3/01/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 10 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 9 Part 3

Setelah pelukan itu, Soo Ho dan Geu Rim pulang ke rumahnya masing-masing. “Ah.. aku tidak percaya aku menangis seperti itu. Ah Ji Soo Ho, yang benar saja,” gumamnya pada dirinya sendiri. Ia kemudian menyalakan lampu dan masuk ke ruang tengah. Ia terkejut, karena Nyonya Nam ada disana dan sedang tidur di sofa.


Soo Ho bertanya bagaimana Nyonya Nam bisa masuk. Nyonya Nam ia selalu bisa melakukannya, karena mengetahui password tidaklah sulit. “Sudah lama aku tidak melihatmu seperti ini,” kata Soo Ho yang melihat penampilan Nyonya Nam yang berantakan karena baru bangun tidur. “Bagaimana dengan ayah?”


Nyonya Nam bilang kalau ia tidak tahu sambil merapikana rambut dan pakaiannya. “Apa kau bersama Song Geu Rim...?” belumselesai Nyonya Nam bertanya, Soo Ho menyuruhnya beristirahat saja sebelum pergi. Soo Ho lalu masuk ke kamarnya.


Soo Ho duduk di kasurnya, lalu mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi Geu Rim. Geu Rim  mengecek ponselnya yang bergetar, tapi ragu untuk mengangkatnya. Ia menghela napasnya, lalu mengangkatnya.


“Tentang tadi...” kata mereka berdua bersama-sama. Geu Rim lalu mempersilakan Soo Ho bicara lebih dulu, tapi Soo Ho memperbolehkan Geu Rim yang bicara lebih dulu.


Geu Rim: “Aku memikirkannya dalam perjalanan pulang. Aku rasa tangankulah yang menjadi masalahnya.”
Soo Ho: “Apa?”
Geu Rim: “Itu terjadi saat aku masih SMA dulu dan sekarang juga.Kenapa aku melakukan itu? Ada masalah apa dengan tanganku ini?”
Soo Ho: “Kau juga seperti itu 12 tahun lalu. Kenapa kau tetap memelukku? Ini yang ketiga kalinya. Kenapa kau terus melakukan itu?”
Geu Rim: ”Jika ada anak anjin yang gemetar, kau ingin memegangnya, bukan?”


“Apa aku seperti anjing bagimu?” tanya Soo Ho. Geu Rim tertawa dan berkata kalau bukan itu maksudnya. Ia bilang ia hanya tiba-tiba melakukannya. “Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk itu. Terima kasih untuk hari ini.”  Geu Rim lalu meminta Soo Ho tidur dan tidak memikirkan apapun malam ini.


“Ada apa denganmu, Song Geu Rim?” tanyanya pada dirinya sendiri. “Kenapa kau terus memeluk Soo Ho?”


“Ah... ada apa denganmu, Ji Soo Ho?” gumamSoo Ho. “Kenapa kau selalu melakukan itu di depannya?


Di Ruang Rapat KBC, Nyonya Nam mengatakan bahwa ia akan menarik semua bintangnya dari acara KBC. Beberapa direksi KBC bertanya apa maksud Nyonya Nam yang tiba-tiba itu. “Tapi, aku akan mengubah pikranku, jika Ji Soo Ho dibebaskan dari siaran radionya,” kata Nyonya Nam.


Manajer Kang yang juga hadir di rapat itu tampak terkejut. Nyonya Nam mengatakan bahwa tidak akan ada masalah serius jika Soo Ho berhenti, tapi situasinya berbeda bagi JH. Ia juga bilang kalau ia memberikan izin pada Soo Ho selama satu bulan untuk melakukan siaran, dan selama masa itu banyak kerugian yang JH rasakan. Manajer Kang mengangkat tangannya dan berkata, “Aku mengerti, tapi menggantinya sekarang...”


