3/22/2018

SINOPSIS Live Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 2 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 4

“Cukup,” kata atasan menyuruh para anggota berhenti makan. Sang Soo langsung berhenti, sedangkan Jung Oh buru-buru menghabiskan supnya.


(Ini adalah lanjutan adegan yang kita lihat di pembukaan episode 1)


Esok harinya, para anggota berlari bersama menuju sebuah universitas.


Di dalam universitas terlihat para mahassiwa melakukan aksi unjuk rasa di depan ruangan rektor.  Mereka menyampaikan protesnya dengan bernyanyi. Polisi wanita diperintahkan masuk ke dalam gedung lebih dulu.


Sang Soo: “Sampai kapan kita melakukan ini?”
Alis tebal: “Kita tidak disuruh memaksa mereka keluar atau mengambil tindakan pada mereka, bukan?”
Sang Soo: “Jangan bicara.”


Jung Oh menyarankan Hye Ri agar mematuhi perintah agar tidak dikeluarkan dan mengingatkan bahwa tidak lama lagi mereka akan dipindahkan ke Divisi Patroli.


Seorang Polisi senior memberikan peringatan keempat kepada para mahasiswa bahwa mereka melakukan aksi unjuk rasa secara ilegal dan itu berarti tidak diizinkan menurut hukum.

Sambil bergandengan tangan mereka berkata, “Kami tidak melanggar hukum!” Polisi senior menyuruh mereka meninggalkan tempat itu. “Kami tidak akan kemana-mana!” Polisi senior lalu memeirntahkan anggotanya untuk maju dan membuat para masiswa keluar.


Para Polisi mulai berusaha menyeret para mahasiswa pergi, tapi mereka mengalami kesulitan. Mahasiwa itu menuntut agar rektor mengundurkan diri dari jabatannya. Baik Sang Soo dan Jung Oh tidak tega melihat kejadian itu. 


Satu persatu mahasiwa berhasil diseret keluar, hingga akhirnya giliran Jung Oh bekerja. Walaupun tidak tega, ia tetap menjalankan tugasnya. Ia bahkan sampai terkena cakaran para mahasiswa. Walau begitu, dengan bantuan teman yang lain, Jung Oh akhirnya berhasil.


Sang Soo dan alis tebal pun bekerja sama untuk mengeluarkan para mahasiwa itu. Seornag mahasiswa yang mereka bawa, terus berpegangan pada pintu. “Lepaskan! Kau bisa terluka!” kata Sang Soo. Dan akhirnya Sang Soo berhasil membawanya keluar.


Sementara itu, foto Ho Cheol terlihat di gedung pemakaman.


Kapten Oh juga ada disana dan mendampingi keluarga Ho Cheol. Ia memperkenalkan keluarga Ho Cheol pada pelayat yang hadir. “Ayah kalian adalah Polisi yang hebat,” puji salah satu pelayat sesama Polisi.


Yu Jyeong tampak khawatir melihat Kapten Oh yang terus saja minum. Ia memperingatkan bahwa Kapten Oh tidak boleh mabuk. “Masa bodoh,” kata Kapten Oh sambil menuangkan minumannya lagi.


Lalu Song Yi datang dan berkata, “Ayah.. Ibu ingin ayah datang untuk menyapa tamu.” Ia langsung pergi lagi. Kapten Oh lalu berdiri untuk menuju ruang pemakaman kedua mertuanya.


Seorang pelayat datang dan Jang Mi kemudian mempersilakannya makan. Kedua anaknya lalu mengantarkan tamunya itu ke tempat makan.


Jang Mi duduk dan menatap foto orang tuanya. Kapten Oh juga duduk di sampingnya dan bertanya siapa pria yang baru saja datang karena tampak familier. “Sepupu ayah,” kata Jang Mi. Kapten Oh bertanya apakah dia yang tinggal di Suncheon. “Dia tinggal di Seoul.” Kapten Oh bertanya lagi apakah itu di Guro, Seoul. “Dia tinggal di Jamsil, Seoul.” 


Sepertinya alasan Jang Mi ingin menceraikan Kapten Oh dari dulu adalah karena samas sekali tidak peduli pada keluarga Jang Mi. Kapten Oh beralasan, “Ayah kan punya banyak sepupu.” Tapi kemudian Jang Mi bilang ayahnya hanya punya satu sepupu.


