3/11/2018

SINOPSIS My Golden Life Episode 50 PART 4

SINOPSIS My Golden Life Episode 50 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My Golden Life Episode 50 Part 3

Ibu No terkejut melihat penampilan Bu Min yang tidak seperti biasanya, setelah dia kembali dari menyelesaikan pemakaman ayahnya. Bu Min meletakkan sesuatu di meja, lalu langsung duduk. Ibu No menegurnya karena berani duduk seper itu.


Bu Min bilang kalau ia mengundurkan diri dan yang diletakkan di meja tadi adalah surat pengunduran dirinya. Bu Min bilang kalau ayahnya sudah meninggal, jadi dia tidak perlu bekerja untuk Ibu No lagi.


Ibu No mengatakan bahwa keadaan keluarga mereka sedang berantakan, jadi Bu Min tidak bisa berhenti sekarang. Dia menawarkan untuk menaikkan gaji Bu Min. “Aku tidak membutuhkannya,” kata Bu Min dengan bahasa santai. Ibu No terkejut. Bu Min mengulangi perkataannya dengan bahasa formal, “Nyonya No Myung Hee, aku tidak membutuhkan uang itu.” Ibu No bertanya apa yang sedang Bu Min lakukan.


Bu Min: “Aku sudah mengundurkan diri. Tidak bisakah aku bicara seperti apapun yang kusuka? Kau tidak pernah mempekerjakan orang secara manusiawi. Aku tidak lagi bekerja demi uang. Dan aku satu tahun lebih tua darimu. Kenapa aku harus merendahkan diri ketika aku bukan lagi pegawaimu, Myung Hee?”
Ibu No: “Astaga.”
Bu Min: “Dan aku punya banyak uang. Mungkin tidak sebanyak milikmu. Tapi aku tidak punywa waktu untuk menggunakan uang yang kudapatkan dari melayani keluargamu selama puluhan tahun.’

Ibu No semakin terkejut, ketika Bu Min mengatakan kalau ia melihat saat Jo Soon Ok mengambil Eun Seok 25 tahun lalu. “Apa? Apa yang baru saja kau katakan?” tanya Ibu No. Bu Min mengatakan kalau hari itu Pak Choi tiba-tiba berhenti mengikuti Ibu No, tapi Bu Min sendiri menerima perintah dari kakek untuk mengikuti Ibu No dan mencari tahu siapa yang ditemuinya.
Flashback..


Bu Min memperhatikan saat Ibu No memasangkan jepit rambut kepada Eun Seok.


Bu Min merasa jijik, tapi tugasnya adalah melakukan apa yang diperintahkan. Ia mengikuti mobil Ibu No.


Di rest area, Bu Min melihat Soon Ok menggendong Eun Seok keluar.


Bu Min tidak jadi keluar karena mengingat pesan kakek, “Sampai kau mengetahui siapa pria itu, jangan sampai Myung Hee melihatmu.”


Bu Min tetap tidak turun dari mobil, walaupun ia menyadari kalau Eun Seok melihat ke arahnya.


Dan ketika mobil Ibu No melewati Soon Ok dan Eun Seok begitu saja, Bu Min ingin menghubungi seseorang. Tapi kemudian dia membatalkan niatnya dan menutup kembali ponselnya.


Ibu No berusaha menahan kemarahan dan kesedihannya sekaligus. “Kau melihatnya membawa Eun Seok?  Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” tanya Ibu No. Bu Min mengingatkan bahwa ia hanya boleh melakukan apa yang diperintahkan.


Bu Min berkata bahwa dia dulu adalah sekretaris kakek. Bu Min merasa sudah bekerja keras, tapi kakek malah menyuruhnya menjadi pengurus rumah Ibu No. Kakek memintanya agar membantu Ibu No yang baru saja menikah dan sebagai gantinya kakek akan membiayai cuci darah ibu Bu Min.


“Aku membutuhkan uangnya dan dia bilang akan mengizinkanku bergabung bersama Tim Perencanaan setelah dua tahun. Jadi aku bekerja keras selama dua tahun itu. Saat itulah aku sadar bahwa kau selalu mengataka ‘lakukan apa yang diperintahkan’, seperti ayahmu.”


Ibu No bertanya apa hubungannya sampai Bu Min diam saja ketika melihat Eun Seok diculik. Bu Min berkata bahwa kakek hanya memerintahkannya untuk mengikuti Ibu No, bukan melaporkan penculikan Eun Seok.


Ibu No: “Hei! Min Deul Rae! Kau!”
Bu Min: “Apa? Aku hanya menjalankan apa yang diperintahkan.”
Ibu No: “Kau penyihir! Aku akan membunuhmu!”


Ibu No mulai menyerang Bu Min dan berkata akan membunuhnya. Ia mulai menjambak rambut Bu Min dan menyebutnya penyihir jahat.