Nyonya Nam: “Penyiar Kim Dong Ju ada di agensi kami. Bagaimana menurutmu?”
Direksi KBC-1: “Kim Dong Ju?”
Direksi KBC-2: “Apa dia bersedia menjadi DJ di radio?”
Man. Kang: “Tapi... program yang Soo Ho kerjakan menjadi berita utama. Mungkin kita bisa setuju untuk merekamnya.”
Nyonya Nam: “Dengan jadwal syuting dramanya, mustahil baginya untuk melakukan siaran radio juga.”


Nyonya Nam menjanjikan akan mendukung mereka dengan beberapa bintangnya yang lain, jika KBC bersedia melepaskan Soo Ho. Beberapa direksi tampak mendiskusikannya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, kecuali Manajer Kang. Nyonya Nam meminta mereka semua untuk merahasiakannya, sampai mereka mendapatkan keputusannya. 


Setelah rapat, Nyonya Nam menemui Nona La dan mengingatkan bahwa sudah hampir satu bulan, tapi Nona La belum juga memberikan laporan tentang Geu Rim. “Masih ada banyak waktu, tapi Nyonya Nam, Jay tidak muncul,  jadi kami dalam masalah. Apa yang akan kami lakukan dengan siaran hari ini?” kata Nona La.


Nyonya Nam bertanya apakah Nona La bersikap bodoh. Ia mengingatkan Nona La agarb bertanggun jawab membalas semua dukungan yang sudah ia berikan pada Nona La. Nona La bilang ia sudah berusaha sebaik mungkin. “Aku ingin melihat hasil. Pastikan Song Geu Rim akan keluar,” kata Nyonya Nam lalu pergi.


Setelah Nyonya Nam pergi, Nona La membanting kertas yang ada di tangannya dan menghela napasnya kesal.


Tanpa tahu apa yang sedang terjadi, Soo Ho tampak sedang memasak telur dadar di dapurnya. Ia kemudian menyajikannya di atas meja dan ada Jason juga yang sudah duduk disana. Jason tersenyum lebar dan bertanya, “Apa ini? Haruskah aku menjadi dokter atau temanmu?”


Soo Ho tidak menjawab dan hanya menyuruhnya makan. Jason pun mulai makan. Soo Ho kemudian bertanya, “Apa kau ingat apa yang kau katakan dulu? Jika aku menangis karena aku bahagia, marah, atau terganggu, aku harus memberitahumu.”


Jason: “Apa kau menangis?”
Soo Ho: “Hm.. apa sebenarnya ‘menangis’ itu? Apa artinya itu?”
Jason: “Di hadapan siapa kau menangis? Itu mempengaruhi maknanya. Ah siapapun dia, orang itu pasti memahami dirimu dengan sangat baik. Aku rasa kau akan sangat sibuk mulai sekarang.”


Keesokan harinya, Soo Ho tampak gelisah menunggu Geu Rim di depan rumahnya. Geu Rim yang baru turun dari lantai 2 terkejut melihat Soo Ho dan memanggilnya. Ia bertanya apa yang Soo Ho lakukan disana. “Bisakah kau menyetir untukku? Aku harus pergi ke stasiun radio. Cepatlah,” kata Soo Ho.


Soo Ho langsung masuk ke kursi penumpang, tanpa menunggu jawaban Geu Rim. “Tapi...” kata Geu Rim. Tapi Soo Ho sudah memakai sabuk pengamannya. Geu Rim masih bingung, tapi ia bersedia masuk ke mobil.


Di dalam mobil, Soo Ho sesekali mencuri pandang ke arah Geu Rim.Geu Rim berkata kalau stasiun radio lebih dekat dari rumah Soo Ho. “Kenapa kau datang ke rumahku dan memintaku menyetir?” tanya Geu Rim. Bukannya menjawab, Soo Ho malah meminta diantarkan pulang ke rumahnya dulu. “Apa?” Mereka akhirnya sampai di depan rumah Soo Ho.


