3/05/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 19 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 19 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 18 Part 4

Seon Mi terus mengatakan kalau dia mencintai Oh Gong, Oh Gong bertanya kenapa dia terus mengatakannya. Seon Mi tidak ingin memendam perasaannya jika bisa mengungkapkannya. Sambil memeluk Seon Mi, Oh Gong mengatakan kalau dia ingin menunjukkan sesuatu. Jika dia bisa menunjukkan pada Seon Mi suatu hari nanti, Soen Mi pasti sangat menyukainya.


Pal Gye melaju mobilnya dengan sangat kencang, dia terus terngiang ucapan Naga Giok yang mengatakan kalau Ah Sa Nyeo merasuki Bu Ja saat dia sedang mencari orang yang membunuhnya. Setelah itu Ah Sa Nyeo berada di pihak orang yang membunuh Bu Ja.

3
Ma Wang sangat terkejut saat Naga Giok memebritahunya kalau Pal Gye menemui Kang Dae Sung. Naga Giok ingin menghentikannya tapi Pal Gye bilang akan membunuhKang Dae Sung dan tetap pergi.


Menurut Ma Wang, jika begitu maka Pal Gye yang akan dibunuh Ah Sa Nyeo karena Ma Wang telah menyegel kekuatannya. Yang menjadi masalah adalah Pal Gye akan menghancurkan rencana Oh Gong.


Pal Gye menemui Kang Dae Sung dan meluapkan amarahnya. Dia bertanya apakah Kang Dae Sung mengenal Jung Se Ra.


Ma Wang datang dan menghentikan Pal Gye. Dia meminta maaf karena Pal Gye membuat keributan. Ma Wang mengatakan kalau Jung Se Ran adalah trainee di agensinya, dan akan menjadi masalah jika sampai berhembus kabar kalau Pal Gye dekat dengan Jung Se Ra.
“Bisa dikatakan, meski ada berita kencan PK dan Alice, kenyataannya, kekasih sebenarnya adalah orang lain. Seperti itu. Setelah mendengar wanita yang dia suka tinggal di sini... dia pasti menggila. Tapi, apa hubunganmu bersama Jung Se Ra? Bintang papan atas PK dan seorang trainee mungkin akan membuat gosip, tapi bagi dirimu yang memiliki rencana besar ke depan, ini akan menjadi pukulan besar.”
“Jangan salah paham. Jung Se Ra... putri dari pasien yang mensponsori Yayasan Korea.”
Kang Dae Sung mengajak Ma Wang untuk minum bersama. Ma Wang menolaknya dan meminta maaf sekali lagi.


Pal Gye sangat kesal kenapa Ma Wang membiarkan orang itu hidup. Ma Wang hanya mengatakan agar jangan membuat semuanya menjadi rumit. 


Saat mereka akan pergi Ah Sa Nyeo datang. Dia pikir Sam Jang telah mengatakan semuanya kepada mereka.
“Sebagai manusia, gunakan otak licikmu untuk menghadapinya!” ucap Pal Gye dengan berusaha menghampiri Ah Sa Nyeo, tapi Ma wang menahannya sampi Pal Gye kesakitan.


Ah Sa Nyeo tampak sedih karena ucapan Pal Gye.


Ma Wang dan Pal Gye masih terus berdebat di kantor Ma Wang. Ma Wang marah karena Pal Gye nekat menemui Kang Dae Sung, sedangkan Pal Gye meminta Ma Wang melepaskan segelnya.
“Kau sungguh tidak mau dengar! Jangan lakukan itu. Dia akan mati jika kau melakukannya. Aku menyegel kekuatanmu karena tahu kau akan seperti ini! Tetap diam saat ini.”
Naga Giok menengahi mereka saat Ma Wang akan menghajar Pal Gye.


Pal Gye bersikeras ingin menyingkirkan Ah Sa Nyeo tanpa mengganggu rancana Oh Gong, Ma Wang mengatakan bagaimanapun juga Ah Sa Nyeo akan mati saat naga hitam lenyap dan Kang Dae Sung akan hancur. Sampai saat itu tiba, Pal Gye tidak boleh membuat masalah.
“Dewa Agung mempertaruhkan nyawanya?”
“Benar. Dia menghadapi Naga Hitam. Bahkan jika semua berjalan sesuai rencana... kita tidak tahu apa dia akan bertahan.”


Oh Gong terbangun saat Seon Mi terus menatapnya.
“Hei, kau siapa datang ke kamarku di pagi hari dan menatapku?”
“Permen bintang jatuh dari langit jadi aku datang ke mari... ketika aku membuka mata, Peri ada di sini jadi aku menatapnya.”
“Di pagi hari kau sudah gila dengan menggemaskan. Seharusnya aku melempar permen bintang dari awal. Yang aku lakukan hanya buang waktu melempar es krim dan gulali ke arahmu.”
“Gulali juga manis dan enak. Haruskah kita minum secangkir teh?”


