3/06/2018

SINOPSIS Mother Episode 12 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 11 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 12 Part 2

Dalam perjalanan menuju panti tempat Hye-na disekap, Soo-jin tak bisa tenang.. dia terus gelisah dan cemas. 


Tiba-tiba, dia teringat semua momen bahagia dan haru.. Dari pertama kali bertemu hingga Hye-na sangat dekat dengannya, seperti putri kandungnya sendiri~


Sempat, Hye-na berkata pada Jin-hong bahwa dirinya ingin melindungi ibunya, yakni Soo-jin. Tetapi Jin-hong berkomentar, “Harusnya.. seorang ibu yang melindungi anaknya, bukan sebaliknya”

“Anak lain, memang tidak perlu.. tapi aku harus melindungi ibuku..” ucap Hye-na dengan senyuman tulus diwajahnya

Ditengah perjalanan, Jin-hong menepikan mobilnya, lalu berkata “Kita mesti buat rencana. Kita tak bisa, masuk kesana seenaknya...”

“Sekarang, aku akan berangkat kesana sendirian..”

“Tak boleh, kita harus menelpon polisis lebih dulu..”

“Pria itu, hanya menginginkanku. Pasti, dia telah menduga bahwa aku akan datang kesana. Kalau dia melihat aku datang bersama dengan orang lain, keadaan Yoon-bok bisa lebih berbahaya lagi..”


Soo-jin menjelaskan, bahwa di panti ada sebuah jalan masuk rahasia menuju tempat berdoa di ruang bawah tanah, “Setelah aku masuk, kamu bisa masuk lewat sana. Dan jika situasinya nampak terlalu berat untuk ditangani, telpon saja polisi”


Setelah dibuat marah, akibat perkataan Hye-na yg berhasil membuatnya menangis.. Seol-ak membekap mulut Hye-na, menutupinya dengan kresek hitam, lalu menumpahkan bensin di seisi ruangan.


Tak lama kemudian, Soo-jin datang dan Seol-ak menyadari hal tersebut. 


Dia mengjaknya masuk ke dalam ruang bawah tanah dan mempertemukannya dengan Hye-na dalam kondisi menyedihkan.. yakni ditaruh dalam kresek hitam, di pojokan.. 

“Dia tidak mati. Bisa kau lihat dia masih bernafas..” papar Seol-ak

“Aku akan memberimu uang, jadi bebaskan Hye-na!” pinta Soo-jin dengan suara yang bergetar


Soo-jin disuruh duduk di kursi, kemudian badannya dililit dengan lakban..


Seol-ak: “Sangat menjijikan.. Hye-na punya kalung gemerlap, dan dia memamerkannya padaku bahwa dia itu anak yang berarti. Menurutmu, kenapa anak itu sampai berpikir dirinya berarti? Aku hanya ingin menjelaskan pada Hye-na, bahwa dia sama sekali tak berarti di dunia ini dan tak seorang pun, yang akan peduli jika dia mati! Tapi ternyata.. kau benar-benar datang.. jadi, kapan kau akan mengirimkan uangnya padaku?”

Soo-jin: “Saat Hye-na masuk ke mobil dengan selamat.. uang itu akan lansgung ditransfer ke rekeningmu..”

Seol-ak: “500 juta won sekaligus?”

Soo-jin: “Iya..”

Seol-ak: “Padahal.. aku kira, jumlah uang itu terlalu besaar hingga membuat keluargamu berpikir, apa mereka harus menyerahkan uang itu atau tidak, atau mungkin mereka akan berkata itu terlalu banyak, atau kalian akan memohon padaku untuk memperpanjang waktu. Tapi, ini cukup mudah bagimu, bukan? Siapa yang akan mengirimkan uang itu, jika kau yang menelpon?”

Soo-jin: “Ibuku..”


Seol-ak menggeledah saku Soo-jin, kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghancurkannya dengan palu, “Sekarang, kau tak akan bisa menghubungi siapa pun. Dan itu artinya, tak ada lagi, cara untuk menyelamatkan Hye-na...”

“Tidak.. pasti ada cara lain..” sanggah Soo-jin, “Kamu butuh lebih banyak uang? Pergilah ke luar negeri dan mulailah kehidupan baru yg sempurna untuk dirimu sendiri. Aku juga bisa membantumu, atau--”


“Tak ada cara lagi” tukas Seol-ak, “Aku akan mengakhiri semuanya disini. Tak ada yang akan keluar dari sini, dalam kondisi hidup. Aku sudah buat peraturan, ‘jika kau menangis, kau mati’... dan kupastikan, untuk membuatmu menangis hari ini” tambahnya


Diluar, terlihat Jin-hong yang telah tiba di depan gerbang panti. Perlahan.. tanpa menimbulkan suara, dia berjalan masuk dengan sangat hati-hati..


Seol-ak sendiri, sekarang tengah bercerita mengenai dua anak yang dia bunuh, “Awalnya, hanya sebuah ketidaksengajaan.. tapi ibu sang anak, langsung berhenti dari pekerjaannya, berlari ke UGD dan menangis disana..” 