Kapten Oh mengakui bahwa ia terlalu lalai. Jang Mi lalu menyuruh Kapten Oh pergi ke ruang pemakaman Ho Cheol. “Jang Mi, Ho Cheol hyungnim meninggal karena aku. Dia berusaha menyelamatkanku. Seharusnya aku yang mati. Kenapa dia harus mati seperti itu? Aku seharusnya tidak melakukan apapun,” kata Kapten Oh.


“Hyung, ayo kita bicara sebentar,” panggil Yu Jyeong pelan. Kapten Oh lalu menghampirinya dan meninggalkan Jang Mi sendiri. Tidak lama kemudian, ayah mertuanya datang.


Ayah mertuanya memberikan penghormatan terakhi kepada besannya yang selama ini juga dirawat bersama istrinya dalam satu ruangan.


Yu Jyeong memperlihatkan berita yang mengatakan bahwa Ho Cheol meninggal di pantai saat berusaha menyelamatkan sesama Polisi yang sedang mabuk. Media mengkritik Polisi karena kurang disiplin.


Penyiar berita mengatakan bahwa Kepala Kim Han Seok dari Polres Jangdong baru saja mengadakan konferensi pers untuk meminta maaf kepada warga. Kepala Kim mengatakan bahwapihaknya akan memastikan bahwa kejadian seperti itu tidak akan terulang dan akan memberikan tindakan disipliner ketat terhadap Polisi yang mabuk saat bertugas.


Kapten Oh kemudian membaca artikel yang berjudul ‘Polisi yang akan segera pensiun berusaha menyelamatkan sesama Polisi yang mabuk’. Ia tampak kecewa dengan pemberitaan itu. Rekannya mengatakan bahwa berita tentang mereka berhasil menangkap tersangka cold case/kasus dingin (kasus yang penangannya tertunda) bahkan tidak ada disana.


Ye Jyeong menduga Komisaris dan Kepala Kim sudah membuat kesepakatan dan mememanipulasi media. Rekannya bilang Kepala Kim sudah berkali-kali melakukan itu. “Tapi apa kau minum malam itu?” tanya Yu Jyeong. Belum sempat Kapten Kim menjawab seorang rekannya datang dan memberitahu kalau Kepala Kim baru saja datang. Kapten Oh tampak marah.


Jang Mi dan ayah mertuanya tampak heran karena Kapten Oh dan rekan-rekannya pergi dengan terburu-buru.


“Siapa yang minum dan melompat ke laut?! Siapa yang minum dan melompat ke laut?!” tanya Kapten Oh marah. Ia mendekat lalu menghajar Kepala Kim.


Song Yi keluar dan melihat ayahnya sedang berusaha ditenangkan oleh rekan-rekannya. Jang Mi dan ayah mertuanya juga mendengar teriakan Kapten Oh, tapi mereka diam saja.


Kepala Kim bertanya apa yang Kapten Oh lakukan.


“Seorang polisi mabuk melompat ke laut dan membunuh sesama Polisi? Kenapa juga aku melakukannya bersama Ho Cheol Hyungnim? Kenapa tidak ada laporan bagaimana kami menyelamatkan seorang pria?” kata Kapten Oh berusaha melepaskan diri.


Han Sol, Kyung Mo, dan Myung Ho dari Divisi Patrol baru saja datang dan melihat kemarahan Kapten Oh. “Kami ini menyelamatkan pria yang nyaris tenggelam! Bagaimana dengan laporan kami memecahkan cold case dan menangkap pelakunya?! Lepaskan!” protes Kapten Oh lagi.


Kapten Oh berhasil melepaskan diri dan menghajar Kepala Kim lagi. Ia menarik kerah Kepala Kim dan rekannya kembali menariknya lagi. Kepala Kim kemudian diamankan dan dibawa pergi.


Myung Ho berusaha menahan Kapten Oh, sedangkan Han Sol dan Kyung Mo langsung masuk untuk melayat.


Di atap asrama, Jung Oh mengatakan pada ibu bahwa ia tidak bisa buka buku tabungan dan ia meminjam uang untuk mengganti uang ayahnya. Ibu bertanya berapa gaji. “1,4 juta won,” kata Jung Oh.


“Hanya 1,4 juta won sebagai petugas prabakti patroli?” keluh ibu. “Kalau gaji lemburan?” Jung Oh bilang hanya sedikit. “Apa-apaan itu? Kau padahal belajar mati-matian selama tiga tahun tapi cuma segitu gajimu? Apalagi masih ada setahun lagi. Kapan kau bisa cari uang banyak, menikah, dan mengganti uang ayahmu, kalau seperti itu? Hei, anak nakal. Ibu saja gajinya 1,5 juta won sebulan.”


