3/30/2018

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 9 PART 2

SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Mystery Queen 2 Episode 9 Part 1

“Tidak ada bekas luka. Tidak tertangkap kamera.  Tidak ada teriakan. Ada cara untuk melakukan hal tersebut,” kata Seol Ok yakin.


Sedangkan Dae Woo terus mengoceh bahwa itu adalah perbuatan hantu dan membuat Mi Joo serta Shi Hwan tambah ketakutan. Detektif Ha menyuruh mereka diam dan meminta Seol Ok untuk mengatakan apa yang dipikirkannya. Oh Seung Tae, staf Instutut Cheongryul datang dan menyapa mereka.


Seung Tae bilang jaringan telepon sudah normal dan dia sudah menghubungi Polisi, jadi mereka sudah dalam perjalanan kesana. Detektif Ha berbisik dan bertanya siapa pembunuhnya. “Aku harus mencari tahu sekarang juga. Detektif Ha, bukankah seharusnya kau menghubungi Kantor Polisi Joongjin,” kata Seol Ok.


“Ah.. ini tidak bisa dilakukan tanpaku. Banyak arahan yang harus kuberikan. Aku khawatir,” kata Detektif Ha menyombongkan diri. Seol Ok hanya tersenyum saja melihat sikapnya.


Detektif Ha pergi ke telepon umum dan menghubungi Profesor Hwang. Tapi Profesor Hwang bilang itu di luar wilayah yurisdiksinya. “Yurisdiksi? Siapa yang peduli tentang itu ketika ada 3 mayat?!” kata Detektif Ha kesal.


Prof. Hwang: “Apa kau memberika perintah?”
Det. Ha: “Maksudku.. Profesor Hwang, aku tidak memberimu perintah. Kau adalah satu-satunya agen hebat yang bisa mengidentifikasi sesuatu lewat telepon. Tidak ada yang lebih darimu. Kau bisa memberikan nomor orang lain yang lebih baik darimu.”


“Tidak ada orang lain yang lebih baik dariku. Aku bukannya tidak mengerti kondisimu. Bisa kau katakan bagaimana kondisi mayat?” tanya Profesor Hwang luluh.


“Jadi darahnya merah tua, kulitnya kasar, warna kuku menjadi putih, mata putihnya menjadi kuning. Itu pasti penyakit kuning,” kata Profesor Hwang yakin. “Baiklah. Aku akan mengecek kasus serupa. Tapi pertama-tama berikan kondisi kesehatan terakhir mereka. Cari tahu kondisi mereka selama seminggu terakhir sebelum kematian mereka, dan hubungi aku lagi.”


Seol Ok lega karena Profesor Hwang mau membantunya. Detektif Ha bilang mereka harus memuji Profesor Hwang untuk mendapatkan sesuatu darinya.


Profesor Hwang meminta Kyung Mi memberikan catatan apa yang ia katakan tadi. Kyung Mi bingung karena sebelumnya Profesor Hwang tidak memberikan perintah apapun. “Kalau begitu tulis apa saja yang kau dengar tadi,” kata Profesor Hwang. Tapi Kyung MI bilang ia tidak ingat apapun. “Apa kau menyuap Kepolisian? Darah merah, kulit kasar, kuku putih, mata kuning, gejala penyakit kuning! Tidak bisakah kau mengingat semua itu?!”


Kyung Mi sangat terkejut. Bibirnya bergerak seperti mengucapkan sesuatu, tapi tidak terdengar suaranya sama sekali.


Seol Ok yang sebelumnya duduk memejamkan matanya, kemudian berdiri dan mengatakan bahwa ia sudah menyadari sesuatu. “Aku yakin tentang ini. Ini adalah kasus keracunan,” kata Seol Ok.


Saat dihubungi lagi, Profesor Hwang mengatakan bahwa dari kondisi mayat berarti telah terjadi gagal ginjal. Detektif Ha bertanya apakah itu karena diracun. “Oh, kau lebih pintar dari yang kupikirkan. Aku terkejut. Mayatnya berada di bawah pengaruh racun,” kata Profesor Hwang. Seol Ok minta agar dia saja yang bicara dengan Profesor Hwang.


Seol Ok: “Profesior Hwang..”
Prof. Hwang: “Nyonya Yoo Seol Ok? Jadi itu benar.”
Seol Ok: “Apa maksud Anda?”
Prof. Hwang: “Aku dengar kau dan Letnan Ha selalu bersama saat jam kerja.”


