3/25/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 7 Part 2

SHI-HYUN: “Maaf. Aku tidak sengaja menjatuhkannya”

TAE-HEE: “Tidak apa-apa...”

SHI-HYUN: “Kamu mau buat yang baru? Ide yang bagus. Fokuslah membuatnya. Biar aku yg akan membersihkan ruangan..”


TAE-HEE: “Berhentilah bermain-main. Jika tempat ini memang berarti, kenapa kamu melakukan itu? Seharusnya kamu meneleponku, tapi tidak kamu lakukan. Jika itu bukan bermain-main, lantas apa namanya?”

SHI-HYUN: “Maaf aku tidak meneleponmu sebelumnya. Tapi tidak bisakah kamu mendengar ceritaku dahulu?”

TAE-HEE: “Lupakan saja. Aku bodoh sudah mempercayakan piring itu kepadamu. Orang-orang di sini tidak pernah mencari relawan untuk kembali lagi. Mereka tidak mau membuat para pengunjung merasa ditekan. Kamu tidak tahu betapa mereka menginginkan teman. Jadi, hentikan perbuatanmu ini. Aku tidak mau mereka terluka karena kebodohanmu”


SHI-HYUN: “Aku mengerti. Tapi barusan, Kamu membicarakan dirimu atau mereka?”


Tanpa menunggu jawaban dari Tae-hee, Shi-hyun langsung pamit dan berjalan pergi. Di depan pintu, sejenak dia sempat diam.. dan memerhatikan Tae-hee~


Se-joo sednag asyik menonton melodarama yg berhasil membuatnya menangis terharu..


Namun tiba-tiba, masuh Nyonya Oh yg dengan angkuhnya berakta: “Ini adalah peringatan bahwa kamu harus ikut sarapan dalam dua hari. Demi kedamaian dan kebahagiaan keluarga kita”

“Itu tidak benar. Itu demi kedamaian dan kebahagiaan Ibu..” ujar Se-joo

“Berhati-hatilah saat turun dengan tali itu. Jika kamu cedera, ayahmu akan sangat sedih..” sindirinya

“Astaga. Ibu mencemaskan terlalu banyak hal. Aku tahu persis bahwa seseorang bisa mengusirku ke jalanan tanpa uang sesen pun. Aku akan ekstra hati-hati..” tegas Se-joo


Di apartemennya, Shi-hyun  berniat untuk memasak ramen. Tapi dia kesal, karena hal itu mengingatkannya pada Tae-hee..


Kemudian ketika membuka kulkas, dia melihat  dua wadah kimchi, yg lgi-lagi.. mengingatkannya pada sosok Tae-hee.


Dia ingin, menghapus sketsa wajah Tae-hee yg digambarnya. Namun tanpa alasan yg jelas, dia merasa dia tak bsia melakukannya..


Beberapa saat kemudian, Se-joo datang berkunjung, ketika Shi-hyun tengan makan ramen.


“Aku tidak pernah menyangka kamu menjalani kehidupan bujangan.  Zaman sekarang semua makanan bisa diantar. Kamu pikir bisa sehat selamanya? Pola makan seperti ini akan merusak DNA-mu. Kemudian yang akan mendapatkan efek langsung adalah vitalitasmu!” tutur Se-joo

“Berhentilah minum-minum. Kenapa bicara vitalitas pagi-pagi begini?” tanya Shi-hyun

“Aku sangat bersyukur punya teman yang menganggap ini pagi. Ambil paspormu. Ramen terbaik ada di Osaka” ujarnya, yg kemudian tersenyum menyeringai dan menceritakan bahwa dirinya punya informasi eksklusif tentang Tae-hee


Ternyata, beberapa hari sebelumnya.. Se-joo sengaja mendekati wanita yg pekerja sebagai pembantu di rumahnya Kyung-joo. dengan menggunakan bahasa mandarin, mereka berbincang..

Wanita itu bertanya: “Kenapa aku harus membantumu? Apa imbalanku?”