Sambil minum teh, Seon Mi mengatakan kalau tempat mereka makan gulali pasti sekarang terasa hangat dibandingkan saat mereka ke sana. Seon Mi juga ingin menggantung gembok lagi di sana. Dia juga ingin ke bioskop menonton film kesukaan Oh Gong dan makan kue beras pedas. Atau ke perpustakaan dan membaca buku lalu pergi ke supermarket dan belanja. Oh Gong sepertinya memikirkan hal lain, dia menawarkan untuk membuatkan teh lagi.


Sambil membuat teh, Oh Gong terus mendengarkan keinginan Seon Mi yang ingin ke Desa Teratai. Seon Mi ingin bertemu bangau putih lagi, Oh Gong mengatakan mungkin saja dia bisa bertemu lagi.


“Son Oh Gong. Aku mungkin harus memanggil roh jahat di lembah itu, bukan? Dan kau akan menyingkirkannya. Menurutmu apa yang dilakukan Bangau Putih dan Sam Jang sebelumnya?”
“Jika itu mengganggumu, kau bisa pergi dan bertanya padanya. Pergilah. Terakhir kali dia mungkin tak bisa menceritakan semuanya karena aku. Jadi kali ini, pergilah sendiri dan tanyakan lagi.”
“Baiklah. Ide bagus untuk mengunjunginya.”
“Ajak Jenderal Es karena mungkin akan berbahaya.”


Seon Mi berbaring di pangkuan Oh Gong dan mengatakan kalau dia tidak ingin masuk kerja.


Seon Mi terkejut mengetahui dirinya bisa saja mengambil cuti. Tapi Oh Gong menyuruhnya untuk bekerja saja dan mendapatkan uang agar hidup lebih baik.
“Tidak bisakah dia terlambat? Sebagai manusia?” Gumam Oh Gong.


Kang Dae Sung akan menyiapkan terpisah untuk tempat tinggal Ah Sa Nyeo dan peti matinya. Dia lalu bertanya apa benar Jung Se Ra kekasih Pal Gye. Ah Sa Nyeo mengatakan kalau Pal Gye menyukai Jung Se Ra.


Kang Dae Sung bertanya apakah Seon Mi yang menghidupkan Jung Se Ra. Ah Sa Nyeo tidak suka membicarakannya, dia bilang dia tidka membutuhkan Seon Mi.
Kang Dae Sung: “Aku tidak bisa menyingkirkan wanita itu dari pikiranku. Karena aku merasa dia seperti rintangan. Ini membuat suasana hatiku memburuk.”
Ah Sa Nyeo: “Seperti rintangan, dia mengganggu pikiranmu?”
Kang Dae Sung: “Aku tidak tahu apa itu. Aku harus bertemu wanita itu lagi.”


Ma Wang meminta Oh Gong agar bergegas, karena dia tidak ingin ikut campur dan terpaksa sudha ikut campur karena menghentikan Pal Gye membunuh Kang Dae Sung.
“Son Oh Gong, saat Sam Jang akhirnya tahu tentang semua ini, kau yakin dia akan maju untuk menjalankan tugasnya, bukan? Mungkin itulah alasan kau menyembunyikannya. Tapi, saat Sam Jang... tahu dia harus mengorbankan hidupnya,. dia mungkin bilang, "Son Oh Gong, maaf" dan melarikan diri.”
“Bukankah, "Son Oh Gong, terima kasih?" "Maaf" sangatlah keterlaluan.”
“Entah itu "terima kasih" atau "maaf," kaulah yang akan menjadi umpan yang di lempar ke laut.”
“Hei, Ma Wang, karena sudah mengganggumu, "Maaf". Karena sudah mengkhawatirkanku, "Terima kasih." Kau juga mau "aku mencintaimu?" Jika begitu, akan kulakukan.” Kata Oh Gong sambil membuat simbol love dengan jarinya.
“Cium, pantatku. Bahkan jika kau melakukannya, aku tidak akan ikut campur. Atas nama anakku yang tersembunyi, mencium mereka akan membuatku lebih baik.”
“Jadi, kau akan kembali menjadi Dewa?”
“Benar. Aku akan menjadi Dewa.. dan setelah naik ke posisi tertinggi, aku akan menemukan anak itu. Sudah jelas aku membutuhkan waktu 1.000 tahun. Aku tak ingin mengacaukannya lagi.”
“Baiklah. Ma Wang, semoga berhasil.”
“Tapi, kau akan melawan Naga dengan apa?”
“Jenderal Es hampir selesai menyiapkan senjata agung. Diantaranya ada pedang. Aku akan menggunakan itu. Dengan mengumpulkan energi partisipan pesta Kang Dae Sung, aku telah menciptakan batu, lonceng dan pedang.”


Ah Sa Nyeo berusaha mengambil batu di hadapannya, tapi Jnederal Es melarangnya. Dia akan memberikannya saat Ah Sa Nyeo membutuhkannya.
Advertisement


EmoticonEmoticon