3/24/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 6 Part 3

TAE-HEE: “Bagaimana caranya kamu bisa memperlakukanku dengan buruk?”

SHI-HYUN: “Dengan berbohong”

TAE-HEE: “Apa?”

SHI-HYUN: “Maksudku, menipu orang. Banyak yg berpura-pura baik dan menyukaimu. Dunia ini dipenuhi orang-orang seperti itu, waspadalah”


TAE-HEE: “Tapi bukankah menipu diri sendiri adalah yang paling buruk? Pura-pura tidak terluka atau kesepian dan bahwa semua baik-baik saja. Seorang kenalanku selalu begitu. Dan kepura-puraan itu membuat hatinya kecewa..”


SHI-HYUN: “Kalau begitu, katakanlah. Jangan abaikan perasaanmu. Kamu belum memberiku jawaban tentang perasaanmu kepadaku. Aku tunggu jawabanmu”


Tak sengaja, Shi-hyun melihat piring yg tengah dirapikan Ta-hee, “Inikah yang kugambar? Astaga, hasil akhirnya tampak sangat berbeda..” komennya

“Aku membakarnya setelah melapisinya. Cantik, bukan?” tanya Tae-hee

“Tidak secantik kamu” jawab Shi-hyun, yg lanjut bertanya: “Dari mana kamu belajar membakar tembikar? Ini sangat menarik”


“Aku belajar dari banyak sumber. Berikan ini kepada nenek itu. Dia pasti akan suka”

“Kalau begitu, aku harus membungkusnya. Untuk membuatnya secantik kamu..”

“Setelah kupikir-pikir, biar aku saja yang membungkusnya.”

“Kenapa? Aku mau membungkusnya untuk nenek itu”

“Tidak, menurutku lebih baik aku yang melakukannya”


Mereka berebut pring itu, hingga membuat posisinya sangat berdekatan, bahkan terlihat seprti berpelukan. Bersamaan dengan itu, petuga pantii datang dan lansgung berkomentar bahwa mereka terihat seperti sepasang kesakaih.

Karena sekarang sudah larut, mereka disuruh pulang. Tapi beberapa nenek, menggodanya dengan menyuruh mereka untuk bersenang-senang saja dulu..


Tae-hee salah tingkah, dia berlari menghindari Shi-hyun yg terus mengejarnya,

“Tapi kenapa kita berlari? Kenapa?” tanya Shi-hyun

“Aku punya pekerjaan sambilan. Aku bisa terlambat” jawab Tae-hee


“Pukul berapa selesainya? Nenek-nenek itu menyuruh kita pulang selarut mungkin”

“Aku selesai larut malam”

“Kalau begitu, aku akan menunggu dan mengantarmu pulang. Malam hari berbahaya”

“Menurutku kamu lebih berbahaya”


“Kenapa pipimu merah sekali? Apa kamu terserang flu? Hei, kamu demam. Syalmu juga terbuka. Berikan nomor telepon bosmu. Ayo minta izin sakit, lalu ke rumah sakit bersama-sama. Perlu kugendong?” tanyya Shi-hyun

“Ini karena aku kepanasan. Aku mudah kepanasan. Aku pergi sekarang...” papar Tae-hee yg berjalan pergi dengan sangat kikuk


“Suh.. kenapa, barusan pipiku memerah..” gumamnya pelan


Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya Tuan Kwon datang juga. Mereka mulai cara makan malamnya, sambil sibuk membahas bisnisnya berdua.. dan itu membuat Soo-ji, serasa menjadi orang asing yg tak dihiraukan keberadaannya.


“Kenapa aku diundang makan malam? Aku bingung ini rapat atau kencan” 

“Jangan menyela pembicaraan orang dewasa”

“Maaf. Ini makan malam keluarga, tapi kami malah membahas bisnis..”


“Perlukah kukatakan sesuatu yang akan berguna di makan malam keluarga?”

“Tentu. Apa itu?”

“Walau kalian menikah, jangan menjual rumah Paman yang sekarang. Aku dan Ibu tidak berhak ikut campur. Namun bagi Si Hyun, rumah itu adalah eksistensi dari ibunya. Itu rumah yang ditinggalinya bersama ibunya yang sakit. Dia selalu tinggal di sana untuk memastikan ibunya nyaman setelah pulang dari rumah sakit”

“Aku yakin dia sudah dewasa, dan sudah saatnya dia menerima ini”

“Bagaimana bisa terima? Dia tidak mengucapkan perpisahan. Saat ibunya meninggal, Paman tidak mengizinkan Si Hyun menghadiri pemakamannya”

[.. FLASHBACK ..]