Geu Rim: “Ji Soo Ho, apa kau sudah kehilangan akal? Aku terlambat sekarang.”
Soo Ho: “Pakai mobil ini. Kau bisa menggunakan ini untuk sementara atau selamanya.”
Geu Rim: “Ji Soo Ho! Kenapa kau memberikanku mobil ini?”
Soo Ho: “Kau bisa mengambil hadiah yang ada di kursi belakang.”


Soo Ho langsung ke rumahnya dan Geu Rim menatap hadiah yang ada di dalam mobil. “Apa yang dia lakukan? Apa dia sedang syuting drama? Hah...” gumam Geu Rim.


Sesampainya di area parkir KBC, Geu Rim menghubungi Soo Ho agar segera mengambil mobilnya nanti. “Tidak bisa, aku sedang sibuk. Pakai saja,” kata Soo Ho lalu menutup ponselnya.


“Apa ini? Apa pria ini berusaha membuatku terkesan?” gumam Geu Rim yang tanpa sadar kalau ada Lee Gang yang menghampirinya dari belakang. Lee Gang kemudian bertanya apakah Geu Rim punya mobil baru dan itu tampak lebih bagus dari mobilnya. “Ini bukan milikku.” Lee Gang lalu bertanya apa Geu Rim sudah selesai menulis apa yang ia minta.


Lee Gang dan Geu Rim lalu mendiskusikannya di dalam studio. Lee Gang mengoreksi naskah Geu Rim dan memintanya untuk tidak menggunakan quote orang lain dan memintanya mebuat pemikirannya sendiri. Geu Rim meminta maaf.


Lee Gang bilang ia tidak bisa memukul orang yang bekerja dengan tidak benar, jadi ia akan membuat mereka mengundurkan diri. “Jika kau terus membuat alasan, maka itu adalah akhir karirmu,” kata Lee Gang. Geu Rim lalu berkata kalau ia akan menulis ulang. “Kuberi waktu lima jam.”


“Song Geu Rim, aku mulai memanggilmu ‘penulis’. Oke?” kata Lee Gang. Geu Rim mengerti lalu pergi menuju ruangannya.


Di ruangan Tim Lee Gang, tampak Hun Jung yang sedang mengomel di ponselnya dengan loudspeaker bahwa dia memliki rekaman masa lalu yang buruk milik si gila. Temannya bertanya siapa si gila itu. Hun Jung berkata bahwa ia merasa sangat tidak nyaman. Temannya berkata, “Baiklah. Si gila dan Ji Soo Ho sama-sama menyebalkan. Aku mengerti. Jangan kirimkan video tentang si gila itu.” Tiba-tiba Soo Ho masuk dan mendengar namanya disebut.


Hun Jung gugup dan berkata, “Apa yang baru saja kau katakan tentang Soo Ho kami?! Hey, kau bukan temanku! Selamat tinggal.” Hun Jung lalu menutup ponselnya. Hun Jung lalu berkata pada Soo Ho, “Kau selalu muncul ketika aku sedang menelepon.”


“Apa aku menyebalkan? Aku tidak seburuk itu, bukan?” tanya Soo Ho dan Hun Jung tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. “Tapi apa maksudmu dengan video si gila?” Hun Jung tertawa dan bertanya apa Soo Ho mau melihatnya juga.


Video itu berisi Geu Rim yang sedang mabuk dan mengoceh tentang kecintannya pada radio. Lee Gang-lah yang membuat rekaman itu dan berjanji akan mewujudkan impian Geu Rim yang ingin membuat para pendengarnya menjadi bintang utamanya.


“Aku, Lee Gang, akan membuat Song Geu Rim menjadi penulis utamaku dan memproduksi acara siaran itu untuknya,” kata Lee Gang lalu videonya selesai.


Soo Ho bertanya apa yang terjadi selanjutnya dan kenapa Lee Gang berbisik di telinga Geu Rim. “Aku.. aku tidak tahu,” kata Hun Jung. Kemudian, Lee Gang dan Geu Rim masuk ke ruangan itu. Mereka semua saling menatap.


