melihatnya saja membuatku sangat senang” puji mereka, yg kemudian bertanya pada Tae-hee, “Kenapa kamu baru mengajak pacarmu sekarang?”

“Dia bukan pacarku” tukas Tae-hee


Selanjutnya, Tae-hee menghibur para lansia dengan mengajak mereka bernyanyi dan menari. Sementara Shi-hyun, dia hanya bisa menggerutu karena ditugaskan untuk mengepel lantai.


Namun ketika memerhatikan Tae-hee, tak sengaja dia berkomentar: “Dia cantik saat tersenyum...”


Tapi kemudian, dia buru-uru menarik perkataannya sambil menggerutu: “Pasti aku sudah gila. Aku berhalusinasi.”


Tak tahan dengan suasana disini, Shi-hyun duudk di tempat sepi dan langsung menelpon Soo-ji, “Kurasa aku sudah akan mati..” keluhnya

“Apa lagi sekarang? Kenapa?”
“Mari kita buat rencana lain. Menurutku ini tidak benar. Tempat ini aneh!!!”


Namun, Soo-ji tak begitu menghiraukan keluhan dari Shi-hyun karena dia tengah sibuk menemani Se-joo yg sanat takut dengan jarum suntik..


Shi-hyun sendiri, harus memutus telponya karena datang dua orang nenek yg langsung menghampirinya, dan seakan menginterogasinya,

“Apa yang ingin kamu lakukan kepada Tae Hee kami?”

“Aku hanya datang untuk membawakan kubis..”

“Jangan coba-coba membohonginya. Dulu nenek ini, adalah seorang cenayang..”


“Ya ampun. Kamu akan membuat orang membayar demi ketampananmu...”

“Aku hanya temannya...”

“Teman? Kamu buang-buang waktu saja...”

“Tae Hee bilang dia kuliah di Universitas Nasional Seoul. Kalian kuliah di tempat yang sama?”

“Aku tidak kuliah...”

“Astaga, Tae Hee gadis yang cerdas. Kamu dicoret dari daftar.”


“Apa salahnya menjadi pengantar kubis? Nak, Hiduplah dengan percaya diri. Yang penting dari pria adalah penampilan. Ijazah tidak ada gunanya. Bahkan saat wanita merasa frustrasi, yang penting ada wajah seperti ini, dan dada seperti ini, dan bokong seperti ini untuk membuatnya langsung merasa lebih baik..”


“Apa yang barusan terjadi kepadaku? Ini kesalahan besar..” keluh Shi-hyun


Tak lama kemudian, datanglah nenek lainnya.. yg terus menunjuk kearah pirinynya sambil mengatakan ‘Forsythia’

Sempat agak bingung, tapi akhirnya Shi-hyun faham bahwa Forsythia adalah nama bunga,


Maka Shi-hyun membawa nenek ke ruang seni  dan menggambarkan bunga Forsythia di piringnya. Namun tiba-tiba nenek itu menangis sambil bertanya: “Dari mana saja kamu? Kenapa baru datang sekarang? Kukira kamu sudah mati...”


Tangisan nenek, membuat para petugas panti datang.  Ketika ditanya kenapa, nenek tak mau memberikan jawaban apa pun dan itu membuat Tae-hee menyalahkan Shi-hyun.

“Ada apa ini? Kenapa dia menangis?”

“Dia mau aku menggambar forsythia, jadi, aku lakukan dan...”

“Jangan lakukan apa pun, sebelum minta izin!”


Namun perugas lainnya, menyebutkan bahwa belakangan ini nenek memang sering seperti itu, karena dia memikirkan mendiang suaminya..


Shi-hyun dan Tae-hee berjalan pergi, tapi nenek langsung bertanya: “Sayang, kamu mau ke mana lagi?”


“Aku akan segera kembali. Aku akan pergi sekarang, tapi akan segera kembali” ucap Shi-hyun dengan lembutnya

“Baiklah..” jawab nenek

“Aku janji..” tegas Shi-hyun


Karena hari telah senja, saatnya Tae-hee dan Shi-hyun untuk pulang. Mereka mendapatkan kimchi, sebagai balasan atas kerja kerasnya seharian ini.


“Lain kali kamu harus berpakaian yang lebih santai. Jangan pakai mantel hitam. Kita jadi mirip...”

“Yang benar saja, Pastor..”

“Sampai jumpa lagi. Hati-hati di jalan...”

“Terima kasih untuk hari ini. Jangan lupa datang lagi..”


Dalam perjalanan pulang, Shi-hyun sepertinya sangat kelelahan hingga terlelap tidur dalam bus. Kepalanya bergoyang kesana-kemari.. hingga kemudian terjatuh di punsak Tae-hee..


“Baiklah, aku akan membiarkanmu kali ini saja..” gumam Tae-hee sambil tersenyum 


Turun dari bus, mereka berjalan hingga akhirnya sampai di depan tempat tinggal Tae-hee. Shi-hyun bertanya: “Eun Tae Hee, mau makan sesuatu?”


“Entahlah” jawab Tae-hee, yg kemudian memilih untuk buru-buru pergi. Tapi dia kembali lagi, hanya untuk memberikan kimchi, “Makanlah ini. Aku tidak butuh kimchi. Aku akan segera pindah ke asrama..” ucapnya

“Kalau begitu, aku akan memelponmu nanti..”


“Tidak, jangan!” tukas Te-hee, yg kemudian berkata: “Maaf, karena aku sudah salah paham kepadamu. Juga maaf jika aku terlalu kasar. Tapi aku tidak akan pernah berkencan denganmu..”

“Kamu sangat tidak menyukaiku?”

“Temanku menyukaimu...”

“Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu?”


Tae-hee terdiam, dia tak bisa memberikan jawaban apa pun. Maka Shi-hyun hanya berkata: “Terima kasih atas kimchinya. Masuklah. Di luar dingin”


Soo-ji dan Se-joo tengah berada di diskotik. Soo-ji menelpon Shi-hyun, menceritakan betapa hebohnya Se-joo ketika disuntik tadi, kemudian meminta Shi-hyun untuk datang kemari juga.


“Aku lelah. Aku akan makan, lalu tidur selama dua hari..” jawab Shi-hyun

“Kalian tidak makan bersama karena aku melarangmu? Baguslah...” komen Soo-ji, yg kemudian bercerita bahwa Kyung-joo menyukai Se-joo,


Mendengar itu, seketika membuat Shi-hyun kaget: “Benarkah? Dia menyukai Se Joo, bukan aku???”
Advertisement


EmoticonEmoticon