3/10/2018

SINOPSIS Mother Episode 13 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 13 Part 2

Karena berita mengenai kasus Hye-na ditayangkan dimana-mana, Soo-jin jadi gelisah. Namun Hye-na dengan tenangnya, mengajak Soo-jin untuk naik kedalam bis pariwisata menuju Pulau Nami.


Dalam perjalan, detektif Chang berdiskusi dengan juniornya. Dia meringkas kembali, hal apa saja yg telah mereka lakukan demi mengejar Soo-jin, dimulai dari Seoul hingga ke tempat ini..

Ada sesuatu yg menurutnya sangat misterius dan dirasa janggal, yakni identitas Bu Nam yg sejauh ini.. mereka tahu sebagai pemilik bangunan tempat Soo-jin dan Hye-na pernah menginap, “Hari itu, Nam Hong Hee sedang berbenah untuk pindah tempat tinggal. jadi kenapa dia mengajak Kang Soo Jin bersamanya? Ada hubungan apa di antara mereka?”


Soo-jin dan Hye-na tengah mengantri untuk membeli tiket naik kapal wisata. Tak sengaja, merkea mendengar obrolan ayah-anak yg berdiri dibelakang mereka..

Anak lelaki itu namanya Jang Oh-gyun. Dia dimarahi ayahnya, karena tak berani naik wahana terbang. Alhasil, sang ayah memutuskan untuk naik seorang diri, sementara Oh-gyun dia biarkan untuk naik kapal sendirian saja.


Melanjutkan kejadian terakhir dari episode sebelumnya.. ternyata, So-jin dengan tanggap lansgung menyadari keberadaan polisi. 


Hye-na, segera masuk kabin untuk duduk dan bermain games disamping Oh-gyun. Sementara Soo-jin, bergegas menghindari polisi dengan cara menjadi orang yg membantu mengambil foto pasangan turis.


Hyun-jin menunjukkan berita yg telah dia tulis pada atasannya. Dia menerima pujian, karena berhasil membuat berita, yg berbeda dari berita lainnya. Ketika semua situs, sibuk mencaritahu alasan seorang guru menculik muridnya.. Hyun-jin malah mengemukakakn fakta mengenai sosok ibu kandung dan kekasihnya yg tega menculik Hye-na.

Hyun-jin memaparkan kecurigaannya pada sosok Seol-ak, yg dia ketahui pernah membunuh anak lainnya. Maka atasan, memberinya keleluasaan untuk menggali informasi itu lebih banyak dan menuliskan berita berdasar topik tersebut.


Sebenarnya, atasan lebih tertarik pada berita panas yg tengah bergulir di masyarakat, yakni fakta bahwa Soo-jin, merupakan putri angkat dari aktris Cha Young-shin. Dia pun meminta Hyun-jin untuk menulis artikel terkait.. awalnya Hyun-jin ragu, tapi kemudian dia setuju untuk melakukannya.


Di rumah, Cha Young-shin terbaring lemah dan Jae-bum ahjussi begitu sibuk, mengangkat telpon dari para wartawan yg ingin wawancara. Disana, adapula Jin-hong yg datang untuk memeriksa kondisi Young-shin,


“Jangan menonton berita hari ini, atau mengangkat telepon... supaya dia bisa tenang. Cuma itulah caranya dia bisa mengatasi apa pun yang terjadi.” Saran Jin-hong


Yi-jin membuka ponselnya, dan ada pesan masuk darisuaminya yg memberitahukan bahwa nama Cha Young-shin berada pada jajaran atas, topik yg paling diperbincangkan di situs pencarian. 

“Bu, sekarang Ibu masuk pencarian Internet.” Ungkap Yi-jin

“Matikan ponselmu!” pinta Jae-bum

“Ahjussi juga matikan ponselmu..” ujar Yi-jin


Jae-bum mengangkat telpon dari Hyun-jin, yg bertanya menganai kondisi ibunya serta wanti-wanit minta untuk dikabari, jika ibunya ingin melakukan wawancara atau konferensi pers,

“Ah, dasar. Kukira kau itu putrinya, tapi kau seperti reporter yang lain! Kalau kau mau bicarakan itu, kututup teleponnya.” Ujar Jae-bum


Namun tibat-tiba Young-shin meminta telpon itu diberikan kepadanya, karena ia ingin berbicara dengan Hyun-jin,

“Hari ini kau pulang jam berapa?” tanyanya

“Aku telat pulangnya, Bu.”

“Besok sisihkanlah waktu luangmu. Ibu mau wawancara.” 


Soo-jin bersyukur, karena akahirnya mendapatkan satu kamar kosong yg bisa mereka tempati malam ini. 


