3/07/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 Part 1

Tiga orang berkumpul di rumah Kang Dae Sung, mereka menuduh Kang Dae Sung melakukan penggelapan. Tapi dia berdalih hanya menggunakan uang yayasan untuk sementara waktu karena M Grup menikamnya dari belakang dengan tidak menepati janji untuk mendukungnya. Mereka mencurigai Kang Dae Sung sedang bermuslihat karena setelah pesta M Grup usai, tidak ada lagi yang pernah melihat pria muda itu (Oh Gong).
Mereka juga tidak bisa menutupi bukti Yayasan Korea yang pro-Jepang, berupa sebuah medali kehormatan dari Kaisar Jepang. Mereka terus memberikan minuman kepada Kang Dae Sung untuk menenangkan dirnya, sepertinya mereka mempunyai rencana jahat.


Kang Dae Sung yang sudah mabuk berdiri di depan peti batu dan menyesali kenapa dulu dia tidak memasukkan Ah Sa Nyeo ke kontainer lalu membuangnya ke laut. Dia lalu meminta anak buahnya untuk mengangkut peti batu ini ke dalam kontainer, lalu tenggelamkan di tengah laut. Setelahnya Kang Dae Sung terus minum hingga sangat mabuk.


Kang Dae Sung terbangun di dalam peti batu dengan mulut dan tangan yang terikat. Beberapa orang pria sudah melilitkan rantai pada peti itu dan menggemboknya.

Soo Bo Ri dan Ma Wang membicarakan Kang Dae Sung yang belum mendapat hukuman dari Kahyangan, para manusia itu sendiri yang mengurusnya. Pada akhirnya, mereka saling membunuh dan hancur bersama. Karena Naga Hitam yang diciptakan dari kumpulan Iblis jahat sudah lenyap, energi dunia turut dimurnikan dan itu semua berkat pengorbanan besar Sam Jang. Ma Wang berharap  naga selanjutnya adalah Naga Emas yang bersinar dengan terang. Dan sekarang Jin Seon Mi harus lekas melepaskan Oh Gong dari Geumganggo karena tidak banyak waktu tersisa.


Seon Mi mengatakan kalau dia terus mengejar-ngejar Oh Gong seperti orang gila karena mencintainya. Karena itu Seon Mi memasangkan Geumganggo untuk membuat Oh Gong terus didekatnya agar tidak kabur. Sekarang dia ingin melepaskan Geumganggo, agar menjadi lega di alam kuburnya.
Oh Gong pikir dia tidak mungkin akan terjebak oleh manusia rendahan dan tidak dapat kabur hanya karena Geumganggo.
“Aku benar-benar menahanmu.”
“Bagaimana caranya?”
“Aku selalu mengatakan aku mencintaimu dan kau tampan. Sambil mengejarmu, aku juga merayumu.”
“Kau melakukan hal menyedihkan begitu? Kau tidak punya harga diri.”
“Benar. Aku juga yang mengaktivasinya. Sebab itu, akulah pemiliknya.”
“Aktivasi? Bagaimana? Kalau begitu, cobalah mengaktivasinya lagi. Maka akan terbukti kau pemiliknya atau bukan.”


Seon Mi lalu berdiri dan mencium Oh Gong, yang terkejut sekaligus kesal.
“Aktivasi apaan. Kau bilang mengaktifkannya seperti itu?”


Sebuah memori kembali muncul. Kali ini adalah saat Seon Mi mencium Oh Gong di toko buku untuk mengaktifkan kembali Geumganggo.
“Itu tidak akan cukup untuk mengaktifkannya.” Kata Oh Gong lalu dia mencium Seon Mi.


Jantung Oh Gong kembali sakit, Seon Mi menghawatirkannya tapi Oh Gong malah mengusirnya.
“Keluar! Berhentilah omong kosong dan enyah sana! Keluar!”
“Hanya melihatmu terluka saja membuatku meneteskan air mata. Kalau ini bukan cinta, lalu apa?”
“Keluarlah dari sini.”
“Jika kau keluar dari sini, aku akan membuatmu percaya bahwa yang kukatakan itu benar. Aku akan menunggumu di luar.”


Seon Mi berdiri termenung di taman Suereumdong.
“Dia harus keluar. Waktuku tidak banyak.”


Soo Bo Ri memberikan sebuah kalung, menurutnya itu adalah bintang yang membuat Seon Mi dapat memasuki dunia manusia selama satu hari.
“Pastikan melepaskan Geumganggo dari Sage Agung.”


Di dalam Sureumdong, Oh Gong kembali teringat masa lalunya. Saat itu dia sudah memakai Geumganggo dan berbicara dengan Seon Mi.
“Sekarang ini, kaulah yang mengurungku. Aku berharap ini lenyap.”
Oh Gong mulai mempercayai Seon Mi “Kelihatannya, yang dikatakan monster kecil itu benar.”


