3/13/2018

SINOPSIS Mother Episode 14 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 14 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 14 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 PREVIEW

Karena ini dalah persidangan yg terakhir, hakim meminta Soo-jin untuk mengutarakan pembelaan yg terakhir kalinya,


Soo-jin berdiri, lalu perlahan dia mau menceritakan segalanya. Dimulai dari apa yg dialaminya hingga moemn yg menjadi alasannya untuk membawa kabur Hye-na, bersama dengannya,

“Saya... sebenarnya tidak pernah ingin  menjadi seorang ibu. Saat saya umur enam tahun, saya ditelantarkan di bawah pohon panti asuhan. Dan karena itu, saya sangat membenci sekaligus merindukan ibu saya. Saya rasa saya takkan mampu menanggung beban menjadi seorang ibu.”


“Jujur, saya... sebelum melihat Hye Na dibuang di kantong sampah atau sebelum saya melihatnya berkeliaran di jalanan larut malam, dengan pakaian lusuh... Bahkan sebelum saya melihat Hye Na menyembunyikan kakinya, yang memar dan berbohong soal bagaimana dia menyayangi ibunya Saya sudah berniat ingin membawa Hye Na dan melarikan diri sebelum semua itu.”


“Dan itu karena... Saya dulu pernah menjadi Hye Na. Pria yang tinggal bersama ibu saya, memukul saya dan mencekik saya. Dan ibu saya pun membunuh pria itu. Lalu dia meraih tangan saya, saat saya umur enam tahun, lalu melarikan diri.”


“Dan karena itu... Saya sangat tahu bagaimana perasaan Hye Na. Tapi... tak saya sangka rasanya sesakit ini. Sebelum saya menyadarinya, saya telah menjadi seorang ibu an Hye Na telah menjadi anak saya. Tak saya sangka harus meninggalkan Hye Na dan melakukan hal yang paling saya benci lebih dari apa pun, yaitu berpisah dengan anak sendiri, rasanya sangat.. sangat menyakitkan.”


“Anda bertanya kenapa saya tidak meminta bantuan polisi atau orang lain? Jujur, mungkin itulah yang seharusnya saya lakukan. Tapi Hye Na saat itu harus segera dilindungi... dan saya tidak ingin Hye Na harus menjelaskan apa yang telah terjadi padanya pada orang asing, berulang-ulang. Dan saya tidak ingin melepaskan tangan Hye Na dan menyuruh dia masuk mobil polisi untuk dibawa ke tempat asing... Yang paling penting, saya... ingin memeluk anak itu di pelukan saya secepat mungkin dan selama mungkin. Saya mohon maaf karena keegoisan saya. Saya telah menyebabkan kesulitan bagi orang banyak. Saat saya dalam pelarian pun... saya selalu merasa sangat menyesal dan sekaligus bersyukur. Walau pengadilan memberikan hukuman terberat... saya akan menerimanya dengan lapang dada. berulang kali pun saya memikirkannya dan memikirkannya lagi, jika saya bisa memutar kembali waktu saya mungkin tetap akan menggenggam tangan anak itu... dan melarikan diri...”


Di panti, gigi Hye-na copot ketika dirinya tengah bermain dengan anak lainnya. 


Sama seperti sebelumnya, Hye-na kemudian melemparkan giginya ke atas genteng lalu memanjatkan sebuah permohonan,


“Apa permohonanmu? Permohonanku aku bisa makan jagung setiap hari...” ucap si anak laki-laki

“Permohonanku rahasia..” jawab Hye-na


Di waktu yg bersamaan, keputusan hakim diumumkan. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Soo-jin tidak ditahan dan hanya menerima hukuman satu tahun enam bulan masa percobaan.


Mendengar putusan, membuat semua orang merasa begitu lega.. bahkan Hye-na, sampai tersenyum dengan mata yg berkaca-kaca.


Bebas dari penjara, Soo-jin lasngung menemui Young-shin di Rumah Sakit. Dia minta maaf dan berterimakasih atas segala dukungan yg diterima dan dia berjanji untuk merawat Young-shin selama yg dia bisa..

