3/17/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 6 PART 4

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 6 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 6 Part 3

“Maksudmu buku ini, bukan?” tanya Pak Hwang sambil menunjukkan buku hasil karyanya pada Seol Ok. Seol Ok menganggukkan kepalanya dengan antusias. “Aku akan memberikannya kepadamu sebagai hadiah. Siapa nama wanita cemerlang ini?” Seol Ok bertambah senang dan menyebutkan namanya, sedangkan Detektif Ha tampaknya tidak menyukai kedekatan mereka.


Pak Hwang menulis ‘Dear Yoo Seol Ok, aku harap kau menjadi detektif hebat seperti Sherlock Holmes. Dari Hwang Jae Min’.


Mereka bertukar pikiran tentang menangkap penjahat dan itu membuat Detektif Ha makin jengkel. Ia menepuk bahu Seol Ok dan menyuruhnya segera menanyakan hasil pemeriksaan TKP. Seol Ok lalu menanyakan tentang sidik jari yang ditemukan di sepatu Mi Joo.


Pak Hwang tiba-tiba menghilang dan muncul dengan memegang sepatu Detektif Ha, dan di sisi itulah si korban menyentuh sepatu Mi Joo. “Melihat dari sudut sidik jarinya, korban memegang sepatunya mabil berbaring di tanah,” kata Pak Hwang lalu berdiri lagi dan menunjukkan foto sepatu Mi Joo.


Pak Hwang bilang dengan sudut seperti itu, tidak mungkin dilakukan sambil berdiri ataupun jongkok.


Kakek Lee sepertinya berusaha meminta tolong pada Mi Joo dengan memegang sepatunya, tapi Mi Joo terlalu terburu-buru dan terbiasa untuk tidak peduli pada lingkungan sekitarnya, karena hanya fokus untuk belajar dan ujian.


Pak Hwang lalu menunjukkan banyak jenis sol sepatu yang diproduksi oleh Pabrik Myungdo pada rentang tahun 2014-2016. Dan yang ada di TKP adalah jejak sandal dengan tiga garis yang harganya sekitar 3 sampai 8 dollar.


Seol Ok bilang jenis sandal itu adalah yang sering dipakai di Noryang-dong. Detektif Ha bertanya-tanya apakah itu milik salah satu pelajar. Pak Hwang mengatakan bahwa dia harus memberikan kuliah besok, jadi sekarang dia harus pergi. Seol Ok lalu memotret dengan ponselnya.


Pak Hwang bertanya apakah ia membantu dan Seol Ok mengiyakan. Tapi Detektif Ha bilang kalau seharusnya Pak Hwang membantu detektif, bukannya warga seipil. “Bukankah bagus untukmu jika ini membantu Seol Ok? Aku kira kalian berkencan,” kata Pak Hwang.


Seol Ok: “Apa? Itu tidak benar.”
Det. Ha: “Lupakan saja. Darimana kau mendengar rumor seperti itu? Lakukan saja kuliahmu dengan baik.”


Detektif Ha mengambil hasil analisis tentang telapak sandalnya lalu pergi. Seol Ok tersenyum memberi salam pada Pak Hwang, lalu mengikuti Detektif Ha.


Pak Hwang sendiri tersenyum penuh misteri.


Detektif Ha merasa menyesal karena sudah membawa Seol Ok ke lab forensik, tapi Seol Ok malah sangat senang dan berterima kasih pada Detektif Ha karena ia bisa mendapatkan tanda tangan Pak Hwang. Seol Ok llau bertanya bagaimana rumor tentang kencan mereka beredar dan apakah Detektif Ha memberitahu orang lain bahwa Detektif Ha tinggal di rumahnya.


Detektif Ha bilang itu hanya karena mereka sering terlihat bersama. “Kalau begitu, kita menjaga jarak saja,” kata Seol Ok lalu mundur dan berhenti berjalan. Detektif Ha bertanya apakah Seol Ok takut kepada rumor. Dia menjelaskan bahwa mereka tidak melakukan perselingkuhan atau semacamnya, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan.


