3/27/2018

SINOPSIS The Great Seducer Episode 9 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Great Seducer Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS The Great Seducer Episode 9 Part 2

Dalam perjalanan, Kyung-joo terus berbicara.. dari mulai memuji betapa kerennya Shi-hyun, hingga mengoceh tentang sikap Shi-hyun yg membuat Tae-hee kebingungan. Dia pun membahas tentang sikap baik Shi-hyun yg telah membantu Tae-hee pindahan, ketika salju pertama turun..


Soo-ji yg baru mengetahui hal tersebut, sepetinya langsung kesal.. karena Shi-hyun tak pernah menceritakan hal itu padanya~


Hye-jung tengah asyik berfoto di depan red carpet, sebuah acara fashion show. Tapi tiba-tiba.. lewatlah seorang pria, yg berhasil membuatnya terpesona, hingga tak mampu berkata apa pun..


Sesaat kemudian, mobil Shi-hyun sampai disana. Dia hanya mengantar mereka hingga depan gedung, karena selanjutnya dia harus menyimpan sello milik Soo-ji di markas mereka.

Sejenak, Soo-ji sempat menggerutu mengungkapkan kekesalannya atas sikap Shi-hyun, yg dirasa tidak jujur padanya, “Pasti wanita itu sudah merebut perhatianmu. Jika tidak, kenapa kamu bohong bahwa kamu ada di kantor polisi karena mobilmu?”

“Astaga.. sungguh aku tidak berniat untuk berbohong padamu..”


Dari kejauhan, Kyung-joo melihat interaksi mereka yg terkesan seperti kaka-adik.  Maka dia pun, sengaja memfoto mereka.. kemudian mempostingnya di Sosmed..


Setelah Shi-hyun pergi, Soo-ji mencoba untuk mengorek informasi dari Kyung-joo mengenai hubungan Tae-hee dengan Shi-hyun. Setelah mendengar semuanya, Soo-ji punya ide, untuk mengajak mereka menginap di vila.. katanya sih, untuk membuat mereka main dekat. Dia meminta bantuan Kyung-joo untuk membujuk Tae-hee dan sebagai gantinya, dia menjanjikan Se-joo akan ikut dalam acara ini..


Tiba-tiba, Hye-jung menghampiri mereka.. sambil menunjukkan ekpresi takjubnya,

“Kamu kenapa?”

“Barusan, aku bertemu dengan malaikat..”


Tae-hee melihat postingan Kyung-joo. Dia tak berkomentar apa pun, tapi wajahnya menunjukkan ekspresi ‘kesal’..


Kemudian, Tae-hee mengecek identitas pemilik bangunan, yg tenyata adalah Shi-hyun..


Shi-hyun yg baru pulang, sejenak terdiam di depan pintu sambil bertanya pada dirinya sendiri: “Duh, kenapa tiba-tiba aku merasa bersalah padanya?”


Tak lama kemudian, terdengar saura lift yg terbuka. Maka Shi-hyun buru-bur masuk kamar, tapi ketika Tae-hee lewat, dia membuka pintunya dan mengajaknya makan bareng,

“Tidak mau..” jawab Tae-hee dengan ketus

“Kamu janji mentraktir tangsuyuk...”

“Baiklah, akan kubelikan...”

“Sebenarnya aku sudah pesan...”

“Baiklah. Lagipula, kita memang perlu bicara...”


Tae-hee menyimpan tasnya, kemudian masuk ke kamar Shi-hyun. Disana, tukang makanan telah mengantar pesanannnya, dan Shi-hyun telah membayarnya..


Dengan intonasi bicara yg sangat sewot, Tae-hee memperjelas kontrak apartemennya dengan Shi-hyun. Dia hanya membuat kontrak yg sederhana, seperti biasanya.. karena niatanya pun, tinggal disini hanya untuk sementara, sampai urusannya dengan pihak asrama terselesaikan.


Shi-hyun tak ada kesempatan berbicara, dia hanya mengangguk.. menyetujui semua perkataan Tae-hee. Dia pun menuangkan saus ke wadah tangsuyuk, tapi Tae-hee langsung memarahinya.. karena dia ingin dagingnya dicocol, bukan dicampurkan dengan saos.

