3/08/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 20 Part 2

Ma Wang datang mencari pemilik toko, tapi dia tidak ada di sana.
“Kenapa seorang pekerja keras sepertinya berbuat begitu? Kenapa dia tidak melaporkan soal kebenaran Geumganggo (*pada Kahyangan)?”
(*Ma Wang tidak tahu identitas Pedagang yang sebenarnya adalah Dewi Kwan Im yang tidak menyetujui rencana Kahyangan mengorbankan Sam Jang)
“Daripada ke sini sia-sia, lebih baik telepon saja dulu sebelum datang. Mau kuberikan nomorku? Mau mengobrol denganku?”
“Kau terus saja berbicara tidak formal kepadaku.”
Ma Wang melihat anak itu sedang makan bubur jamur, anak itu mengatakan bubur jamur yang dimakannya tidak enak, yang enak dari restoran di Yeouido. Itu adalah tempat kesukaan Ma Wang.
“Rumah Bubur Nenek Sim Tong di Yeouido?”
“Tahu juga?”
“Aku pelanggan di sana. Bubur jamur pinus mereka yang terbaik.”
“Aey, itu sangat mahal. Bubur kacang pinus juga enak.”
“Bubur kacang pinus pergilah ke Daebang-dong. Di Yeouido wajib bubur jamur pinus.”
“Kalau begitu, lain kali datanglah membawa bubur jamur pinusnya.”
“Mulutmu itu besar (*tidak bisa menjaga rahasia) tapi selera makanmu bagus juga. Baiklah, kutambahkan kau ke Kakaotalk. Saat nenekmu sudah kembali, cepat hubungi aku.”


Anak itu memberikan ponselnya, dan Ma Wang terkesima dengan latar belakang di ponsel itu. itu adalah foto ratusan bintang jatuh. Ma Wang menatapnya dengan wajah sendu.
“Keren kan? Aku yang memotretnya. Ya. Beberapa waktu lalu ratusan bintang jatuh secara bersamaan. Aah... keren sekali saat itu. Nenek memanggilku, lalu menyuruhku ke luar dan memberi salam bintang-bintang itu. Katanya kalau aku menolak, dia akan membunuhku.”
“Dia menyuruhmu memberi salam pada bintang-bintang ini?”
“Ya. Aku bahkan disuruh mengirimkan foto untuk mengonfirmasinya, maka itu aku pergi ke sana. Aah... aku hampir mati kedinginan, tapi gambarnya bagus kan?”
“Bintang-bintang yang jatuh pada hari itu, adalah takdir dari wanita... yang aku cintai.” Ma Wang bergumam tapi anak itu tidak memperhatikannya.

Anak itu mengambil ponsel milik Ma Wang untuk memberikan nomornya, tapi dia melihat kelopak bunga yang ditempel oleh Ma Wang.
“Bunga mekar. Ma Wang-nim melihatnya juga? Hari ini aku juga melihatnya. Aku menginap di toko game sepanjang malam dan saat akan pergi keesokan harinya, kelopak bunganya terbang di sekitar. Bunga-bunga pasti sedang bermekaran di suatu tempat. Bukankah luar biasa?”
“Kau... Siapa namamu?
“Hong Hae Ah. Hong... Hae... Ah. Kau bisa menyimpannya begitu.”


Ma Wang kembali ke kantornya, dia menangis di hadapan lukisan Na Chal.
“Apakah anak itu bernama... Hong Hae Ah?”


Flashback. Soo Bo Ri mengatakan pada Ma Wang, kalau Ma Wang menemukannya dan keberadaannya diketahui, anak itu akan menjadi target dari kayangan. Mereka akan melakukan apa pun untuk menyingkirkannya.


Pal Gye sedang menunggu giliran melakukan photo shoot, dia mendengar dua orang wanita membicarakan bau busuk sangat menyengat yang berasal dari ruang wardrobe.


Saat mereka berdua masuk ke ruangan untuk membersihkan bau busuk itu, Pal Gye mengikuti mereka dan melihat ada yang duduk di sudut ruangan. Dua wanita itu bertanya siapa dia. Pal Gye segera menyelimutinya dengan mantel lalu mengatakan dia adalah temannya.