Di momen itu, Seol-ak menganggap tangisan ibu si anak sebagai sebuah tangisan lega, “Kupikir, aku telah menyelamatkan sang ibu... karena, jika aku membiarkan anak itu hidup, maka ibunya yang akan mati. Anak itu, ‘memakan’ ibunya hidup-hidup dari dalam keluar, seperti parasit..”


SEOL-AK: “.. Ibu yang kedua juga sama.. dia menangis, sambil tersenyum seperti setan. Mulutnya menangis, tapi matanya tersenyum. dan aku senang melihatnya. Kurasa aku telah melakukan sesuatu yang baik untuk mereka. Karena memang itu lah yang mereka inginkan, namun mereka tak bisa mengatakannya. Ibunya hYe-na juga begitu.. Mungkin, dia akan menangis tapi beberapa saat kemudian dia akan bahagia. Bukankah kau juga dilentarkan, karena kau membuat hidup ibumu berat?” 

SOO-JIN: “Ibuku melakukannya untuk menyelamatkanku!”

SEOL-AK: “Kalau aku harus memilih, anta menyelamatkan ibu atau anak kecil, pasti aku akan menyelamatkan si ibu. anak-anak hanya peduli dengan diri mereka sendiri. Mereka menangis karena lapar, dan menangis karena lelah atau kesakitan. Maksudku, mereka berutang nyawa pada ibunya.. Kau, tak tahu apa pun tentang sulitnya membesarkan seorang anak. Dan sekarang, katamu kau itu ibunya?”


Detektif Chang dalam perjalanan menuju panti, mereka mengetahui tempat itu setelah berhasil melacak lokasi ponsel Jin-hong~


Akhirnya, Seol-ak membuka kresek yang menutup badan Hye-na. Segera setelah lakban di mulutnya dilepas, Hye-na lansgung menatap Soo-jin, “Ibu..” ucapnya pilu

“Ibu? Kau memanggil wanita itu dengan sebutan ibu?” komen Seol-ak sambil tertawa meremehkan


Diluar, detektif telah tiba.. mereka menemukan mobil yang dikendarai Soo-jin dan mulai mencari jalan masuk menuju bagunan ini,


Seol-ak penasaran, dia bertanya pada Soo-jin, “Bagaimana reaksimu.. ketika melihat Hye-na sekarang di depan matamu? Aku ingin tahu, seberapa besar rasa sakitmu? Karna aku akan perlihatkan, betapa menyedihkannya menjadi seorang ibu...”

“Ibuku.. membunuh seseorang dan masuk penjara demi diriku. Dan ibuku yang lain, selalu mendukun dan melindungiku selama lebih dari 30 tahun! itu sebabnya kau datang kesini! Karena aku sadar sepenuhnya, apa artinya menjadi seorang ibu!” tegas Soo-jin

“Kalau kau kuat melihat Hye-na sekarat dan bisa mengatakasi semua peneritaan karenanya, aku akan mengakuimu sebagai ibu sejati untuknya..” papar Seol-ak yang kemudian melirik tali yang telah digantung, lalu meminta Hye-na untuk berdiri


Namun segera, Soo-jin mencoba untuk mengalihkan perhatian Seol-ak, dengan berkata: “Aku bisa melihat ibumu! Aku bisa melihat, bagaimana cara ibumu memperlakukanmu! Apa dia bilang, dia kesulitan karenamu? Dia bilang, dia ingin mati? Dan dia mencoba mencekikmu?”


Terpancing emosinya, Seol-ak lansgung berjalan menghampiri Soo-jin, “Satu kata lagi yg kau ucapkan, maka kau-lah yang akan mati duluan!” tegasnya

“Kau.. orang yang kau cekik itu.. adalah versi dirimu yang lebih muda yg membuat hidup ibumu sulit. Tapi kau tak bisa berbuat apa pun, karena jika melakukannya maka kau akan semakin membenci dirimu sendiri!” papar Soo-jin


Seol-ak mencekik Soo-jin, sambil berkata: “Ibuku.. mati karenaku. Dia tak akan hidup seperti itu, jika bukan karenaku! Tapi dia meninggal, agar dia tak perlu membunuhku. Kau pikir, kau bisa mati demi Hye-na?”


Tiba-tiba, terlihat Jin-hong yang berjalan perlahan memsuki ruang bawah tanah sambil membawa patung bunda Maria ditangannya.


Disaat Seol-ak fokus mencekikik leher Soo-jin, Jin-hong langsung menghantantam kepalanya dengan patung tersebut hingga membuatnya terkapar di lantai..


Bergegas, Jin-hong menyelamatkan Hye-na serta Soo-jin.. kemudian membawanya pergi meninggalkan ruangan ini. 


Bersamaan dengan itu, detektif Chang dan juniornya mendengar suara teriakan mereka. Bergegas.. dia memecahkan kaca pintu, kemudian memasuki bangunan lewat jalan depan..
Advertisement


EmoticonEmoticon