3/26/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 8 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 8 Part 2

Tae-hee menangis, “Sekarang aku tidak punya tempat tujuan...” ucapnya

“Kenapa menangis? Kamu akan menemukan jalan keluar..” ujar Shi-hyun

“Aku sudah tidak punya rumah. Mana mungkin aku tidak menangis...” keluh Tae-hee


“Ayo pergi sekarang!” ajak Shi-hyun yg lansgung menggendong Tae-hee


Hari berubah gelap,.. dalam mobilnya, Shi-hyun hanya diam, karena Tae-hee tertidur sangat lelap..

Ketika bangun, Tae-hee lansgung bertanya: “Di mana kita?”

“Rumahku.. Tadi, kamu terlelap seperti bayi...” jawab Shi-hyun


Tiba-tiba, muncul polisi yg mengharuskan Shi-hyun untuk ikut bersama mereka ke kantornya. Entah alasannya apa, yg jelas Shi-hyun harus pergi..


Tapi sebelum itu, dia sempat berpesan pada Tae-hee: “Di luar dingin, masuklah kedalam. Mungkin ini bukan apa-apa. Mobil ini milik mendiang ibuku. Kode rumahku adalah nomor ponselmu”


Setelah mencoba memasukkan 4 digit terakhir nomor ponselnya, ternyata pintu masih belum terbuka. Maka Tae-hee bergegas menelpon Shi-hyun dan mengeluh: “Apa kamu bercanda? Aku sudah marah, nih...”

“Nomor ponselmu adalah kodenya”

“Ya, tapi 4112 salah!”

“Kamu bodoh, ya? Masukkan semua nomornya.”


Setelah mencobanya kembali, akhirnya pintu terbuk dan Tae-hee bisa masuk. Dia melihat seisi ruangan, foto-foto Shi-hyun, piring neenk yg pecah. Dan sketsa wajahnya..


Di kantor polisi, Shi-hyun berdebat dengan detektif yg ternyata, menangkapnya atas laporan dari Tuan Kwon, berkaitan dengan mobil yg dikendarai Shi-hyun,

“Itu mobil ibuku. Mana mungkin aku pencuri?!” ujar Shi-hyun


Tapi tak lama kemudian, Tae-hee datang.. masih dengan nafas yg terengah-engah, dia bertanya: “Si Hyun, kamu bilang ini mobil ibumu, bukan?”

“Benar...” jawab Shi-hyun


Tanpa ragu, kepada detektif.. Tae-hee memaparkan: “Nama yang terdaftar di registrasi mobil adalah pemiliknya. Jika pemiliknya meninggal, otomatis terjadi pewarisan. Jadi, ahli warisnya otomatis menjadi pemilik yang sah. Artinya mobil ini dalam kepemilikan bersama antara temanku dan ayahnya. Itu menjadikan temanku pemiliknya. Dan karena dia sudah lama mengemudikannya, si Pemilik bersama telah membuat persetujuan, meskipun itu secara tidak resmi. Jika dia diperbolehkan memakai ini, Anda tidak bisa memenjarakannya. Jadi, ini bukan pencurian, bukan?”

“Ya, kamu benar. Astaga, kamu harus pulang dan bicara dengan ayahmu. Pastikan kamu melaporkan warisanmu. Anggota keluarga tidak boleh saling melaporkan. Mobil ini juga bersih tanpa riwayat kecelakaan”


Mendengar bahwa mobil ini tak memiliki riwayat kecelakaan, sontak membuat Shi-hyun heran: “Apa? Tidak ada riwayat kecelakaan? Ibuku tewas karena kecelakaan dengan mobil ini..” ungkapnya

“Jika kecelakaan itu menyebabkan kematian, mungkin harus dilaporkan...” jawab si detektif


Namun tiba-tiba, sekretaris Yoon datang dan memperkenalkan diri, sebagai pengacara Shi-hyun yg akan menyelesaikan masalah ini~


Berjalan meninggalkan gedung, tiba-tiba Tae-hee melepaskan syal-nya dan dia pasangkan ke lehernya Shi-hyun. Dia tak mengatakan apa pun, tapi wajahnya menunjukkan kegembiraan..


Sebelum pulang, mereka pergi ke minimarket dan makan es-krim. Shi-hyun bertanya pada Tae-hee: “Kamu tidak pernah melihat seorang ayah melaporkan anaknya, ya? Keluargaku berantakan...”

“Keluargaku juga tidak terlalu baik. Pernahkah kamu melihat seorang ayah berhenti menjadi dosen hukum karena dia menyukai seseorang? Lebih parahnya lagi, cintanya bertepuk sebelah tangan dengan istrinya, yang juga adalah ibuku...”

“Orang yang hatinya kecewa karena menyembunyikan perasaannya adalah ayahmu?”

“Iyaa... Dan Ibuku masih mengira dia bekerja sebagai dosen, tapi dia barista sekarang. Bukankah itu luar biasa?”

“Iya, Itu luar biasa. Kudengar pacarnya mahasiswi fakultas hukum...”


Mendengar candaan Shi-hyun, emmbuat Tae-hee tersedak. Spontan, Shi-hyun menyentuh kening Tae-hee sambil bertanya: “Ada apa? Kamu baik-baik saja?”

“Ya. Aku hanya tersedak. Aku merasa agak dingin”


“Kukira kamu bilang kamu berdarah panas. Apa kamu demam? Hari ini terlalu dingin. Seharusnya kamu di rumah saja. Kamu datang karena mencemaskanku...”

“Tentu saja. Mana bisa pria yang tersenyum bodoh di mobil polisi bisa mengatasinya?”

“Benar juga...”


“Aku sudah melihat gambarmu untukku. Kamu baru saja ketahuan menyukaiku, ya?”

“Itu? Ya, itu hanya... Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu buru-buru menjawabnya...”


Tapi tiba-tiba, Tae-hee berkata: “Kurasa aku sudah menyukaimu...”

“Apa kamu tidak akan menyesal?”

“Apa? Menyesali apa?”


Tanpa mengatakan apa pun, Shi-hyun langsung mencium Tae-hee. Dalam benaknya, dia berkata: “Di dalam diriku sebuah rahasia mulai berkembang...”

[... EPILOG ...]


Dalam perjalanan menuju asrama, tiba-tiba salju turun.. dan kepada Shi-hyun, Tae-hee mengatakan bahwa hal ini, merupakan pertanda baik, 


Tae-hee menghembuskan nafasnya ke kaca mobil, kemudian menggambar sebuah kue beserta lilin diatasnya...


“Izinkan aku tinggal bersama orang yang kucintai. Semoga harapan itu terwujud...” ucapnya, sambil meniup kearah lilin yg digambarnya
Advertisement

1 komentar:

Suka sekali drama ini, d tunggu ya kelanjutan y 😊😊


EmoticonEmoticon