3/01/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 10 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 10 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 10 Part 2

Lee Gang ternyata mengajak Geu Rim ke ruangan Manajer Kang. Disana, Manajer Kang menegur mereka karena Lee Gang mengadakan siaran dari rumah sakit dikarenakan penulisnya ada disana. “Hey, apa kalian grup pribadi?” tanya Manajer Kang.


Lee Gang: “Ayolah.. kau terdengar bahagia di telepon setelah acaranya selesai. Kenapa kau mengeluh sekarang?”

Man. Kang: “Dan kalian juga mendapatkan booth siar DJ Moon. Tapi kenapa terus melakukan siaran dari luar? Lupakan! Bagaimana dengan Ji Soo Ho? Kau yakin dia tidak akan melakukan drama itu, bukan?”

Lee Gang: “Aku sudah mengeceknya lagi dengan DJ kita kemarin, dan dia bilang dia akan tetap siaran.”


Manajer Kang bertanya bagaimana jika Soo Ho menusuk mereka dari belakang dengan tiba-tiba menolak siaran. Geu Rim yang menjawab bahwa Soo Ho tidak akan melakukan itu, karena Soo Ho sudah melakukan banyak penyesuaian diri dengan radio. Manajer Kang lalu mengomel karena selalu terjadi masalah jika Geu Rim terlibat.


Lee Gang protes karena Manajer Kang menyalahkan orang yang tidak bersalah. Ia lalu mengajak Geu Rim pergi. “Aigoo.. lihatlah bagaimana dia melindungi orang-orangnya,”kata Manajer Kang sambil tertawa.


Di luar ruangan Manajer Kang, Lee Gang berkata, “Hey, lakukan apapun yang kau inginkan. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah dipecat.” Geu Rim hanya tersenyum.


Soo Ho baru saja sampai di area parkir KBC, ketika mendapat telepon dari Nyonya Nam yang memintanya datang ke Kantor JH.


Nyonya Nam mengatakan kalau Soo Ho harus segera mengerjakan jadwalnya dan tidka bisa hanya melakukan satu siaran radio saja. Belum selesai Nyonya Nam bicara, Soo Ho memotongnya, “Aku ingin rehat. Aku sudah mengatakannya beberapa kali.”


Nyonya Nam meletakkan ponselnya dan memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit. Ia tampak membuat rencana baru.


Soo Ho masuk ke dalam gedung dan melihat Geu Rim yang sedang membahas naskahnya bersama Lee Gang. Soo Ho lalu berjalan ke tengah mereka, “PD-nim, bisa kita bicara?”


Soo Ho: “Sudah kubilang untuk tidak meletakkan tanganmu di bahu Song Geu Rim atau memanggilnya anak baru. Dan jangan membuat kontak mata dengannya.”
Lee Gang: “Bagaimana bisa aku tidak melakuakn kontak mata dengan penulisku?”
Soo Ho: “Jangan pikirkan apapun.”
Lee Gang: “Apa? Jadi kita harus berhenti? Aku sudah tidak memanggilnya anak baru dan aku memperlakukannya sebagai penulis yang sebenarnya sekarang. Aku juga tidak meletakkan tanganku di bahunya. Ayo masuk. Kita mulai rapatnya.”


Sambil berjalan, Lee Gang menoleh ke Soo Ho lagi dan berkata, “Hanya mengklarifikasi, kau hanya mengatakan untuk tidak menyentuh bahunya.” 


Lee Gang mengatakan bahwa mereka semua sudah saling mengenal selama satu bulan terakhir. Dia juga bilang kalau siaran mereka di sekolah dan rumah sakit bagus dan semua itu berkat Soo Ho. Tapi itu bukan sesuatu yang mereka rencanakan.


Soo Ho bertanya apa yang ingin Lee Gang lakukan. Lee Gang bilang ia merencakan sesuatu yang baru. Geu Rim bertanya apa mereka akan rapat setelah siaran. “Hey, bagaimana dengan kencan kita?” tanya Soo Ho dalam hati. Lee Gang membenarkan ucapan Geu Rim dan mengatakan kalau mereka tidak punya waktu untuk istirahat. “Hey, bagaimana dengan kencanku?” batin Soo Ho lagi.