Bu Min melawan dan melakukan hal yang sama. Mereka terus saling menjambak rambut sampai terjatuh ke lantai.


Ketika ponsel Ji An berbunyi, Ji Soo langsung merebutnya, “Ayah? Halo?”


Do Kyung: “Ji Soo?”
Ji Soo: “Oppa?
Do Kyung: “Kenapa kau menangis?”


Ji Soo mengembalikan lagi ponselnya dan mengatakan kalau itu telepon dari Do Kyung. Ji An terpaksa bicara. Do Kyung lalu mengajak Ji An bertemu.


Para pelayan di rumah Haesung hanya terdiam menyaksikan perkelahian Bu Min dan Ibu No. Mereka tidak berani melerai.


Mereka berdua kemudian berhenti berkelahi dengan sendirinya karena merasa lelah. Bu Min tertawa dan berkata kalau Ibu No yang berkelas baru saja mengalami keruntuhan karena mengumpat dan menghina orang lain.


Bu Min bilang ia merasa lega. Ia kemudian mengatakan bahwa setelah dua tahun, ia menyadari bahwa Ibu No tetap ingin menjadikannya pengurus rumah. “Aku ingin menikah dan hidup seperti manusia. Hhh... No Yang Ho memintaku bekerja disini 3 tahun lagi. Jika aku menolak, maka tidak akan ada pekerjaan untukku di Haesung. Dia bahkan tidak ingat itu.”


Bu Min lalu berusaha berdiri. Ia berkata jika saja Ibu No memperlakukannya dengan hormat, Ibu No pasti sudah menemukan Eun Seok sejak dulu. “Hei!” teriak Ibu No dan ikut berdiri.


Bu Min lalu melemparkan sebuah kertas bertuliskan nomor plat mobil ‘Seoul 7-7650’. Ia tidak pernah berpikir bahwa baru akan memberikan kertas itu setelah 25 tahun.


Bu Min mencatat nomor plat mobil yang dikendarai suami Joon Ok ketika membawa Eun Seok pergi.


Bu Min tadinya hanya ingin menyiksa Ibu No sebentar saja, tapi kesempatan itu hilang karena Ibu No mengalami kecelakaan dan koma. Bu Min menyebut Ibu No dan Pak Choi sangat lucu. “Nyonya No Myung Hee, kau tahu seperti apa suamimu ketika kau koma?”


Pak Choi menggenggam tangan Ibu No yang sedang terbaring koma. Ia meminta agar Ibu No bangun. Ia bilang ia tidak bisa jika harus kehilangan istri dan putrinya sekaligus. Pak Choi juga berkata kalau dia tidak akan menyalahkan Ibu No atas hilangnya Eun Seok. Ia menatap istrinya dan menangis. 


Bu Min: “Media mengabarkan romansa kalian, tapi sesaat kemudian karena kesalahpahaman, hubungan kalian menjadi dingin dan terpisah.”
Ibu No: “Jangan bohong.”
Bu Min: “Selamat tinggal, No Myung Hee.”


Bu Min lalu melemparkan uang duka sebesar 20.000 dollar yang sebelumnya diberikan oleh Ibu No padanya. Kemudian dia pergi.


Setelah Bu Min pergi, Ibu No tampak mengatur napasnya.


Dalam keadaan berantakan, Bu Min keluar dari rumah Haesung. Ia menatap rumahnya yang ditinggalinya cukup lama, lalu lanjut berjalan pergi.


Ibu No sendiri masih berdiri terpaku dan para pelayan tidak berani mendekatinya. Dengan langkah lemas, ia lalu berjalan menuju kamarnya.


Ibu No menatap dirinya di cermin dan mulai menangis.


Ketika Ji An datang, Do Kyung langsung menanyakan tentang rencana Ji An sekolah keluar negeri. Ji An mengiyakannya dengan mengatakan bahwa itu hanya sebentar. Do Kyung bilang ia tidak pernah berpikir kalau Ji An akan pergi keluar negeri.


Do Kyung: “Jika aku tahu, aku akan memberitahukan rencanaku.”
Ji An: “Apa rencanamu?”
Do Kyung: “Menyelesaikan semuanya dan kembali padamu.”


Do Kyung meminta agar Ji An tidak pergi atau mengundur waktu keberangkatannya. Ji An kemudian berkata, “Kau masih sama Tuan Choi Do Kyung.” Do Kyung berkata kalau Ji An memanggilnya seperti itu hanya ketika menginginkannya pergi. “Itulah kenapa seharusnya kau tidak seperti ini. Kau seharusya tidak menghubungiku. Kau seharusnya tidak melarangku pergi.” Do Kyung yakin sudah terjadi sesuatu pada Ji An.


Ji An lalu menceritakan bahwa kakek meminta maaf dan bilang kalau kondisi jantungnya lemah. Dan jika terjadi serangan lagi, maka kakek bisa mati kapan saja. Kakek lalu mengatakan dengan jujur bahwa dia datang ke rumah ayah dan memukulnya dan membuatnya berlutut.


