3/24/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 Part 2

Di pagi hari Soo-ji tengah merapikan intrumen musik selo miliknya. Tapi tiba-tiba, ibunya masuk dan berkata: “Kamu mau studi di luar negeri? Ibu akan mengizinkanmu jika kamu mau. Keadaan akan lebih tenang setelah kamu pulang..”

“Ibu akan mendapatkan semua keinginan Ibu, tapi aku kehilangan segalanya. Itu yang Ibu maksud tenang, bukan?”

“Kamu tidak akan kehilangan segalanya. Tidakkah kamu tahu? Ibu berusaha melindungi semua milikmu”


“Se Joo terluka karena aku. Beri tahu sekretaris mereka untuk membawanya ke rumah sakit. Sepertinya Hye Jeong butuh guru matematika. Ibu harus memberikannya nomor telepon guru lesku”

“Apa yang kamu lakukan?”

“Membuat kesepakatan dengan Ibu!”

“Bukan itu... Sebenarnya, apa yang sedang kamu rencanakan?”


“Sosialisasi, membangun pertemanan, berteman, semacam itulah. Orang cuma ke rumah kita saat kita membuat pesta. Teman-temanku hanya akan datang saat kuberikan hadiah. Seperti itulah selama ini”

“Ibu akan membuktikan kamu bisa memiliki semua yang kamu inginkan tanpa melakukan itu jika mempunyai kekuasaan”


Beberapa saat, Soo-ji menunggu di depan kediaman Shi-hyun.. dan tak lama kemudian, Shi-hyun muncul: “Ini hari yang dingin. Kenapa tidak masuk?” tanyanya

“Kamu memperlakukanku seperti saudaramu” ujar Soo-ji


“Perlihatkan tanganmu. Kamu baik-baik saja? Tidak sakit?” tanya Shi-hyun

“Ini yang disebut normal. Menanyakan keadaanku, bukan apa yang terjadi..” ujar Soo-ji


Mereka makan ramen di mini market. Soo-ji bercerita tentang hal yg baru saja dikatakan ibunya,

“Dia memintaku studi di luar negeri. Katanya keadaan akan tenang setelah aku pulang. Menurutmu, ibuku dan ayahmu sungguh saling menyukai?”

“Kalau itu benar, mungkin kita bisa menjadi saudara dan sahabat”


“Bukankah bagus jika kamu punya adik paling cantik di dunia?”

“Kenapa? Kamu sudah tidak mau jadi istri paling cantik di semesta?”


“Astaga.. kamu mengatakan itu seolah-olah tidak berarti...”

“Tadi kamu terlihat sangat sedih. Jangan merasa bersalah kepadaku karena ibumu. Pastikan kamu tidak membuat ayahmu marah. Aku akan berusaha keras untuk menghentikan ibuku.”

“Baiklah, aku mengerti”


Di panti jompo, para nenek banyak yg bertanya tentang Shi-hyun yg mereka anggap sebagai pacarnya Tae-hee,

“Si tukang kubis itu tidak menemanimu hari ini?”

“Tukang kubis?”

“Pacarmu...”

“Nek, dia bukan pacarku..”

“Kalian bertengkar? Sambungkan dia di telepon. Eh tapi, jangan menelponnya duluan.. Omong-omong, Apa kamu menyusahkannya karena dia tidak kuliah? Kulitnya lembut dan seputih susu, dia juga sangat tampan..”


Mengintip keluar jendela, Tae-hee meihat nenek ‘Fryscia’ tengah terduduk sembari terus menyentuh piring yg digambar Shi-hyun sebelumnya..


Soo-ji tiba di hotel tempat ibunya akan dinner dengan ayahnya Shi-hyun. Tapi tak sengaja, dia melihat ayahnya Shi-hyun yg berjalan ke arah yg berlawanan dengan restoran tempat mereka harusnya berada.


Masuk kedalam restoran tersebut, Soo-ji tak mengatakan apa pun. Dia lansgung duduk disamping ibunya, yg mengira kalau Tuan Kwon mungkin terlambat karena ada kesibukkan lain.


“Pameranmu sudah hampir selesai. Bunga-bunga ini mulai layu. Dan putrimu tidak pernah datang” ucap Geum-sol

“Dia tidak perlu datang. Aku hanya bersyukur dia ada..”

“Kamu bersyukur untuk apa? Dia hanya menyakitimu saat datang..”


“Setidaknya dia bisa menyalurkan amarahnya. Dia harus menangis, tertawa, dan berteriak. Aku senang dia mulai melakukannya. Suatu pengalaman traumatis bukanlah sesuatu yang penting. Suatu hari, itu terjadi begitu saja. Kamu terpaku pada suatu luka. Kamu tidak bisa maju atau mundur. Kamu terjebak, dan tidak tahu harus bagaimana. Itulah yang terjadi kepadanya saat aku menceraikan ayahnya dan dia kembali ke Korea sendirian. Juga saat kecelakaan mobil itu terjadi karena aku”

“Bukan karena kamu. Itu hanya kecelakaan”


“Ketika Tae Hee datang dan bicara kasar kepadaku, aku justru bersyukur”

“Berhentilah memikirkan perasaan putrimu. Kamu juga harus membenahi hatimu...”


Geum-sol pamit pulang, dan tak lama kemudian datanglah Tuan Kwon. Melihatnya membuat Bu Sol agak terkejut dab lansgung bertanya: “Kenapa kamu datang? Dan bunga ini,.. kamu yang mengirimnya?”

“Aku mau datang. Dan, Aku yang mengirimkannya”

“Minumlah teh sebelum pergi”


Dokter Myung mencoba untuk menghubungi Tuan Kwon, tapi tak ada respon. Soo-ji tak mengatakan apa pun, tapi wajahnya terlihat sangat kesal.. maka dia berdiri, dan izin untuk pergi keluar sebentar..


Berpindah ke panti jompo.. ketika Tae-hee tengah beres-beres, tiba-tiba Shi-hyun datang...


Tae-hee berusaha menghindar, dia menyibukkan diri dengan membersihkan jendel.. tapi Shi-hyun menghampirinya kemudian meraih tangannya..


“Kenapa kamu datang hari ini?” tanya Tae-hee

“Aku datang karena ingin tahu perasaanmu..” jawab Shi-hyun


“Aku tidak tahu kamu pria seperti apa”

“Kamu tidak ingin mengetahuinya?”

“Aku mau, tapi aku takut..”

“Aku juga. Aku takut..”

“Kenapa takut?”

“Siapa tahu, kelak aku malah memperlakukanmu dengan buruk. Maafkan aku.”


Kembali ke hotel, disana Tuan Kwon duduk di sebelah Bu Seol.. tapi tiba-tiba, dia memeluknya sambil berkata: “Young Won aaa... Aku merindukanmu...”


Dan pada waktu yg bersamaan, Soo-ji tiba disana dan dia melihat momen itu~
Advertisement

5 comments

Keren. Cepet bgt langsung bag.3 sekaligus
Semangat terus y

Sukak bgt.. Smangat terus kak

Sukak bgt.. Smangat terus kak

Iya, semangat kok. Makasih juga, karena setia nungguin kelanjutannya :) @Niken @Rani

Makasih yach sinppsis ya,😊😊


EmoticonEmoticon