3/10/2018

SINOPSIS Mother Episode 13 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 13 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 14 Part 1

Soo-jin membereskan seluruh pakaian Hye-na kedalam tas. Dia memerhatikannya satu demi satu, kemudian terdiam sejenak ketika memegang gaun biru yg dikenakannya dulu~


Sontak... memori masa lalu, kembali terputar dalam ingatannya,


“.... 30 tahun silam, pada malam itu aku ingin tahu apa yang dipikirkan oleh ibuku  Mungkin misalnya, ‘Aku tidak ingin ditangkap polisi di depan anakku’, Atau, ‘Aku tidak bisa membuat anakku mengalami hal ini’, Atau mungkin dia tidak punya pilihan lain, selain melakukan hal yang paling sulit dan menyeramkan di seluruh dunia... 


.... Tak pernah terbesit di benakku sebelumnya, aku bisa memaafkan ibuku. Tak pernah terbesit di benakku sebelumnya, aku akan menjadi ibu .....”

Entah apa isinya, namun Soo-jin menuliskan sebuah surat khusus yg sepertinya, ingin dia berikan untuk Hye-na. Dan dalam benarknya, dia berkata: “Tapi sekarang, aku sepertinya sudah menjadi seorang ibu.”


Soo-jin berbaring mendekap Hye-na, lalu besok paginya.. dia memandikan Hye-na, mengelap wajahnya dan membantunya sikat gigi.


Hye-na dipakaikan gaun biru milik Soo-jin, dan itu membuat Hye-na bertanya: “Kenapa aku pakai baju cantik seperti ini, Bu?”

“Hari ini hari penting. Dan kalau-kalau ada orang yang akan membawamu pergi... aku ingin menunjukkan kepada semua orang betapa pentingnya kau bagiku.”

“Seseorang akan membawaku pergi?”


“Yoon Bok. Ibu tidak ingin berbohong padamu. Kita mungkin bisa naik kapal dengan selamat yang tujuannya ke luar negeri hari ini. Tapi ada juga kemungkinan kita ditangkap polisi, dan akhirnya berpisah. Di saat-saat seperti ini, Nenek kelingking meninggalkan ibu di Panti dan pergi ke kantor polisi sendirian. Karena dia tidak ingin ibu melihat dia ditangkap. Bisakah kamu memahami kenapa dia merasa seperti itu? Jika dia bertanya padaku... Ibu akan memberitahunya, bahwa ibu ingin bersamanya sampai akhir.... tidak peduli betapa berbahayanya itu. Walau hanya sedetik saja. Karena itulah Ibu ingin bertanya kepadamu sekarang juga. Jika kita pergi naik kapal hari ini... kita bisa berakhir dalam bahaya. Ibu bisa saja ditangkap, tepat di depan matamu. Dan kita berdua mungkin akhirnya berpisah. Kau tetap masih ingin pergi?”

“Ya, aku ingin ikut denganmu, bu. Jika Ibu dalam bahaya, aku juga ingin berada dalam bahaya bersama Ibu.”

“Dewi keberuntungan pasti ada di pihak kita.”


Soo-jin memberikan amplop surat yg ditulisnya tadi malam, “Jika kita nanti akhirnya berpisah, bukalah ini, ya” pintanya


“Aku sayang Ibu.” ucap Hye-na

“Benarkah? Ibu juga sayang kamu..” ucap Soo-jin


Detektif Chang menemui atasannya, dan meminta bantuan untuk mengerahkan polisi melakukan pemeriksaan di wilayah Yisan yg merupakan tempat tinggal Bu Nam.

Atasannya sempat ragu, karena permintaan Detektif Chang hanya didasari asumsi tanpa bukti. namun setelah berdebat, akhirnya dia bersedia melakukan hal tersebut..


Soo-jin pulang dengan cara menumpang di mobilnya Pak Lee. Dari kejauhan, terlihat banyak polisi yg memeriksa setiap kendaraan yg lewat,


Berita mengenai kasus penculikan Hye-na, diperdengarkan dalam berita di radio. Pak Lee berkomentar, “Bisa-bisanya guru menculik muridnya sendiri?”


“Mungkin saja karena Ibu anak itu sering memukul anak itu, atau semacamnya.” Sanggah Hye-na

“Ya, kalau seperti itu, dia harusnya menelepon polisi! Tega sekali dia menculik anak itu?” tukas Pak Lee

“Tapi, Ayah. Bagaimana jika polisi tidak mau dengar penjelasan sang ibu guru?” tanya Oh-gyun

“Oh Gyun. Walau begitu..., orang itu tetaplah penjahat karena melanggar hukum..” jawab Pak Lee

“Apa yang akan Ayah lakukan kalau semisal Ayah bertemu mereka di jalan?” tanya Oh-gyun

“Aku pasti akan membawa mereka ke polisi.” Tegas Pak Lee


Mencoba untuk megalihkan pembicaraan, maka Hye-na meminta Pak Lee untuk mengganti channel radio dengan mendengarkan musik saja..


Bu Nam duduk sendirian, tiba-tiba ada elpon dari temannya yg memberi informasi mengenai kedatangan Soo-jin yg ingin pergi naik kapal..

Ternyata, hari ini tak ada kapal yg datang, “Aku merasa tidak enak, jika aku tak bisa mengantanya ke palal. Jadi aku tak punya pilihan selain menelepon orang itu. Tapi kapal itu cukup mahal. Sepertinya kita harus membayar mereka dua kali lipat dalam situasi seperti ini. Kau bisa mengurus hal itu?”