Di hari pemakaman ibunya, Shi-hyun dilarang datang ke rumah duka. Dia ditinggalkan begitu saja, di rumah yg kini hanya ditempati oleh ayahnya


Ketika Soo-ji dan Se-joo mengampirinya, Shi-hyun terlihat sangat lesu. Seakan lupa bahwa ibunya telah tiada, dia berteriak: “Ibu, teman-temanku datang. Ibu.... Kenapa dia tidak menjawab?”

“Lihat kami.. ibumu sudah tiada..” tegas Soo-ji

“Kamu boleh menangis. Kami ada bersamamu..” ujar Se-joo


[.. FLASHBACK END ..]


“Aku mengerti perasaan Si Hyun. Jika Paman ingin merenggut yang tersisa darinya, setidaknya beri dia waktu untuk mengenang ibunya...”

“Baiklah. Aku akan mempertimbangkan untuk pindah ke rumah baru”

“Kukira ini pertemuan keluarga, tapi kalian tidak penasaran kenapa Si Hyun tidak datang. Tolong pastikan Paman melakukan permintaanku. Aku tidak akan tanya alasan Paman terlambat datang kemari padahal sudah sedari tadi ada di hotel in!!!”


Tae-hee terkena virus kasmaran, dan Kyung-joo sadar akan hal itu. dia mebenak, bahwa pria yg berhasil meluluhkan hati seroang Eun Tae-hee, pastilah Kwon Shi-hyun.

“Menurutmu dia tahu bahwa jantungku berdegup sangat kencang sampai mau copot?” tanya Tae-hee dengan polosnya

“Kamu harus mengendalikan diri. Jika jantungmu copot karena hal-hal sepele, kamu akan cepat sial dalam berpacaran” tutur Kyung-joo

“Aku tidak akan berkenan dengannya. Aku hanya agak goyah.....” ujar Tae-hee


“DAEBAKKK!!!! Akhirnya Tae Hee menyukai seorang pria..”

“Tidak seperti itu...”

“Tapi.. Ini menunjukkan bahwa kamu menyukainya. Kamu terus memikirkannya”


Soo-ji terlihat sangat bete.. Se-joo mencoba untuk menghiburnya tapi tak berhasil,. Hingga datanglah Shi-hyun, dengan membawakan sebuket mawar mereah untuknya, sambil bertanya: “Bagaimana tadi?”

“Ayahmu terlambat. Hampir satu jam”

“Dia selalu begitu...”

“Dia tidak mencarimu. Kukira dia akan bertanya kepadaku. Kamu benar-benar dibuang? Dia tidak akan mengakuimu?”


Penasaran akan maksud dari sikap Shi-hyun yg sesungguhnya, Kyung-joo bertanya pada Soo-ji via sms. Tae-hee sempat melarangnya, karena merasa ‘canggung’.. namun, Kyung-joo tetap nekat untuk bertanya,


KYUNG-JOO: ‘Kamu sudah bicara dengan Si Hyun tentang Tae Hee? Sepertinya mereka sering bertemu. Apa katanya?’

SOO-JI: ‘Aku sedang bersamanya. Akan kutanyakan’

KYUNG-JOO: ‘Jadi, apa dia menyukai Tae Hee? Dia bilang Tae Hee cantik?’


Soo-ji berbohong, dai tak bertanya pada Shi-hyun tapi langsung memberikan balasan, ‘Katanya aku lebih cantik’

KYUNG-JOO: ‘Hei, berhentilah bercanda’

SOO-JI: ‘Entahlah. Kami sibuk berpesta. Akan kutanyakan nanti..’


Namun, beberapa saat kemudian.. Soo-ji mengirim sms lagi, yg berisi: ‘sepertinya Shi-hyun tak benar-benar serius padanya..’


Setelah membaca pesan itu, Kyungjoo berniat menyembunyikannya dari Tae-hee.. tapi pada akhirnya, Tae-hee berhasil membacanya juga.


TAE-HEE: “Aku sudah membuang waktu karena sempat tertarik kepadanya”

KYUNG-JOO: “Kamu kecewa?”

TAE-HEE: “Sedikit. Aku sudah tinggal di sini sejak pindah ke Seoul. Tentu aku kecewa”

KYUNG-JOO: “Jangan mengalihkan pembicaraan”

TAE-HEE: “Terserah. Tidurlah”
Advertisement

6 comments

D tunggu ya kelanjutan y ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Di tunggu kelnjutnya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Ditunggu..semangat kak

Ditunggu..semangat kak

Semangat terus y. Sinopsis nya keren

di tunggu ya kak����


EmoticonEmoticon