3/04/2018

SINOPSIS Mother Episode 11 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 11 Part 3

Detektif, berhasil menemukan rekaman CCTV yang menangkap momen kepergian Soo-jin dari apartemen Jin-hong..


Sementara itu, Young-shin dibantu Jae-bum ahjussi tengah menghitung seluruh aset yang dia miliki.. dan itu pun masih kurang untuk menebus Hye-na. Maka Young-shin, meminta bantuan untuk segera menjual saham yg dia miliki.


Sikap itu, membuat Yi-jin kaget, “Ibu.. benar-benar akan memberikan uang sebesar 500 juta won pada mereka?! Hanya karena anak yg tak ada hubungan apa pun dengan kita?!”

Yi-jin menegaskan,  bahwa suaminya adalah seorang jaksa dan dalam kondisi seprti ini, mereka harus melaporkannya pada polisi.

Young-sih menolak, “Ini bukanlah penculikan biasa! Dan Yoon-bo bukan orang asing untuk kita.. jika seesuatu terjadi padanya, maka hidup Soo-jin akan hancur. Dan ketika itu terjadi, maka ibu tak akan mati dengan tenang!” paparnya

“Bu.. tetap saja, ini semua salah! Bukannya menelpon polisi, ibu malah berkomplot dengan penjahatnya!” tukas Yi-jin


Sambil menitikan air mata, Young-shin menegaskan bahwa dirinya akan tetap menyelamatkan Yoon-bok dengan caranya sendiri.. kalau pun Yi-jin melaporkan hal ini pada polisi, tetap saja.. uang 500 juta won itu tak akan jatuh ditangannya.. 


Detektif telah mendapatkan identitas Bu Nam, selaku pemilik mobil yang membawa Soo-jin dan Hye-na pergi,


Soo-jin sendiri, sekarang tengah bersama dengan Jin-hong di lokasi GPS terkahir kali terlacak~


Seol-ak sampai di panti yang dulu ditinggali oleh Soo-jin. Dia membawa koper bersisi Hye-na, kedalam rumah.. 

“Diluar, udara sangat dingin. Makanya kita bisa tinggal disini, tanpa ada yang mengganggu..” ujar Seol-ak


Setelah kopernya dibuka, Hye-na bangun dan melihat seisi ruangan, “Paman.. apa kamu akan membunuhku?” tanyanya pilu

“Menurutmu bagaimana?”

“Kurasa, kamu tak akan membunuhku..”

“Kenapa?”

“Karena.. karena.. kita sering bermain petak umpet saat ibu belum pulang. Dan paman sering membelikanku kimbab.. dan sekarang, aku lapar.. paman..”


Via telpon, Young-shin memberitahukan apa yang telah terjadi pada Hye-na dan segala hal yang diceritakan Ja-young padanya, “Aku telah menyiapkan uangnya, dan semuanya akan baik-baik saja..”

Soo-jin tak kuasa menahan tangisnya.. dia tak bisa tinggal diam begitu saja. Dia ingin menelpon Ja-young dan bertanya secara langsung. Namun, Young-shin melarangnya, “Tanganku sampai bergetar setelah medengar yang dia katakan. Aku tak bisa membiarkanmu berbicara dengan wanita itu!”


Soo-jin menjelaskan bahwa kondisinya memang sangat terpuruk.., tapi dia harus berbicara dengan Ja-young, “Uang 500 juta won itu, sangat besar dan cukup untuk mereka memulai kehidupan yang baru. Dan mungkin, ibunya Hye-na akan merasa puas setelah mengetahui penderitaan yang kurasakan.. aku hanya ingin berbicara dengannya dan memastikan bahwa Hye-na dalam kondisi yang baik-baik saja..” 


Mendengar tangisan Soo-jin, seketika membuat Young-shin ikut menangis, “Anakku yang malang..” ucapnya sedih


Soo-jin muntah-muntah, Jin-hong mengkhawatirkannya, “Mungkinkah kepalamu terbentur, saat kecelakaan tadi?”

“Tidak..”

“Kamu merasa pusing?”

“Tidak.. bukan begitu..”


Soo-jin menangis, “Aku takut..” ucapnya

Jin-hong mencoba untuk menenangkannya, dengan menceritakan bahwa ada beberapa wali pasien yg muntah-muntah setelah mendengar pemaparan darinya, “Badanmu mencoba untuk menghemat energi, dengan cara mengeluarkan isinya..”

