3/23/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 7 PART 2

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 7 Part 1

“In Ho ada di dalam ruangan ini, bukan?” tanya Seol Ok. Pria itu menatap Seol Ok dengan curiga. “Tidakkah kau merasa agak sakit di bahu atau lehermu?” tanya Seol Ok lagi sambil berjalan mendekati pria itu. “Itu terjadi pada orang yang belajar untuk waktu yang lama.”


“Aromanya segar. Aroma ini biasa tercium di Noryang-dong. Itu adalah koyo pereda nyeri,” kata Seol Ok ketika mengendus aroma di tubuh pria itu. Pria itu bertanya siapa Seol Ok.


Seol Ok melihat sepatu pria itu dan berkata, “Apa karena sedang berada di Gangnam, jadi kau tidak memakai sandal hari ini.
Flashback..


Dengan memakai sandal tiga garis, pria itu mengikuti kakek Lee berjalan di lorong.


“Tanganmu kotor karena stabilo dan pena. Kau juga memakai koyo di pergelangan tanganmu. Kau secara tidak sadar mengangkat tumitmu ketika berjalan dan menjadikannya kebiasaan. Kau melakukan itu karena merasa suaranya mungkin mengganggu orang lain,” Seol Ok menganalisis.


Gi Beom datang dan langsung merekam mereka.


“Kau berbeda dari teman-temanmu,” kata Seol Ok mengingat video yang ia lihat sebelumnya.


“Kau menulis terlalu sering, sehingga kau mendapat kapalan di jari tengahmu. Benar kan? Kau belajar untuk ujian dalam waktu yang sangat lama.”


“Dan kau baru saja mendapat luka ini, benar kan?” tanya Seol Ok memastikan.


Pria itu ingin pergi, tapi bertabrakan dengan Gi Beom. “Dia menuntutmu untuk membayar 4000 dollar hanya karena kau mencuri sebuah pulpen. Itu tidak masuk akal,” kata Seol Ok lagi.
Flashback..


Pria itu mencuri di mini market Kakek Lee dan terekam oleh CCTV.


“Haruskah aku melaporkanmu kepada Polisi? Jikakau seorang mantan narapidana, kau tidak akan lulus ujian, tidak peduli seberapa kerasnya kau berusaha,” ancam Kakek Lee.


Pria itu mendorong Gi Beom dan melarikan diri. “Jika kau ingin membersihkan namamu dari kecurigaan, cepat tangkap dia!” kata Seol Ok pada Gi Beom. Pria itu berlari sampai ke lantai dansa.


Pria itu memecahkan sebuat botol dan menodongkannya ke arah Seol Ok dan Gi Beom. Seol Ok mengatakan bahwa orang tidak akan mati hanya dengan pecahan botol dan disana banyak orang yang melihat mereka, belum lagi perbuatannya sudah terekam di kamera.


“Berikan kameranya padaku!” kata si pria. Gi Beom ketakutan dan langsung meletakkan kameranya di lantai. Pria itu mengambilnya.


Seol Ok bilang harusnya Gi Beom menangkap pria itu. Gi Beom bilang ia tidak mau terbunuh dan akan melarikan dirinya, tapi Seol Ok menariknya. Gi Beom menolak dan tetap pergi.


“Ternyata lebih tajam dari yang kukira,” gumam Seol Ok sambil melihat pecahan botolnya.


Sementara itu, Detektif Ha baru saja selesai menghajar para berandal itu dan membawa In Ho keluar. “Ahjumma!” panggil Detektif Ha.


“Ahjumma! Aku menangkap Lee In Ho!” kata Detektif Ha. Gi Beom mendekat dan bertanya apakah In Ho pelakunya. Seol Ok lalu menunjuk pria yang membawa pecahan botol sebagai pelakunya. Detektif Ha melepaskan In Ho dan naik ke lantai dansa.


 “Apa ini? Apa kau akan menusuknya dengan itu?’ tanya Detektif Ha pada si pria. Pria itu berusaha melarikan diri, tapi kemudian Detektif Ha berhasil menangkapnya dengan mudah. Seol Ok sangat gembira.


Gi Beom lalu naik ke lantai dansa dan berteriak seolah dia yang menangkap pelakunya, lalu mengambil kembali kameranya.


Seol Ok lalu menangkap In Ho yang sedang mengenda-endap pergi. “Aku tidak melakukannya! Aku tidak bersalah!” kata In Ho sambil berusaha melepaskan diri. Para pengunjung klub merekam aksi penangkapan itu dengan ponsel mereka.