Seol Ok bilang mereka tidak bersama, karena kali ini Detektif Ha yang datang menemuinya. Detektif Ha protes karena itu membuatnya terdengar seperti penguntit. Seol Ok bertanya racun apa yang dipakai.


“Banyak kemungkinan. Paratoxin. Verotoxin. Jika tidak, maka mungkin saja jamur anah liat merah atau jamur beracun lainnya,” kata Profesor Hwang. Detektif Ha bilang disana memang banyak jamur beracun. Seol Ok berterima kasih, lalu menutup teleponnya.


Sekarang mereka mengerti kenapa pelaku tidak harus berada di TKP saat kematian terjadi. “Semua ini karena Kang Joo Yeon,” kata Seol Ok. Mi Joo heran. “Joo Yeon bilang ia akan membunuh Gi Yong setelah satu minggu. Semua orang berpikir bahwa itu dilakukan oleh hantu karena ada rumor Joo Yeon bunuh diri. Karena rasa takut itu, kita tidak menyadari bahwa darahnya berwarna merah tua dan kukunya memutih. 


Mi Joo: “Aku pikir pelakunya adalah Kang Joo Yeon, baik dia hantu atau bukan.”
Shi Hwan:”Itu masuk akal. Karena mereka mati setelah satu minggu.”
Mi Joo: “Jadi, waktu satu minggu itu hanya kebetulan?”


Seok Ok bilang satu minggu itu adalah petunjuk penting. “Maksudmu Kang Joo Yeon kembali atau bagaimana?” tanya Detektif Ha penasaran. Seol Ok bilang itu bisa saja.Mi Joo tambah ketakutan karena pembunuh berantainya ada disana.


“Bagaimana jika dia kembali ke kantor?” duga Seol Ok.


Mereka lalu pergi ke bagian luar belakang kantor.Detektif Ha ingat bahwa hanya kantor yang tidak ada CCTV-nya. Jika Joo Yeon benar kesana, maka dia belum keluar. Dae Woo semakin ketakutan karena Joo Yeon bisa saha masih bersembunyi di dalam kantor.


Kyung Mi melangkah lesu keluar dari kantor forensik. Ia bilang bahwa itu adalah sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya. Profesor Hwang mengartikan kalau Kyung Mi sudah jatuh cinta pada investigasi ilmiah dan ia akan memulai pelatihan disana khusus untuk Kyung Mi.


“Terima kasih, tapi aku rasa aku tidak memenuhi syarat,” kata Kyung Mi berusaha menghindar dengan halus. Profesor Hwang bilang ia yang akan mengajarinya, jadi Kyung Mi pasti jadi bisa. “Aku rasa.. aku lebih cocok di unit kejahatan dengan kekerasan.” Profesor Hwang meminta Kyung Mi tidak merendahkan kemampuannya sendiri. “Profesor, aku pikir...”


Profesor Hwang bilang Kyung Mi hanya sedang bingung. “Aku akan membantumu menjadi yang nomor dua dalam bidang ini,” kata Profesor Hwang. Kyung Mi bilang dia belum siap. “Kau sudah siap. Nilaimu cukup untuk bergabung dengan tim forensik. Aku membuat pengecualian dan mengajukan untuk menunjuk langsung dirimu.” Dia bahkan sudah bicara langsung dengan Pengawas Polisi.


“Aku tahu kau sangat ingin bicara denganku. Tapi aku sibuk. Aku tidak bisa mengobrol dengan muridku. Pergilah,” kata Profesor Hwang. Kyung Mi ingin mengatakan sesuatu. “Sst..aku harus mnenganalisis bukti jadi aku sangat sensitif sekarang.”


Seung Tae tampak melihat sekeliling, ketika kemudian Seol Ok mengetuk pintu dan masuk ke ruang staf. Seung Tae melihat Si Hwan dan bertanya darimana saja dia ketika keadaan sedang sibuk. Si Hwan meminta maaf. Lalu Mi Joo menjelaskan bahwa Si Hwan membantu D etektif Ha.


Seung Tae memberitahu Detektif Ha bahwa jalan sudah normal, jadi Polisi akan segera tiba. “Tidak ada jejak Kang Joo Yeong datang kesini,” kata Detektif Ha. Seung Tae bertanya kenapa Joo Yeon datang kesana. Si Hwan bilang itu baru dugaan. Seol Ok lalu bertanya dimana meja kerja In Ae. Seung Tae menunjuk mejanya dan menjelaskan bahwa tugas In Ae adalah tentang penyimpanan buku.