Di ruang rias, Geu Rim bertanya kenapa Soo Ho punya banyak waktu luang, padahal sebelumnya Soo Ho hanya datang tepat sebelum mereka on air. Dia juga bertanya kenapa sekarang Soo Ho sering datang ke stasiun radio. Soo Ho beralasan bahwa DJ dan penulisnya harus seimbang. “Apa kau sudah makan?” tanya Soo Ho.


Geu Rim bilang ia tidak punya waktu untuk makan, karena harus menulis ulang naskahnya dan waktunya terbatas. Ia lalu melangkah pergi. “Tunggu dulu, tadi aku melihat videonya?” kata Soo Ho sambil memegang lengan Geu Rim. “Kau dan Pd-nim mabuk dan mengatakan sesuatu. Apa yang kau katakan?”


“Video? Video apa?” tanya Geu Rim bingung. Kemudian ada seseorang yang membuka pintu, tapi keluar lagi karena melihat Geu Rim dan Soo Ho ada disana. “Lepaskan aku. Orang-orang akan melihatnya.”


Soo Ho melepaskan lengan Geu Rim dan mengajaknya bicara di luar stasiun radio. Geu Rim bilang ia harus menulis naskahnya. “Kau dan naskahmu. Apa hanya radio yang kau pedulikan?” kata Soo Ho.


Geu Rim kesal karena Soo Ho terus saja muncul dan  mengganggunya. Ia kemudian mengembalikan kunci mobil Soo Ho, lalu pergi. Soo Ho tampak kecewa dan ikut pergi.


Di ruangan kantornya, Lee Gang membaca artikel berjudul ‘Seorang Remaja Meninggal karena Kecelakaan Radio di luar Stasiun Radio KBC’. Hun Jung menduga kalau itu adalah ulah hater Soo Ho, tapi ada kebenaran juga dibaliknya.  


“Hah? Tunggu dulu. Apa kau pikir Ji Soo Ho benar-benar terlibat?” tanya Hun Jung. Lee Gang tidak merespon dan membaca ulang artikelnya dengan serius. “Mungkin JH menyembunyikan sesuatu. Mungkin mereka memanipulasi media. Kita harus menemukan kebenarannya,” kata Hun Jung lagi.


Lee Gang menarik Hun Jung dan merapikan pakaiannya. Ia menyuruh Hun Jung menemukan komentar menyenangkan yang dikirimkan oleh para pendengar. Lee Gang lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Pak Kim.


Di kantornya, Nyonya Nam berkata pada Tae Ri bahwa ia menemukan banyak postingan kejam atas Tae Ri, tapi tidak ada yang benar. Tae Ri bilang kalau kehidupan pribadinya benar-benar bersih. Tae Ri lalu bertanya apa yang sudah Nyonya Nam lakukan untuknya, karena rencana hubungan cinta palsu dan dramanya bersama Soo Ho batal.


Nyonya Nam: “Soo Ho akan melakukan dramanya. Sekarang sedang dalam proses.”
Tae Ri: “Benarkah? Soo Ho bilang ia tidak akan melakukannya.”
Nyonya Nam: “Tapi, dia bilang tidak akan pernah melakukannya bersamamu. Itulah kenapa aku memperingatkanmu untuk menjaga sikapmu. Apa yang kau lakukan sampai Soo Ho menolak melakukan sesuatu bersamamu?”


Tae Ri kesal dan langsung pergi begitu saja, sedangkan Nyonya Nam meminum tehnya dengan santai.


“Kau tidak mau mengangkat teleponku? Kau benar-benar tidak mau?” gumam Tae Ri di ponsel, sekeluarnya dari lift. Karena Soo Ho tidak menjawab, ia kemudian menghubungi Pak Kim. “Wah, kau tidak mau mengangkat teleponmu juga? Apa kau benar-benar akan seperti ini?”


“Kenapa kau tidak menjawab teleponku?!” teriak Tae Ri yang membuatnya orang-orang di sekitarnya menoleh ke arahnya. Pak Kim me-reject telepon dari dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.

Advertisement


EmoticonEmoticon