Namun untuk hari ini, Soo-jin disuuh pulang dan israhat di rumah saja. Lagipula, disini banyak orang yg menunggu Young-shin dan merasa rasa.. Soo-jin butuh waktu untuk menyendiri setelah apa yg terjadi beberapa hari ini~~~


Soo-jin sempat bertemu Jin-hong, mereka berbincang sebentar dan Jin-hong memastikan bahwa dirinya akan merawat Young-shin dengan sangat baik..


Setibanya di rumah, telpon berdering.. Soo-jin mendengarnya, dia bahkan berlari menghampiri elpon tersebut. Namun tiba-tiba, dia hanya diam dan sengaja tak mengangkat telpon tersebut~


Kemudian, Soo-jin masuk kedalam kamarnya. Dia menggenggam dan melihat sekaleng minuman dari Hye-na, yg membuatnya seketika terduduk lemas dan menagis terisak~


Esok harinya.. kita melihat Hye-na yg tertawa riang, bermain bersama bersaa dengan bu gurunya. Sementara Soo-jin, dia hanya bepergian seorang diri entah kemana tujuannya..


Malam hari, ketika pulang ke rumah.. lagi-lagi telpo berdering. Tapi kali ini, Soo-jin memberanikan diri untuk mengangkatnya dan telpon itu adalah ari Hye-na..

Dengan suara yg terdengan ceria, Hye-na menceritakan pengalamannya selama berada di panti, “Bu.. Aku sudah selesai baca ‘The Secret Garden’, Dan sekarang aku lagi baca `Little Women’. Guruku di sini bilang dia mirip Amy. Tapi menurutku, dia sama sekali tidak mirip Amy”

“Yoon Bok.... Kamu menelepon Ibu darimana? Kamu boleh menelepon jam segini?”

“Ada telepon di kantin. Semua orang lagi pada tidur dan aku menelepon Ibu diam-diam”

“Gurumu orangnya baik? Apa semuanya baik padamu?”


“Bu kepala terlihat menyeramkan, tapi sebenarnya dia sama-sekali tidak menyeramkan dan kentutnya sangat bau. Jadi semua orang menyebutnya ‘bos kentut’.. Dan... guruku disini mengajariku  cara bermain bulu tangkis. Ibu tahu cara main bulu tangkis?”

“Tidak. Ibu tak jago main itu.”

“Berarti, aku akan mengajari Ibu. Katanya bulu tangkis itu olahraga yang bisa dilakukan walau kita sudah tua.”

“Begitu rupanya.”

“Hari ini, Tae Hwa bisa menghafal perkalian 13. Tae Hwa bicaranya tidak jelas... tapi dia paling tahu perkalian daripada aku. Aku saja cuma bisa menghafal sampai perkalian 3. Atau perkalian 2, ya?”

“Tae Hwa itu siapa?”

“Tae Hwa anak laki-laki umur tujuh tahun dan dia akan segera diadopsi...”


Tiba-tiba, suara Hye-na mulai bergetar ketika dia bertanya: “Kapan Ibu datang menjemputku?”


Sontak suasana hening seketika, Soo-jin tak menjawabnya dan Hye-na berkata: “Aku menunggu Ibu. Aku menelepon Ibu berkali-kali setelah aku tahu Ibu sudah bebas dari penjara. Aku bahkan menulis alamat dan nomor... telepon tempat ini, dan mengirimnya ke Ibu. Ibu tidak terima suratnya(yg di kaleng minuman)? Aku mengemasi tasku setiap malam sebelum tidur. Aku menaruh rapi semua kaus kakiku dan sisa bajuku juga. Cepatlah datang, Bu. Aku merindukan Ibu...”

Soo-jin menangis, dia tak bisa menjelaskan apap pun dan hanya sanggup mengucap kata maaf~


“Ibu... sekali lagi, kumohon culik aku..” pinta Hye-na dengan suara yg terdengar begitu pilu 
Advertisement

3 comments

Sdh nonton.. mewek parah,, baca sinopnya, msh juga meleleh..😢😢

😭😭😭😭


EmoticonEmoticon