“Dia pasti sangat suka teh,” kata Seol Ok. Seung Tae bilang In Ae selalu meminumnya saat berada di kantor.


“Kau juga ingin minum teh, No Ri?” tanya In Ae pada kucingnya. “Ini untukmu, No Ri. Ayo. Enak bukan?” Seung Tae ada disana dan melihat In Ae melakukannya.


Detektif Ha menduga racun ada di dalam teh itu. Mi Joo mencium aromanya dan mengatakan bahwa itu hanya teh roiboos biasa. Seol Ok memeriksa tempat sampah yang ada di kolong meja In Ae. Seol Ok membuka tempat sampahnya dan Mi Joo bilang aromanya seperti air keran. “Maksudmu klorin?” tanya Seol Ok dan Mi Joo mengiyakan.


Seol Ok menumpahkan sampahnya. Seung Tae bingung dan bertanya apa yang sedang Seol Ok lakukan. “Aku lemas. Apa kau punya rokok?” tanya Seol Ok. Dae Woo bilang ia hanya merokok elektrik, Si Hwan menggeleng, dan Seung Tae juga bilang kalau dia tidak merokok.


“Ahjumma, kau merokok?” tanya Detektif Ha dan langsung menciumi pakaian Seol Ok. “Ini tidak berbau rokok.” Seol Ok lalu melepaskan dirinya dari pegangan Detektif Ha. Mi Joo kemudian mengatakan bahwa baunya berasal dari sampah In Ae.


Dae Woo: “Kau seperti anjing.”
Si Hwan: “Indera penciumannya hanya sensitif. Bagaimana bisa kau menyebutnya anjing?”
Det. Ha: “Menarik. Kecelakaan terjadi kemanaun ahjumma pergi. Ketika kembali ke Seoul, ayo kita melakukan pengusiran setan.”
Seol Ok: ”Aku hanya ingin fokus belajar.”


Seol Ok lalu mengeluarkan ampas teh dari bungkusnya dan menemukan sesuatu. “Kenapa filter rokok ada di dalam kantong teh roiboos?” tanya Seol Ok. Yang lainnya juga bingung. “Ini aneh.”


“Ini memang aneh,” kata Seung Tae.


“Apa ini?” tanya Detektif Ha sambil meneliti filter rokoknya. “Pe..Peace?” Mi Joo bilang aromanya sama dengan disinfektan. Dae Woo mencoba mengendusnya, tapi ia tidak mencium aroma apapun. Ia memuji Mi Joo dan akan merebut filter rokoknya. Seol Ok langsung menjauhkannya dan mengingatkan bahwa Dae Woo tidak bisa menyentuhnya dengan tangan kosong, karena itu mengandung Amatoxin.


Seol Ok mendengar dari Profesor Hwang bahwa Amatoxin bisa digunakan untuk bunuh diri jika tangan yang terkena Amatoxin menyentuh mulut, walaupun jumlahnya sangat sedikit. Ia bilang zat itu bisa ditemukan di jamur terbang. Gejala awalnya muntah dan diare, tapi setelah inkubasi selama satu minggu, maka akan mengakibatkan kerusakan fatal pada sel hati.


“Tempat ini sangat cocok untuk membawa In Ae ke kematiannya,” kata Seol Ok. Detektif Ha membenarkan karena disana tidak ada CCTV. “Toples tehnya selalu dibiarkan begitu saja di atas mejanya.”


Beberapa Polisi bersiap masuk ke mobilnya dan menuju suatu tempat.


Detektif Ha dan Seol Ok menduga kalau Joo Yeon yang membawa racun itu sejak awal. Kemudian ia mengambil rokok Gi Yong dan memberi racun ke dalamnya. Setelah itu, ia meletakkan rokok beracun itu ke dalam bungkus lagi.


“Rokok Peace tidak dijual di kafetaria dan hanya Gi Yong yang mengonsumsinya. Joo Yeon tahu benar tentang racun itu. Itulah mengapa dia menyebutkan waktu satu minggu,” kata Seol Ok.


