3/20/2018

SINOPSIS Mother Episode 15 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Mother Episode 15 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mother Episode 15 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Mother Episode 16 Part 1

Setelah membaringkan ibunya di kasur, Soo-jin minta maaf, “Aku tidak tahu bagaimana cara memberitahu Ibu, tapi... Karena terus melarikan diri, maafkan aku, Bu. Ibu selalu ada, makanya aku bisa melarikan diri dengan pikiran tenang. Tolong lupakan semua hal buruk dan perbuatan buruk yang kulakukan. Ada begitu banyak hal yang ingin kulakukan untuk Ibu. Aku akan melakukan segalanya untuk Ibu. Ibu tidak perlu melakukan apapun. Jadi... bertahanlah sedikit lebih lama lagi..” ungkapnya dengan suara yg bergetar


“Soo Jin-aa.. Ibu sudah mengemasi semuanya. Semua hal yang Ibu lakukan denganmu. Tak tertinggal satu pun. Ibu akan membawa semua kenangan itu bersama Ibu. Karena itu semua terlalu berharga bagi Ibu. Ibu sudah siap. Jadi biarkan Ibu pergi sekarang. Hidup yang Ibu jalani merupakan hidup yang sangat indah. Ibu tidak menyesal. Kecuali satu hal saja, yakni Yoon-bok. Ibu pernah kasar pada Yoon Bok, dan membuatnya pergi. Seharusnya Ibu tidak melakukannya. Kalau menyangkut anak itu... orang yang paling bersedih saat ini pastilah kamu...” papar Young-shin yg tentunya membuat Soo-jin, tak kuasa untuk menahan tangisnya


Diuar langit sangat gelap.. namun kita mendengar suara Yon-bok, yg menyebutkan satu-demi-satu, nama bangunan menuju kediaman Cha young-shin..


Soo-jin turun kebawah, karena mendengar suara bel rumah yg berbunyi. Dan betapa terkejutnya dia,, ketika melihat sosok Hye-na yg berdiri di depan gerbang.. dan memanggilnya ‘ibu.’


Bergegas, Soo-jin berlari keluar.. dia melihat Hye-na dan lansgung memeluknya dengan sangat erat. Sementara Soo-jin menangis, Hye-na malah tersenyum bahagia.. dan sengan bangganya, dia menjelaskan bagaimana dia bisa sampai ke tempat ini, bermodalkan sebuah peta,

“Kamu mana boleh pergi sendirian seperti itu! Bagaimana jika terjadi apa-apa padamu? Itu berbahaya!” ujar Soo-jin


Tapi dengan suara lembutnya, Hye-na malah berkata: “Ibu tidak merindukanku? Aku sangat merindukan Ibu...”

“Tentu saja Ibu merindukanmu! Kenapa kamu mengira Ibu tidak merindukanmu..” jawab Soo-jin


Masuk kedalam, Yi-jin lansgung menyiapkan makanan untuk Hye-na yg terlihat sangat gembira. Momen ini, membuat mereka smeua tersadar.. bahwa pada akhirnya, seorang anak... psti akan menemukan cara untuk menemui ibunya..


Soo-jin menelpon pihak panti, dia menjelaskan semuanya dan meminta izin untuk mengantar Hye-na esok hari..


Sambil melihat Hye-na yg asyik bermain dengan Tae-mi dan Tae-hoon, Hyun-jin bertanya: “Unni akan mengantar dia besok?”

“Tapi anak semungil itu sampai jauh-jauh datang kesini. Dan dia harus kembali setelah satu hari saja?” ujar Yi-jin, “Tidak bisakah kita menunggu beberapa hari lagi sebelum kita mengembalikan dia?”

“Aku pun merasa takut.. bagaimana, jika aku, tak ingin mengembalikannya kesana..” ungkap Soo-jin


Sebelum tidur, Hye-na bercerita pada Soo-jin, bahwa mulai minggu depan.. dia akan pindah ke tempat, bernama ‘Happy Child Group Home’.. dia akan punya kakak dan juga adik, tapi yg membuatnya resah.. adalah karena, dirinya harus memanggil pengasuhnya, dengan sebutan ibu.., “Apa aku bisa melakukannya?”

“Iya.. Kamu pasti bisa... Cobalah pelan-pelan. Kita juga 'kan dulu begitu”

“Berarti, Ibu tidak jadi ibuku lagi?”

“Ada banyak anak yang punya beberapa ibu. Ibu pun salah satunya. Dan mereka semua ibunya Ibu...”

“Berarti, Ibu juga... bisa punya anak lagi?”


“Ibu tidak tahu, Yoon Bok. Ibu sungguh tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Jika kamu bertanya pada Ibu, apa Ibu akan mencintai anak lain dan bukan kamu... maka tentu jawabannya tidak. Karena orang yang benar-benar saling mencintai... tidak akan pernah bisa benar-benar terpisah. Bukankah kamu merasa Ibu selalu ada untukmu, walau Ibu tak bersamamu?”

“Iya.. Ibu selalu ada saat aku makan kari... baca buku... sebelum aku tidur... dan saat aku melihat burung terbang di langit...”


“Ibu pun juga begitu. Kamu pun selalu ada, saat Ibu makan daging babi goreng. Saat Ibu membuka mata pagi hari. Saat Ibu melihat kereta melaju. Setiap saat...”

“Tapi Bu... Itu semua... kita tidak benar-benar bersama. Itu... semuanya palsu..”