Ji An yang tadinya tenang menjadi marah. “Kau memukul ayahku? Kau membuatnya berlutu?!” Kakek bilang ia memanggil Ji An untuk meminta maaf dan akan menjelaskannya. “Tidak! Aku rasa aku tidak bisa menerima permintaan maafmu. Aku pergi.”


Kakek: “Tapi aku bermaksud minta maaf.”
Ji An: “Choi Do Kyung tidak tahu aku ada disini. Permisi.”


Ji An menenangkan dirinya di taman rumah sakit. Ia kemudian menerima  kiriman pesan dan rekaman suara dari Bu Min.


Bu Min menulis bahwa ayah Ji An telah menyelamatkan keluarga Haesung. Dia berencana untuk memberikan rekaman itu pada media, tapi ia merasa bersalah pada ayah, jadi ia mengirimkan rekaman itu pada Ji An. Ia juga menulis bahwa Ji An bisa memutuskan apa yang akan dilakukan dengan rekaman itu.
Flashback..


Bu Min menyimpan sebuah alat perekam berbentuk pulpen di belakang alat pemanas di kamar rawat kakek.


Ji An kemudian mendengarkan rekaman yang dikirimkan Bu Min. 


Di cafe, Ji An juga memperdengarkan rekaman itu pada Do Kyung. Rekaman itu berisi suara kakek yang mengancam ayah untuk bebrohong di depan media bahwa ayah-lah yang melakukan penculikan dan penukaran Eun Seok.


Ji An lalu berkata bahwa Do Kyung tidak melakukan kesalahan dan dia akan segera pergi. Ji An bilang bahwa sebenarnya ia tidak mau kehilangan kenangan cinta dengan sesuatu yang memalukan seperti itu. “Maaf,” kata Do Kyung.


“Apa kau  masih menginginkan aku sekarang? Karena sulit menjadi pemimpin Perusahaan Haesung. Karena kau membutuhkanku. Apa kau tahu apa artinya itu untukku?” tanya Ji An. “Aku tidak punya kesempatan untuk melakukan apapun bersamamu. Aku bilang aku tidak akan dan tidak berencana untuk menjalin hubungan denganmu. Aku mengatakan dengan jelas bahwa aku membenci keluarga Haesung. Aku akhirnya mendapatkan hidupku kembali, jadi aku memintamu pergi.”


Mata Ji An berkaca-kaca dan mengatakan kalau Do Kyung-lah penyebab ayahnya dipukul. “Kenapa kau tidak memberitahuku?”


Do Kyung mengatakan bahwa jika dia mengatakannya, maka Ji An akan semakin terluka. “Ayahmu juga tidak mengatakannya juga.” Ji An mengatakan bahwa ayahnya tidak memberitahunya tentang kejadian itu, karena kasihan pada Ji An, tapi Do Kyung tidak memberitahunya, karena Do Kyung pikir Ji An akan pergi.


Ji An: “Kau membuatku jatuh cinta pada cucu dari seorang yang memukul ayahku. Kau membuatku jatuh cinta pada cucu seorang yang mengancam ayahku dan membuatnya berlutut.”
Do Kyung: “Itu karena aku sangat mencintaimu.”
Ji An: “Ya. Itulah caramu mencintai. Sama seperti sebelumnya, kau egois. Sama seperti cucu laki-laki Keluarga Haesung.”
Do Kyung: “Tidak bisakah kau mempertimbangkan posisiku?”


Ji An: “Apa kau mencintaiku? Kalau begitu jangan terlalu tamak jika kau sungguh mencintaiku.”
Do Kyung: “Ji An..”
Ji An: “Biarkan aku bertanya satu hal. Apa yang sudah kau lakukan untukku setelah kau meninggalkan keluarga Haesung?”


Do Kyung tidak bisa memberikan jawaban apapun. Ji An berkata lagi, “Katanya kau menyukaiku. Apa yang sudah kau lakukan untuk orang yang kau cintai?” Do Kyung masih terdiam dan terlihat sangat sedih. “Apa yang sudah kau lakukan? Apa kau melakukan apa yang kuinginkan? Apa kau bahkan tahu apa yang kuinginkan? Kau hanya meminta agar aku menerima hatimu. Haruskah aku menerima hatimu jika kau sudah meninggalkan keluargamu dan berjuang karena kau sangat mencintaiku? Tapi.. aku melakukan itu. Kau membuatku menerimamu.”


Ji An mulai terisak. Ia menguasai dirinya dan berkata, “Hal terburuk yang pernah kau lakukan untukku adalah membuatku mencintaimu. Jadi aku tidak bisa memaafkanmu. Dan aku juga tidak bisa memaafkan diriku.”

1 komentar


EmoticonEmoticon