3/24/2018

SINOPSIS Live Episode 2 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Live Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Live Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Live Episode 3 Part 1

Keesokan harinya, Jung Oh, Hye Ri dan Sang Soo menerima seragam baru mereka dan pergi ke Kantor Polisi tempat mereka bertugas. Beberapa Polisi senior menyapa mereka dan mengucapkan selamat bekerja. Mereka kemudian dibawa menuju lantai dua.


Kim Han Pyo (Kim Gun Woo) memberitahukan letak ruang ganti pria dan wanita. Ia menyuruh mereka memakai seragamnya, lalu berkumpul di luar ruang ganti pria dalam sepuluh menit.


Sang Soo lalu masuk ke ruang ganti pria dan memberi hormat sambil memperkenalkan dirinya. Tapi, tidak ada satupun yang peduli.


Para Polisi senior sedang sibuk berganti pakaian sambil membicarakan apakah restoran ayam menghitung jumlah ayamnya dengan tepat. Sam Bo bilang harusnya paket lengkap terdiri dari 18 potong ayam dan itu berarti bos restorannya tidak menipu.


Han Pyo menunjukkan loker Sang Soo dengan ramah. Dia juga bilang kalau mereka seumuran, tapi tetap saja dia adalah sunbae. Sang Soo mengerti.


Para Polisi senior masih membicarakan restoran ayam yang saat itu menyebabkan mereka bisa saja terlambat datang ke kasus KDRT. Kemudian Ban Jong Min (Lee Soon Won) bertanya kepada Kang Nam Il (Lee Si Un)  tentang kemana dia pergi kemarin. “Patroli,” jawab Nam Il lalu langsung keluar dari ruang ganti dan membuat Polisi satunya marah.


Sam Bo akhirnya memperhatikan Sang Soo, “Siapa ini? Kenapa tinggi sekali? Hei, siapa namamu?” Sang Soo menoleh dan memperkenalkan dirinya.” Seorang Polisi lain bertanya siapa mentornya, tapi Sang Soo belum tahu. Seorang lagi bilang kalau sementara ini Sang Soo akan dibimbing oleh Kapten Eun Kyung Mi. Sam Bo tampaknya tertarik pada Sang Soo.


Sam Bo: “Berapa tinggimu?”
Sang Soo: “Kira-kira 188 cm.”
Sam Bo: “Yang pasti.”
Sang Soo: “Tinggiku 190 cm.”


Sam Bo lalu berpesan bahwa jangan sampai tinggi badan Sang Soo mengganggu tugasnya sendiri. Sang Soo mengerti dan melanjutkan berganti pakaian. Jong Min menendang loker Myung Ho dan menyebutnya pengkhianat.


Myung Ho ternyata baru saja datang dan bertanya apakah ada masalah. “Tentu saja. Kau malah menjerumuskan rekanmu sendiri. Coba kita bertarung sekarang. Tentukan saja tanggalnya,” kata Jong Min lalu menabrak bahu Myung Ho dengan sengaja.


Sam Bo menenangkan Myung Ho dan menyuruhnya ganti baju saja. Ia juga berpesan bahwa jangan sampai anak baru melihat Myung Ho bertengkar. Myung Ho mengerti.


Di ruang ganti wanita, seorang Polisi senior memberitahukan bahwa ada 7 petugas wanita disana, dan dia sendiri akan dipindahkan dalam dua hari. Ia memberitahukan tugas malam nanti kepada Hye Ri adalah membersihkan ruangan, sedangkan Jung Oh bertugas untuk menyiapkan persediaan makanan.


Polisi itu juga bilang bahwa tidak ada perlakuan khusus untuk wanita, toilet pria dan wanita digabung dan tidak ada showernya. Ia menyarankan jika mereka ingin mandi, maka pergi saja ke sauna atau ke kamar mandi umum.


Setelah Polisi itu pergi, Jung Oh bertanya apa yang Polisi tadi katakan. “Entahlah,” kata Hye RI. Jung Oh juga menggelengkan kepalanya.


Di lantai satu terlihat, beberapa Polisi sedang melaporkan penggunaan peluru pistol mereka kepada Kyung Mo. Sam Bo yang sedang menulis sesuatu di barisan belakang, lalu menghampiri seorang wanita yang membawa barang-barangnya.