Seung Tae: “Jadi pelakunya Kang Joo Yeon.”
Seol Ok: “Itu untuk kasus kematian Han Gi Yong. Tapi berbeda untuk kasus Kim Yeong Seon dan Park In Ae.”
Si Hwan: “Kenapa pengawas asrama mati?”
Dae Woo: “Ah, benar. Dia merokok menggunakan rokok Gi Yong secara diam-diam.”


Dae Woo melihat Yeong Seon mengambil rokok Gi Yong. Seol Ok mengakui bahwa kematian Yeong Seon tidak disengaja.


Sedangkan untuk kasus kematian In Ae, Detektif Ha mengambil kesimpulan bahwa bungkus rokoknya ditukar. Jadi orang yang menyimpan rokok beracun itu adalah pelakunya. “Ah, benar,” kata Seol Ok lalu melangkah ke depan Seung Tae. “Kau tidak merokok, tapi kenapa kau punya rokok Peace?”


“Apa?” tanya Seung Tae. Detektif Ha juga tidak mengerti apa yang Seol Ok bicarakan. “Apa maksudmu?” Seol Ok lalu melangkah dengan hati-hati ke sudut ruangan.


“Aku menemukannya di laci ini,” kata Seol Ok sambil membuka laci paling atas tapi lacinya kosong. Seung Tae tertawa, sedangkan yang lainnya masih was-was. Seol Ok membuka laci kedua dan berhasil menemukannya. “Apa ini?” Seung Tae bertanya kenapa Seol Ok menyelidiki lacinya.


Seol Ok bilang ia baru menemukannya sekarang, karena saat ia masuk tadi, ia melihat Seung Tae yang langsung menutup lacinya.


“Ini milik Han Gi Yong, bukan? Rokok yang diracuni oleh Kang Joo Yeon,” kata Seol Ok. Seung Tae tertawa. “Kau menukarnya untuk membunuh Park In Ae.” Senyum Seung Tae menghilang.


Seung Tae pergi ke tempat penyimpanan rokok dan menukar rokok Gi Yong. Kemudian ia tersenyum licik dan pergi.


“Kau menyebarkan rumor tentang bunuh diri Joo Yeon, bukan? Kau juga menakut-nakuti Park In Ae dengan mengatakan bahwa kau melihat Joo Yeon,” kata Seol Ok sambil melangkah maju mendekati Seung Tae.


In Ae: “Kau melihat Kang Joo Yeon?”
Seung Tae: “Ya. Dia berdiri di depan kamarmu.”
In Ae: “Tapi dia sudah mati.”


Seung Tae: “Aku tahu. Aku mencari disemua rekaman CCTV, tapi tidak ada.”
In Ae: “Apa maksudmu dia hantu atau semacamnya?”


“Itulah kenapa kau tahu bahwa Han Gi Yong akan mati, tapi kau tidak mengatakannya pada siapapun,” kata Seol Ok. Seung Tae merebut rokoknya, lalu mendorong Seol Ok. Setelah menangkap Seol Ok, Detektif Ha mengejar Seung Tae.


Seung Tae terus berlari. Ketika ia masuk ke gedung lain, Detektif Ha kehilangan jejaknya karena disana banyak lorong. Seung Tae berhasil naik ke atap gedung itu. Dia meremas kepalanya, lalu mengeluarkan rokoknya. “Sangat sulit untuk berhenti,” gumamnya.


Dalam perjalanan mengantar Joo Yeon pulang, Joo Yeon mengakui bahwa ia sudah melakukan sesuatu terhadap rokok Gi Yong. Ia meminta agar mereka kembali lagi ke institut sebelum terlambat. Seung Tae bilang ia akan mengurusnya. Ia juga bilang kalau ia sudah menghubungi pihak institut yang pasti sudah membuang rokok itu.


“Aku punya pertanyaan. Apa racun itu akan membunuh dalam waktu satu minggu?” tanya Seung Tae dan Joo Yeon mengiyakan. Joo Yeon bercerita bahwa dia bekerja paruh waktu di lab kimia dan mengambil beberapa untuk membalas dendam. Joo Yeon merasa dirinya sudah gila dan menangis tersedu-sedu. “Tidak apa-apa, Joo Yeon.”


Setelah itu, dengan gugup Seung Tae pergi ke sebuah toko dan membeli rokok merk Peace. Ia lalu menukarnya dengan rokok Gi Yong. Kemudian ia menggunting filter rokok itu dan dimasukkan ke kantong teh In Ae.


Seung Tae bersiap menghisap rokok itu. 
Comments


EmoticonEmoticon