Seol Ok lalu berkata bahwa dia akan pergi ke Noryang-dong dan menemukan pelakunya. Detektif Ha sangat penasaran siapa orang yang paling dicurigainya Seol Ok. Tapi Seol Ok tidak mau memberitahukannya karena ia belum 100 persen yakin.


Di rumah, Detektif Ha memohon agar Seol Ok tidak memakai celemek. Seol Ok bilang ia akan melihat resep dari ponselnya baru. Ia menolak saat Detektif Ha menyuruhnya istirahat. Ia bahkan melarang Detektif Ha untuk membantunya memasak kali ini. Detektif Ha ptus asa.


Masakan yang Seol Ok siapkan semuanya adalah sayuran. Seol Ok bilang ia menyiapkan makanan sehat untuk Detektif Ha. Seol Ok bahkan mempersilakan Detektif Ha untuk memakan akarnya juga. Seol Ok bilang Detektif Ha pasti merasa tidak nyaman karena Seol Ok mengeluarkan banyak uang untuk membeli semua sayuran itu, terutama ginseng.


“Apa ini sushi ginseng?”tanya Detektif Ha lalu memakan juga daun dan akarnya. Ia memaksakan diirnya untuk memakan sayuran itu demi Seol Ok yang mengatakan bahwa itu adalah makanan sehat. Di meja juga tersedoa potongan besar brokoli, dan hampir semua sayuran yang tersedia tidak dimasak. Seol Ok sangat senang karena Detektif Ha mau memakannya.


Detektif Ha kemudian terlihat berjalan memasuki Kantor Polisi dengan terhuyung dan memegangi perutnya. “Makanan alami menyehatkan itu hampir membunuhku,” ujarnya. Sung Woo lalu datang dan bertanya kenapa Detektif Ha tidak bekerja bersama tim promosi dibanding bekerja di luar. Detektif Ha berakting seolah tidak mendengarnya dan menggaruk telinganya yang tidak gatal.


Sung Woo: “Kau mau kemana? Laporlah ke atasanmu sebelum pergi.”
Det. Ha: “Aku mau ke Noryang-dong.”
Sung Woo: “Bagaimana dengan rekanmu?”
Det. Ha: “Dia bahkan tidak mau bicara denganku, jadi dia bukan rekan.”


Sung Woo tidak suka jika Detektif Ha terus menginvestigasi dengan warga sipil. Detektif Ha bilang ia berhasil menangkap penjahat selama ini. Sung Woo kemudian mengungkit kejadian lama tentang Detektif Ha yang berusaha menangkap perampok sendirian dan teman akademinya sampai terluka. Sung Woo ternyata kesal pada Detektif Ha karena dulu dia mendapat pengurangan poin dan detektif yang bertugas mendapat peringatan.


“Hei, aku dengar kau terkenal sebagai Polisi tampan dari Joongjin. Harusnya pria tampan sepertimu membantu bagian Public Relation saja,” kata Detektif Ha lalu pergi.


Setelah Detektif Ha pergi, Sung Woo menggerutu, “Dia teman akademiku, jadi aku tidak bisa memerintahnya semauku. Dia sangat tidak patur dan itu membuatku gila. Darimana dia dengar tentang pria tampan itu?” Sung Woo lalu membalas senyuman Polwan yang menyapanya.


Detektif Ha dan Seol Ok mendatangi kediaman In Ho, cucu korban, namun tidak ada yang membukakan pintu. Detektif Ha menduga bisa saja gipsnya palsu. Tapi Seol Ok bilang berdasarkan rekaman CCTV yang ia lihat, In Ho sangat kesakitan ketika seseorang tidak sengaja menyenggol tangannya. Dan Seol Ok datang untuk bertanya kenapa tangannya bisa sampai terluka.


Berdasarkan keterangan dari kasir mini market milik kakek, In Ho memang jarang ada di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya di Gangnam. Kasir menduga saat ini In Ho ada di klub bersama teman-temannya.