In Ho: “Aku tidak melakukannya!”
Det. Ha: “Apa maksudmu?! Kau memakai narkoba.”
Seol Ok: “Kenapa kau membunuh kakekmu?”
Gi Beom: “Aku kira pria ini pelakunya. Tadi ahjumma bilang pria ini pelakumya.”


In Ho: “Dialah yang membunuh kakekku, bukan aku.”
Pria: “Kau yang membunuhnya.”
In Ho: “Haha.. aku berada di Gangnam hari itu.”
Gi Beom: “Apa ini? Siapa pelakunya? Dia memakai gips di tangannya.  Aku rasa dia tidak bisa membunuh orang. Kalau begitu dia pelakunya? Tapi kenapa dia membunuh kakek temannya?”


Seol Ok bilang mereka bukan hanya berteman. “Lee In Ho mempekerjakannya untuk membunuh korban,” kata Detektif Ha. Seol Ok bilang In Ho pergi ke Gangnam hanya untuk membuat alibi. Ia bilang mereka terpojok karena masalah uang.


Gi Beom bertanya bagaimana Seol Ok bisa tahu tentang mereka hanya dari melihat video. “Mereka tidak sesuai satu sama lain. Yang satu adalah peserta ujian miskin yang mencuri barang karena tidak punya uang. Yang satunya adalah pelajar yang belajar ke Inggris dan akan mewarisi banyak uang jika kakeknya meninggal. Mereka kemudian menjadi akrab. Bukankah itu mencurigakan?”


Detektif Ha bertanya kenapa In Ho membunuh kakeknya, padahal hanya dialah pewarisnya. “Mungkin karena gips di tangannya. Dia mendapatkan luka itu hampir bersamaan ketika dia mendapat teman agresif dengan usia yang berbeda.
Flashback..


Para preman mengambil kalung dan jam tangan In Ho. Mereka juga meminta agar In Ho membawakan mereka uang, karena tahu kalau kakek In Ho kaya. Ia juga mematahkan tangan kanan In Ho.


Seol Ok yakin In Ho diancam karena masalah uang. Ia bilang selera orang tidak mudah berubah. Ia menjadi curiga karena kalung, anting, dan jam tangan In Ho hilang sekaligus.


Det. Ha:”Aku akan pulang terlambat, karena harus menginterogasi.”
Gi Beom: “Lalu kenapa?”
Det. Ha: “Sampai bertemu di rumah.”
Gi Beom:”Di rumah? Bertemu denganku? Di rumah? Tunggu, kalian berdua? Kenapa? Di rumah? Apa kalian berdua tinggal bersama?”


“Ah, aku lapar karena tiba-tiba berlari,” kata Seol Ok. Gi Beom bertanya kenapa Seol Ok tiba-tiba lapar. “Dia terlalu ceroboh untuk seorang detektif.” Gi Beom bertanya apa yang Seol Ok katakan, karena suaranya sangat pelan.


In Ho dan semua orang yang berkaitan dengan kasus Kakek Lee dna juga penggunaan narkoba dibawa ke Kantor Polisi. Di lobby, Detektif Ha bertemu dengan Sung Woo dan Detektif Yuk yang sudah menunggunya. “Aku menangkap pembunuh Lee Kwang Sik. Kau harus melepaskan Nona Yoon Mi Joo, Ketua Tim Gye,” kata Detektif Ha.


“Berhenti memerintahku,” kata Sung Woo sambil menahan Detektif Yuk yang sangat kesal. “Baiklah. Kerja bagus.” Detektif Ha memberi hormat, lalu bertanya apakah ruang interogasi kosong, karena ia ingin menggunakannya.


Sambil makan waffle, Gi Beom bertanya-tanya kenapa mereka melakukan hal seburuk itu dan mereka bahkan bukan teman. Seol Ok bilang pria itu tertangkap kamera CCTV. “Dia diancam bukan? Ino DC Mart terkenal keburukannya karena itu,” kata Gi Beom.
Flashback..


Kakek Lee bilang jika ia melaporkan hal tersebut kepada Polisi, maka pria itu tidak akan bisa lulus ujian dan akan tetap hidup seperti itu selamanya.


In Ho ada disana dan melihat kejadian itu.


Kemudian, In Ho mengajaknya untuk berkonspirasi membunuh Kakek Lee. In Ho menjelaskan bahwa pria itu harus membunuh kakeknya di gang yang tidak ada CCTV-nya.


“Karaoke tutup jam 2.30 pagi. Lakukan sebelum jam 3.30 pagi, ketika anak-anak mulai pergi belajar,” kata In Ho sambil menunjuk lokasi yang dimaksud.


