3/16/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 5 PART 1

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 4 Part 3

Seol Ok keluar dari toko kue Hee Yeon dan masih merasa yakin kalau pernah melihat pelayan di toko tadi. Seol Ok bilang kedatangan pelayan itu merusak suasana hatinya dan ia merasa kalau pernah bertengkar dengannya. Ia menduga itu adalah pertemuan yang singkat, karena pelayan itu bukan teman sekolahnya.


Tamtama Lee datang dengan mobil patroli dan mengajak Seol Ok naik mobil. Tamtama Lee bilang ia menghormati Seol Ok apalagi baru saja menemukan pelaku pembakaran. Seol Ok bilang ia juga menghormati Tamtama Lee.


Seol Ok: “Bagaimana kau bisa menjadi Polisi? Aku selalu gagal dalam ujian Polisi.”
Tam. Lee: “Aku juga sering gagal. Aku belajar selama tiga tahun di Noryang-dong.”
Seol Ok: “Noryang-dong?”
Tam. Lee: “Aku tidak giat belajar selama dua tahun pertama. Tapi aku giat belajar di tahun ketigaku, karena ada gadis cantik di kelas umum.”


Seol Ok bertanya-tanya apakah ia harus ikut kelas umum juga agar bisa bertemu dengan pria tampan. Ia lalu minta diturunkan di sebuah halte bus.


Ji Seung menghubungi Detektif Ha dan berkata kalau ayah mereka sedang menunggu kedatangannya.


“Bohong. Ayah malah senang kalau aku tidak ada di dekatnya,” kata Detektif Ha yang ternyata sudah ada di gedung yang sama dengan kakaknya. Ji Seung sangat senang melihat Detektif Ha disana. “Hyung, selamat sudah menjadi Presdir. Terima kasih atas dukungan Firma Ha & Jung untuk ibunya Ye Na. Berkatmu, tidak perlu ada gugatan.”


Ji Seung mengajaknya makan malam bersama setelah acara, tapi Detektif Ha menolak dan meminta agar lain kali kakaknya untuk mentraktirnya makanan enak dan mahal, karena kakaknya sudah menjadi Presdir. Seorang pegawai lalu menghampiri Ji Seung dan mengatakan bahwa acaranya akan segera dimulai. Detektif Ha lalu melambaikan tangan pada kakaknya dan menyuruhnya masuk.


Ji Seung terlihat naik ke podium untuk memberikan pidato pertamanya sebagai Presdir Firma Ha & Jung. Ji Seung bilang bahwa Presdir sebelumnya sudah memimpin firma itu dengan baik dan dia berharap bisa melakukannya dengan sebaik itu. Ia yakin dengan bantuan semua pihak, ia bisa melakukannya.


Tuan Ha tersenyum bangga melihat putra sulungnya, tapi kemudian dia merasa dadanya sangat sakit hingga ambruk. Ji Seung dan beberapa orang yang berada di atas panggung berusaha membantunya. Tidak lama kemudian, Tuan Ha dibawa masuk ke dalam ambulance dan Ji Seung mendampinginya.


“Pak Kim, Tuan Ha sedang dilarikan ke rumah sakit,” lapor seseorang yang sebelumnya mengantarkan karangan bunga. “Ya, aku akan mengikutinya untuk memastikan.”


Di halte, Seol Ok kemudian mengambil bus jurusan ke Noryang-dong. “Itu dia pria tampan,” kata Seol Ok sambil menghampiri seorang pria yang sebelumnya terlihat melepas dan membersihkan kacamatanya.


“Kau terlihat lebih tampan tanpa kacamata,” kata Seol Ok yang membuat pria itu sangat terkejut. “Apa itu kacamata minu? Atau kacamata gaya. Aku bukan orang aneh. Kau turun dimana?” Tapi pria itu malah merasa Seol Ok aneh, lalu memakai kembali kacamatanya.


Pria: “Aku turun di Noryang-dong. Di halte berikutnya.”
Seol Ok: “Astaga. Ini takdir.”
Pria: “Astaga.”


Turun dari bus, Seol Ok masih mengikuti pria itu. Bahkan ketika pria itu berjalan zig-zag, Seol Ok tetap mengikutinya. Akhirnya pria itu tidak tahan lagi. Ia bertanya dengan kesal kenapa Seol Ok teus mengikutinya.


