3/24/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 Part 1

Kyung-joo datang ke klub tempat Soo-ji dan Se-joo tengah berada. Dia berdandan ‘heboh’ lengkap dengan penampilan barunya, yakni rambut yg keriting.

“Bagaimana kabarmu, Se Joo?”

“Aku tidak enak badan.”

“Begitu, ya. Pantas saja. Kamu terlihat agak berbeda”


Tiba-tiba, datang seorang wanita yg menyapanya, “Se Joo, lama tidak jumpa..”

“Han Na, Kamu dari mana saja?”

“Aku baru pulang bepergian”

“Kulitmu gelap. Bagaimana kamu bisa terlihat semakin seksi? Mari kita minum-minum”


Tanpa minta izin,, Se-joo buru-buru pergi, meninggalkann Kyung-joo.. yg tentunya sangat kesal dan kecewa padanya.


Shi-hyun berniat memasak ramen. Sepertinya, dia tak pernah memalkukan itu sebelumnya.. maka dia tak mengetahui, seberapa banyak air yg dia butuhkan..


Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk menelpon Tae-hee, yg kebetulan akan memasak ramen juga. Alhasil, mereka berbicara via telpon sambil memasak ramen berbarengan..


Setelah ramennya matang, Tae-hee bertanya: “Kamu punya sekotak susu 500 ml?”

“Ya, tadi aku beli”

“Lain kali, gunakan itu sebagai gelas ukur”

“Astaga, kenapa aku baru menyadarinya, hahah~”


“Nikmatilah makananmu”

“Baiklah. Kamu juga”


“Dia tidak bisa memutuskan panggilan. Tidak bisa...” gumam Shi-hyun, yg kemudian menutup telponnya lebih dulu dan menggerutu: “Astaga, luar biasa. Aku tidak mengerti. Dia menolakku karena Kyung Joo? Seharusnya kami makan bersama”


Di klub, Se-joo asyik bercengkrama dengan para wanita, dan itu, membuat Soo-ji merasa terasingkan, “Dia sangat senang bisa bebas dari cengkeraman keluarganya. Harusnya aku peregi bersama Kyung Joo saja...” keluhnya yg kemudian pamit pergi dan Se-joo mempersilahkannya begitu saja


Namu tiba-tiba, ada seorang pria hidung belang yg meraih tangan Soo-ji dan mengajaknya pergi dengannya.

“Lepaskan selagi masih bisa. Tanganku sangat penting bagiku!” tegas Soo-ji

“Ayolah, ikut denganku saja..”

“Kubilang lepaskan!!!” jerit Soo-ji


Se-joo mendengarnya, dan tanpa berpikir panjang.. dia lansgung menghajar pria itu hingga terkapar dihadapan semua orang..


Beberapa saat kemudian, wajah Se-joo terlihat babak belur dan Soo-ji membantu mengoleskan salep untuknya,


“Kenapa kamu terlibat dalam insiden barusan? Aku tahu, kamu sangat benci kekerasan”

“Lalu aku harus menonton saja? Ini kesempatanku untuk dihajar. Berapa kali aku harus ke dokter? Aku berharap dia memukulku sampai gerahamku tanggal”

“Dasar bodoh. Maksudku, kamu sudah dipukuli di rumah. Aku sedih kamu juga dipukuli di hadapan umum. Sakit, ya?”


“Bisa tolong pukul aku di bagian yang terlihat? Lihat rusukku. Semua baik-baik saja. Apa yang harus kulakukan? Aku begitu kekar. Aku bahkan tidak kesakitan..”

“Pokoknya setelah ini langsung pulang, mengerti?”

“Baiklah...”


Karena hari sudah sangat larut, Se-joo mengantar Soo-ji hingga naik taksi, “Pakai itu di pergelangan tanganmu” ucapnya smabil memberikan bat

“Untukmu saja. Aku tidak apa-apa..”

“Pakailah, karena aku tahu... tanganmu akan terasa sakit besok pagi”

“Baiklah, pokoknya kamu langsung pulang kerumah! Dan jangan sampai dipukuli lagi..”

“Iya, aku mengerti....”


Pulang kerumahnya, Kyung-joo lansgung memakan ramen buatan Tae-hee, sembari menggerutu.. mencurahkan perasaan kesalnya terhadap Se-joo: “Bisa-bisanya dia tidak memerhatikan ini? Tapi di klub yang gelap itu, dia memerhatikan gadis berdada montok yang berkulit gelap. Pria memang makhluk visual. Kalau peduli, mereka akan memperhatikan banyak hal. Aku bertaruh, sekarang dia sedang tertawa bersama para wanita di kelab itu...”

“Tidak. Dia sedang makan ramen..” komen Tae-hee yg masih mengira, kalau pria yg disukai oleh Kyung-hoo adalah Shi-hyun


“Apa? Kamu mengigau, ya? Memangnya, Kamu menemuinya hari ini? Bagaimana kamu tahu Lee Se Joo minum-minum atau makan mi instan?”

“Lee Se Joo? Bukan Kwon Si Hyun? Orang yang kamu sukai...”


“Sudah kukatakan aku menyukai pria paling tampan di sana. Kamu pikir Si Hyun yang paling tampan di sana?”

“Lantas, apa yang akan kamu lakukan dengan Se Joo?”


“Apa yang bisa kulakukan? Kurasa dia tidak suka gaya rambut ini. Omong-omong, kalau aku menyukai Si Hyun, kenapa kamu mencemaskannya? Jika kamu menyukainya, yaa silahkan saja..”

“Tapi, waktu itu dia membuatmu menangis..”

“Itu karena--- Ah,, Pokoknya jangan jadikan aku alasan. Bagaimana dengan perasaanmu? Aku belum pernah melihatmu tertarik kepada seseorang..”


Dsetelah mendengar penjelasan dari Kyung-joo, diam-diam Tae-hee tersneyum, sembari mengingat kejadian sebelumnya.. ketika Shi-hyun menyakan perasaannya~


Se-joo tak pulang ke rumah, dia malah menuju sebuah Rumah sakit dan memasuki salah satu ruang rawat. Disana, ada seorang wanita yg terbaring koma, yg ternyata adalah ibunya.


Se-joo duduk disampingnya, membelai wajahnya sambil berkata: “Ibu pasti sudah lupa wajah anak bungsu Ibu. Maafkan aku. Belakangan ini aku sibuk. Maksudku, anak Ibu terlalu populer. Aku akan tidur di sisi Ibu malam ini. Ibu.... Tadi aku memukul orang. Apa aku seperti Ayah? Aku sungguh membencinya. Aku bahkan tidak menyelimuti Ibu. Anak Ibu berbuat salah, ya?”


Kemudian, dengan mata yg berkaca-kaca dan suara yg bergetar.. Se-joo bertanya: “Bisakah Ibu bangun dan memarahiku?”
Advertisement

3 comments

kaka jangan lama2 dong lanjutan 7-8 great seducer nya.peminat nya bnyk.semangat

kaka mau tanya dong knpa skrng semua sinop telat lanjutanya yaa ? biasanya 3 hri setelah tyng udh ada,skrng lbh dri 7 hri bru ada lanjutannya.knpa ya kak ? tdk secepat dulu

@lanika karena writer-nya lagi sibuk, tapi diusahain buat diposting secepatnya kok. Mohon dimaklum aja yaa :)))


EmoticonEmoticon