Kakek Lee sedang menghitung uang, ketikaIn Ho datang menemuinya sambil membawa kue dan hadiah. “Kakek, selamat ulang tahun,” kata In Ho waktu itu. Kakek sangat senang dan langsung membuka hadiah berisi kaos mahal itu.


Kakek tertawa dan berkata, “Aku harus mengambil foto.”


In Ho tersenyum. Senyum yang sebelumnya kukira karena kebahagiaannya bersama kakek, ternyata adalah senyuman puas karena ia merasa akan berhasil membunuh kakeknya sendiri.


Di ruang interogasi, Detektif Ha menunjukkan foto kakek dengan kaos itu kepada In Ho.


Seol Ok memberitahu Gi Beom bahwa ada yang aneh dengan foto itu, yaitu hadiahnya berasal dari merk ternama, tapi kuenya dari toko biasa.


“Kaos ini harganya 740 dollar dan ada gambar buah tropis di bagian depan. Tapi kaos ini agak berbeda,” kata Detektif Ha. In Ho menggerakkan tangannya karena gugup. “Jeruknya. Warna buah jeruknya berbeda. Kau mewarnainya dengan cat bercahaya, sehingga dia bisa terlihat dengan mudah di malam hari.” In Ho tampak terkejut.


Malam itu, Kakek Lee berjalan dengan memakai kaos yang sudah ditandai oleh In Ho.


“Tuan,” panggil si pelaku. Kakek Lee menoleh dan pria itu menunjukkan wajahnya. Kakek bertanya dia sudah pernah melepaskan pelaku dan tidak akan melepaskannya lagi. Kakek berkata beraninya pelaku melotot padanya. Kakek menyebutnya kurang ajar, dan menarik kerah pelaku.


Pelaku lalu menusuk di bagian jeruk, tepat di bagian pembuluh darah perut Kakek Lee yang sebelumnya pernah menjalani operasi.


Seol Ok bilang In Ho adalah mahasiswa desain fashion. Ia bilang ia sudah sangat kenyang dan tidak bisa makan lagi, tapi ia malah merebut vitamin Gi Beom. Ia memakannya dan bilang kalau itu adalah rasa mangga favoritnya. “Apa yang kau lakukan?” tanya In Ho sambil merebut vitaminnya lagi. “Kau bilang tidak bisa makan lagi. Aku makan ini untuk kesehatanku.” Seol Ok tidak peduli. Ia merebut lagi vitaminnya dan memakannya.


Det. Ha: “Setelah kau membunuh Lee Kwang Sik, kau lalu pergi ke rumah Lee In Ho yang berada di lantai atas Gedung Ino, agar tidak terekam kamera CCTV.”
Pelaku: “Bagaimana kau tahu?”
Det. Ha: “Oh, kau ingin tahu?”


Saat akan berpisah, Gi Beim bertanya apakah kapan-kapan ia boleh menghubungi Seol Ok untuk saling berbagi informasi tentang ujian. “Tentu saja. Besok aku akan mulai sibuk mengantri lagi,” kata Seol Ok.  Gi Beom lalu bertanya apakah Seol Ok tertarik dengan akademi berasrama, karena disana Seol Ok tidak perlu mengantri. “Institut berasrama?”


“Ya, pamanku membuka satu di Provinsi Gangwon. Tingkat kelulusannya sekitar 90 persen,” kata Gi Beom. Seol Ok terkejut mendengarnya. “Ya, hampir tidak ada yang gagal. Haha..”


“Mereka bilang mereka akan membunuhku, jika lain kali aku tidak membawa uangnya,” kata In Ho. Detektif Ha bertanya kenapa In Ho membunuh kakeknya. “Dia hanya perlu menjual Gedung Ino. Nantinya dia juga akan memberikannya padaku.” Detektif Ha mengulangi perkataannya. “Aku tidak membunuhnya! Operasinya tidak berhasil dengan baik. Dia tidak akan hidup lama. Detektif, bolehkah aku pulang ke rumah dulu sebentar? Aku meninggalkan sesuatu yang penting disana.”


Det. Ha: “Apa itu? Heroin? Meth?”
In Ho: “Hanya satu kali. Aku hanya membutuhkannya sekali saja.”
Det. Ha: “Lihat wajah ini. Lihat betapa bahagianya dia dengan kaos yang kau belikan untuknya, Lihat dia, brengsek! Kau membunuh kakekmu dua kali.”


In Ho melihat foto kakeknya dan mulai menangis tersedu-sedu. Detektif Ha menatapnya dengan prihatin.


Comments


EmoticonEmoticon