Jung Oh merasa sedih dan mengatakan bahwa ia mendapat asuransi dan tunjangan pensiun. Ia lalu menutup ponselnya setelah mendengar ibunya berkata, “Sudah ibu bilang sia-sia saja masuk Akpol itu!”


Dengan tangan terluka, Sang Soo datang dan memberikan es potong untuk Jung Oh. Walaupun heran, Jung Oh menerimanya. Jung Oh meletakkan ponselnya dan melepaskan earphone-nya. “Kenapa makan es potong?’ tanya Jung Oh.


Sang Soo: “Kenapa kau bicara santai padaku?”
Jung Oh: “Karena kita seumuran?”
Sang Soo: “Kau tahu aku?”
Jung Oh: “Semua orang di angkatan kita mengenalmu. Kau kan paling tinggi di angkatan.” (haha... Kwang Soo Giraffe..)


Sang Soo tertawa dan mengatakan kalau poin pelanggaran Jung Oh tersisa tiga lagi, Ia bilang teman-temannya taruhan terhadap nasib Jung Oh. “Aku Yeom Sang Soo,” kata Sang Soo kemudian. Jung Oh juga menyebutkan nama lengkapnya.


Sang Soo bilang berbicara atau memberi hadiah pada petugas wanita tidak melanggar aturan. Itulah kenapa para petugas pria sering datang ke tempat wanita untuk meminta nomor ponselnya.”Lihat itu,” kata Sang Soo.


Jung Oh tertawa melihat para petugas pria sedang mengakrabkan diri dengan petugas wanita. “Katanya kau daftar ke Divisi Patroli Hongil. Makanya aku memberimu es potong. Aku juga daftar kesana,” kata Sang Soo.


Sang Soo: “Itu dikenal sebagai pusat kriminal Korea.”
Jung Oh: “Kemungkinan naik jabatan disana tinggi. Makanya aku latihan seperti orang gila.”
Sang Soo: “Dan turun di aksi unjuk rasa.”


Jung Oh bilang ini pertama kalinya mereka bisa libur dalam delapan bulan ini. Sang Soo bertanya apakah Jung Oh ada yang terluka. Jung Oh bilang ia tidak mau membicarakan kejadian hari ini. “Benar,” kata Sang Soo setuju.


Jung Oh sedih dan merasa bersalah karena menyeret para mahasiswa itu. Ia merasa tidak adil dan bertanya jika ia mengatakan bahwa itu tindakan yang salah apakah ada yang berubah. Sang Soo tidak menjawab dan hanya mengangguk saat Jung Oh berkata bukan berarti ia akan menyerah sebagai Polisi.


Jung Oh memperhatikan tangan Sang Soo yang terluka. Sang Soo bilang para mahasiwa juga mungkin terluka. “Aku akan menjadi Polisi dua hari lagi! Selamat,” kata Sang Soo.


Sang Soo mengajak Jung Oh bersulang dengan es potongnya. Jung Oh tersenyum dan mendekatkan es potongnya. Ia juga berkata, “Selamat.”


Para atasan datang dan mengatakan bahwa ada hadiah daging ayam dari para dekan dan rektor. “Ada soju dan jus, jadi anggaplah seperti bir!” kata salah satu atasan. Para petugas bersorak gembira.


Hye Ri melambaikan tangannya dan meminta Jung Oh turun. Jung Oh membalas lambaian tangannya dan tersenyum. Tapi ia tetap tinggal di atap.


Para petugas lalu menyalakan kembang api dan berpesta.


Di atap, Sang Soo mulai mengangguk-anggukkan kepalanya dan mulai menari.


Jung Oh tertawa geli dibuatnya. (Saat syuting, pasti dia ketawa beneran deh liat ulah Kwang Soo)


Beberapa temanya menyusul ke atap dan berkata, “Kita sudah jadi Polisi sekarang!” Mereka menari bersama. Sang Soo berteriak bahwa akhirnya ia memiliki pekerjaan.


“Aku bukan pecundang lagi!” teriak Sang Soo senang.


Jung Oh: “Aku sudah jadi Polisi sekarang! Polisi!”
Alis Tebal: “Sang Soo, terima salam hormatku!”
Sang Soo: “Hormat!”


Advertisement

1 comments:

Mau tanya lagu yang di nyanyiin para mahasiswa itu lagu apa ya?


EmoticonEmoticon