Lee Gang meminta Soo Ho juga ikut rapat dan memberikan kontribusinya. Soo Ho mengingatkan bahwa dia sudah melakukan banyak hal untuk siaran mereka. Soo Ho menyebutkan semua kontribusinya selama ini. “Kau tidak salah,” kata Lee Gang akhirnya.


Geu Rim dan Hun Jung hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak mau ikut campur. Hun Jung menulis di buku catatannya, “Haruskah aku mengundurkan diri?”


Lee Gang membaca naskah Geu Rim, “Memeluk seseorang itu seperti mengundang orang itu untuk datang ke duniaku.” Lee Gang lalu menatap Geu Rim dan Soo Ho.


“Aku harap kau melupakan kesedihanmu di pelukanku,” baca Soo Ho lalu melihat ke arah Geu Rim. “Aku harap kau berhenti menangis di pelukanku.” Geu Rim sendiri sedang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak menyadari kalau ada dua pria yang terus memperhatikannya.


Siaran dimulai dan berjalan dengan lancar. Kemudian saat sesi telepon dengan pendengar, seseorang mengatakan kalau dia sangat menyukai Soo Ho. “Hari ini ulang tahunku dan minggu depan ulang tahun Oppa,” kata si pendengar yang juga ingin mendengar Soo Ho mengucapkan ‘aku cinta padamu’ untuknya dan akan merekamnya dan mendengarkannya setiap hari. “Ayolah, namaku Cho Sun Hee.”


Geu Rim menganggukkan kepalanya. Soo Ho lalu berkata, “Aku mencintai...aku.. aku mencintaimu.” Ia mengatakan itu sambil menatap Geu Rim yang juga balas menatapnya.


Hun Jung menertawakan Soo Ho, tapi tidak begitu dengan Lee Gang. Pendengar itu berterima kaish, lalu Soo Ho mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Memeluk seseorang itu seperti mengundang orang itu untuk datang ke duniaku.” Lee Gang lalu menatap Geu Rim dan Soo Ho.


“Aku harap kau melupakan kesedihanmu di pelukanku. Aku harap kau berhenti menangis di pelukanku,” kata Soo Ho membaca naskahnya. Geu Rim memperhatikan Soo Ho dan mengingat semua pelukan yang ia berikan untuk Soo Ho. “Saat seseorang memeluk orang lain, kau akan merangkul kehidupan orang itu. Radio Romance Ji Soo Ho akan berakhir setelah kalian mendengarkan Hug Me dari Jung Joon Il.”


Setelah siaran, Geu Rim dan Soo Ho berjalan bersama. Geu Rim bertanya kenapa Soo Ho terus tersenyum. “Aku merasa sedikit lebih dekat dengan radio sekarang,” kata Soo Ho masih sambil tersenyum. Kemudian Lee dan Hun Jung menghampiri mereka.


Lee Gang: “Ayo makan dan tidur di sini mulai sekarang.”
Soo Ho: “Hari ini aku tidak bisa. Aku sudah punya rencana.”
Lee Gang: “Kalau begitu kami akan pergi sendiri. Geu Rim, apa kau akan keluar juga?”


Soo Ho lalu memberi kode agar Geu Rim menolaknya juga. Lee Gang menoleh ke arah Geu Rim dan Soo Ho bergantian. “Ada apa?” tanya Lee Gang.


Dia area parkir, Soo Ho memastikan apakah Geu Rim memaksa menginap di kantor malam ini. Geu Rim bilang ia harus rapat malam ini dan mengerjakan segmennya bersama Lee Gang. Soo Ho bertanya jam berapa Geu Rim akan selesai. Geu Rim bilang ia tidak tahu, tapi itu pasti larut malam.


Soo Ho bilang akan berbahaya jika pulang larut malam. Ia memberikan kunci mobilnya dan mengatakan kalau Geu Rim harus pulang walaupun hanya tidur selama satu jam. Geu Rim menolaknya.


