3/05/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 19 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 19 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 19 Part 1

Kang Dae Sung menemui Seon Mi, dia ingin tahu siapa sebenarnya Soen Mi. tapi dia malah bertanya orang seperti apa dirinya.
“Orang yang bisa menghancurkan dunia jika mendapatkan kekuasaan. Lebih parah lagi, orang yang tak peduli jika ada yang mati, dan tidak peduli siapa yang melakukannya.” Ucap Seon Mi.
Dia pikir Seon Mi mendukungnya, tapi Soen Mi mengatakan agar jangan meremehkan orang-orang yang lemah karena mereka memiliki kekuatan menjatuhkannya.


Karena Seon Mi mengusirnya, Kang Dae Sung memegang bahu Seon Mi dan mengguncangkannya, dia tidak mau diremehkan oleh Soen Mi.


Tiba-tiba Seon Mi mendapat pengelihatan. Dia melihat seekor naga hitam membuka matanya. Ternyata Kang Dae Sung juga melihatnya.
“Sepertinya kau melihat sesuatu yang penting. Terima kasih.” Ucapnya dengan seringai jahat.


Oh Gong tahu Kang Dae Sung menemui Seon Mi dan tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Dia lalu meminta Oh Jeong menyiapkan ritual yang telah disiapkan Ah Sa Nyeo hari ini.
“Jenderal Es, lindungi Sam Jang. Hari ini, tidak peduli apa itu, jauhkan dia dari apa pun.”


Oh Jeong memberi tahu Ah Sa Nyeo ritualnya akan diadakan hari ini. Itu hanya karena Oh Gong memerintahkan seperti itu.


Kang Dae Sung sangat senang ritualnya akan segera dilakukan. Dia bilang telah melihat naga saat bersama Seon Mi, dia jadi benar-benar yakin dengan ritual itu.
“Jika aku mendapat Naga, aku akan memiliki kekuatan cukup kuat untuk menghancurkan dunia?”
“Dengan energi Naga itu, kau akan naik ke puncak dunia... dan menggunakan kekuatan itu di seluruh dunia. Kau, lebih dari Raja lainnya, akan mendapat kekuatan dan api.”
“Aku tahu itu. Akulah orang yang terpilih.” Ucap Kang Dae Sung dengan tamaknya sambil melihat gambar naga di hadapannya.


Seon Mi termenung mengingat ucapan Oh Gong tentang naga yang sangat kuat itu, tapi Seon Mi telah melihat bangau putih yang masih hidup. Dia pikir Oh Gong juga akan tetap hidup setelah ini.


Jenderal Es menjemput Seon Mi untuk pergi ke Desa Teratai. Seon Mi akan berkemas, dan Jenderal Es menunggu di luar.


Seon Mi memberitahu Han Joo kalau dia harus pergi mendadak karena ada orang yang harus ditemuinya. Tiba-tiba Seon Mi melihat Han Joo menangis di pernikahan Han Byeol.


Seon Mi lalu berpesan saat Han Byeol menikah, jangan lah menangis.
“Astaga, aku Ayah yang sangat keren.”
“Kau terlihat bahagia. Dunia yang seperti biasa dan bahagia, sepertinya akan terus ada. Ini melegakan.”
“Nikmati perjalanan Anda.”


Oh Gong mengamati Seon Mi dari kejauhan.


Jenderal Es ingat pesan Oh Gong yang memintanya mengatakan pada Soen Mi.
“Jika aku hancur berkeping-keping dan menghilang, katakan padanya bahwa aku melarikan diri. Katakan bahwa aku tak akan kembali begitu Geumganggo di lepas. Dia akan percaya karena ini.”


Seon Mi menoleh karena merasa ada sesuatu, Oh Gong langsung menghilang. Saat Seon Mi sudha masuk ke mobil dia muncul lagi.


Soo Bo Ri menyampaikan kalau surga ingin memberi Ma Wang tawaran yang belum pernah ada sebelumnya. Tapi Ma Wang harus menemukan pedang yang disembunyikan Oh Gong.
“Pedang itu mungkin di Sureumdong yang dikuncinya.”
“Kau pasti bisa membukanya dan menemukannya. Jika kau menemukannya dan membawanya, kami akan memberimu langsung posisi Dewa.”
“Kau menyuruhku untuk mengkhianati Son Oh Gong? Astaga, bagaimana aku bisa?”
“Ini bukan pengkhianatan. Kau membantunya.”
Dengan tegas, Sekertaris Ma memperingatkan Soo Bo Ri agar jangan mempermainkan Ma Wang.
“Ma Wang sudah berjanji tidak akan mengganggu rencana Dewa Agung. Dia tidak akan pernah melanggar janji.” 
Ma Wang menarik-narik baju Sekertaris Ma agar dia diam, sepertinya Ma Wang juga tertarik tawaran itu. Soo Bo Ro menambhakan menjadi dewa dengan posisi yang tinggi.
“Dia tidak akan goyah. Silakan pergi.” Ma Wang masih terus menarik baju Skeertaris Ma.


Ma Wang ke toko umum untuk mencari kunci yang bisa membuka apa saja dan sesuatu yang bisa menemukan barang seperti pedang. Cucu pemilik toko mengatakan tidak ada barang seperti itu, dan untuk apa Ma Wang mencarinya karena Soo Bo Ri juga datang mencari barang yang sama.


