3/29/2018

SINOPSIS My Mister Episode 1 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 1 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 2 Part 1

Esok harinya, Ji-an kerja ke kanotr seperti biasa. Namun, penampilannya yg mengenakan kacamata hitam dalam ruangan, menjadikannya pusat perhatian seluruh pegawai..

Tentunya, dia menyadari hal tersebut. Akan tetapi, dia terlihat cuek dan terus bekerja sesuai dengan tugasnya~


Di siang hari, datang seorang pengantar barang yg masuk ke dalam kantor dengan mengenakan helm full-face. Dia mengirim sebuah amplop untuk Park Dong-hoon. Dong-hoon menerimanya, tanpa tahu siapa pengirimnya dan apa isinya..


Setelah si kurir pergi, Dong-hoon membuka amplop itu.. dan dia langsung terkejut sendiri, karena isinya adalah uang sebanyak 50 juta won. Ada catatan kecil yg tertempel disana: ‘Ini 50 juta won. Tolong urus masalah ini untuk kami..’


Karena ini masih jam istirahat siang, semua tak ada orang yg melihat Dong-hoon menerima paket tersebut. Dan ketika orang-orang kembali, dia pun bergegas menyembunyikannya dalam laci..


Dia kira, tak ada yg melihatnya, namun ternyata.. Ji-an yg duduk di sebrangnya, terus memerhatikannya sedari tadi.


Siang berubah jadi malam.. saatnya para pegawai untuk pulang. Satu persatu dari mereka pergi, hingga tinggallah Dong-hoon dan Ji-an.


Ketika Dong-hoon hendak mengambil amplopnya, tiba-tiba Ji-an menghampirinya dan minta dibelikan makan, “Belikan aku makan. Aku lapar!”


Merasa tersudutkan, Dong-hoon pun menuruti permintaan Ji-an. Mereka menikmati sup, di sebuah kedai.. dan setelahnya, tiba-tiba Ji-an minta dibelikan minuman..


Niatnya ingin menolak, tapi pada akhirnya Dong-hoon memabwa Ji-an ke sebuah bar. Disana, Dong-hoon merasa terganggu dengan tingkah Ji-an yg tak pernah melepas kacamata hitamnya, pada suasana dalam ruangan sangat gelap, 


Ji-an sedikit menurunkan kacamatanya dan memperlihatan luka lebam di area matanya. Tanpa bertanya apa pun, Dong-hoon lansgung komentar: “Putuslah dengannya. Kenapa pula kau pacaran sama pria yang menyiksamu?”

“Kau pernah pukul seorang wanita sebelumnya?”

“Tidak pernah”

“Sekalipun tak pernah? Padahal aku mau bertanya bagaimana rasanya”


Selesai minum, mereka pun berpisah. Kebetulan, Sang-hoon dan Gi-hoon lewat di daerah ditu, maka mereka memergoki Dong-hoon yg bersama dengan perempuan yg bukan istrinya.

Mereka bertanya ini dan itu, tapi Dong-hoon tak mau hal ini dipermasalahkan dan hanya menegaskan, bahwa Ji-an itu adalah rekan kerjanya dan mereka tak ada hubungan lebih selain itu..


Dong-hoon buru-buru pamit, karena dia harus kembali kekantornya. Niatnya, ingin mengambil amplop uang di laci.. namun malam itu, penjagaan cukup ketat. 


Dia sempat mengintip ke ruang CCTV, dan disana banyak yg berjaga. Alhasil, dia pun memilih untuk pulang begitu saja..


Dalam perjalanan pulang, Dong-hoon sempat menelpon istrinya untuk bertanya: “Aku lagi jalan pulang. Mau kubelikan sesuatu? Ada yang ingin kau makan?”

“Tidak. Beli saja apa pun yang ingin kau makan”


Ji-an kembali ke kantor.. dia bertemu dengan ahjussi petugas kebersihan dan minta bantuannya untuk melakukan sesuatu. Ahjussi itu, sempat bertanya: “Kamu yakin, akan melakukan ini?”

“Dia bahkan tidak bisa melaporkannya. Jadi apa masalahnya kalau aku yang dapat uangnya?”


Ahjussi itu, masuk kedalam ruang kontrol dan dia sengaja mematikan lampu. Bergegas, JI-an menaiki tangga darurat menuju ruang kerjanya, dan sengaja mengambil amplop berisi uang dari laci Dong-hoon.


Petugas keamanan sempat diabut hektik dan kebingungan dengan kondisi lampu yg tibat-iab padam. Tappi karena sedanga da pekerja yg memetulkan lift, mereka hanya menganggap itu, sebagai insiden korsleting biasa.


Ketiga petugas keamanaan berjalan menuju ruang kontrol, Ji-an teah menyelesaikan misinya dan lampu kembali dinyalakan..


Esok paginya, Dong-hoon pergi kerja seperti biasa. Diam-diam, dia mengecek lacinya, tapi betapa kagetnya dia, karena mengetahui bahwa amplop itu, telah raib...


Saat itu juga, dia lansgung teringat pada sosok Ji-an yg malam tadi, gerak-geriknya sangat mencurigakan. Apalagi kebetulan, pagi ini Ji-an belum datang.. tak seperti hari-hari biasanya. Dia ppun meminta nomor ponselnya dari pegwai lain, namun ternyata.. tak ada yg punya..


Perusahaan mendapatkan e-mail aduan, yg melaporkan bahwa Direktur Park Dong-woon menerima uang suap dalam bentuk tunai. Maka Direktur Yoon dipanggil, dan diinterogasi. Namun setelah diperiksa, tak ada sepeser pun uang yg dia terima..


Ketika petugas memeriksa CCTV, diketahui bahwa paket berisi uang itu, justru ditujukan kepada Manajer Park Dong-hoon...


Ternyata, rencana ‘suap-menyuap’ ini, adalah strategi pihak Joon-young untuk menjatuhkan Direktur Park. Akan tetapi, pekerjanya salah tulis nama.. seharusnya Park Dong-woon, tapi malah Park Dong-hoon..

Mereka bingung mesti berbuat apa, namun Joon-young tiba-tiba mengatakan bahwa mereka bisa membuat seolah-olah Dong-hoon memang penerima uang suap itu, “Kita anggap saja Manajer Park Dong Hoon... orang yang menerimanya. Juniornya menjadi CEO... jadi dia mengira dia dipindahkan ke Inspeksi Keamanan karena itu...”


Tak lama kemudian, pihak invesigator internal mendatangi Dong-hoon dan lansgung menyeretnya ke ruang interogasi. Seluruhh pegwai, keheranan dengan siatuasi yg terjadi.. namun Dong-hoon, belum bisa menceritakan apa pun pada mereka..


Dalam perjalanannya, Dong-hoon berpapasan dengan Ji-an yg baru datang. Dia pun berteriak memanggil namanya, namun Ji-an berjalan melewatinya begitu saja..

Advertisement

1 comments:

Waahh udah mulai terasa keseruan jln cerita nya... semangat buat admin ya ditunggu kelanjutan sinopsis nya..


EmoticonEmoticon