“Kau datang lagi. Selamat datang, Soo Ja Nim, Kau datang seolah ada janji,” sapa Sam Bo. Ja Nim langsung berbaring di kursi, dan Sam Bo membantu merapikan tas Ja Nim.


Han Sol bertanya siapa yang akan menjadi penanggung jawab anak baru. “Senior Choi Myung Ho, Pak,” kata Kyung Mo.


Myung Ho sudah mulai bertugas. Ia menjelaskan bahwa rompi mereka kuning, sedangkan rompinya berwarna hitam. Ia bertanya apa bedanya. “Dia membeli rompinya, dan rompi kita memang persediaan disini. Beli rompinya di internet,” jawab Han Pyo dari belakang. Kyung Mo berkata lagi kalau celana mereka lurus, sedangkan celananya diukur dulu. “Bayar sendiri jika ingin celana kalian diukur,” kata Han Pyo lagi.


Kyung Mo juga bilang agar penampilan terlihat bagus, mereka harus membeli ikat pinggang sendiri. Ia tiba-tiba berbalik dan mengeluarkan tongkatnya. Han Pyo buru-buru pergi ke sebelah Myung Ho dan berkata, “Anak baru, keluarkan tongkat kalian.” Mereka lalu mengeluarkan tongkatnya.


“Tutup tongkatnya,” kata Myung Ho sambil menutup tongkatnya dengan tangan dan sangat mudah.


Sedangkan, para anak baru harus memukulkan tongkatnya ke lantai agar bisa ditutup kembali. Han Pyo tersenyum geli melihatnya. “Tongkatku diimpor, tapi tongkat kalian memang persediaan disini. Jika kalian iri, belilah sendiri.”


Mereka lalu pergi ke ruang makan. Myung Ho berkata bahwa mereka mengumpulkan 100.000 wo per bulan agar bisa makan tanpa memandang pangkat. Ia menugaskan Sang Soo mengumpulkan uangnya dari semua petugas setelah hari gajian. Ia juga bilang kalau 70.000 won untuk makanan dan 30.000 won untuk tim.


Hye Ri bertanya untuk apa uang tim itu. Han Pyo menjawab bahwa itu untuk kopi, minuman, makan malam tim, dan sebagainya, karena Pemerintah tidak memberi apa-apa.


Myung Ho: “Ada satu aturan tak tertulis. Kalian boleh saja membuat kesal Ketua Patroli,”
Han Pyo: “Tapi jangan membuat marah ahjumma si tukang masak. Kecap, pasta cabai merah, bubuk cabai, garam, dan saus lainnya, aneka piring, kalian harus meletakkannya dengan benar. Jika kalian tidak bersih-bersih,”
Myung Ho: “Maka senior yang melakukannya. Tapi jangan sampai membuat kami melakukannya.”


Myung Ho pergi lebih dulu. Han Pyo menugaskan mereka menghafalkan semua persediaannya dan menyusunnya di halaman belakang. Ia juga mengingatkan agar mereka terus bepatroli.


Setelah Han Pyo pergi, Sang Soo bertanya apakah mereka mengerti penjelasan tadi atau hanya dia yang tidak mengerti. “Hanya kau yang tidak mengerti,” kata Jung Oh sambil mengambil foto di dapur agar tidak lupa dengan posisi barang-barangnya.


Hye Ri yang tadinya mencatat di buku , kemudian mengikuti Jung Oh mengambil foto juga. Sedangkan Sang Soo tetap mencatatnya di buku dengan sangat serius.


Saat berpatroli, Han Pyo menunjukkan satu rumah yang baru-baru ini dirampok. Dia juga menunjukkan gang yang katanya suka disalahgunakan pelajar sebagai tempat merokok. Sang Soo mencatat semuanya.


Nam Il mendampingi Jung Oh berpatroli dengan mobil dan menunjukkan salah satu area yang berbahaya dan bisa ada tiga laporan dalam sehari, sedangkan dia akhir pekan bisa 20 sampai 30 laporan.


