3/07/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 19 Part 4

Son Oh Gong tergeletak tak sadarkan diri di hadapan Soo Bo Ri dan banyak pria yang mengelilinginya. Suara Ma Wang:
“Dulu sekali, ketika manusia memercayai Kahyangan dan Kahyangan peduli akan para manusia, dari sebuah gunung vulkanik aktif, seekor Kera pun lahir. Kera itu sangat kuat dan bertemperamen buruk. Dia membuat masalah di sini dan di sana. Kahyangan tidak memiliki pilihan lain.”


Ma Wang menceritakan kisah itu di depan 3 anak kecil.
“Untuk mengendalikan Kera itu, mereka menjadikannya Dewa. Kera yang menjadi Dewa itu, menyebut dirinya sendiri sebagai Jae Cheon Dae Seong (Pertapa Agung/Sage Agung setara Kahyangan). Dia melakukan kejahatan, jadi dia dihukum. Kahyangan meletakkan pilar api raksasa di gunung tempat Kera itu lahir, sehingga asap terus menerus keluar dari sana.”
(*Sage adalah sebutan untuk sosok mitologi yang sangat kuat, sakti, dan pintar. Pada versi novel dan serial Cina, Sun Wu Kong / Son Oh Gong menjuluki dirinya seperti itu setelah membelot dari Kahyangan dan enggan disebut Dewa, lebih bangga pada identitas aslinya sebagai pertapa sakti.)


Sa Oh Jeong tetap mendampingi Oh Gong di Sureumdong, dia tampak selalu murung.
“Manusia takut melihatnya. Mereka berdoa di kuil Dewa Kera itu untuk memblokir pilar yang ditempatkan di gunung vulkanik oleh Kahyangan tersebut. Kera itu menjadi angkuh dan mencuri sebuah tongkat panjang yang digunakan sebagai pilar di Kerajaan Naga Laut yang disebut Tongkat Ajaib, lalu memblokir pilar api.”

Anak-anak itu sangat tertarik dengan cerita dari Ma Wang, mereka banyak bertanya tentang kera itu.
“Gunung batunya tidak lagi mengeluarkan asap?”
“Itu benar. Namun, Kahyangan menjadi sangat marah pada Kera yang memblokir pilar api sesuka hatinya. Kahyangan menangkap Kera arogan itu dan mengurungnya dalam penjara yang disebut sebagai Gunung Lima Elemen. Setelahnya, para manusia tidak lagi datang ke kuilnya. Tidak seorang pun mengingatnya lagi. Dia dikurung di sana dan terlupakan untuk waktu yang lama. Manusia benar-benar tidak punya sopan santun. Manusia secara alami bersikap berbeda saat mereka harus buang air dan setelah melakukannya.”
“Dia kan sudah melindungi para manusia itu, lalu kenapa dia dilupakan?”
“Karena dia tidak melakukannya untuk melindungi manusia. Dia sama sekali tidak menyukai manusia. Dia hanya melakukannya untuk mengejek Kahyangan, akibat dari arogansinya. Sebab itu, Kahyangan marah.”
“Apakah dia masih terkurung di Gunung Lima Elemen?”
“Dia sudah berhasil bebas. Setelah itu... aah... dia mendapatkan hukuman yang sungguh menyakitkan. Dan sekarang, dia menjalani kehidupan seorang diri.”
“Di mana dia sekarang?”
“Dia tinggal di sebuah rumah yang memiliki kebun sangat cantik bernama Sureumdong. Omong-omong, kalian... tidakkah ingin bertemu Kera itu?”


Ma Wang mengirim 3 anak itu ke Sureumdong, dan mengatakan banyak mainan di sana. Ma Wang berharap dengan mengirimkan ketiga anak itu, mereka bisa membawa Oh Gong keluar dari Sureumdong. Selama ini dia mengunci dirinya di sana.


Ketiga anak itu mencari kera yang di pergelangan tangannya memakai sebuah gelang bernama Geumganggo. Ma Wang meminta mereka untuk melepaskan gelang itu dan memberikannya kepada Ma Wang, dengan imbalan mainan yang sangat banyak.


Oh Gong pun muncul, lalu mengusir mereka yang masuk tanpa ijin dan dikiranya tikus ternyata anak manusia. Saat mereka akan lari, Oh Gong menaris tas anak laki-laki yang paling besar, dia bertanya bagaimana mereka bisa masuk. Anak itu mengatakan “Kau Lolos” ahjussi menyuruh mereka melepaskan gelang itu.
“Kelakuan Ma Wang lagi? Pergi dan katakan padanya bahwa aku tidak ada niat meninggalkan tempat ini, jadi berhenti melakukan hal yang membuatku jengkel. Pergilah.”