“Maaf.. ” ucap Shi-hyun yg selanjutnya, hendak menuagkan saos ke wadah jajangmyun, tetapi karena Tae-hee terus bersikap sewot padanya.. Shi-hyun jadi gugup, dan lupa untuk membuka plastik penutup makanannya,

“Sudahlah! Lupakan saja. Kembalikan perkakasku. Aku mau pulang!” tukas Tae-hee

“Ambil saja di laci, samping kasurku..” ucap Shi-hyun


Namun ketika membuka laci tersebut, Tae-hee lansgung dibuat kaget karena melihat begitu banyak ‘alat kontrasepsi’ yg tersimpan disana. dia yg awalnya terus mengomel, akhirnya terdiam seketika dan lansgung pamit pulang..


Shi-hyun mengecek isi lacinya dan dia pun ikutan kaget karenanya, “Dasar Se Joo gila, kenapa dia memberiku sebanyak ini?” gerutunya kesal


Se-joo mengatar Kyung-joo pulang. Sebelum turun, Kyung-joo sempat membahas, tentang acara menginap di villa serta memberikan sekotak hadiah berisii CD yg ingin dia tonton bersama Se-joo di malam hari, “Aku malu.. kamu bisa membukanya, setelah aku turun..” ucapnya


Mendengar perkataan itu, membuat Se-joo bergidik geli. Perlahan dia membukanya, dan ternyata. Itu kaset film tentang kisah cinta pertama, Asatag! Ini film yg sangat mengerikan! Duh, bagaimana caranya aku bisa membuat dia tak ikut dalam acara besok?“


Masuk kedalam rumah, Kyung-joo langsung ditawari masakan kerang, yg sengaja dibuatkan oleh ibunya. Nnamun Kyung-joo menolak, dengan alasan.. dia harus diet..


Se-joo mengajak Bing-bing (pembantu di rumah Kyung-joo) berbicara empat-mata di mobilnya, “Jika kamu membantuku sekali lagi, kamu bisa mendapatkan apa pun yang kamu inginkan”

“Tidak ada yang bisa memberikan yang kuinginkan. Karena dia sudah mati. Jika aku diberi kesempatan melihatnya menari sekali lagi, betapa hebatnya itu...”

“Aku tidak tahu siapa dia, tapi pasti dia sangat bahagia dicintai olehmu...”

“Dia Leslie Cheung-ku...”


Dan pada malam itu juga, Se-joo rela menari dihadapan Bing-bing, dengan hanya mengenakan kaos dalamnya saja..


Dan berkat usahanya itu, Bing-bing bersedia menuruti permintaan Se-joo, yg sepertinya sangat ingin membuat Kyun-joo sakit hingga dia tak bisa ikut acara besok. Bing-bing, sengaja menaikkan suhu kulkas, hingga memungkinkan kerang yg baru saja dimasak, jadi basi..


Kyung-joo membujuk Tae-hee untuk ikut menginap di vila bersama gengnya Shi-hyun. Awalnya Tae-hee menolak, tapi karena Kyung-joo terus memohon.. akhirnya dia setuju..


Soo-ji menginterogasi Shi-hyun, soal tempat tinggal baru Tae-hee. Namun Shi-hyun, enggan memberikan jawaban. Dan berkata seolah-olah, dia tak mengetahui apa pun.

Shi-hyun sendiri, kelihatannya kurang suka dengan ide Soo-ji dan caara menginapnya. Dia berpikiran, jika memang ingin menginap diluar, cukup mereka bertiga saja.. dan tak usah ada yg lainnya.


Namun Soo-ji menyinggung soal taruhan mereka. Terlebih, Se-joo menggodanya dengan menjelaskan bahwa Shi-hyun bisa menyelesaikan misinya disana.. dia bisa tidur dengan Tae-hee lalu mencampakannya setelah itu.

“Kamu tidak ingin menyelesaikan tugasmu?”

“Atau kamu sungguh-sungguh tertarik kepadanya?” 

“Hentikan omong kosong kalian!”

“Hei, mari kita pergi. Dekati dia dalam perjalanan ini. Ajak dia sarapan siang tanpa Soo Ji dan aku...”

“Bukankah itu yang kamu inginkan? Kamu ingin menghancurkan hati Tae Hee...”


Soo-ji menerima pesan dari Kyung-joo, yg menginformasikan bahwa Tae-hee telah setuju, untuk ikut dalam acara ini,


Namun Shi-hyun, masih terlihat kurang suka dengan itu, “Aku sudah bilang, kita bertiga saja!” ujarnya
Advertisement

1 comments:

Cerita y makin seruu, d tunggu kelanjutan y😊😊


EmoticonEmoticon