Ma Wang meminta anak itu merasiakan kedatangannya, tapi anak itu meminta imbalan. Saat Ma Wang menyanggupinya, anak itu mengatakan dia melakukannya secara gratis karena Ma Wang pelanggan setia di toko.
“Kau biasa memanggilku Ahjussi.”
“Nenek memarahiku saat memberitahunya tentang itu. Dia bilang aku tidak boleh memanggilmu Ahjussi.”
“Sepertinya Penjual melakukan tugasnya dengan mengajarkan etika yang baik.”
“Sebelumnya, bintang papan atas Babi datang ke sini. Aku tidak bisa mengatakannya secara gratis.”
“Baiklah. Aku akan membayarmu jadi katakan apa yang dia beli.”
“Pemantik. Yang sangat kuat. Dia bilang tidak punya kekuatan sekarang. Dan membeli pemantik dengan bilang akan menjadi orang yang membakarnya nanti.”
“Astaga, Babi itu.”


Pal Gye sedang menunggu pemotretan, dengan gelisah dia memainkan korek api di tangannya. Seorang pria datang untuk meminjam korek itu tapi Pal Gye mengatakan itu pemantik ajaib bukan untuk rokok.


Ah Sa Nyeo menunggu dengan cemas di tangga.


Seorang gadis melewatinya dengan membawa pakaian-pakaian milik PK. Ah Sa Nyeo lalu menyihir gadis itu untuk menyampaikan pesan pada PK.


Gadis itu menghampiri PK dan mengatakan agar PK ke studio sebelah untuk mengecek pakaian.


“Aku memanggilmu karena harus memberitahu sesuatu.”
“Aku tidak ingin bertemu denganmu.”
“Aku tidak membantu Kang Dae Sung lagi. Aku membantu Son Oh Gong.”
“Itu sebabnya aku tidak bisa membunuhmu sekarang. Malam itu, aku pergi ke sana untuk membunuhmu.”
“Tapi, kau bilang tidak akan menyakitiku.”
“Karena aku tahu kau bukan Bu Ja, aku bisa membunuhmu. Aku tahu dia juga tidak ingin orang sepertimu ada di tubuhnya.”
“Kau tidak bisa membunuhku. Dewa Agung melindungiku.”
“Dewa Agung tidak melindungimu. Dia melindungi Sam Jang dengan nyawanya sehingga membiarkan orang sepertimu lolos. Aku tidak tahan melihatmu, jadi tolong pergi.”


Ah Sa Nyeo ingin menahan Pal Gye agar jangan pergi, tapi dia malah menjatuhkannya dan membuat korek api terlempar. Ah Sa Nyeo mengambilnya dan bertanya apa itu untuk membakarnya. Ah Sa Nyeo pikir Pal Gye ingin dia menjaga dan melindungi tubuh Bu Ja. Pal Gye merasa dia sudah ditipu jadi dia akan membunuh Ah Sa Nyeo lalu membakar tubuh Bu Ja. Ah Sa Nyeo membakar lengannya sediri.
“Seperti ini? Selama aku berada di tubuh ini, kau tidak bisa membakarku sampai mati. Karena ini bukan tubuh manusia biasa.”


Pal Gye sangat marah, dia berteriak pada Ah Sa Nyeo  agar dia keluar dari tubuh Bu Ja.
“Keluar! Keluar dari tubuh adikku, roh jahat gila!”
“Aku bukan roh jahat!” 
Ah Sa Nyeo juga sangat marah hingga membakar tubuh Pak Gye lalu meninggalkannya yang sedang berteriak kesakitan.


Dia berpapasan dengan Naga Giok, dengan sinis Naga Giok mengatakan Pal Gye tidak akan tertipu lagi dengan roh jahat Ah Sa Nyeo. Ah Sa Nyeo mendorong Naga Giok lalu pergi.
“Kalian semua mengatakan aku roh jahat. Baiklah. Aku roh jahat. Roh jahat harus menjadi seperti roh jahat.”


Naga Giok sangat sedih melihat Pal Gye terbakar. Pal Gye melarangnya mendekat karena Naga Giok tidak punya kekuatan untuk memadamkan api, lalu memintanya memanggil Ma Wang. Naga Giok berpikir jika dia pergi memanggil Ma Wang maka Pal Gye akan terbakar dan menghilang.


Naga Giok langsung memeluk Pal Gye.
“Aku memang lemah, tapi aku berasal dari Kerajaan Air. Aku akan memadamkan api untukmu. Babi, saat apinya padam, karena aku tercipta dari kekuatan air, aku akan lenyap. Anggap saja aku kembali ke Istana Naga Laut.”
“Hei, tidak! Kau tidak boleh begini! Ini tidak benar! Hei! Tidak! Lepaskan! Cepat!” Pal Gye berusaha memberontak karena Naga Giok juga akan terbakar.


Naga giok tidak mau melepaskan pelukannya hingga akhirnya dia terkulai. Pal Gye menangis dan meminta maaf.


Hari ini Oh Gong akan membangunkan Naga Hitam yang beristirahat di lembah.  Ketika membangunkan Naga itu dengan senjata agung, dia akan keluar dan menuju ke arah sini. Naga Hitam akan mencoba menggunakan gerbang ini untuk masuk ke dunia. Oh Gong harus menyingkirkannya sebelum Naga Hitam melewati ini dan dia tidak akan pergi dari sana.
“Iya. Tetaplah di sini untuk jaga-jaga. Aku akan membuat persiapan.”
“Bagaimana dengan Sam Jang?”
“Kudengar dia dan Jenderal Es sudah tiba di desa.”
“Aku merasa bersalah membuatnya pergi dan mencari Bangau Putih.”


Seon Mi mencari dokter bangau putih, tapi seorang dokter lain mengatakan dia mendadak mengemasi barangnya dan pergi ke tempat lain belum lama ini. Dia hanya bilang akan pergi ke tempat yang sangat jauh dan tidak bertemu lagi.
Advertisement


EmoticonEmoticon