3/23/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 7 PART 1

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 6 Part 4

Saat tidak sengaja bertemu di mini market, Detektif Oh bertanya kapan Si Hwan melukai tangannya. “Aku tertusuk obeng. Kalian melihatnya,” kata Si Hwan.
Flashback..


Si Hwan sedang berusaha membuka pintu kamar asrama dengan menggunakan, namun obeng itu melukai tangannya. “Kau sangat terampil,” kata Seol Ok saat itu.


Detektif Ha mengecek sandal Si Hwan, dan kecewa saat melihat motif telapaknya yang berbeda.


Perhatian mereka tertuju pada Gi Beom lagi. Dan itu membuat Gi Beom khawatir.


Gi Beom tampak pasrah, ketika dia harus memperlihatkan rekamannya lagi.


Seol Ok terus memperhatikan tangan In Ho. Detektif Ha menguap saking bosannya.


“Ambillah semua rekamannya dan pergi,” kata Gi Beom. “Atau kuberikan saja laptopnya sekalian.” Detektif Ha melemparkan borgolnya ke meja dan mengingatkan bahwa Gi Beom masih menjadi tersangka. “Aku hanya meminta kalian mengambil laptopnya dan memeriksa di waktu luang kalian.”


Melihat gerak-gerik Seol Ok, Detektif Ha bertanya, “Apa kau menyadari sesuatu? Siapa menurutmu pelakunya?” Seol Ok membayangkan kembali semua kejadian yang ia selidiki. “Kau tahu siapa pelakunya?”


“Astaga, ini menyiksaku!” kata Detektif Ha karena Seol Ok tidak juga memberikan jawaban apapun. “Apakah dia, Lee In Ho, atau si manajer asrama, atau Yoon Mi Joo? Katakan padaku.”


Seol Ok masih terus berpikir, lalu menatap Gi Beom. Detektif Ha yakin Gi Beon-lah orangnya. “Tolong hentikan. Aku sungguh tidak melakukan itu,” kata Gi Beom hampir menangis. Seol Ok bertanya apakah Gi Beom tahu beberapa klub di Gangnam. “Kenapa kau bertanya? Kau mau pergi kesana?”


Sementara itu di toko kuenya, Hee Yeon sedang berbicara dengan seorang wanita. “Bagaimana kabar ketua?” tanya Hee Yeon. Wanita itu bilang ia merasa khawatir, karena jika ketua gagal mendapatkan promosi, maka ketua harus meninggalkan kantor.


Wanita itu menyarankan agar Hee Yeon tidak berkencan dengan PNS karena pekerjaan mereka tida stabil dan gajinya kecil. Hee Yeon berkata, “Aku tahu. Mereka melakukan pekerjaan hebat, tapi dibayar sedikit.” Wanita itu lalu bertanya kenapa Hee Yeon tidak berkencan dengan siapapun dan apakah Hee Yeon ingin dia mengatur kencan untuk Hee Yeon.


“Ada seseorang yang kusukai,” kata Hee Yeon. Wanita itu tertawa dan berkata bahwa ia tidak heran karena Hee Yeon terlalu cantik untuk menjadi jomblo. Wanita itu bertanya siapa pria beruntung itu. “Dia tidak tahu kalau dia beruntung. Hanya aku saja yang tahu.”


Wanita itu tertawa. Hee Yeon bertanya apakah dia menyedihkan. Ia lalu memberikan sekotak kue pada wanita itu. “Berikan pada Ketua. Katakan adanya untuk menikmati kuenya dan bersemangat untuk mendapatkan promosi,” kata Hee Yeon.


“Kau tahu dia sangat menyukai kuemu,” kata wanita itu sambil mengeluarkan kuenya. Terlihat disana sepasang pria dan wanita sedang berada di ranjang. “Berkat kau, dia akan mendapat promosi.”


Hee Yeon: “Pegawai negeri tidak seharusnya memiliki skandal.”
Wanita: “Kue ini pasti sangat mahal.”
Hee Yeon: “Ambillah sebagai teman.”
Wanita: “Kau selalu baik hati, Nona Jung. Hahaha...”


Setelah menyelesaikan urusannya, wanita itu mengulurkan tangannya dari dalam mobil dan berterima kasih lagi kepada Hee Yeon. Setelah itu, ia pergi. Hee Yeon akan kembali ke dalam toko kuenya, tapi kemudian ia melihat Polisi Kim datang.