Seol Ok bilang ia lupa membawa ponselnya dan ingin meminjam ponsel pria itu. Karena ingin Seol Ok pergi, pria itu terpaksa meminjamkan ponselnya.


Di mini market, Detektif Ha mengeluhkan mie-nya yang belum matang. Ia sebenarnya ingin makan barbekyu, tapi tidak mungkin memakannya sendirian. Ponselnya berdering. “Halo?”


Seol Ok menyapapanya dan berkata kalau itu adalah ponsel pinjaman. Detektif Ha mengomel karena Seol Ok kehilangan ponselnya dan tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menangkap penjahat. Seol Ok meminta Detektif Ha menemuinya. Tapi Detektif Ha bilang ia sedang sibuk.


Detektif Ha buru-buru memakan mie-nya, dan langsung membuang sampahnya. Ia sebenarnya senang, karena akan bertemu Seol Ok. “Kenapa kau menggangguku? Sudah kubilang aku sibuk,” kata Detektif Ha.


Seol Ok berkata bahwa ia baru saja menangkap seseorang dengan kamera di kacamatanya. Pria itu tertawa kesal, lalu berusaha merebut kembali ponselnya. “Dia merekam rok wanita sambil berpura-pura mengelap kacamatanya. Aku melihatnya sendiri,” kata Seol Ok. 
Flashback..


Setelah mengelap kacamatanya, pria itu meletakkannya tepat di atas rok seorang wanita yang duduk di depannya.


Pria itu pergi, tapi kembali lagi untuk mengambil ponselnya dari tangan Seol Ok, lalu pergi lagi. Seol Ok berkata bahwa nomor ponsel pria itu sudah diketahui jadi dia akan tetap ditangkap nantinya. Pria itu bertanya kenapa Seol Ok melakukan itu kepadanya.


Seol Ok menyuruhnya menyerahkan diri dan menjalani investigasi. Pria itu lalu melepaskan kacamatanya karena Seol Ok menyebut kacamatanya sudah ketinggalan, padahal dia tampan. “Siapa kau?” tanya pria itu.


Tidak lama kemudian, Detektif Ha datang dan menangkap pria itu. Detektif Ha bertanya apakah Seol Ok tidak ikut bersamanya. Seol Ok bilang ia akan jalan-jalan dulu. Detektif Ha melihat sekeliling dan bertanya apa yang bisa dilihat disana. Seol Ok hanya melambaikan tangannya dan pergi.


Seol Ok melihat banyak plang dan spanduk bertuliskan Institut Kepolisian, Institut Ujian Advokat, Kelas Gratis, Cara Kilat Menjadi Seorang Polisi dan banyak lainnya. Disana juga terlihat banyak orang belajar sambil berjalan.


“Sudah kuduga. Aku seharusnya belajar di tempat seperti ini,” kata Seol Ok pada dirinya sendiri dengan bahagia. Ia lalu melihat sebuah supermarket dan masuk ke dalamnya.


Seol Ok merasa barang-barang yang ada disana lebih murah dibandingkan tempat belanjanya yang biasa. Ia lalu mengambil beberapa barang dan sempat mencoba sebuah alat pemijat leher. Ia merasa alat itu bisa digunakan untuk membunuh seseorang.


Setelah membayar, seorang kakek menghalanginya pergi dan mengatakan bahwa Seol Ok belum membayar belanjaannya sambil menunjuk alat pemijat yang masih ada di leher Seol Ok. Seol Ok melepaskan alat itu dan meminta maaf karena ia tidak sengaja.


Kakek itu meminta Seol Ok membayar ganti rugi 1500 dollar, karena peraturan tertulis disana bahwa setiap tindakan pencurian harus membayar ganti rugi 500 kali lipat dari harga barang. Seol Ok bertanya apakah pria itu menuduhnya mencuri.


“Jangan pura-pura bodoh!” kata kakek itu sambil menunjuk semua CCTV yang ada disana. Seol Ok tidak mau kalah begitu saja dan mengatakan bahwa pria itu bisa dipenjara. “Penjara? Aku tidak akan dipenjara karena menangkap pencuri!”

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 4 Part 3

Comments


EmoticonEmoticon