Saat dua wanita itu pergi, Pal Gye memberitahu Ah Sa Nyeo apa yang dilakukannya adalah bukan untuk Ah Sa Nyeo tapi dua orang itu tahu bagaimana wajah Bu Ja.
“Aku tidak ingin Bu Ja dikenang sebagai orang aneh maka aku melakukannya.”
“Aku datang untuk mencuri bola energi. Bisakah kau memberikanku beberapa?”
“Tunggulah.” Pal Gye akan pergi, tapi Ah Sa Nyeo menahannya.
“Kau bodoh, ya?”
“Ini bukan untukmu.”
“Kalau begitu, untuk anak ini, bisakah kau membakarku? Setelah Sam Jang tewas, aku terus membusuk seperti ini. Aku bahkan tidak memiliki kekuatan menangkap sesuatu dan memangsanya. Bakar dan singkirkan aku.”


Pal Gye membawa Ah Sa Nyeo ke sebuah tempat terbuka.
“Sekarang, aku mohon kepadamu. Tolong jangan tersiksa. Bu Ja akan sudah sepenuhnya lenyap sebelum kuubah tubuh ini menjadi Iblis jahat. Hanya aku yang tersisa di tubuh ini.”
“Aku tahu. Aku tidak tersiksa karenamu.”
“Haruskah aku menyampaikan pesan terakhir Bu Ja... yang ingin disampaikannya kepadamu? ‘Aku menyukaimu’.”


Pal Gye lalu mengeluarkan api dari tangannya, Ah Sa Nyeo menarik tangan Pal Gye ke tubuhnya dan tidak sengaja membuat ha Sa Nyeo hingga terdorong dan terjatuh. Pal Gye menangis melihat dia lenyap.


Soo Bo Ri: “Sekarang, tidak banyak waktu lagi yang tersisa. Geumganggo Oh Gong bisa dilepaskan atau tidak, aku tidak yakin.”
Sekertaris Ma: “Untuk Jin Seon Mi sendiri, entah dia berhasil melepasnya maupun tidak, dia tidak akan dapat mendengarkan kebenarannya sekarang. Hal yang ingin diketahuinya.”


Ma Wang datang dan langung mengatakan kalau Seon Mi bisa melakukan tugasnya. Soo Bo Ri penasaran bagaimana bisa Ma Wang mengetahuinya.
“Aku tidak akan memberi tahu kepadamu. Sebelumnya juga banyak sekali hal yang kau rahasiakan dariku. Kenapa juga aku harus memberitahumu?”
“Tidak ada satu pun yang kusembunyikan dari Ma Wang sekarang. Tanyakan apa saja kepadaku.”
“Kalau begitu, aku akan tanya satu hal. Cha Eun... bereinkarnasi sebagai bunga?”


Soo Bo Ri perlahan-lahan menggerakkan tangannya ke atas membentuk lingkaran. Ma  Wang tersenyum melihatnya tapi dia paham maksudnya.
“Aku mengerti.”


“Sekarang, Ma Wang juga... Soal Jin Seon Mi akan dapat mendengar kebenarannya, jelaskan itu kepadaku.”
“Son Oh Gong sebelumnya sudah... berhasil melepas sendiri Geumganggo-nya. Jika ingatannya kembali pulih, dia akan dapat mengatakan pada Jin Seon Mi yang selama ini ingin diketahuinya.”


Seon Mi memberikan permen kapas untuk Oh Gong, tapi dia enggan menerimanya.
“Kau bilang mengejar-ngejarku karena sangat menyukaiku. Tteobokki, permen kapas. Hal-hal semacam itu yang aku sukai?”
“Ada banyak sekali tempat yang kita datangi bersama. Kita ke Perpustakaan, juga ke Museum. Toko buku juga.”
“Belajar bersama?”
“Tidak. Menangkap Iblis.Ah, kita juga ke Klub dan Supermarket. Kita bahkan juga pergi ke "love-love" motel.”
“Aku tidak merasa kita ke sana untuk menari, belanja dan bercinta.”
“Kita menangkap iblis.”
“Jadi semua pengejaranmu kepadaku karena sangat menyukaiku itu tidak berakhir dengan kencan... tapi menangkap hantu bersama?”
“Benar. Jika kau memusatkan kenangan pada iblis jahatnya, kau akan dapat mengingat segalanya.”
“Lupakan. Apakah ini adalah satu-satunya tempat makan permen kapas... yang aku suka?”
“Sejujurnya, di sini juga...”
“Aku mengerti. Lupakan. Kita mungkin ke sini menangkap iblis.”


Oh Gong mendengar Seon Mi berulang kali memanggil namanya, lalu saat-saat mereka menangkap iblis bersama muncul di ingatannya.