Hee Yeon menyapanya dan berkata kalau Polisi Kim seharusnya lebih sering datang. Polisi Kim bilang ia hanya bisa pergi kesana jika mendapatkan cuti. Hee Yeon merasa terhormat karena ia kedatangan Polisi yang taat. Hee Yeon menyuruhnya masuk dan berkata kalau dia punya teh hitam yang lezat.


“Ah, aku lebih suka Cola,” kata Polisi Kim. Hee Yeon bilang dia juga punya Cola dan mengajak Polisi Kim masuk. Polisi Kim sangat senang, lalu masuk ke dalam toko kue.


Setelah Polisi Kim menghabiskan lima kaleng Cola, Hee Yeon bertanya padanya apakah ia tahu dimana Detektif Ha tinggal. Polisi Kim bilang ia tidak tahu dan berkata kalau ia tidak tertarik pada Detektif Ha. Polisi Kim meminta satu kaleng Cola lagi. Hee Yeon memberikannya lalu bertanya apakah ada orang yang mungkin tahu tentang hal itu.


“Petugas patroli,” kata Polisi Kim. Ia lalu menoleh keluar dan berbisik, “Kasus Na Jin Tae, aku masih merasa kalau dialah pelakunya. Warna sepatu olahraganya juga aneh.”


Dengan sepatu berwarna anehnya, Tamtama Lee masuk ke dapur toko kue Genoise. Rupanya Hee Yeon mengarang cerita agar Tamtama Lee datang ke tokonya.


“Jadi raknya jatuh. Ini bukan perampokan,” kata Tamtama Lee. Hee Yeon beralasan kalau asisten barunya agak ceroboh. Ia juga bilang tadinya akan menghubungi Detektif Ha karena dia sangat ketakutan. 


“Detektif Ha? Dari Kantor Polisi Joongjin?” tanya Tamtamaa Lee. Hee Yeon bertanya apakah Tamtama Lee mengenal Detektif Ha yang telah membantunya menangkap pelaku pembakaran di tokonya. “Ah, berarti kau mengenal Nyonya Yoo juga?” Hee Yeon mengiayakan dan mengatakan kalau Seol Ok sangat menyukai kuenya.


Hee Yeon bertanya bagaimana Tamtama Lee bisa mengenal mereka. Tamtama Lee menjawab, “Ketika aku bertugas di Kantor Polisi Baebang-dong....”


Hee Yeon lalu pergi ke rumah Seol Ok dan bertanya kepada seorang wanita siapa yang tinggal disana. Wanita itu berkata, “Sebelumnya dua orang wanita tinggal disini. Stapi sekarang, aku pikir sepasang kekasih yang tinggal disini. Mereka terlihat kasmaran. Mereka selalu berangkat bekerja bersama pada pagi hari.”
Flashback..


Wanita itu melihat Seol Ok dan Detektif Ha pergi bersama. Saat itu mereka sering berangkat pagi-pagi sekali untuk berangkat ke Noryang-dong.


“Sepasang kekasih?” gumam Hee Yeon sambil tersenyum kecewa lalu menatap rumah Seol Ok.


Seol Ok yang sedang berjalan masuk ke sebuah klub kecewa karena belum menemukan In Ho disana. Detektif Ha yakin kalau In Ho bukan pembunuhnya karena dari rekaman CCTV, diketahui kalau In Ho ada di dekat aula dan tidak keluar hingga pagi saat pembunuhan terjadi.


Gi Beom yang sejak tadi merekam dengan kameranya berkata kalau ia yakin In Ho ada disana, karena itu adalah klub yang populer. Mereka berkata ada klub yang populer karena wanita seksi, musik yang bagus, selebritis atau juga narkoba.


Seol Ok mengingat mata In Ho yang merah dan berair saat ia mengunjungi tempat tinggalnya. Seol Ok mengambil kesimpulan bahwa In Ho bukan menangis karena sedih. “Ganja,” kata Detektif Ha. Gi Beom menggerutu kalau In Ho tidak tampak seperti orang yang bisa melakukan itu.


Detektif Ha lalu menerima telepon dari Sung Woo, “Ya, Ketua Tim Gye. Apa? Tindakan keras pada iring-iringan ilegal? Aku sedang sibuk. Aku harus menangkap pembunuh Lee Kwang Sik.”