“Kekerasan, perampokan, penikaman, penipuan, pemerkosaan,pelecehan seksual, dan masih banyak lagi,” kata Nam Il. Jung Oh mendengarkan sambil terus konsentrasi menyetir.


Sementara itu, Sam Bo yang sedang mendamping patroli melihat seseorang yang mabuk di jalanan dan menyuruh Hye Ri menghentikan mobilnya, tapi Hye Ri malah mengerem mendadak. “Kau gila? Petugas Prabakti belum resmi menjadi Polisi. Kau bisa dipecat jika tidak berguna, paham?” kata Sam Bo. Hye RI diam saja. “Keluar.”


Hye RI turun dari mobil dan langsung akan membantu wanita itu berdiri. “Berdiri dan letakkan tanganmu di belakang,” kata Polwan senior. Hye Ri menurut dan menjauh dari si wanita. “Bu, Anda baik-baik saja?” tanya Polwan senior tanpa menyentuh si wanita.


Sang Soo yang berpatroli bersama Kyung Mo tampak berusaha mengeluarkan seorang pria yang mabuk dari kursi belakang. Karena pria itu tidak juga bangun, Sang Soo akhirnya menggendongnya.


“Ah..” keluh Kyung Mo saat melihat bekas muntahan pria tadi.


Sang Soo mendudukkan pria tadi di kursi tunggu Kantor Polisi. Disana juga sedang terjadi perdebatan. Han Sol menyuruh orang yang berkelahi agar duduk dan diam dan jika tidak, maka ia akan memasukkan mereka ke sel.


“Yeom Sang Soo! Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kyung Mo. Sang Soo bilang ia sedang mengecek KTP pria mabuk tadi. “Bukankah kau harus membersihkan mobil patrolinya?!” Sang Soo merebut lap yang dipegang Jung Oh dan langsung berlari menuju mobil patroli.


Jung Oh lalu disuruh Han Sol agar membersihkan bekas muntahan yang ada di lantai dengan tangan kosong. Ia terpaksa melakukannya, agar tidak dipecat.


Di toilet, Jung Oh sedang menepuk pundak orang yang sedang muntah, tapi ia malah jatuh karena didorong. Nam Il datang menegur dan mengingatkan bahwa Polwan tidak diberi perlakuan khusus. Nam Il lalu membantu pria mabuk itu keluar. 


Dan lagi-lagi, Jung Oh yang harus membersihkan bekas muntahannya. Dan tidak sengaja, bekas muntahan itu malah mengenai dirinya sendiri. Ia menutup mulutnya dan hampir muntah sendiri.


Muntahan tidak behrhenti sampai disitu. Sang Soo, Jung Oh dan Hye Ri kembali membersihkan muntahan di mobil patroli masing-masing.


Kyung Mo keluar dari Kantor Polisi dan mengatakan bahwa mereka beruntung, karena hanya menangani orang-orang mabuk. Sedangkan dia di hari pertamanya sudah harus menghadapi orang yang membawa pisau.


“Ramen harusnya diatur oleh undang-undang,” gerutu Jung Oh sambil terus membersihkan kursi mobil.


“Apa aku ujian mati-matian jadi Polisi hanya untuk melakukan ini?” isak Hye Ri,


Sang Soo berkata, “Padahal aku ingin terlibat dalam kasus sungguhan. Seperti pencurian atau pembunuhan.”


Di rumah, Jang Mi terlihat sedang melakukan senam peregangan terutama untuk tangannya. Sepertinya tangan kanannya cedera, tapi ia merahasiakannya.


Setelah itu, Jang Mi menyiapkan berbagai makanan, lalu menyimpannya di kulkas. Ia juga sudah memasak nasi.


Selesai memasak, Jang Mi menyetrika pakaian. “Aku berangkat sekolah,” pamit anak laki-lakinya, tapi Jang Mi seolah tidak peduli.


Kapten Oh baru saja keluar dari kamar sambil memegang ponselnya. Ia mendengar bunyi jam beker dari kamar Song Yi. Ia pergi ke kamar Song Yi dan mematikan jam bekernya, lalu membangunkan putri sulungnya itu. “Apa-apaan ini? Menyebalkan sekali!” keluh Song Yi lalu menarik selimutnya lagi.