Anak itu menjatuhkan mainan dinosaurusnya, lalu Oh Gong memanggilnya dan menendang mainan itu ke arahnya.


Seketika Oh Gong teringat saat dia menjatuhkan payung Seon Mi kecil dan memperdayanya untuk membuat kontrak dengannya. Tapi akhirnya dia memperdaya Seon Mi dan meinggalkannya begitu saja.


Oh Gong merasakan jantungnya sangat sakit, dia pikir sudah pernah bertemu dengan anak itu sebelumnya. Anak itu mengatakan tidak mengenalnya dan belum pernah bertemu dengannya.


Sambil merasakan sakit, Oh Gong berpikir siapa gadis kecil dalam ingatannya itu.


Ma Wang dan Soo Bo Ri membicarakan Oh Gong yang ingatannya hancur berkeping-keping saat tubuhnya cedera parah. Dan saat ingatan itu muncul, jantungnya terasa sakit. Dalam keadaan tersebut, dia mengurung dirinya di Sureumdong dan tidak punya keinginan keluar dari sana. Semua ingatannya tentang Sam Jang sudah hancur berkeping-keping. Mereka mengira Geumganggo yang membuatnya seperti itu dan membuatnya tidak mau melepaskannya. Bagaimanapun, berkat Geumganggo dia masih hidup. Pada saat seluruh tubuhnya cedera parah, hanya jantungnya yang diselubungi oleh Geumganggo yang tidak terdampak. Dari rencana surga, begitu Sam Jang tewas seharusnya Geumganggo akan langsung lenyap. Soo Bo Ri mengatakan kalau Sam Jang memilih memenuhi tugasnya, dan mempunyai satu permintaan.


Flashbcak. Seon Mi meminta pada Soo Bo Ri, dia akan melakukan segalanya asalkan bukan  Oh Gong yang membunuhnya.
“Jika aku harus menuntaskan segalanya, termasuk juga kematianku, sampai semua itu selesai, pastikan menahan Son Oh Gong sehingga dia tidak bisa menghampiriku.”


Sebenarnya Oh Gong harus kemabali ke kayangan sekarang juga, tapi membawanya dalam dalam keadaan “tidak waras” begini akan membuat masalah di kayangan. Soo Bo Ri sudah meberikan sebuah ide pada kayangan, tapi entah mereka menyetujuinya atau tidak. 
“Memanggil pemilik Geumganggo untuk menyingkirkannya. Sam Jang. Bukan. Kami akan membangkitkan Jin Seon Mi dari dunia bawah* untuk sesaat. Untuk menyingkirkan Geumganggo, dalam sehari. Aku tidak tahu apakah ide itu akan berhasil atau tidak.”
 (*semacam akhirat tempat arwah orang mati berkumpul)


Oh Gong sedang minum-minum di Sureumdong (sepertinya dia sudah tidak menjalankan larangan minumnya), potongan kenangan muncul lagi. Ada seorang wanita yang meminta minuman kesukaan Oh Gong, dan juga menyukai. Jantung Oh Gong kembali terasa sangat sakit. Kemudian dia mendengar ada yang memanggil namanya. Awalnya dia tidak menghiraukannya, karena dia pikir itu penyusup lagi tapi suara itu muncul lagi.


Di taman Sureumdong dia melihat sosok wanita yang sedang menunggunya.
“Apa-apaan? Kau bukan manusia.”
“Kau masih tetap sama.”
“Bagaimana monster kecil sepertimu memasuki Sureumdong?”
“Kelihatannya, temperamenmu semakin buruk.”
“Kelihatannya kau tidak mengenalku dengan baik, monster kecil.”
“Sage Agung, Son Oh Gong.”
“Kau seperti ini padahal tahu siapa aku? Mau mati, ya?”
“Aku bahkan sudah mati, bagaimana caraku mati lagi?”
“Siapa kau? Kau mengenalku?”
“Aku sangat mengenalmu. Aku adalah orang yang memasangkan Geumganggo kepadamu. Aku datang untuk melepasnya.”