“Uang? Atau pekerjaan yang sesuai untuk orang secantik kamu? Itu jauh lebih baik daripada pekerjaanmu sekarang. Atau... Aku?” jawab Se-joo yg kemudian mencium tangan wanita itu, hingga membuatnya tersipu malu


Dalam proses pengintaiannya, wanita itu.. mendapati fakta, bahwasanya Nyonya Park adalah orang yg menceritakan segala tingkah buruk Shi-hyun kepada Tae-hee.


“Niat jahatnya tidak terbayangkan olehmu. Hobinya adalah merayu wanita untuk meniduri mereka. Asal tahu saja. Belum lama ini dia menjalin hubungan dengan ibu teman sekolahnya di sebuah kelab. Karena ibu itu mantan model, dia terlihat lebih muda dari usianya. Itu dia jadikan alasan untuk bilang tidak tahu dia seorang ibu, tapi mereka berdua bercumbu di depan teman-teman mereka di kelab itu. Aku memberitahumu karena mencemaskan kalian. Kamu harus hati-hati. Pastikan kamu memberi tahu ini kepada Kyung Joo, ya?” ungkap Nyonya Park
Tae-hee tak berkomentar apa pun, tetapi dia mendengarkan seluruh penjelasan Nyonya pArk dengan saksama.


Kembai ke realita,.. setelah mendengar semuanya, Shi-hyun terduduk lesu dan mengeluh: “Jadi, dia menolakku bukan karena perkataan sahabatnya, tapi karena perkataan ibu itu?”


“Benar sekali. Karena itu, cobalah hidup dengan benar”

“Kamu yakin itu Tae Hee? Apa lagi yang mereka bicarakan?”

“Sesuatu tentang piring...”

“Astaga.. benar itu memang dia~”


“Kamu mengganti kodemu menjadi nomornya, bukan? Bagaimana sekarang? Apa dia tidak tersentuh?”

“Enyahlah dari sini!”

“Baiklah. Perlahan juga bisa mengasyikkan. Melihat penampilanmu lebih baik, pasti kamu senang bersamanya”

“Apa maksudmu perlahan? Apa maksudmu aku terlihat lebih baik?”

“Saat kamu ke hotel setelah diusir ayahmu, kamu terlihat seperti zombi. Tapi belakangan ini kamu berpakaian dengan rapi dan keluar rumah. Kamu terlihat seperti pria baik-baik”

“Walau itu benar, semua ini tidak nyata...”


“Hei, kimchi ini enak!”

“Jangan makan kimchiku. Pergi dari sini!”


Di panti, Tae-hee sedang asyik merapikan rambut nenek,

“Belakangan ini kamu sering datang”

“Karena aku tidak bisa sering datang lagi setelah semesterku dimulai..”

“Itulah maksudku. Pergilah berkencan atau jalan-jalan selagi ada waktu”


Tiba-tiba, dua orang nenek datang.. dan menunjukkan sebuah foto pada Tae-hee, “Ini. Lihat ini. Bukankah ini pacarmu, Tae Hee?” ucap seorang petugas panti, sambil menunjukkan sebuah foto, “Aku mengirimkan foto ini ke guru lama kami dan menanyakannya. Dia ingat. Katanya nama anak ini Si Hyun. Bukankah itu namanya?”


Sembari menunjuk wanita yg duduk disamping Shi-hyun dalam foto itu, mereka berkata: “Dia adalah istri dari wakil presdir yayasan ini, tapi dia meninggal dua tahun lalu”

“Aku sangat sedih dia kehilangan ibunya. Pasti itu membuat hatinya hancur. Mari kita tunjukkan foto ini saat dia datang lagi. Apa dia akan ingat?”

“Tidak, kurasa dia tidak akan datang lagi..”


“Kamu salah. Kemarin dia datang dengan mantel hitamnya..” sanggah pastor


Sendirian, Tae-hee duduk di rung seni. Dia membuka bingkisan berisisi piring baru yg sempat ditinggalkan Shi-hyun, tanpa sepengetahuannya.
“Astaga, Kwon Si Hyun. Seperti apa dirimu sebenarnya?..” gumam Tae-hee
Advertisement

5 comments

Semangat terus ya. Semoga tetap diberikan kesehatan yg baik

Semangat terusss...

Semangattttt sukses terus bikin sinopnya..idola baru nih...woo do hwan

D tunggu kelanjutan nya, terimakasih.


EmoticonEmoticon