Bersama dengan Hye-na, dia jalan-jalan santai sampai waktunya untuk check-in tiba. Melihat wkspresi Soo-jin, yg selalu gelisah membuat Hye-na berkata, “Saat Ibu di sini... cara supaya Ibu tidak diperhatikan adalah Ibu harus kelihatan bahagia. Senyumlah, Ibu!”


Dan akhirnya, Soo-jin tertawa. Sambil difoto oleh Hye-na yg terlihat begitu riang dan bahagia.


Mereka berdua, duduk menatap awan, “Di atas itu awan apa, bu?” tanya Hye-na


SOO-JIN: “Awan itu... awan berbentuk lingkaran..”

HYE-NA: “Mirip Jjing. Jjing dulu suka jagung.”

SOO-JIN: “Kamu teringat Jjing saat kamu makan enak?”

HYE-NA: “Ya, dan teringat nenek juga.. Kapan pun dia sedang keluar... dia akan selalu pulang bawa camilan buat kumakan. Jadi, aku teringat Nenek setiap kali aku makan keripik kentang. Nenek merasa senang saat melihatku... menikmati keripik kentang..”

SOO-JIN: “Begitu ya..”


HYE-NA: “Itu sebabnya aku tidak begitu takut... meskipun sebenarnya aku takut. Saat Paman bilang dia akan membunuhku... aku berpikir...  kalau aku akan pergi ke tempat Jjing dan Nenek”

SOO-JIN: “Bagi Ibu, awan itu...  terlihat seperti peta. Sejauh apakah Ibu bisa membawamu? Sejauh apakah kita bisa sampai ke tempat tujuan kita?”

HYE-NA: “Kurasa kita sudah pergi terlalu jauh. Saat aku dulu tinggal dengan ibuku yang lama... tempat paling jauh yang kutahu cuma supermarket dan tempat binatu.”

SOO-JIN: “Kita akan pergi lebih jauh dari itu. Dan, di tempat itu... kita akan mengenang momen ini. Ayo kita lihat lagi awan itu. Dan lihat apa awan di sana mengingatkan kita akan sesuatu”


SOO-JIN: “Bila ada awan seperti itu di langit, itu berarti hujan bisa saja turun besok.”

HYE-NA: “Jika besok hujan, apa kita bisa pergi naik kapal?”

SOO-JIN: “Ibu rasa tak bisa. Sekarang masih terlalu berbahaya.”

HYE-NA: “Lalu kapan tidak berbahayanya?”

SOO-JIN: “Kamu mau naik kapal?”

HYE-NA: “Iya..”

SOO-JIN: “Tapi sangat berbahaya bagi kita. Kita bisa saja terpisah disana. Dan kalau itu terjadi, ini akan menjadi perjalanan terakhir kita. Itu sebabnya... sulit bagi Ibu untuk membuat keputusan ini. Mengerti maksud Ibu?”


Tak sengaja, anak kecil tadi yg bernama Oh-gyun berjalan di dekat mereka dan menguping pembicaraan mereka. Dia tak menghampirinya, dan malah bersembunyi di balik pohon.


Gigi bagian bawah Hye-na copot, dia tak cengeng dan malah tersenyum pada Soo-jin, yg kemudian berkat: “Kita simpan ini... supaya kita bisa melemparnya ke atap dan membuat permohonan nanti.” 


Ja-young bertemu dengan Hyun-jin yg menemuinya di sel tahanan, “Aku baca artikelmu. Berdasarkan yang kau tulis, sepertinya Kang Soo Jin... tak ada pilihan lain selain menculik anakku karena aku sangat menyiksanya!”

HYUN-JIN: “Oh, begitukah menurutmu? Yang kulakukan cuma menyatakan fakta yang kutemukan saat sedang mencari tahu... bagaimana anak tersebut disiksa... bagaimana pihak sekolahnya dan polisi tidak kompeten... dan gagal melindungi anak itu.” 

JA-YOUNG: “Tulislah juga tentang Kang Soo Jin. Biar adil. Tulislah tentang bagaimana wanita itu disiksa saat kecil... jadi dia memproyeksikan dirinya ke Hye Na dan memaksakan perasaannya padanya! Dan bagaimana dia membuat ini kelihatan kalau anakku mati dan kabur bersamanya. Dan bagaimana diamengubah nama Hye Na... dan berpura-pura seakan anak itu sebagai putrinya! Bukankah dia... terlihat seperti psikopat menurutmu?”

HYUN-JIN: “Aku terbuka dengan saran yang kau lontarkan padaku. Tapi sekarang ini... aku tengah meneliti untuk menulis artikel lanjutan. Tentang Lee Seol Ak. Aku menerima laporan bahwa... ini bukan pertama kalinya Lee Seol Ak menyiksa anak itu. Dan sepertinya ada anak yang dia kenal, yang meninggal beberapa tahun silam..”