“Baiklah ,lupakan tentang mobilnya. Apa kau sudah melihat hadiah yang aku letakkan untukmu disana?” tanya Soo Ho. Geu Rim tidak menjawab, tapi ia melirik ke arah hadiahnya. “Apa kau membuka salah satunya?” Geu Rim menggelengkan kepalanya. “Tidak bisakah kau melihatnya? Apa yang ingin kubeirkan bukanlah penghalang, tetapi hatiku. Walaupun itu tidak cocok untukmu, tidak bisakah setidaknya kau membukanya?”


Geu Rim berkata, “Maaf. Aku tidak berpikir sejauh itu. Aku berjanji aku akan membukanya. Ji Soo Ho, tidak biskaah kau bertemu denganku besok? Aku ingin pergi berkencan denganmu.”


Soo Ho sangat senang sampai mengangkat tangannya. Ia lalu tertawa sendiri. Kemudian ia menerima telepon, “Ya, Hyung?”


Soo Ho menemui Pak Kim di pinggir jalan. Pak Kim memberitahunya kalau Nyonya Nam akan melakukan segala cara agar Soo Ho meninggalkan acara radio, mengeluarkan timnya, dan membuat Soo Ho melakukan dramanya. Pak Kim bilang ia baru saja mendengar dari sutradara perencanaan, bahwa besok akan ada pengumuman bahwa Soo Ho akan melakukan dramanya.


Soo Ho akan masuk ke dalam mobilnya, tapi Pak Kim menahannya dan berkata, “Kau tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti ini. Aku akan menyetir. Masuklah.” Soo Ho lalu masuk ke kursi penumpang.


Soo Ho menemui Nyonya Nam dan mengingatkan kalau dia sudah lebih dari 100 kali mengatakan dia tidak akan melakukannya dan sudah lebih dari 1000 kali dia menolak drama itu. “Kenapa kau tidak pernah mendengarku sekali saja?!” tanya Soo Ho marah. “Tapi aku tetap melakukannya. Tapi kali ini aku tidak mau. Aku tidak akan melakukannya.


Nyonya Nam: “Sudah kubilang, aku sudah menandatangani kontraknya.”
Soo Ho: “Kenapa kau melakukan itu tanpa bertanya padaku?! Ketika aku bilang tidak mau, tidakkah kau penasaran kenapa aku menolak? Pernahkah kau ingin tahu sekali saja? Tolong, ibu,”
Nyonya Nam: “Soo Ho, kau pikir aku ingin melakukan itu?”


Nyonya Nam lalu menunjukkan foto Soo Ho yang sedang berciuman dengan Geu Rim. Soo Ho bertanya apa maksudnya itu. Tapi Nyonya Nam bilang ia ingin menanyakan hal yang sama pada Soo Ho.  Ia bilang ia berusaha keras untuk mengatasi masalah yang Soo Ho buat itu.


Soo Ho: “Siapa...?”
Nyonya Nam: “Yang penting adalah fakta bahwa aku memilikinya, dan itu berarti adaorang lain yang memilikinya juga. Jika kau tidak menjaga sikapmu, semua kesalahan akan ditimpakan pada Song Geu Rim. Aku bisa menghentikannya pertama kali itu, tapi aku tidak bisa menjamin bahwa itu tidak akan terjadi lagi.”


“Jika kau ingin melindungi Song Geu Rim, lakukan apa yang kukatakan. Itu maksudmu, bukan? Kau sangat menakjubkan. Aku tidak berpikir sejauh itu,” kata Soo Ho sinis. Nyonya Nam lalu mengatakan bahwa acaranya besok dimulai jam 6. Soo Ho tidak menjawab dan langsung pergi.


Di sela-sela rapatnya, Geu Rim berusaha menghubungi Soo Ho, namun tidak diangkat.


Keesokan harinya, Hun Jung baru saja membeli minum dari mesin minuman dan mendengar seorang pria di belakangnya berkata, “Apa kau sudah dengar? Ji Soo Ho berhenti siaran. Aku dengar timnya dibubarkan.”