Ma Wang sangat terkejut melihat mantel tergantung dia patung kerbaunya, tapi dia juga sangat senang melihat mantel Oh Gong di sana.


Dia bahkan terharu dan mengusap air matanya saat melihat Oh Gong di hadapannya.


Oh Gong mengatakan kalau bathtub di sana sangat familier, dia pikir sebelumnya pasti sering menggunakannya. Ma Wang sangat antusias menceritakan bagaimana Oh Gong dulu.
“Benar. Kau tidak pernah sama sekali membersihkan setelah menggunakannya mandi. Jadi selalu ada sabun di mana-mana setelahnya. Lebih dari sekali aku terpeleset di sana dan kepalaku hampir pecah. Kau ingat?”
“Begitukah? Pasti benar. Hari ini pun begitu.”
“Berandalan ini, kau tidak berubah sama sekali. Kau bahkan menggantung ini di patung Kerbauku. Kau tidak ambil pusing menghargai teman serumahmu. Karena kau tidak ikut membayar, kau menikmati penghangat udaranya sesuka hati. Senang bertemu denganmu, Son Oh Gong.”
Walapun kesal, tapi dia lebih senang melihat Oh Gong keluar dari Sureumdong.


Ma Wang tertawa menyambut Ohn Gong di rumahnya. Tapi Oh Gong tidak tertarik dengan kebahagiaan Ma Wang.
“Monster kecil di Sureumdong itu perbuatan Ma Wang?”
“Monster kecil?”
“Monster kecil itu datang untuk melepaskan ini.”
“Ah, kau bertemu dia? Bagimu, dia hanya monster kecil?”
“Dia menyuruhku keluar, jadi aku keluar.”
“Benar. Gadis itu bukan sekedar monster kecil.”
“Ma Wang juga kenal gadis itu? Kudengar, dia mengikutiku ke mana-mana seperti orang gila karena mencintaiku. Apa itu benar?”
“Kau cari tahu sendiri, Son Oh Gong. Ketika ingatanmu berhasil terkumpul, kau dapat melepas Geumganggo ini.”


Seon Mi datang ke kantornya, dia melihat ruangan sudah dikosongkan. Dia pikir pasti Han Joo yang membereskannya. Padahal dia berharap tempat ini tetap sama.


Saat Han Joo masuk, Seon Mi menggengam kalung bintangnya agar dia tidak terlihat. Han Joo lalu mengambil payung kuning milik Seon Mi, dia memegang payung itu sambil meratapi kepergian Soen Mi.
“Presdir, kupikir Anda hanya pergi ke kampung halaman.”


Seon Mi tidak sengaja menjatuhkan botol yang berada di meja hingga membuat Han Joo terkejut. Saat Seon Mi mengambil botol dari lantai, tanpa sadar dia melepas tangannya dari kalung bintang.


Han Joo terkejut melihat Soen Mi dia lalu pingsang karena ketakutan.


Ma Wang datang daat Han Joo masih pingsan. Begitu Han Joo sadar, Han Joo pikir dia masih pingsan karena tidak percaya melihat Ma Wang di hadapannya. Ma Wang mengatakan Han Joo sudah selesai pingsannya.
“Tentang warisan Jin Seon Mi, Lucifer Entertainment seharusnya lekas mengurusnya. Maaf karena terlambat.”
“Benar. Presdirku di agensi Anda. Dia hanya pamit ke kampung halamannya. Bagaimana bisa mendadak kecelakaan mobil? Bahkan tidak digelar pemakaman.” Han Joo lalu menangis tersedu-sedu.
“Jin Seon Mi-ssi sudah beristirahat dengan tenang. Jangan menangis. Aku yakin, dia ingin kau bekerja dengan baik. Jin Seon Mi-ssi ingin Agen Properti Hanbit ini diambil alih oleh Lee Han Joo-ssi. Sekretraris Ma, kontraknya.”


Sekertaris Ma lalu memberikan kontraknya dan menjelaskan detailnya.
“Saat kau menandatangani ini, Lee Han Joo-ssi akan menjadi pemilik dari lantai dua gedung ini dan juga Agen Properti Hanbit. Sedangkan sisa warisannya akan disumbangkan.”
“Tunggu. Dia memberikannya kepadaku?”
“Dia ingin kau terus menjadi orang yang baik. Dan saat Han Byul menikah, dia ingin melihat kau menangis penuh kebahagiaan.”
Han Joo semakin menangis setelah mengetahu apa yang diberikan Seon Mi untuknya, dia juga mengatakan merindukan Presdir Seon Mi.