Seon Mi mencemaskan Oh Gong yang kesakitan, tapi Oh Gong segera membalikkan badannya dan berbicara padanya.
“Ini pertama kalinya... banyak kenangan muncul secara konstan di kepalaku. Kau sangat baik dalam memerintahku kan?”
“Kau melindungiku.”
“Aku? Kau?”
“Sekarang kau sudah percaya aku ini pemilik Geumganggo? Mau kulepaskan?”
“Bagaimana aku bisa memercayaimu padahal kau memerintahku menangkap iblis?”
“Lebih baik jika melepasnya sekarang. Tidak banyak waktu tersisa. Lebih baik untuku mengingatnya sampai di sini saja.”
“Kenapa? Kalau aku mengingatnya, ada kenangan yang lebih memalukan, aneh, dan mengerikan, begitu?”
“Ada. Kau bahkan menggantungkan bintang di langit untukku.”


Oh Gong memandang Geumganggonya lalu kenangan-kenangan terus muncul di ingatan Oh Gong, yang terakhir adalah saat Oh Gong menggenggam tangan Seon Mi dan meletakkan di kepalanya.
“Kapan pun aku ketakutan, kesulitan, dan dalam bahaya, saat memanggil namamu, kau akan selalu datang karena kontrak yang kita buat.”


Oh Gong terengah-engah, Seon Mi pikir dia kesakitan atau ingat semuanya. Tapi Oh Gong malah memarahinya, dia bertanya-tanya apa ada hal yang tidak dikatakan Seon Mi.
“Apa kau yakin cintamu bertepuk sebelah tangan dan kau yang mengejarku??”


Oh Gong lalu menjentikkan jarinya dan bintang-bintang berjatuhan di pankuan Seon Mi, lalu mengatakan kalau dialah orang yang sangat mencintai Seon Mi hingga meletakkan bintang di langit.
“Apa yang sebenarnya terjadi?”
“Geumganggo yang membuatmu seperti itu. Itu tidak nyata. Karenanya aku datang untuk melepasnya. Jika itu lenyap, kau tidak akan lagi kesakitan.”


Oh Gong setuju untuk melepas Geumganggo, dia lalu mengulurkan tangan meminta Seon Mi melepaskannya. Tapi Seon Mi tidak bisa melepas Geumganggo, dia lalu meyakinkan Oh Gong kalau benar dia yang memasangkannya.
“Kau salah. Apa kau yakin tahu kebenarannya? Aku merasakan kesakitan... Apa kau yakin karena perasaan yang diciptakan oleh benda ini? Yakin perasaanku akan menghilang?”
Dengan jujur Seon Mi mengakui dia juga tidak tahu tentang hal itu karena dia belum pernah mengetahui perasaan Oh Gong yang sebenarnya tanpa Geumganggo. Apakah rasa sakit itu sungguhan atau Geumganggo memberikan rasa sakit palsu.
“Kau secara sukarela menawarkan diri melepasnya saat tidak tahu apa pun soal itu?”
“Karena itulah yang aku yakini. Aku yakin tanpa itu, perasaanmu akan lenyap.”
“Bagaimanapun, kau gagal. Ini tidak berhasil terlepas. Hari akan segera berakhir. Pergilah.”
Lalu Oh Gong menghilang meninggalkan Seon Mi yang kebingungan kenapa Geumganggo tidak mau lepas.


Oh Gong pulang ke rumah Ma Wang yang melihat ternyata Geumganggo tidak bisa dilepas. Dengan kesal Oh Gong mengatakan kalau Seon Mi tidak bisa melepasanya dan tidak tahu apa-apa. Ma Wang mengatakan itu karena ingatannya belum kembali seutuhnya, maka itu tidak terlepas.


Oh Gong menyangkalnya, dia sekarang sudah mengingat banyak hal. Dia merasakan saat bersama Seon Mi dia merasa bersalah dan bahagia.
“Itulah yang kuingat. Tapi aku tetap merasa sakit.”
“Tentu kau merasa sakit. Tidak mungkin tidak sakit. Karena gadis itu sudah tiada. Di antara kepingan ingatanmu, hal yang terpenting adalah "itu". Son Oh Gong, kau sudah sampai sejauh ini, jadi lakukan sampai akhir. Jika kau menemukannya, kau akan dapat melepas Geumganggo.”
Advertisement


EmoticonEmoticon