Seol Ok melihat aturan denda 500 kali lipat dan bertanya pada kasir apakah masih ada yang mencoba mengutil. Kasir mengatakan bahwa itu kadang masih terjadi dan mereka tidak melaporkan tindakan pencurian ke Polisi, karena mereka masih bisa mengatasinya sendiri.


Kasir lalu menunjukkan ruang kontrol CCTV mini market. Detektif Ha tidak heran jika kakek dapat dengan cepat mengetahui apa yang terjadi di mini marketnya.


Detektif Ha lalu mengambil foto kakek dan In Ho yang tertempel di layar monitor. Seol Ok mengecek harga kaos yang dipegang kakek di foto itu dan harganya sangat mahal yaitu 740 dollar. Seol Ok bilang kaos itu berasal dari merk ternama.


Kasir bilang kaos itu adalah hadiah dari In Ho untuk kakek beberapa hari sebelum kematiannya.


Saat itu sepertinya kakek dan In Ho sangat bahagia.


Detektif Ha melihat fotonya lagi dan Seol Ok berkata bahwa kaosnya berasal dari merk ternama, tapi kuenya dibeli dari toko biasa.


Sementara itu, Pak Hwang masuk ke kelasnya. Ia berkata bahwa ia sudah membaca semua komentar untuk evaluasi perkuliahannya. Ia bilang pendapat para Polisi baru itu agak kasar, tapi tidak masalah. Ia membacakan komentar yang pertama, “Perkuliahanmu membosankan dan ketinggalan zaman. Ji Dong Chan?”


Orang yang disebut namanya kebingungan. Kyung MI yang ternyata ada di kelas itu dan duduk di samping Dong Chan berbisik, “Apa kau menulis namamu?” Dong Chan menggelengkan kepalanya.


“Tuan Ji?” panggil Pak Hwang. “Aku mengetahuinya dengan membandingkannya dengan laporanmu sebelumnya. Tulisanmu selalu menurun seperti ini. Kau memiliki kecenderungan depresi. Perkuliahanku pasti membosankan bagi orang dengan kepribadian seperti itu. Apa aku salah? Selanjutnya.”


Seorang bernama Kim Soo Joeng tersenyum nelangsa ketika Pak Hwnag membacakan komentarnya  ‘tidak menyenangkan dan tidak menyentuh’. Pak Hwang bilang bahwa Soo Jeong bukan kesini untuk menonton film. Ia juga bilang kalau Soo Jeong suka beropini dan tidak konsisten, jadi tidak mungkin sukses.


“Ini disebut analisis graphology. Ini masih tidak menyenangkan?!”kata Pak Hwang denagn suara keras. Ia memelankan lagi suaranya, “Selanjutnya.”


Pak Hwang: “Kim Kyung Mi?”
Kyung Mi; “Ya?”
Pak Hwang: “Dosen jenaka. Waktu berjalan seiring  tawaku di perkuliahannya. Kyung Mi, Kyung Mi, Kyung Mi.”


Kyung Mi berbisik pada Soo Jeong bukankah yang di depannya itu adalah Profesor Kim Jin Woo. “Bukan, dia Profesor Hwang Jae Min,” jawab Soo Jeong.


Kyung Mi lalu terkejut, karena Pak Hwang sudah ada di hadapannya. Pak Hwang mengatakan bahwa orang yang terlatih dalam bidang ini dapat menebak kepribadian seseorang, tapi inti dari analisis graphology adalah untuk mengetahui dua tulisan berasal dari orang yang sama.


“Apa kalian mengerti? Apa kalian tahu kenapa aku meminta agar kalian mengerti? Kalian harus mengerti, karena ini adalah sebuah candaan!” kata Pak Hwang dan tertawa. Kyung Min pun terpaksa harus tertawa untuk lelucon garing itu.


Semua peserta lain saling berpandangan dengan aneh, melihat Kyung Mi dan Pak Hwang tertawa.


