3/27/2018

SINOPSIS My Mister Episode 1 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 1 Part 2

Setelah siangnya bekerja si kantor, malam harinya Ji-an bekerja paruh waktu menjadi buruh cuci di sebuah restoran. Kerjanya sangat sibuk, tak ada waktunya untuk beristirahat sebentar saja..


Tapi diam-diam, dia masih sempat memungut sisa-sama makanan yg sepertinya masih layak untuk dimakan...


Dong-hoon pulang dengan menaiki subway.. dia melihat Ji-an, namun dia hanya memerhatikannya dan tak ada niatan untuk menghampiri atau sekedar menyapanya. 


Meskipun ternyata, Ji-an turun dan berjalan pulang ke arah yg sama dengan rumahnya.. Dong-hoon tak begitu peduli padanya..

Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya JI-an sampai di rumahnya. Dalam kondisi yg gelap gulita, dia duduk.. menyeduh kopi.. kemudian memakan hidangan sisa, yg dia ‘pungut’ dari tempatnya bekerja..


Tiba-tiba, lampu meja menyala dan terlihat seorang pria yg tengah duduk dibelakangnya. Dia merupakan seorang rentenir, namanya Lee Gwang-il (Jang Ki-young) yg dengan sinis langsung mencecarnya dengan begitu banyak pertanyaan: “Kenapa lampunya tidak kaunyalakan? Biar kelihatan kau pura-pura tidak ada di rumah? Apa kau begini karena kau ingin sering melihatku? Kau kerja dimana? Apa jangan-jangan kau tak punya pekerjaan?”

Ji-an berkata, “Sudah kubilang aku sangat tak suka ada orang masuk ruang privasiku!”, kemudian dia memberikan sejumlah uang yg didapatnya hari ini


GWANG-IL: “Apa lagi? Katakan padaku. Hal-hal yang tidak kau sukai?!”

JI-AN: “Mencoba membuatku berbicara saat aku sedang makan!”

GWANG-IL: “Baiklah. Akan kuturuti maumu....”


Ponsel Ji-an terus berdering, ada telpon masuk dari kontak yg bernama ‘Lee Bong-ae’.. namun Ji-an mengabaikannya dan memilih untuk lanjut menikmati makanannya dalam keheningan..


Keesokan harinya, kita pun tahu, bahwa Lee Bong-ae merupakan nama seorang nenek tua-renta yg telah terbaring dirawat di panti. Sejak kemarin malam, perawatnya terus menelpon Ji-an, yg belum juga membayar  biaya panti.. dan jika seperti ini terus, maka terpaksa, si nenek harus dikeluarkan dari sini..


Ji-an telah berada di panti, tetapi dia memilih untuk duduk diluar.. sampai si perawat pergi...


Beberapa saat berlalu, Ji-an pun masuk menemui Nenek Bong-ae, yg ternyata tak bisa berbicara serta mendengar... Ji-an tak mengatakan apa pun, karena dia langsung bergegas mengemasi barang nenek, sambil menghubungi Song Ki-bum (Ahn Seung-kyun)..


Entah apa hubungan mereka, tapi Ji-an menyuruh Ki-bum untuk datang ke panti, secepatnya!


Siang berubah jadi malam.. Ki-bum masih asyik bermain games, dan dia mengabaikan sms dari Ji-an. Tak bisa terus diam, akhirnya Ji-an beraksi sendirian..


Ternyata, dia berencana untuk membawa kabur Nenek Bong-ae. Tak tanggung-tanggung, dia membawanya.. dengan menggunakan kasur dari panti.


Sangat sulit dan juga berat.. tapi Ji-an berusaha sekuat yg dia bisa. Perlahan tapi pasti, akhirnya dia bisa keluar meninggalkan gedung panti.


Tantangan berikutnya, adalah melewati jalanan yg ada polisi tidurnya. Badan Ji-an sanga mungil, tapi tenanganya masih cukup kuat, hingga berhasil melewatinya.


Sempat ada mobil yg lewat... yg tentunya keheranan dengan tingkah Ji-an. tap mobil itu, tak berhenti, dan berlalu begitu saja, bahkan tanpa bertanya apa pun.


Berikutnya, Ji-an pergi ke supermaket.. hanya untuk membeli minuman yg hangat.. karena tujuan utamanya, ialah mengambil roda untuk belanjaan, yg kemudian dia gunakan untuk membawa nenek Bong-ae.


Beberapa saat berlalu.. kini kita melihat mereka yg tengah berdiam di halter bis. Tak lama kemudian, Ki-bum datang.. dia menapa mereka, terutama nenek dengan sikap yg ‘ramah’ tapi dipaksakan.


Dan sesaat kemudian, merea telah sampai di kamar Ji-an.. sepertinya, Ki-bum menggendong nenek hingga kesini, terbukti dari perkataannya yg mengeluh capek dan ingin pingsan..


Sebelum Kibum pulang, Ji-an berpesan: “Jika kau membawanya ke kamar mandi, Nenek bisa buang air sendiri. Datanglah dua kali sehari, jam 12 siang dan 4 sore. Kutaruh kuncinya di jendela...”


“Selama seminggu saja, tapi, ya. Kalau lama-lama, aku tak bisa”

“Kenapa tak bisa?  Kau 'kan tak ada kerjaan”

“Mana bisa aku berhenti di tengah-tengah saat lagi main game. Aku pamit yaa..”


Dengan menggunakan bahasa isyarat, Ji-an menjelasakan kepada nenek, bahwa Ki-bum akan menengoknya di siang dan sore hari.. dan ketika sendirian, nenek tak boleh membukakakn pintu untuk siapa pun..

“Nenek saja tidak bisa mendengar apa pun, berdiri saja tak bisa” jawabnya dengan bahasa isyarat


Kemudian seperti biasanya.. Ji-an sempat menyeduh kopi, dalam suana hening dan gelap..


Dalam pesta pernikahan putrinya Sang-hoon, kedua adiknya duduk di meja resepsionis untuk menerima amplop dari para undangan.


Dong-hoon memergoki Gi-hoon, yg tengah menyembunyikan beberapa amplop.. dia pun memarahinya dan menyuruhnya berhenti. Namun Gi-goon membela diri, dengan menagtakan bahwa diirnya disuruh oleh Sang-hoonn, yg akan memberi kode setiap kali ada amplop yg mesti dia ‘curi’


Dong-hoon tak setuju akan hal itu, maka mereka pun berdebat. Dan pada saat itulah, istrinya Sang-hoon, yakni Ae-ryun melihat tingah mereka.. dan lansgung menghampirinya. 


Dia mengecek tempat amplop, hingga membuatnya mengetahui hal menjijikan yg telah dilakukan oleh suaminya. Maka pada saat itu juga dia lansgung menyeret Sang-hoon menuju tangga darurat..


“Aku cuma mengambil sebagian uang dari biaya pernikahan putriku sendiri!”

“Makanya, ayo kita ke kantor polisi dan  lihat apa tanggapan mereka!”


Dari luar, Dong-hoon.. Gi-hoon.. serta ibunya, hanya bisa duduk mendengar perdebatan antar suami-istri yg terndengar begitu kencang. Sepertinya, hal ini sudah biasa.. terbukti, dari respon yg mereka tunjukan..


Bukannya berusaha untuk memisahkan, Ibu malah menyuruh putranya yg lain untuk pulang saja, “Pergilan, sebelum wanita itu memarahi kalian..”
Advertisement

1 comments:

terima kasih sinopsis nya....
di tunggu kelanjutannya....


EmoticonEmoticon