Mendengar, permaparan Hyun-jin seketika membuat Ja-young teringat obrolannya dengan Seol-ak via telpon kala itu.. dangat jelas, dia mendengar seluruh pengakuan Seol-ak tengah anak yg pernah dia bunuh, namun Ja-young tak mau mengaku bahwa diirnya mengetahui hal tersebut dihadapan Hyun-jin~


Detektif Chang menerima laporan dari juniornya, terkait identitas Bu Na yg ternyata pernah dipenjara atas kasus pembunuhan,

“Seorang pembunuh membantu pelarian penculik? Sudah cari tahu alamat barunya?”

“Mungkin dia belum resmi pindah.”

“Hubungi agen properti, lacak keberadaannya mobilnya dan riwayat panggilan telponnya juga!”

Lalu tiba-tiba, Detektif Chang menerima telpon dari kejaksaan yg memberitahunya bahwa Ja-young tak ingin mengatakan apa pun kecuali detektif Chang datang kesana.


Soo-jin dan Hye-na, berjalan menuju penginapan bersama dengan Oh-gyun yg nampaknya telah tersesat. 

Oh-gyun tinggal di Yisan, yg juga tempat tinggal Bu Nam ssaat ini. Ayahnya, yg bernama Pak Lee merupakan pemilik salah satu tempat berlatih taekwodo, dan mereka naik mobil dojo ke tempat ini,

“Aku juga ingin belajar taekwondo!”

“Umurmu berapa?”

“Aku.. Delapan tahun.”

“Berarti kau bisa belajar dariku. Umurku sembilan tahun. Dan aku dapat sabuk hitam pekan lalu. Kau tahu sabuk hitam?”


Belum sempat Hye-na menjawabnya, ternyata mereka telah sampai di penginapan. Dan tak lama kemudian ayahnya Oh-gyun datang menghampiri mereka. Dia sangat khawatir, karena Oh-gyun tak bisa dihubungi sedari tadi,


Sebelum berpisah, Oh-gyun dan Pak Lee sempat berterimakasih pada Soo-jin dan Hye-na yg telah mengantar Oh-gyun dengan selamat.


Masuk kedalam kamar penginapan, Hye-na lansgung berbaring di atas bantal, “Aku tak tahu kenapa, tapi saat bersama Ibu... semuanya terasa begitu nyaman dan lembut... dan sangat bagus..” ucapnya dengan riang


Setelah Hye-na terlelap tidur, Soo-jin pergi keluar untuk mencari makanan. Tak sengaja, dia berpapasan dengan Pak Lee yg tengah membawa sekardus bahan makanan, lalu mengajaknya dan Hye-na untuk makan malam bersama.

Namun Soo-jin menolak.. alasannya, karena Hye-na perlu beristirahat, untuk melanjutkan perjalanan mereka,

“Sebenarnya hari ini ulang tahunnya putraku. Ini ultahnya yang pertama setelah ibunya meninggal setahun lalu. Tapi anak itu sering sedih sendiri... jadi kubilang, ‘Hei, ayo ajak temanmu dan kita pergi jalan-jalan’, Itu sebabnya kami pergi kesini, tapi ternyata tidak ada teman yang datang. Lima temannya mau datang... jadi kusiapkan (bahan makanan) untuk delapan orang dan mobil yang bisa ditumpangi tujuh orang... tapi pagi ini, tiba-tiba mereka bilang tidak bisa ikut. Aku memang seorang pendiri dan pengurus dojo taekwondo... tapi aku tak tahu apa semua anak memang seperti ini. Atau kah karena anakku memang tak pernah diperhatikan dan dianggap oleh orang lain...Kurasa, aku tak memahami bagian itu..” ungkap Pak Lee 


“Oh, anakku bilang putrimu mau belajar taekwondo. Aku tidak bisa berterima kasih saja, atas yang kau lakukan untuk kami hari ini. Jadi bisa tanyakan putrimu... apa dia mau ikut memanggang daging malam ini dan belajar taekwondo?” pinta Pak Lee sebelum berjalan pergi


Hye-na mimpi buruk, dia melihat dan mendengar suara Seol-ak yg akan membunhnya dan juga ibunya. Ungtung saja, Soo-jin pulang di waktu yg tepat.. dia langsung mendekap Hye-na dan mencoba untuk menenangkannya. 


Dengan suaranya yg bergetar, Hye-na berkata: “Ibu! Ayo kita kabur. Sejauh mungkin. Ke suatu tempat di mana tidak ada yang bisa mengejar kita.”


Detektif Chang menerima informasi dari pihak asusransi, tentang kecelakaan yg terjadi pada mobil Bu Nam yg kebetulan, berbarengan dengan waktu penculikan Hye-na oleh Seol-ak.
Advertisement


EmoticonEmoticon