Kapten Oh bercerita, “Istri Ho Cheol tidak mau menagangkat teleponku. Dia pasti percaya kalau aku yang menyebabkan kematiannya.” Tapi Jang Mi diam saja. “Kau kerja hari ini? Ke Kantor Polisi? Kenapa harus Subdit Remaja Anak dan Wanita? Padahalkan kau dipindahkan dua tahun yang lalu. Kenapa bukan Subdit yang lain?”


Jang Mi masih diam, lalu duduk. Kapten Oh bertanya, “Kenapa kau tidak mau bicara denganku? Aku ini suamimu.” Jang Mi masih tetap diam. “Kenapa Jang Mi tidak berangkat sekolah? Dia harusnya lulus dan menikah. Hah?”


“Kita bercerai saja,” kata Jang Mi pada akhirnya.


Kali ini, giliran Kapten Oh yang terdiam. “Kau tak dengar? Aku ingin bercerai,” kata Jang Mi lagi. Kapten Oh hanya menghela napasnya.


Saat sedang makan, Han Sol mendapat pesan bahwa Kapten Oh akan datang ke Divisi Patroli, jadi mereka harus bersiap. “Aku kasihan pada Anda,” kata Myung Ho sambil tersenyum. Han Sol juga ikut tersenyum. Han Sol yakin Kyung Mo akan bertengkar dengannya. “Kapten Oh pasti takkan mudah kalah.” Han Sol lalu bertanya, apakah anak baru masih tinggal di ruang belajar.


Hye Ri: “Ya.”
Jun Oh: “Ya, kami belum dapat tempat tinggal.”
Sang Soo: “Ada kontrakan di lingkungan rumahku.”


Sang Soo lalu menunjukkan gambar di ponselnya, dan mereka bisa melihatnya jika sedang libur. Han Sol bertanya bagaimana rasanya setelah satu minggu bertugas.


Kyung Mo: “Mungkin mereka merasa ingin mati.”
Sam Bo: “Kalian mau mati? Berarti kalian mau keluar? Keluar saja kalau begitu.”
Hye Ri: “Tidak, Pak.”
Jong Min: “Kalau kau?”


Sang Soo menjawab, “Aku ingin dikasih tugas sungguhan. Aku ingin memecahkan kasus besar. Misalnya kejahatan dan kekerasan.” Semua Polisi senior menatap Sang Soo. Hye Ri dan Jung Oh menyadari itu.


Sang Soo yang juga menyadari hal itu berkata, “Selama seminggu, aku membersihkan muntah pemabuk, membantu wanita pikun pulang, dan mengontrol lalu lintas.” Semua Polisi senior membanting sumpitnya dan berhenti makan.


Jung Oh: “Kami hanya ingin melakukan pekerjaan Polisi sungguhan.”
Hye Ri: “Kami Polisi, tapi kami tidak melakukan apapun, padahal kami hidup dari uang pajak rakyat. Sebagai PNS kami merasa tidak enak...”


Kemudian terdengar suara radio patroli, ‘Kode Zero. Persimpangan Imhyeon 765. Telah dilaporkan terjadi pelecehan seksual. Kode Zero’. Para Polisi senior bergegas  bersiap pergi ke lokasi yang dimaksud.


Kyung Mo memukul kepala Sang Soo dan berkata bahwa sekarang mereka mendapat kasus itu gara-gara mulut para anak baru. Sam Bo lalu berkata, “Begitu seseorang berkata kami tidak melakukan pekerjaan Polisi sungguhan, kami pasti mendapat kasus yang sulit. Kurobek juga mulutmu itu.”


Han Sol berdiri dan berkata, “Anak baru yang terakhir masuk ke mobil, akan kubunuh!” Hye Ri, Jung Oh, dan Sang Soo langsung terburu-buru berlari sampai menabrak semua benda yang ada di depan mereka.


Mereka juga berebut dengan Han Pyo dan satu polisi lainnya.


Advertisement

1 comments:

Yei akhrnya da yg bwt sinopsis drama ni. Lanjut ka.


EmoticonEmoticon