Dong Chan: “Apa itu lucu?”
Kyung Mi: “Aku pernah membuka toko, jadi aku hanya tertawa saja.”


Pak Hwang kembali ke podium dan bertanya apa perkuliahannya masih tidak menyenangkan. Ia juga mengatakan bahwa tahun lalu semua pesertanya adalah orang bodoh, tapi ia akan mencari tahu bagaimana kemampuan peserta tahun ini. Ia meminta peserta membuka buku pelajarannya dan bertanya.


“Tapi jangan berikan pertanyaan yang terlalu keras. Karena itu akan menyakitkan. Hahaha...” kata Pak Hwang lalu tertawa. Kyung Min pun terpaksa harus ikut tertawa juga. “Haha.. itulah Kyung Mi.”


Seol Ok membuka folder kasus pencurian dimana kakek mendapat ganti rugi dari 1000 sampai 4000 dollar. Kasir mengatakan bahwa semua kasus itu diakhiri dengan pembayaran denda. Seol Ok melihat video itu satu persatu.


Detektif Ha bertanya kenapa In Ho terluka dan apakah itu sungguhan. Kasir bilang ia sendiri yang membawa In Ho ke rumah sakit.
Flashback..


Kasir menceritakan saat ia emmbuka pintu belakang ia melihat In Ho yang sedang duduk dan mengeluh sakit di bagian tangannya. Saat itu, In Ho mengatakan bahwa dia terpeleset dan jatuh dari tangga. Kasir bilang dia yang membayar biaya rumah sakit karena dompet In Ho hilang saat terpeleset. Tapi kemudian, kakek Lee mengganti uangnya.


Seol Ok dan Detektif Ha merasa ada yang aneh, karena dompet In Ho hilang saat terpeleset. “Aku mencium sesuatu yang mencurigakan,” gumam Detektif Ha. Mereka kemudian kembali ke mini market.


Detektif Ha bilang ia hanya perlu menemukan orang yang memakai jenis sandal dengan tiga garis itu di hari kejadian. Seol Ok mengingatkan bahwa kasir mengatakan kalau mereka menjual 50 pasang sandal itu dalam sehari.


Detektif Ha lalu menunjukkan kartu identitas polisinya kepada seseorang yang memakai sandal dengan model sama. Ia mengeceknya dan mengatakan bahwa merk-nya berbeda. Lalu terdengar suara yang mereka kenal, “Dimana letak batu baterai?”


Itu ternyata adalah suara di Park Gi Beom. Detektif Ha muncul di hadapannya dan berkata kalau dia hampir lupa bahwa Park Gi Beom juga salah satu pelajar disana.


Park Gi Beom juga menggunakan sandal dengan tiga garis. Seol Ok juga ingat bahw ada sandal model itu di dalam mobil Park Gi Beom.


Seol Ok bilang dalam tindakan penusukan, bukan hanya tangan korban yang akan terluka karena menahan pisau, tapi juga si pelaku. Itulah kenapa pembunuh profesional akan melindungi tangannya.


Detektif Ha lalu berusaha mengecek tangan kiri Park Gi Beom. Dan Seol Ok mengecek tangan kanannya. Kemudian terdengar lagi suara yang mereka kenal, “Ahjumma, apa kau punya obeng Phillips?”


Dan itu ternyata adalah suara pria penggemar Seol Ok dan tangan kanannya terluka.


Detektif Ha meraih tangan pria itu dan bertanya, ”Kapan tanganmu terluka?”


Tersangka 1: Yoon Mi Joo, mengulang ujian untuk ketiga kalinya.


Tersangka 2: Park Gi Beom, pria mesum yang suka merekam dengan kamera tersembunyi.


Tersangka 3: Go Si Hwan, manajer asrama.


Tersangka 4: Lee In Ho, cucu korban.

1 komentar

  1. Penasaran.....
    Makin seru aja drama ajhumma satu ini...

    BalasHapus


EmoticonEmoticon