3/26/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 8 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 8 Part 1

Di sebuah bar, dokter Myung telah mabuk berat. Dia ditemani oleh seorang pria yg ternyata adalah sekretaris Tuan Kwon. Sepertinya, mereka saling-kenal..


“Sekretaris Yoon, kamu pikir aku cukup menyedihkan? Karena itulah kamu di sini, tidak bisa pulang. Jangan lihat aku seperti itu..” tutur dokter Myung


Dalam perjalanan, Shi--hyun dan Soo-ji tak mengatakan apa pun, bahkan tak mau menatap satu sama alin. Hingga, akhirnya Shi-hyun membuka pembicaraan dengan bertanya: “Kenapa kamu menutupinya dari Se Joo?”


“Menutupi apa?”

“Taruhan kita. Dia pikir yang kalah akan mogok makan”

“Apa pedulimu? Kamu ingin berhenti!”

“Dia bisa marah jika tahu. Dia hadir saat kita membahas pernikahan sebelum orang tua kita...”

“Itu yang kamu pedulikan sekarang?”


Tiba-tiba, Soo-ji minta mobilnya dihentikan dan dia langsung turun, kemudian menyebrangi jalanan yg tengah ramai..


Shi-hyun mengejarnya, “Choi Soo Ji. Ada apa denganmu? Bagaimana jika kamu terluka?!” bentaknya

“Kamu cemas Se Joo akan terluka. Bagaimana denganku? Kamu tidak peduli kepadaku?”

“Kenapa aku tidak memberitahunya? Aku malu, itu alasannya! Aku sudah malu karena ibuku akan menikah. Apa lagi yang bisa kukatakan? Ibuku akan menikah demi uang, tapi aku menghargai diriku, jadi, aku membuat taruhan???”


“Kenapa kamu bilang begitu? Kenapa malu pada kami?”

“Memangnya, kamu mengerti bagaimana perasaanku? Kamu sama sekali tidak punya kekhawatiran. Kamu bisa hidup nyaman kemudian kembali ke rumah yang aku mohon ibuku pertahankan. Hanya aku yang harus menderita di antara mereka berdua. Karena itulah reaksiku seperti ini!”

“Kenapa kamu bicara seperti itu? Dengarkan aku!”

“Sekarang aku tidak peduli. Mereka menikah atau tidak, apa yang ibuku perbuat kepadamu bukanlah urusanku lagi. Jangan mencoba menghiburku atau pura-pura mengerti. Jangan lakukan apa pun!”


“Tidak bisakah kamu memercayai perasaanku? Eun Tae Hee, tidak ada hubungannya dengan kita...”

“Sekarang ada! Aku melihatnya di matamu!”

“Apa hubungannya dia dengan kita? Apa yang kamu lihat?”

“Tadi kamu mencemaskannya!“


“Kenapa aku harus mencemaskannya? Aku lupa soal hari kepindahan itu. Kamu pun tahu. Tadi aku gusar dan pergi karena kamu menyuruhku mengejarnya jika khawatir. Bisakah kamu mendengarkanku, Soo Ji?” ungkap Shi-hyun yg kemudian memeluk Soo-ji dengan erat


Sesaat kemudian, merekeka telah tiba di depan rumahnya Soo-ji. Sebelum berpisah, Shi-hyun berkata: “Aku tidak akan membuatmu sedih atau tertekan lagi. Ayahku akan memperlakukanmu dengan baik. Jika mereka bahagia bersama, itulah yang penting. Kamu tidak perlu cemas. Lakukanlah yang kamu mau...”

“Bagaimana denganmu? Kenapa kamu bicara seolah-olah tidak akan ada di sana?”

“Aku harus ikut wajib militer. Datanglah mengunjungiku. Hanya itulah cara agar aku bisa berada di sisimu setelah kembali. Soo-ji, Kamu harus berpikir lebih sederhana. Kenapa kamu mencemaskan banyak hal di kepala mungilmu?”


Turun dari mobil, Soo-ji langsung berkata: “Berhentilah melakukan hal seperti ini untukku. Jika mencoba bersikap seperti kakakku, akan kubunuh kamu!” candanya

“Siap... Aku tidak akan melakukannya lagi..” jawab Si-hyun sembari tertawa


Dokter Myung pulang dalam kondisi mabuk berat. Dia diantara oleh sekretaris Yoon..


“Kamu di sini sebagai pegawai Grup JK, atau sebagai teman ibuku?” tanya Soo-ji dengan sinis

“Jangan khawatir...” jawabnya singkat


Di pagi hari, alarm Shi-hyun berdering dengan bunyi: “Hari kepindahan Eun Tae Hee. Bangun!”

“Aku tahu. Masa bodoh. Dia bisa sendiri!” celoteh Shi-hyun


Tiba-tiba, Se-joo mengirim pesan: ‘Siapkan paspormu. Ayo ke Hong Kong!’

‘Apa maksudmu?’

‘Ayo makan dim sum. Hari ini akan turun salju..’


“Benar, Soo Ji makan dim sum setiap kali salju turun..” gumam Shi-hyun, yg memudian mengeluh, “Aishh! Kenapa mesti turun saju hari ini!”


Tae-hee bersiap untuk pindahan. Dia sangat repot, karena sopir truk angkut, tak mau membantunya mengangkat barang, keculai diberi tip tambahan. Alhasil, Tae-hee mesti mengangkat barang-barangnya hingga ke mobil, seorang diri.


Shi-hyun memerhatikannya dari kejauhan, dia tak ingin membantu.. tapi pada akhirnya, dia tak tega dan datang untuk memberikan bantuan.


Awalnya, Tae-hee enggan.. tapi sejujurnya, dia memang butuh bantuan, maka dia pun mebiarkannya untuk membantu..


Kemudian, setelah semua barang masuk.. dia mengajak Tae-hee untuk pergi ke asrama menggunakan mobilnya saja..


Setibanya disana, Tae-hee dibuat kaget.. karena ternyata, kamar yg seharusnya miliknya telah diisi oleh orang lain. 


Ketika menelpon pihak terkait, mereka bilang.. Tae-hee telah membatalkan pengajuan kamar asrama tersebut~~ [dahliia]
Advertisement


EmoticonEmoticon