“Apa yang harus kulakukan sekarang?”

“Semua orang, yang berada di posisimu pasti akan merasa takut. Hanya dirimu sendiri, yang bisa mengontrol rasa takut itu, supaya tidak menguasai dirimu..”

“Caranya bagaimana?”

“Aku mengibaratkan rasa takut, seperti anak yang tak mau menurti instruksi orangtuanya.. menangis dan mengamuk terus-terusan, serta enggan mendengar nasehat dari siapapun..”


“Pada saat seperti itu, kamu harus bersikap tenang... dan memeluknya.  Sekarang anak itu, bisa mendengar suara nafasku yang perlahan dia ikuti.. Dan tahukah kamu.. ketika para ibu melahirkan anaknya.. mereka bergulat dengan pikirannya sendiri, apakah mereka akan hidup atau mati. Hal itu sangat menyakitkan.. tapi mereka mampu melewatinya berulang kali.. hal itulah yang membuat mereka kuat untuk menjadi seroang ibu~” - Jin Hong 


Setelah pikirannya lebih tenang, Soo-jin menelpon Ja-young...

Ja-young: “Bagaimana rasanya, menjadi ibu yang kehilangan anaknya?”

Soo-jin: “Rasanya sangat berat..”

Ja-young: “Aku sampai merasa, bahwa aku akan mati. Ketika mendengar berita, bahwa Hye-na tenggelam..”

Soo-jin: “Maaf.. karena telah membuatmu berada dalam rasa bersalah..”

Ja-young: “Jangan berkata, seakan-akan kamu memahami perasaanku...”

Soo-jin: “Kurasa, kamu adalah orang yang paling menyedihkan saat ini..”

Ja-young: “Berisik! Tahu apa kamu!”


Soo-jin mengungkapkan bahwa dirinya telah menyiapkan uang yang diminta, bahkan tak ragu untuk memberikan 10 ribu dollar yang bisa langsung digunakan di luar negeri. Syaratnya, dia hanya ingin berbicara lansgung dengan Hye-na.. untuk memastikan bahwa konsisinya baik-baik saja.

Sayangnya.. Ja-young tak bisa mengabulkan permintaan itu dan hanya mengizinkan Soo-jin, untuk mengirim dan mendengar rekaman suara Hye-na.


Detektif telah menelusuri daerah sekitar apartemen Jin-hong. Dan merkea menemukan fakta, bahwasanya ibu Jin-hong telah meninggal 10 tahun yang lalu..

Hal tersbut menyisakan pertanyaan besar, “Kalau seudah meninggal, lalu siapa yang berbicara dengannya bvia telpon tadi?”


Hye-na makan sebungkus ramen yang dibuatkan Seol-ak.. lalu Seol-ak, sedikit bercerita tentang ibunya yang sangat suka ketenangan. Serta dua anak kecil yang meninggal karenanya,

Pertama, Won-hee.. dia meninggal karena terlalu berisik,

“Tapi aku tidak seberisik dia..” sanggah Hye-na


Kedua, So-mi.. dia meninggal karena selalu diam dan badannya sangat kotor karena terpasang tabung di lehernya yang membuatnya tak bisa bicara..

“Tapi aku lebih bersih darinya..” tukas Hye-na


Seol-ak tertawa, “Kamu tahu, kalian bertiga memilik sebuah kesamaan. Yaitu, sama-sama tak diinginkan oleh ibu kalian..” ucapnya 


Hye-na: “Lalu, kenapa paman membunuh Jjing? Dia sangat pendiam dan juga bersih.. dia hamster yang paling baik di dunia ini, dan aku sangat padanya..”

Seol-ak: “Karena, aku ingin membuatmu menangis! Aku senang, ketika melihat seorang ibu yang mengis karena kehilangan anaknya..”

Hye-na: “Paman.. jangan membunuhku. Aku janji, tidak akan pernah berisik dan akan rajin mandi serta menggunting kuku sendiri..”

Seol-ak: “Kamu takut, aku akan membuat ibumu menangis?”
Advertisement

2 comments

Hadu sist ditunggu bgt sinopnya

@ajeng iya sis, ditunggu aja yaaa :))


EmoticonEmoticon