Ma Wang mengatakan kalau Jin Seon Mi tidak akan bisa melepas Geumganggo. Sebab pemilik dari Geumganggo, yang telah mengalahkannya dengan kekuatannya, adalah Son Oh Gong sendiri dan sepertinya kayangan tidak mengetahuinya.
“Tapi, kenapa Anda tidak memberi tahu hal itu kepada Tetua Soo Boo Ri? Kalau begitu, dia tidak akan membangkitkan Jin Seon Mi kan?”
“Karena Jin Seon Mi tidak tahu rahasia di balik Geumganggo, dia akan datang untuk melepaskannya. Meskipun Son Oh Gong bertemu dengan Jin Seon Mi, dia tidak akan dapat mengenalinya karena ingatannya hancur berkeping-keping. Dia perlu menyadari fakta bahwa dia dapat melepaskan sendiri Geumganggo itu. Supaya itu dapat terjadi, dia harus menyempurnakan ingatannya dahulu. Dan... hanya gadis itu yang dapat membuat dia melakukannya. Kesempatannya hanya satu hari.”


Oh Gong tidak mempercayai kalau “monster kecil” itu yang memakaikan Geumganggo padanya, dan itu pasti upaya untuk menipunya oleh Ma Wang atau kayangan.
“Kenapa semua orang ribut karena tidak bisa melepas ini?”
“Katamu kau kesakitan.”
“Jantungku sakit sekali. Saat rasa sakitnya semakin menggila, aku secara beruntung dapat menahannya berkat koneksinya dengan Geumganggo.”
“Kau salah. Geumganggo itulah yang membuatmu kesakitan. Melepaskannya akan membebaskanmu dari rasa sakit. Aku akan melepaskannya.”
“Kau bilang kau yang memasangkannya? Apa yang terjadi setelahnya?”
“Sebuah momen yang sangat membahagiakan hingga terasa bagaikan keajaiban terjadi. Aku... jatuh cinta kepadamu. Karena itu, aku jatuh cinta kepadamu seperti orang gila. Bagaimana? Kau percaya kepadaku sekarang?”


Oh Jeong, Pal Gye, dan Sekertaris Ma sedang berkumpul di tempat Jenderal Es. Mereka berspekulai apakah Jin Seon Mi akan bisa mengembalikan ingatan Sage Agung dan melepas Geumganggo dalam sehari.
Pal Gye: “Aah, temperamennya jadi semakin buruk, jadi pasti disentuh pun dia tidak mau. Saat aku ke Sureumdong dan mencoba menyentuhnya, auh, aku hampir jadi daging babi panggang.”
Oh Jeong: “Aku juga selalu mampir untuk mengantarkan makanan. Bicara pun dia tidak mau. Apakah mengembalikan ingatan Sage Agung adalah pilihan terbaik?”
Jenderal Es: “Aku takut, gara-gara ingatan itu, dia justru akan semakin menderita. Jika ingatan itu kembali, pasti terasa berat.”


Alice lalu datang. Menurut cerita mereka, saat itu Alice pingsan di lokasi lalu kehilangan ingantannya, saat ini kondisinya sudah membaik dan sedang mengerjakan proyek baru. Dia datang untuk bertanya, apa saja yang sudah dilakukannya pada saat itu.
Pal Gye: “Ah, itu... aku mengejar-ngejar Alice saat itu sampai jadi skandal. Alice tidak menyukaiku, jadi kita cepat putus.”
Alice: “Tapi, aku menemukan sebuah foto yang sangat aneh.”


Alice menunjukkan sebuah foto dari ponselnya, dan membuat Pal Gye berkaca-kaca karena hanya dia yang masih hidup di foto itu. Saat itu Naga Giok mabuk berat, Pal Gye dan Bu Ja berusaha membawanya oergi. Tapi Naga Giok meminta Peri Ha mengambil foto untuk dikirimkan ke Kerajaan Naga Laut.


Ah Sa Nyeo tampak sangat lemah, tubuhnya mulai membusuk. Saat dia datang ke kolong jembatan untuk tidur, seorang tuna wisma terbangun lalu pergi karena tidak tahan dengan bau busuknya.
“Semua kekuatanku lenyap. Apakah karena Sam Jang mati? Aku terus membusuk tapi tidak bisa mati. Aigoo...”


Dia lalu menemukan koran yang berisi berita tentang Kang Dae Sung.
(Kejatuhan Kang Dae Sung. Pemilik Yayasan Korea menyuap akademi, media, dan ranah hukum.)
Ah Sa Nyeo teringat ucapan Oh Gong yang mengatakan kalau manusia iblis seperti Kang Dae Sung menarik iblis jahat seperti diri Ah Sa Nyeo mendekatinya.
“Aku sungguh Iblis jahat. Lebih baik jika seseorang segera membakarku.”
Advertisement


EmoticonEmoticon