“Pembunuhnya adalah Yoon Mi Joo dan dia sudah ditangkap. Kau tahu itu... hei? Ha.. halo?” Sung Woo kesal karena Detektif Ha menutup ponselnya begitu saja. “Ha Wan Seung! Dia menginvestigasi tanpa izinku? Aku tidak tahan lagi.” Sung Woo lalu pergi


Detektif Ha dan lainnya berusah mencari In Ho di antara orang-orang yang sedang menari. Detektif Ha bilang sudah lama ia berhenti pergi ke klub. Seol Ok bertanya apakah Detektif Ha yakin In Ho ada disana. “Mobilnya terparkir di luar!” teriak Detektif Ha untuk mengimbangi suara musik yang sangat keras.


Detektif Ha dan Seol Ok membuka satu persatu ruangan yang ada disana. Saat mereka salah ruangan, mereka akan meminta maaf dan langsung keluar lagi.


“Apa? Hanya itu saja? Kau Polisi. Lakukanlah dengan teliti,” kata Gi Beom yang kemudian membuka pintunya lagi dan merekam video. “Jangan bergerak. Polisi. Jangan bergerak,” katanya.


Di ruang rapat, Sung Woo meminta Manajer Jo agar memindahkan Detektif Ha ke unit lain. Dia bilang dia tidak bisa menjadikan teman seangkatannya di akademi sebagai bawahannya. “Tapi dia ahli dalam menangkap penjahat,” kata Manajer Jo. Sung Wo berkata bahwa Detektif Ha juga bagus ahli membuat masalah dan dia merasa sedang memegang bom waktu. “Kemana aku harus mengirimnya?”


Manajer Jo: “Ketua tim 3, bukankah kau butuh petugas tambahan?”
Ka. Tim 3: “Semua orang bekerja sangat keras, jadi kami tidak ada masalah.”


Manajer Jo: “Bagaimana dengan tim 4?”
Ka. Tim 4: “Tidak, terima kasih.”
Manajer Jo: “Unit 5, ambil dia.”


“Apa aku membuat Anda marah? Kenapa Anda melakukan ini padaku?” tanya Ketua Tim 5 lalu pergi. Ketua Tim 4 menahannya. Manajer Jo mengalah, lalu menyuruhnya duduk kembali. Ia lalu menanyakan Pak Lee, Ketua Tim 2. Yang lainnya bilang kalau dia sedang patroli.


Sung Woo lalu berkata bahwa mereka harus mengirim Detektif Ha ke Tim 2. Mereka bilang tidak akan ada yang tidak setuju di unit itu, dan Detektif Ha bisa berbuat semaunya disana. Sung Woo lalu mengajak yang lainnya bertepuk tangan. “Tapi tidak ada seorang pun di tim itu,” gumam Manajer Jo bingung.


Detektif Ha berhasil menemukan ruangan dimana In Ho berada. Ia menyindir mereka yang pernah belajar di luar negeri, jadi tahu caranya berpesta. Ia juga bilang kalau ia dengar mereka menyamarkan narkoba dalam snack dan menyelundupkannya.


Detektif Ha bilang kalau ia bangun terlalu pagi jadi kadar gulanya rendah, jadi ia mencoba snack tapi mengeluarkannya lagi. “Aku hampir lupa kalau aku tidak suka manis. Kalian juga, berhentilah makan terlalu banyak gula. Atau gigi kalian akan rusak,” katanya.


In Ho sudah mulai teler.


Det. Ha: “Apa ini? Apa kalian makan perangko?”
Teman In Ho: “Hobi kami adalah mengoleksi perangko.”
Det. Ha: “Ah, jadi kalian membawanya ke klub untuk dipamerkan?”


Detektif Ha lalu membuka paksa mulut seorang pria yang sedari tadi diam saja dan mengeluarkan sebuah perangko. Perangko itu ternyata sudah dilapisi LSD (Lysergyc Acid Diethylamide) jenis narkoba untuk mengubah suasana hati.


“Astaga, kalian berpesta hari ini dengan ganja, ekstasi, dan meth. Apa kalian pernah mendengar tentang Pengendus Seondong?! Itu aku,” kata Detektif Ha sambil menepuk dadanya.


Tiba-tiba, Seol Ok membuka pintu ruangan itu dan bertanya apakah itu ruangannya. “Bukan, carilah di ruangan yang lain,” kata Detektif Ha lalu mengunci pintunya dari dalam. Ia lalu menghampiri lagi para pria itu dan mulai berkelahi untuk menangkap mereka.


Seol Ok menggedor pintunya dan berkata, “Kau bilang bukan ini ruangannya! Cepat keluar! Apa yang kau lakukan disana?”


Tiba-tiba, seorang pria datang dan bertanya apa yang sedang Seol Ok lakukan.


Comments


EmoticonEmoticon