“Apa?” Hun Jung terkejut dan langsung berlari. Ia berhenti berlari, ketika mendengar Nona La berkata pada asisten penulisnya bahwa ia dekat dengan CEO JH. Nona La bilang dramanya akan syuting di luar negeri, jadi Soo Ho tidak akan bisa siaran radio. Drought bertanya apa yang akan terjadi pada Geu Rim. “Aku?! Apa yang akan terjadi padaku?!” tanya Hun Jung panik.


Di ruangannya, Lee Gang menguap dan meregangkan tubuhnya, begitu juga dengan Geu Rim. Mereka kemudian tertawa bersama. Tapi tiba-tiba Hun Jung masuk dan membawa kabar berhentinya Soo Ho dari radio.


Hun Jung berteriak, “Ji Soo Ho berhenti!” Geu Rim dan Soo Ho sangat terkejut.


Sementara itu, para reporter bersiap untuk konferensi pers drama terbaru Soo Ho yang berjudul ‘Who Am I’.


Soo Ho juga ada disana dan mengecek ponselnya dan banyak panggilan tak terjawab dari Geu Rim. Pak Kim lalu menemui Soo Ho.


“Hyung, tolong bantu aku,” kata Soo Ho. “Aku tidak akan bicara tentang melipatgandakan gajimu. Bisakah kau menolongku?” Tapi tiba-tiba Lee Gang masuk.


Lee Gang bertanya apa yang terjadi dan mengungkapkan kekecewaannya, “Kau bilang kau tidak akan melakukannya. Kau bilang akan bicara denganku dulu.” Pak Kim berusaha menjauhkan Lee Gang. Lee Gang berkata kalau seharusnya ia tidak pernah memulai siaran dengannya. “Kau tidak bisa menjaga kata-katamu. Kau bukan hanya mengatakan apa yang mereka tulis, tapi kau juga menjalani hidup seperti yang mereka inginkan.”


Geu Rim sedang menyaksikan konferensi pers Soo Ho yang akan segera dimulai. Ia tampak khawatir. Ia mengirimkan beberapa pesan pada Soo Ho menanyakan apa yang terjadi. Kemudian Lee Gang datang dan Geu Rim bertanya apa yang Soo Ho katakan.


“Kita tidak tidak membutuhkan orang seperti dia lagi. Kita akan melakukannya tanpanya,” kata Lee Gang tidak bersemangat. “Ini salahku memintamu menjadikannya DJ kita. Tidak apa-apa. Aku yang mengambil semua tanggung jawabanya.” Geu Rim tampak sedih, lalu pergi sambil membawa tas dan jaketnya.


Dengan senyum palsunya, Soo Ho tampil di depan para reporter.


Geu Rim sudah kembali ke ruangannya. Soo Ho meneleponnya, tapi Geu Rim tidak mau mengangkatnya. Ia sangat sedih dan kecewa. Geu Rim lalu pergi ke sudut favoritnya. Soo Ho kembali menghubunginya dan Geu Rim masih tidak mau mengangkatnya.


Tiba-tiba Soo Ho datang dan langsung memeluk Geu Rim.


Soo Ho: “Sudah kubilang untuk tidak mengabaikan teleponku. Aku tahu apa yang ingin kau katakan sekarang. Aku tahu apa yang kau rasaka ketika menungguku.”
Geu Rim: “Kau tidak tahu. Bagaimana kau tahu apa yang kurasakan?”
Soo Ho: “Bagaimana tidak? Kau pikir aku berhenti siaran radio dan berdiri disini, membenciku.”


Soo Ho melepaskan pelukannya dan berkata, “Tapi, aku akan melakukannya. Aku akan tetap melakukannya bersamamu. Kau hanya perlu mempercayaiku.”


“Aku ingin mempercayaimu,”kata Geu Rim dengan mata berkaca-kaca.


“Kalau begitu, percayalah padaku,” pinta Soo Ho lalu mencium Geu Rim.
Advertisement

1 comments:

Di tunggu sinopsis selanjutnya..


EmoticonEmoticon