“Kamu benar, Yoon Bok. Ini kepalsuan, tapi... tapi kita pandai berbohong. Sama seperti halnya kamu memikirkan hal-hal yang kau sukai... Ibu pun akan memikirkanmu. Jadi Ibu akan bisa menahan diri tidak menangis... walau di saat Ibu ingin menangis. Dan, kamu kamish menyimpan kunci dari ibu ‘kan? Jadi percayalah, bahwa suatu hati nanti.. kita pasti akan bertemu lagi. Sama halnya seperti ibu dengen nenek kelingking..”


Ketika Soo-jin terlelap tidur.. Hye-na terbangun, karena mendengar suara benda jatuh. Dia pun berjalan, menghampiri sumber suara yg ternyata adalah kamar Young-shin..


Kondisinya.. Young-shin telah terduduk lemas, bersandar pada meja yg disampingnya terdapat vas bunga yg telah pecah. Dia benar-benar kaget, sekaligus bahagia.. ketika melihat kehadiran Yoon-bok, “Apa aku sudah mati? Kamu bukan hantu, 'kan?” 


“Nek... Aku bukan hantu. Aku naik kereta api kesini. Mau kupanggilkan Ibu?” tanya Hye-na sambil tersenyum


“Tidak usah. Kita berdua saja disini...” jawab Young-shin yg kemudian memeluk Hye-na dengan erat


Setelah berbaring si kasur, Yung-shin memeinta Hye-na untuk menemaninya, “Bisakah kita bersama sebentar? Aku sangat kedinginan dan kesepian malam ini...”

“Mau kupeluk?” tanya Hye-na


“Sejujurnya, aku ingin sendirian. Karena banyak yang harus kulakukan”

“Apa saja yang harus Nenek lakukan?”

“Mengucapkan selamat tinggal“


“Banyak hal yang sudah kujalani dalam hidupku..., jadi ada banyak orang yang harus kuucapkan selamat tinggal pada mereka...”

“Nenek mau mengucapkan selamat tinggal sama siapa hari ini?”

“Emily, dari "Our Town" (maksudnya, karakter yg pernah dia perankan), Sejak umur 9 tahun, aku sudah aktif main teater...”

“Itu usiaku sekarang...”


“Benar. Pada usia itu... aku sudah tahu apa yang ingin kulakukan. Menari dan bernyanyi. Dan membuat semua orang memperhatikanku. Melakukan hal itu sangatlah menyenangkan. Tapi... saat beranjak ke umur 19 tahun, berdiri di atas panggung tiba-tiba menjadi sangat menyeramkan bagiku. Sangat dingin... dan menakutkan dan membuatku merasa tercekik. Aku merasa seolah aku akan pingsan” 


“Padahal ibuku saat itu meninggal dunia. Saat itu penampilan pertamaku tanpa ibuku. Aku memainkan peran Emily. Seorang ibu muda, yang mati, meninggalkan seorang anak berusia empat tahun. Emily meninggal... dan pergi ke alam baka. Di sana, dia menemui almarhum ibu mertuanya. Dan pada saat itu... Aku merasakan bahwa ibuku ada di sisiku. Bahwa ibuku yang sudah meninggal... sesekali datang... dan mengunjungi rumahku. Tiba-tiba aku mengerti perasaan seorang ibu... yang meninggal dan harus meninggalkan anaknya. Setelah hari itu... Aku tidak pernah sekalipun... merasa takut, setakut hari itu. Tapi, malam ini... Rasa takutku sama seperti waktu itu. Dingin... kesepian, dan sesak napas...”

“Aku akan memegang tanganmu, Nenek. Aku juga ingin jadi aktris”

“Benarkah?”

“Aku merasa pasti senang bisa menjadi orang lain. Karena Nenek sangat keren”


“Yoon Bok. Di sana... di atas meja... ada buku. Tolong, ambilkan itu. Bacakan dialog Nenek...” pintanya lirih


Yoon-bok mengambilnya,... kemudian membacakannya dengan suaranya yg terdengar begitu lembut, “Selamat tinggal. Selamat tinggal, dunia. Selamat tinggal kota kami juga. Ibu, Ayah, jaga diri kalian. Selamat tinggal pada jam yang berdetik. Dan bunga matahari. Pada makanan dan kopi, pada baju yang baru disetrika dan bak mandi air panas...”


Perlahan, mata Young-shin mulai menutup dengan sangat lemah.. Yoon-bok yg melihatnya, langsung bertanya: “Nenek mengantuk?”

“Iya..” jawabnya pelan

“Ada yang ingin kuberikan. Aku ke kamar Ibu dulu, ya, dan mengambilkannya buat Nenek. Itu hal yang sangat Nenek butuhkan...” ucap Hye-na


Bergegas, Hye-na mengambil salah satu boneka di kamarnya, kemudian kembali ke kamar Young-shin dan menyimpannya di genggaman tangannya, “Ini ibuku, dari dia berumur 8 sampai 10 tahun...” jelasnya sambil tersenyum begitu manis


Young-shin masih bisa menggenggam boneka itu, kemudian Hye-na berbaring tidur disampingnya..


Perlahan.. diiringi oleh suaranya yg mengucapkan dialog dari buku yg baru saja dibaca oleh Yoon-bok.. kita melihat tangannya yg terkulai lemas.. dan kelopak matanya.. yg pada akhirnya benar-benar tertutup... T_T
Advertisement

4 comments

1 episode lg tamat ya. Semangat lanjutin sinopnya 😙

Mewek dah mewek, dramanya bagus banget....
Semangat ya kak, tinggal 1 episode nih...

Siappp, ditunggu aja yaa :)))

Huaaa jadi ada yg meninggal lagi nih. Stlh banjir tangis di mgl skrh di mother,hikkkssss. Mimiiin makasiihh ya, hwaitiing


EmoticonEmoticon