3/25/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 Part 1

Soo-ji sibuk bermain dengan Se-joo, padahal ponselnya terus berdering. Maka Shi-hyun berinisitaif untuk mengangkatnya, karena itu telpon dari ibunya So-ji


“Apa kalian sedang bersama?”

“Ya, Se Joo juga di sini”

“Ini sudah malam. Apa kegiatan kalian penting?”

“Tidak, maafkan aku. Kami akan segera pulang”

“Tak perlu mita maaf. Si Hyun. Pasti kamu kecewa karena kita mungkin akan pindah rumah”

“Tidak, itu terserah kalian”

“Kami baru sadar sudah membuat kesalahan setelah Soo Ji mengungkit perasaanmu. Kami belum memutuskan, jadi, jangan khawatir. Ya? Kamu harus pulang. Ayahmu akan cemas”


Telponnya ditutup, Shi-hyun lansgung mengajak Soo-ji untuk pulang, “Ayo pulang. Ibumu cemas”

“Kenapa kamu menjawab teleponnya?” keluh Soo-ji yg kemudian melanjutkan permainan kejar-kejarannya dengan Se-joo.


Tapi tak sengaja, Soo-ji menduduki bingkisan milik Shi-hyun yg berisisi sebuah piring yg tentunya lansgung pecah.

“Kamu memecahkannya!” keluh Shi-hyun


“Maaf. Akan kubelikan yang baru. Di mana kamu membelinya?”

“Kenapa kamu tidak bisa lebih hati-hati?!”

“Hal seperti ini biasa terjadi. Kamu marah kepadaku hanya karena piring?”

“Aku tidak membelinya. Ini buatan tangan!”


“Apa ini? Untuk siapa kamu membuatnya?”

“Bukan begitu maksudku....”

“Ini pertama kalinya, kamu marah kepadaku!”


Soo-ji bergegas pergi, dalam kondisi tangan yg terluka karena  tergores pecahan piring. Se-joo menegjarnya, tapi sengaja dia bersembunyi di balik tiang.. dia hanya diam, dengan kondisi mata yg berkaca-kaca, menahan tangisnya.


Dokter Myung, membaca domuken identitas Tae-hee.  Tatapannya berubah tajam, ketika dia membaca nama ‘Seol Young-won’ yang tak lain adalah ibunya Tae-hee..


Di tempat pamerannya, Bu Seol sendiri.. tengah diwawancarai oleh media. Seorang reporter bertanya: “Kenapa Anda tertarik dengan tembikar?”

“Aku tidak ingat. Sama seperti kita tidak bisa mengingat dengan persis apa yang kita sukai dari pasangan. Kita langsung jatuh cinta. Ibarat cinta. Tembikar sangat dingin saat disentuh, bukan? Bisa dikatakan ini sudah dingin. Tapi awalnya ini sangat panas. Aku pun sangat berhati-hati saat membuatnya. Tembikar menjadi solid saat melalui proses ini. Dia bisa bertahan selamanya asal tidak dipecahkan. Aku agak gugup mengadakan pameran setelah sekian lama, tapi pemikiran seperti inilah yang membantuku melalui semua ini...” paparnya


Bersamaan dengan itu, dokter Myung datang ke tempat pameran. Dia tak mengatakan apapun.. dia hany aberjalan melihat-lihat guci yg dipajang.

Bu Sol menghampirinya dan menyapanya dengan ramah, namun dokter Myung bersikap sangat dingin padanya~


Soo-ji menemani Hye-jung jalan-jalan. Bisa dibilang, agak merepotkan, karena Hye-jjung minta dibelikan cemilan, tiap dua jam sekali. Apalagi, Nyonya Park sangat sering sekali menelponnya,


“Kamu di mana sekarang? Katamu kalian mau pergi ke sebuah pameran, tapi kurasa kalian salah lokasi”

“Kami hanya sebentar di sini untuk membeli camilan”

“Benarkah? Aku cemas karena kalian di lingkungan aneh. Hye Jeong sangat lemah dan mudah terserang flu. Dia harus banyak belajar, jadi, jangan membuang waktunya”


Ternyata, Nyonya Park telha menanamkan aplikasi khusus di ponsel Hye-jung, hingga dia bisa melacak dimana pun keberadaannya,


“Hei, apa jangan-jangan di kamarmu ada kamera pengawas?”

“Sebelumnya ada, tapi kakakku terus mengintip, jadi, Ibu mencopotnya saat usiaku 15 tahun”


“Jangan khawatir. Aku akan mengajakmu bersenang-senang”

“Soo Ji, terima kasih banyak...”


Shi-hyun frustasi, karena siang-malam dia mencoba untuk memperbaiki piring yg pecah.. namun dia tak berhasil~


Meskipun demikian, dia nekat pergi ke panti.. demi bertemu dengan Tae-hee yg pdahal, masih terus menunjukkan sikap ketus kepadanya.


Hari ini, para nenek mendapatkan piring yg telah digambar oleh masing-masing. Semuanya sangat bahagia..


Tapi ketika gilirannya nenek Frishcya, Shi-hyun mengajak Tae-hee berbicara dan meceritakan apa yg sebenarnya terjadi pada piring itu. Tentunya Tae-hee marah.. tapi sekarang, dia mesti memikirkan cara untuk menjelaskan hal ini pada nenek.


Ketika Tae-hee kebingungan, Shi-hyun maju.. dia menghampiri nenek, lalu bertanya: “Bagaimana jika kugendong?”


Melupakan tentang piringnya, dengan girang.. nenek semangat untuk digendong oleh si-hyun~~
Advertisement


EmoticonEmoticon