“Kapan aku harus menyiapkannya?”

“Datanglah ke tempat parkir di Pelabuhan Harbor jam setengah 5.”

“Baiklah.”


Bu Nam bergegas pergi, dan dari kejauhan Detektif Chang mengikutinya secara dian-diam~


Mobil Pak Lee, makin dekat ke tempat pemeriksaan. Soo-jin panik dan binugng mesti berbuat apa..

Namun tiba-tiba, Hye-na sengaja menumpahkan air minum ke bajunya dan Soo-jin lansgung membantu membersihkannya..


Pada saat diperiksa polisi, posisi Soo-jin tengah jongkok di depan Hye-na. Maka dari itu, polisi tak begitu menghiraukannya, dan menganggapnya sebagai orang biasa~


Bu Nam sampai di sebuah bank. Bergegas, dia masuk dan mengambil uang tunai dalam jumlah yg lumayan besar~


Berita mengenai Hye-na, ditayangkan dalam monitor yg terpasang di gedung tinggi. Oh-gyun melihatnya.. dia tak kaget, dan hanya berkomentar, “Heol, umur dia sembilan tahun.”


Tak lama kemudian, Pak Lee menghampirinya. Otomatis, dia pun melihat berita itu.. namun Ohgyun malah menariknya, dan mengajaknya untuk buru-buru pergi.


Soo-jin dan Hye-na melihat tayangan berita itu juga, “Oh Gyun dan ayahnya... mungkin sudah melihat itu 'kan bu?”

“Syukurlah, tas Ibu sudah kubawa. Mari kita berpisah dengan mereka di sini.”


Baru berjalan beberapa langkah saja, Soo-jin dibuat bingung dan gelisah karena terdapat polisi dimana-mana. Dia pun berhadapan dengan Pak Lee dan Oh-gyun, dan mereka hanya diam saling tatap..

Ketika polisi makin mendekat, Oh-gyun meraih tangan ayahnya kemudian menatap matanya penuh harap. 


Alhasil... diaat polisi makin mendekat, Pak Lee ansgung mengalihkan perhatian mereka, dengan membahas malasah dompetnya yg hilang..


Berkat bantuan mereka, Soo-jin berhasil melarikan diri. Bergegas, dia pun langsung menelpon ahjumma~


Detektif Chang masih terus mengikuti mobil Bu Nam. Dia sangat yakin, bahwa semuanya berhubungan dengan Soo-jin yg akan melarikan diri naik kapal, maka dia bersikeras harus bisa menangkapnya sekarang!


Namun juniornya, malah bersikap sebaliknya, “Kapten. Tidak ada yang tahu kita mengikutinya ke sini, bukan? Memang benar Anda dan aku telah kesusaha, hingga bisa sampai di titik ini. Tapi jika aku menyetir pelan-pelan sekarang... kita bisa kehilangan jejak mobil Nam Hong Hee. Dan kemudian, Kang Soo Jin... Mungkin bisa naik kapal malam ini bersama Hye Na.”

“Apa maksudmu?”

“Anda juga melihat bagaimana reaksi Ibu Hye Na. Jika kita menangkap Kang Soo Jin hari ini.... Hye Na mungkin harus kembali ke ibu kandungnya. Hye Na mempertaruhkan nyawanya untuk... melarikan diri. Dia benar-benar hampir mati! Jadi, tidak bisakah kita pura-pura tak tahu... dan membiarkan Kang Soo Jin pergi? Semua orang juga bilang Kang Soo Jin sangat mencintai anak itu.”

“Gila kau. Sudah kuperingatkan jangan memikirkan ini sama sekali, bukan? Jangan mengucapkan sepatah kata pun dan cepatlah menyetir!”


Soo-jin naik kedalam mobil teman ibunya, lalu mereka berangkat menuju pelabuhan~


Bu Nam yg telah tiba lebih dulu, lansgung memberikan segepok uang yg dia bwa kepada seorang pria amisterius yg tengah memancing. 

Hal tersebut, dilakukannya atas instruksi dari temannya. Setelah uangnya disimpan dalam wadah es, Bu Nam berjalan kembali menuju mobilnya..


Tak lama kemudian, Soo-jin dan Hye-ba tiba disana. mereka turun dari mobil dan lansgung berdiri di dermaga, dan sebentar lagi kapal pun akan datang menjemput mereka.


Tapi tiba-tiba, terdengar sirine mobil polisi.. dan tak lama kemudian, datanglah beberapa petugas yg lansgung menyergap Soo-jin,


“Kang Soo Jin. Anda ditangkap atas penculikan anak di bawah umur. Anda berhak bungkam. Dan apapun yang Anda katakan bisa memberatkan Anda di pengadilan. Anda berhak meminta bantuan jasa hukum” papar detektif Chang yg kemudian memborgol tangan Soo-jin


Detik itu juga, tangis mereka pecah.. Hye-na menagis karena tak mau dipisahkan dari Soo-jin dan begitu pun sebaliknya. Mereka menjerit, berteriak memanggil nama satu sama lain..


“Jangan mendorong ibuku! Ibuku kesakitan nanti!” teriak Hye-na


Dengan sangat terpaksa.. mereka harus dibawa pergi dengan menggunakan mobil yg terpisah.. 
Advertisement

3 comments

Makin seru aja.. Lanjut ya cingu😊
Btw mother sampe brp episode y?

Huaaaa, next miiinn. ��������

16 episode, jadi minggu depan tamat. Hehehehe :)


EmoticonEmoticon