Dari balik jendela, Seon Mi tersenyum melihat Han Joo yang sangat sedih kehilangan dirinya.


Saat keluar dari kantor Seon Mi, Ma Wang selalu menundukkan kepalanya. Sekertaris Ma menegurnya, tapi Ma Wang berkilah dia tidak menangis, hanya karena debu matanya jadi berkabut.
“Kaca mata Anda berwarna hitam dan kita sedang di luar ruangan, jadi saya tidak yakin.”
“Aku menyuruh Son Oh Gong pergi ke tempat yang sering dia kunjungi. Jadi dia mungkin akan bertemu arwah Jin Seon Mi di rumahnya.”
Seketika kelopak bunga cherry blossom berterbangan dan beberapa jatuh di tangan Ma Wang.
“Belum saatnya bunga bermekaran sekarang. Menurut Anda, dari mana kelopak bunga ini berasal?”
“Cha Eun menyukai bunga cherry blossom. Dia bereinkarnasi sebagai bunga pada kehidupan ini. Apakah dia mencoba memberi tahu itu kepadaku?”


Oh Gong berada di dalam rumah Seon Mi, dia mengamati ruangan di sana dan beberapa kenangan kembali muncul.


Oh Gong mengamati kamar tidur Seon Mi, Oh Gong teringat saat pertama kali datang ke sana dan mengatakan kalau Seon Mi adalah mangsanya.


Seon Mi datang, Oh Gong mengatakan padanya kalau semua yang diucapkan Seon Mi adalah benar.
“Monster kecil, semua yang kau katakan benar adanya. Kau mencoba menahanku, tetapi aku mencampakkanmu. Sebab itukah kau memasangkan ini? Kelihatannya, aku sangat jahat kepadamu. Jelas. Begitulah aku apa adanya, jadi aku tidak merasa bersalah. Tapi, kenapa rasanya sakit?”
“Son Oh Gong. Aku hanya punya waktu satu hari.”
“Bintang itu hanya hidup untuk satu hari? Kau bilang sangat menyukaiku dan mengejar-ngejarku. Tapi kau datang untuk membereskannya dalam sehari saja?”
“Aku memang sangat menyukaimu. Aku sangat menyukaimu sampai dapat menggantungkan bintang di langit.”
“Mana bisa monster kecil sepertimu menggantungkan bintang di langit?”
“Tidak banyak waktu tersisa, jadi cepat lepaskan.”
“Lupakan.”
“Katamu kau memercayaiku. Apa maksudnya "Lupakan"?”
“Katamu kau punya satu hari. Betapa panjang satu hari itu. Sekarang bahkan belum jam makan siang. Aku harus mengeksplorasinya lebih jauh. Aku lapar. Apa yang harus kumakan? Kau bilang terus mengikutiku ke mana-mana. Kau pasti tahu yang sebaiknya kumakan. Ingatanku hilang, jadi kau yang pilih.”


Seon Mi mengajak Oh Gong makan tteobokki, awalnya dia tidak mau mencobanya karena sepertinya sangat pedas.
“Kau menyukainya, jadi aku mengajakmu ke sini setiap hari dan membelikannya untukmu. Kau menyukainya karena ini pedas.”
“Kalau aku memakan ini dan tidak menyukainya, akan kusingkirkan semua tteobokki di dunia ini. Kalau tteobokki sampai lenyap dari keberadaan, itu semua salahmu, monster kecil.”
“Baiklah, kau sanggup melakukannya.  Aku hanya bercanda. Jangan memakannya. Tteobokki tidak boleh sampai lenyap.”


Oh Gong merebut tteobokki dari tangan Soen Mi memakannya, dia menunjukkan ekspresi yang aneh dan Seon Mi menjadi cemas.
“Sangat pedas, ya? Kau marah, ya?”
“Tidak terlalu.”
“Syukurlah. Padahal kau tidak suka makanan pedas.”
“Aku memang tidak menyukainya. Meski begitu, aku senang karena mengobrol di sini bersamamu. Mungkinkah ini akibat rasa bersalah atas yang sudah kulakukan dulu? Tapi, aku bukan tipe seperti itu.”
“Syukurlah kalau tteobokki sudah aman. Aku akan kembali mengambilkan yang kau suka.”


Sambil mengambil tteobokki, Seon Mi mengatakan hari ini dia akan melakukan apapun yang disukai Oh Gong.


Oh Gong menatap Seon Mi sambil berbicara pada dirinya sendiri.
“Aku merasa bersalah kepadanya. Inikah sebabnya terasa sakit?”
Advertisement

2 comments

Ayo mba' semangat updatenya. Walau endingnya bikin nyesek, tapi aku tetep suka baca di sini. Fighting. Kamsahamnida...

Ka lanjut tinggal 2 part..


EmoticonEmoticon